NovelToon NovelToon
Kisah Sang Penguasa

Kisah Sang Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Misteri
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Dengan kecerdasan aku menantang jalan ku sendiri. Aku bukanlah pahlawan atau penjahat besar tapi aku ada untuk keluargaku sendiri.

Dengan segala yang kumiliki aku menantang takdir, langit dan bumi dan menjadi penguasa dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 — Hutan Kabut Awan (4) [REVISI]

Wang Yan tidak membuang waktu. Sambil menekan dadanya yang sesak, ia menyeret kakinya mundur sesuai instruksi pria tersebut. Ia mengambil jarak aman di balik sebuah pohon besar, namun matanya tetap terkunci pada area pertarungan, merekam setiap detail gerakan yang terjadi.

Dalam hati, Wang Yan mengumpat pada dirinya sendiri. “Kesalahan fatal. Aku terlalu gegabah,” batinnya tajam.

“Aku datang ke tempat ini tanpa membawa satu pun pil penyembuhan. Aku meremehkan variabel risiko di hutan ini hanya karena merasa sudah mencapai Lautan Spiritual lapisan keempat.”

Ia menyadari bahwa jika pria ini tidak muncul, ia tidak akan punya cara untuk memulihkan diri di tengah pertempuran—tidak...“Aku pasti sudah mati!”

Ketergantungannya pada sumber daya penyembuhan adalah kelemahan yang seharusnya sudah ia antisipasi dengan persiapan sumber daya yang lebih matang sebelum kemari.

Di depannya, pertarungan yang sebenarnya sedang berlangsung.

Harimau Perak itu tampak gelisah, bulu metaliknya berdiri tegak. Predator itu melesat dalam serangan nekat, jauh lebih cepat daripada saat mengejar Wang Yan tadi. Namun, pria berbaju merah itu hanya berdiri tenang dengan pedangnya yang memanifestasikan qi elemen api.

Pria itu bergerak. Gerakannya terlihat anggun namun sangat presisi, seolah ia sudah tahu ke mana harimau itu akan melompat bahkan sebelum otot binatang itu menegang.

Ayunan pertama membelah udara secara horizontal. Tanpa menjeda momentum, pergelangan tangannya berputar melakukan tebasan vertikal. Dan sebagai penutup, sebuah tusukan kilat menghancurkan perutnya.

Srak! Srak! Boom!

Harimau Perak itu mendarat di tanah, namun tidak lagi dalam satu kesatuan. Tubuh predator puncak yang tadinya begitu mengancam itu kini terbelah menjadi tiga bagian besar. Bekas tebasannya hitam hangus, tidak ada setetes darah pun yang mengalir karena luka-lukanya langsung tertutup oleh panas dari qi elemen api yang ekstrem.

Wang Yan terpaku. “Itu gerakan yang anggun dan sangat cepat. itu adalah level kekuatan yang jauh melampaui imajinasiku saat ini,” pikirnya sembari mengatur napasnya yang masih terasa panas.

Pria paruh baya itu menarik manifestasi qi api miliknya, lalu menyarungkan pedangnya kembali ke punggung. Ia berjalan mendekati potongan kepala harimau, lalu dengan gerakan tangan yang santai, ia mengambil sesuatu dari sana.

Saat tangannya ditarik kembali, ia memegang sebuah batu kristal berwarna putih yang jernih dan bersinar terang.

“Kristal Binatang Buas Tingkat 1 kelas sempurna,” gumam Wang Yan. Ia tahu kristal itu memiliki nilai yang sangat tinggi, sangat kontras dengan dua batu kristal putih kusam yang ada di sakunya.

Wang Yan segera keluar dari persembunyiannya. Ia berjalan mendekat dengan tangan yang masih gemetar karena efek benturan tadi, lalu membungkukkan tubuhnya dengan hormat.

“Terima kasih atas bantuan Senior. Jika Senior tidak datang tepat waktu, saya mungkin sudah mati karena kecerobohan saya sendiri,” ucap Wang Yan dengan nada serius. “Saya terlalu percaya diri masuk ke sini tanpa persiapan kekuatan yang matang. Ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi saya.”

Pria itu memasukkan batu kristal binatang buas tersebut ke dalam cincin ruang yang ada di tangannya.

Pria paruh baya itu memutar tubuhnya. Wajahnya yang tegas namun memiliki gurat ramah menatap Wang Yan yang masih memegangi dadanya.

“Kau masih hidup, itu sudah cukup bagus nak,” ucap pria itu dengan suara berat. Ia berjalan mendekat tanpa melepaskan aura permusuhan sedikit pun. “Bagaimana keadaanmu? Ada luka dalam yang serius?”

Wang Yan berusaha berdiri lebih tegak meskipun rasa perih di rusuknya sangat menyiksa. “Napas saya sesak dan tangan saya masih mati rasa, Senior. Sejujurnya, saya melakukan kesalahan bodoh dengan tidak membawa satu pun herbal atau pil penyembuhan ke dalam hutan ini.”

Pria itu menaikkan alisnya, sedikit terkejut dengan kejujuran Wang Yan yang tanpa basa-basi, “Dia naif atau jujur? Berani sekali membeberkan kelemahannya kepada orang asing.” Namun, ia tidak bertanya lebih lanjut tentang kecerobohan itu, melainkan mengeluarkan sesuatu dari cincin ruangnya.

Sebuah botol giok kecil muncul, dan ia mengeluarkan sebutir pil berwarna hijau zamrud yang mengeluarkan aroma wangi tumbuhan yang sangat pekat.

“Apakah itu yang namanya Cincin Ruang?!” batin Wang Yan terkejut.

Berdasarkan literatur yang ia pelajari, alat penyimpanan spasial adalah barang mewah yang harganya tak ternilai di Kota Qingshi. Melihat pria ini menggunakannya dengan begitu santai untuk sekadar mengambil pil, logika Wang Yan langsung bekerja. Pria di depannya bukan hanya kuat secara fisik, tapi memiliki otoritas dan kekayaan yang jauh melampaui siapapun yang pernah ia temui.

“Telan ini,” kata pria itu sambil menyodorkan pil tersebut.

Mata Wang Yan menyempit, mencoba mengenali objek di depannya berdasarkan teori yang pernah ia baca. Kepekatan energinya langsung memberikan klasifikasi di otaknya. “Ini... Pil Pemulih Energi Spiritual dan Darah Tingkat 1 kelas tinggi?”

Wang Yan ragu sejenak. Di pasar Kota Qingshi, pil dengan kualitas kelas tinggi seperti ini harganya sangat tinggi dan sangat langka, setara dengan tabungan orang biasa selama bertahun-tahun bahkan lebih mahal daripada pil pemberian pamannya walaupun beda satu kelas lebih rendah. “Senior, ini terlalu mahal. Saya tidak bisa menerimanya begitu saja.”

Pria itu justru tertawa kecil, suara tawanya terdengar santai. “Ambil saja. Jangan membuang waktuku dengan menghitung harga sebutir obat saat nyawamu sedang terancam. Jika kau mati di sini karena pendarahan dalam, bantuanku tadi akan sia-sia.”

Wang Yan menatap pil hijau zamrud di telapak tangannya, lalu beralih menatap wajah pria itu. Ada ketegasan yang murni di mata pria paruh baya itu—sebuah wibawa yang tidak menunjukkan niat jahat tersembunyi. Logika Wang Yan bekerja cepat; jika pria ini ingin membunuhnya, ia bisa melakukannya dalam satu kedipan mata tadi tanpa perlu membuang pil semahal ini.

“Makanlah sekarang. Aku akan menjagamu selagi khasiatnya bekerja,” ucap pria itu santai, seolah menjaga orang asing di tengah hutan berbahaya bukan masalah besar baginya.

Wang Yan mengangguk pelan. Entah mengapa, instingnya mengatakan bahwa pria ini layak dipercaya. Tanpa keraguan lebih lanjut, ia memasukkan pil itu ke mulutnya dan segera duduk bersila di tanah yang lembap.

Ia mulai memutar sirkulasi energi menggunakan Teknik Kultivasi Agung Penipu Langit. Seketika, rasa hangat dari pil itu meledak di dalam perutnya, melepaskan gelombang energi murni yang langsung diserap oleh Dantian.

Teknik Kultivasi Penipu Langit bekerja dengan sangat haus, menarik setiap tetes khasiat obat dan menyalurkannya untuk menyambung serat otot yang robek serta menstabilkan struktur rusuknya yang retak.

Pria itu berdiri beberapa langkah di depan Wang Yan. Ia tidak pergi, melainkan tetap berjaga dengan tangan bersedekap, matanya mengawasi semak-semak sekitar untuk memastikan tidak ada gangguan lain yang mendekat.

Dalam waktu lima belas menit—Wang Yan membuka mata. Napasnya sudah kembali tenang, dan rona merah mulai kembali ke wajahnya. Getaran di tangannya benar-benar hilang, digantikan oleh aliran energi yang lebih stabil dari sebelumnya.

“Terima kasih sekali lagi, Senior. Efek pil ini luar biasa, dan bantuan Senior menjaga saya saat meditasi sangat berarti,” ucap Wang Yan sambil berdiri dan memberikan hormat yang tulus.

Wang Yan menegakkan punggungnya, mencoba memberikan kesan terbaik meski pakaiannya compang-camping. “Junior ini bernama Wang Yan. Sekali lagi, terima kasih atas kemurahan hati Senior.”

“Dai Zhong,” sahut pria itu singkat, lalu menaikkan alisnya, tampak sedikit terkejut. “Dalam waktu lima belas menit dan khasiat pil tingkat 1 kelas tinggi itu sudah terserap sempurna? Anak ini... siapa gurunya?” batin Dai Zhong.

...

1
BlueHeaven
*Seharusnya Hukum Dinasti
Ajipengestu
Lanjut💪
Author Lover's
Belum ngontrak ni thor?
BlueHeaven: makasih ya💪👋
total 3 replies
Nanik S
Wang Bo... apa lupa Ingatan
BlueHeaven: Bisa dikatakan seperti itu bang, ingatannya Feng Bo terpecah karena suatu hal yang akan di ceritakan alasannya dalam Arc besar.
total 1 replies
Nanik S
Hadir
BlueHeaven: Absen terus💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!