Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊
Menjalani sebuah pernikahan kontrak??
Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?
Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.
Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."
Semua orang, : "...."
Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?
Ikuti terus ya.
Like,vote,dan comment.
😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29.Kebencian.
Jane dan Carlos juga memulai sarapan mereka.
Crakkk.
Semua orang menoleh kearah Natalia,yang sudah berdiri.
"Jangan lupa mempersiapkan acara untuk memperingati hari kematian Ayah mu dengan cermat.Bawa juga Jane bersama mu.Agar dia mengerti." Ucap Natalia kepada Carlos.
Setelah mengatakan hal itu,Natalia segera berangkat kekantor,dan meninggalkan ketiganya di meja makan.
Jane menatap kearah Flowy dengan bingung.
"Yah,tiga hari lagi adalah hari kematian Paman sulung.Setiap tahun akan ada acara peringatan dirumah ini.Tentu saja, sebagai menantu keluarga ini,kau harus ikut mempersiapkan acaranya." Jelas Flowy dengan serius.
Tidak ada satupun yang berani menganggap acara peringatan ini dengan sepela.
Kematian mendadak Morgan Benjamin,puluhan tahun yang lalu merupakan pukulan telak bagi keluarga Benjamin,terkhususnya mereka cabang utama.Sehingga, disetiap tahun menjelang memperingati hari kematiannya,mereka akan murung.
Jane mengangguk mengerti.
Lalu dia melanjutkan memakan sarapannya.
Carlos yang ada disampingnya,menatap Jane sejenak.Awalnya, dia mengira Jane akan bertanya kepadanya perihal tugas yang akan mereka kerjakan bersama.Tapi ternyata,Jane bahkan tidak meliriknya sama sekali.Entah mengapa Carlos tiba-tiba menjadi sangat kesal.
"Setelah sarapan,ikutlah dengan ku.Kita perlu membeli beberapa barang." Kata Carlos dingin.
Karena Jane tidak berkenan untuk bertanya kepadanya,maka Carlos tidak keberatan untuk memberitahunya.
Cih.
"Kau juga ikut,kan?" Bukannya menjawab Carlos,Jane malah bertanya kepada Flowy yang diam-diam menyaksikan interaksi diantara keduanya.
"Ba..."
"Tidak bisa.Flowy akan pergi dengan Paman,siang ini.Jadi, dia tidak bisa pergi bersama kita."
Belum sempat Flowy mengiyakan ajakan Jane,Carlos sudah terlebih dahulu menolaknya.Yang membuat Jane dan Flowy cemberut.
"Aku selesai,aku akan menunggu mu di mobil." Tanpa memberi kesempatan bagi Jane untuk membantah,Carlos segera bangkit dari kursinya dan pergi meninggalkan Jane,Flowy,dan Camelia.
Tak.
Jane melempar sendoknya dengan kesal,lalu memilih bangkit juga.Dia langsung kehilangan selera makannya,oke.
"Aku pergi dulu." Katanya dengan kesal.
Flowy hanya bisa menatap keduanya dengan linglung.
"Kapan aku pergi dengan Ayah? Mengapa aku tidak tahu jika aku akan pergi dengan Ayah,siang ini? Kemampuan pria ini untuk berbohong sangat baik." Gumam Flowy dengan pelan.
Karena sarapannya telah habis,akhirnya Flowy memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
Tinggallah Camelia sendirian dimeja makan.Dia mencengkram sendok ditangannya,dengan erat.
Sepanjang percakapan mereka,Camelia sama sekali tidak dihiraukan.Dia diabaikan seolah-olah dia tidak ada disana.Dan ini membuatnya sangat marah.
Tang.
Suara garpu yang menusuk telur mata sapi dengan keras.
Sepasang mata cantik Camelia mengobarkan tatapan yang penuh kebencian.
"Jalang ini,sejak dia muncul dirumah ini,semua orang perlahan-lahan mulai mengabaikan ku.Bahkan Carlos juga sama.Dia bahkan tidak melirik ku pagi ini." Geramnya dengan benci.
Namun,semua kebencian ini dilimpahkan sepenuhnya kepada Jane.Yang bahkan tidak mengerti apa-apa.
....
Carlos benar-benar menunggu Jane.
Jane muncul tidak lama setelahnya.
"Jalan." Perintahnya kepada Mark,tepat setelah Jane masuk kedalam mobil.
"Baik,Tuan Muda." Jawab Mark dengan patuh.Lalu segera menjalankan mobil keluar dari garasi.
Dari atas balkon kamarnya,Camelia menatap kepergian mobil itu dengan penuh kebencian.
"Seharusnya aku yang berada disana,bukan si jalang itu." Makinya dengan kasar.
Karena dia hanya sendirian,jadi Camelia tidak perlu menjaga citranya sama sekali.Wajahnya yang biasanya cantik,kini tampak mengerikan.
"Tunggu saja!!" Kecamnya.
Jane dan Carlos sama sekali tidak menyadari adanya kebencian seperti itu kepada mereka.
Mereka saat ini duduk dengan diam didalam mobil.Carlos bahkan tidak bisa fokus kepada grafik dilayar tabletnya,ketika dia secara samar-samar mencium aroma parfum segar dari tubuh Jane.Aroma ini memadukan perpaduan antara lemon dan minyak daun kayu putih.Yang menghasilkan aroma yang unik dan baru.Tidak tajam,namun juga tidak bisa diabaikan.Ketika kau menghirup aromanya,maka kau tidak akan bisa menghentikan dirimu untuk tidak menghirupnya lagi.
Dan Carlos yang merupakan seorang pria dewasa yang matang,tentu saja merasakan kegelisahan dari daya tarik aroma tubuh Jane.Terlebih lagi,dia kembali teringat akan kelembutan yang sempat digenggamnya tadi malam.Membuat mata Carlos sesekali melirik Jane,yang memilih membuang pandangannya kejendela.
Sepanjang perjalanan,tubuh Carlos tampak menegang.
Dan semua itu dilihat oleh Mark,yang duduk didepan.
Ck.
Ck.
"Tuan Muda tampaknya mulai tertarik dengan Nyonya Muda.Benar-benar..." Gumam Mark.
Namun gumaman itu hanya berani Mark ungkapkan didalam hatinya.Dia masih takut mati,oke.
Perjalanan menegangkan bagi Carlos itu,akhirnya berakhir setelah dua puluh menit.
Meskipun dikatakan bahwa mereka mempersiapkan kebutuhan untuk upacara hari peringatan kematian Morgan Benjamin,namun yang benar-benar sibuk sungguhan adalah Mark,sang sekertaris pribadi Carlos.
Carlos dan Jane duduk dengan nyaman disebuah ruang VIP di toko penyedia perlengkapan barang-barang upacara seperti ini.Semantara Mark pergi memastikan tidak ada kesalahan dalam mempersiapkan semuanya.
Jane tengah menikmati segelas kopi susu yang masih hangat.
Meskipun menu menuman ini sangat tidak masuk akal bagi pemilik toko yang tengah menyambut mereka secara pribadi.Namun dia tetap menyajikannya kepada Jane.Terlebih lagi,ketika Carlos juga tampaknya sangat menyukai rasa perpaduan antara pahit dan manis itu.
Ehem.
Carlos berdehem demi memecahkan keheningan diantara mereka berdua.
Benar,saat ini hanya ada mereka berdua didalam ruangan itu.Sang pemilik toko telah diusir keluar oleh Carlos sejak tadi.
Jane sama sekali tidak memperdulikan Carlos.
"Itu..aku hanya ingin meminta maaf perihal tadi malam." Akhirnya Carlos mengucapkan kalimat permintaan maafnya juga.
Jane masih senantiasa diam.
"Kau tahu itu adalah sebuah kecelakaan,dan aku..."
"Dan kau memanfaatkan kesempatan untuk merasakan kekenyalan dada ku,kan?"
Mulut Carlos terkatup rapat ketika mendengar pernyataan Jane yang ketus itu.
Cih.
"Aku sama sekali tidak menyangka jika tuan muda yang dingin dan angkuh seperti mu ternyata sangat mesum.Apakah kau akan melakukan hal yang sama kepada setiap wanita yang kebetulan terjatuh kearah mu?" Tuduh Jane.
Carlos nyaris saja tersedak ludahnya sendiri.Wajahnya yang tampan tampak memerah karena malu.
"Kau...kenapa kata-kata mu sangat tidak bermoral? Bukankah itu memang kecelakaan? Sebagai seorang pria,aku hanya...hanya..."
"Hanya...? Maksud mu adalah karena kebetulan aku terjatuh kearah mu,kau dengan bebas melecehkan ku,begitu?"
"Bukan,maksud ku,aku.."
"Sudahlah," Jane langsung membuang mukanya ke arah lain.
Carlos terdiam.
Dia yakin,jika dia masih nekat untuk membela diri,maka Jane akan semakin menyudutkannya.
Diam-diam dia kembali melirik kearah Jane,lalu senyum tipis terpancar dari wajahnya.