NovelToon NovelToon
GUMIHO

GUMIHO

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Romansa Fantasi / Iblis
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Steven ---seorang Gumiho yang telah tertidur selama 1000 Tahun demi untuk naik tingkat menjadi seorang dewa. Namun di hari terakhirnya, seorang manusia mengacaukan pengorbanan nya.

Setengah kekuatan yang di miliki Steven berpindah pada manusia itu. Membuat dirinya harus tertunda menjadi dewa.

Zoelva Erlangga---- gadis lemah yang selalu di bully oleh ketiga Kakak dan ibu tirinya setiap kali Ayah nya tidak ada. Namun segalanya berubah saat kekuatan asing melindungi nya dan menjadikan nya sangat kuat.

Steven yang menginginkan kekuatan nya kembali. Namun Zoe yang merasa bisa melawan ibu tiri serta ketiga Kakak tirinya dengan kekuatan itu. Justru menolak untuk mengembalikan kekuatan tersebut.

Sementara Rahasia lain telah menantinya.

Bagaimana kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terus Mengikuti

Keheningan di Mansion Erlangga mendadak pecah saat pintu jati raksasa itu terdorong kasar hingga menghantam dinding. Joe dan Zoe yang tengah bersantai di sofa beludru ruang tamu spontan menoleh.

Detik itu juga, cangkir di tangan Joe hampir terlepas---- pemandangan di depan mereka sungguh di luar nalar. Tina, Dika, Siska, dan Maudy melangkah masuk dengan pakaian lusuh, rambut awut-awutan, dan aroma keringat yang menusuk—benar-benar menyerupai gelandangan yang baru saja terusir dari kolong jembatan.

"Kalian habis dari mana?" tanya Joe, nada suaranya datar namun matanya menatap tajam pada penampilan istri dan ketiga anak tirinya yang mengenaskan.

Bibir Tina bergetar hebat, matanya sembap saat ia meratapi nasibnya di depan sang suami. "Mas! K—kenapa teleponku tidak kamu angkat satu pun semalaman? Kamu tahu tidak kami hampir gila di jalanan?" tangisnya mulai pecah, suaranya parau karena kelelahan.

Joe hanya mengangkat satu alisnya, menyandarkan punggung dengan gaya yang sangat tenang. "Kemarin jadwal kerjaku sangat padat. Aku benar-benar lelah dan tidak sempat menyentuh ponsel seharian. Ada masalah?" jawab Joe santai, seolah tak ada beban.

"Masalah? Ini masalah besar, Pa!" sela Dika dengan sisa tenaga yang ada. "Kenapa semua kartu yang Papa kasih ke kita tiba-tiba ditolak? Kami mau bayar makan, tapi mesinnya bilang decline berkali-kali di depan orang banyak!"

Joe menyesap kopinya perlahan sebelum menjawab, "Ah, soal itu. Anggap saja itu latihan kedisiplinan. Sebagai hukuman karena kalian terus-menerus menghamburkan uang tanpa tanggung jawab, uang bulanan kalian resmi aku pangkas drastis."

"Nggak bisa gitu dong, Pa! Papa tahu sendiri kan hidup kami ini sepenuhnya bergantung pada fasilitas itu?" Siska berteriak dengan wajah memerah menahan kesal. "Gara-gara kartu itu mati, kami dipaksa mencuci piring di kafe sampai jam delapan malam cuma buat bayar! Kami dipermalukan, Pa!"

Bukannya merasa iba, Zoe justru meledakkan tawanya yang sejak tadi tertahan. Ia menyilangkan kaki dengan anggun, menatap mereka dengan pandangan merendahkan. "Siapa suruh kalian kabur dari rumah?" sindir Zoe tajam. "Kalian pikir aku tidak tahu rencana kalian? Kalian pergi pagi-pagi buta supaya terhindar dari tugas membersihkan rumah ini. Jadi, kalau kalian berakhir jadi tukang cuci piring di kafe orang, itu bukan salah kartunya, tapi salah langkah kalian sendiri."

"Jaga mulutmu, Zoe! Kita ini bukan pembantu di rumah ini!" bentak Maudy, meski suaranya terdengar goyah karena tubuhnya yang lemas.

"Memang siapa yang bilang kalian pembantu?" balas Zoe tenang, namun setiap katanya terasa seperti sembilu. "Tapi sebagai orang yang menumpang hidup di mansion ini, setidaknya kalian harus tahu diri. Jangan cuma mau enaknya saja, tapi giliran disuruh berkontribusi malah lari."

Tina, Dika, Siska, dan Maudy ingin sekali membalas hinaan Zoe, namun lidah mereka seolah kelu dan tenaga mereka sudah mencapai titik nol.

Bayangan penderitaan kemarin kembali berputar--- mencuci tumpukan piring hingga punggung terasa patah, lalu dalam perjalanan pulang mobil mereka justru kehabisan bensin di tengah jalan yang sepi. Tanpa uang sepeser pun dan telepon yang tak kunjung diangkat Joe, mereka terpaksa meringkuk kedinginan, tidur di dalam mobil yang pengap karena kehabisan tenaga bahkan hanya untuk sekadar berjalan kaki.

Zoe menarik napas dalam-dalam, menghirup aroma kebebasan yang selama ini terasa asing di paru-parunya. Dari balik jendela mobil yang mengkilap, ia menatap bayangan mansion besar itu—tempat yang seharusnya menjadi perlindungannya, namun justru menjadi penjara dingin selama bertahun-tahun. Ia teringat bagaimana kepalanya selalu tertunduk, bahunya gemetar setiap kali langkah kaki ibu dan kakak tirinya menggema di lorong.

Dulu, mereka adalah penguasa mutlak di atas tanah milik ayahnya sendiri, sementara Zoe hanyalah bayangan yang ketakutan.

Namun sekarang, roda telah berputar. Senyum tipis yang dingin tersungging di bibir Zoe---- ia seolah bisa mengecap rasa manis dari kehancuran yang mulai menggerogoti hidup mereka. Setiap tetes air mata yang dulu ia tumpahkan akan dipastikan terbayar lunas dengan penderitaan mereka yang jauh lebih perih.

Zoe merapikan setelan mahalnya, memastikan tidak ada satu lipatan pun yang mencoreng citra barunya sebagai gadis yang tak lagi bisa ditindas. Ia masuk ke dalam mobil, namun tepat saat jemarinya menyentuh kemudi, sebuah suara bariton yang santai memecah kesunyian di dalam kabin.

"Kita mau kemana, Nona cantik?"

Zoe tersentak hebat, jantungnya nyaris melompat keluar. Ia menoleh dengan tatapan tajam yang menyala. "Rubah—Kau! Bisakah kau tidak muncul tiba-tiba dan menggangguku sehari saja? Aku punya urusan penting!"

Di kursi samping, Steven duduk dengan keanggunan yang mengancam. Ia menyeringai tipis, memperlihatkan aura predator yang tak bisa disembunyikan.

Tangannya yang pucat tampak sedang mengelus lembut bulu Milo yang kini meringkuk di pangkuannya. Namun, gerakan itu justru membuat tubuh mungil Milo gemetar hebat, bulunya berdiri tegak seolah ia sedang berada di bawah cengkeraman maut.

"Aku akan langsung menghilang dari hadapanmu... jika kau mengembalikan kekuatanku sekarang juga," kata Steven dengan nada yang teramat santai, seolah ia sedang membicarakan cuaca.

Zoe memejamkan matanya rapat-rapat, meremas setir hingga buku jarinya memutih. Sial. Ternyata musuh yang harus ia hadapi bukan hanya keluarga tirinya yang rakus, melainkan juga sosok supernatural yang tak terduga di sampingnya ini. Zoe membuka matanya, menatap Steven dengan kejengkelan yang meluap-luap

"Tidak akan. Sampai semua urusanku selesai," desis Zoe tegas.

Steven hanya tertawa kecil, suara tawanya terdengar seperti gesekan logam yang dingin. "Kalau begitu, jangan pernah berharap aku akan pergi. Aku akan terus menjadi bayanganmu, Zoe. Di mana ada kau, di situ ada aku."

"Nona... tolong... selamatkan aku dari monster ini," lirih Milo dengan suara yang hanya bisa dimengerti oleh mereka, matanya yang besar menatap Zoe penuh permohonan.

Steven kembali menyeringai, menunduk sedikit untuk membisikkan sesuatu di telinga Milo yang gemetar. "Kenapa, Anjing Kecil? Kau takut padaku? Jangan khawatir... seleraku cukup tinggi. Aku sama sekali tidak tertarik memakan daging seekor anjing kecil yang tidak punya tenaga sepertimu."

Tanpa peringatan, Zoe merampas Milo dari dekapan Steven. Ia meletakkan anjing itu di kursi belakang dengan gerakan yang jauh lebih lembut, namun matanya tetap tertuju pada Steven dengan penuh ancaman.

Zoe menyalakan mesin mobilnya, deru mesin yang kuat seolah mewakili amarahnya yang tertahan. Saat mobil itu meluncur keluar dari halaman mansion, Zoe memberikan peringatan terakhirnya.

"Duduk dengan tenang dan tutup mulutmu, atau aku benar-benar akan melempar mu keluar dari mobil yang sedang melaju ini, Steven!"

BERSAMBUNG

1
Amelya Rahmadhani
up..........up......💪💪💪💪
falea sezi
papa nya goblok uda cerai lah np masih dipertahankan ne ular apa bapak nya g bs move on dr vevek jalang
Kusii Yaati
adegan romantis di suasana yang menegangkan🤭... secara tidak langsung stev mengklaim Zoe adalah miliknya.lanjut Thor 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
si rubah belum nyerah ternyata, semangat ya stev jangan sampai kamu yang bertekuk lutut sama Zoe ya!😁
Kusii Yaati
ternyata Zoe adalah masa lalunya Steven,wah tambah seru nih... lanjut Thor 💪😁😘
Kusii Yaati
ya ampun stev bikin aq ngakak aja sih🤣🤣🤣
tapi semoga stev adalah jodoh Zoe dan nanti anak" mereka mewarisi kekuatan orang tuanya, pasti seru tuh...ayo Thor tambah semangat, buat ceritanya tambah menarik dan seru 💪💪💪💪😘😘😘😘
Rosmawaty Limbong
penyampaian cerita sangat menarik membuat pembaca ingin terus membaca kelanjutan ceritanya sampai selesai.
Kusii Yaati
alamak gimana selanjutnya, berhasil kah Steven mengambil kekuatannya kembali... lanjut Thor seru banget ini💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
waduh Steven sudah datang aja, gimana nasibnya zoe😱
Kusii Yaati
keputusan bagus Zoe,buat apa pertahankan hubungan yang hanya kamu saja yang mencintai.lanjut Thor 💪💪💪😘
falea sezi
lanjut donk
Kusii Yaati
lanjut Thor ceritanya bagus banget lho...💪💪💪
Kusii Yaati
bagus Zoe sudah saatnya kau menunjukkan taring mu biar para benalu itu sadar diri
Kusii Yaati
sadar diri woyyy ibu tiri laknat, yang benalu di sini tu kamu dan buntut mu/Curse/...lah dah miskin nggak tahu diri pula
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!