Rayya kemala putri, Wanita yang selama ini selalu di anggap menjadi beban suaminya. Menjelma sebagai wanita karir yang sukses setelah mengetahui perselingkuhan sang suami, apalagi kenyataan yang ia terima bahwa ternyata kakak iparnya sendiri mendukung perselingkuhan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rana putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Brak!
Raisa membuka pintu rumahnya dengan keras, Membuat reino yang sedang bersantai di ruang tamu terjingkat kaget. “Mbak ! Apa apaan sih, gak bisa apa buka pintu pelan pelan. Bikin jantungan aja.”
“Harusnya aku yang lama lama darah tinggi karna kelakuan istri kamu yang Miskin itu!!! Cih, udah miskin sombong lagi, berasa dunia itu Miliknya.” Gerutu raisa membuat reino mengerutkan kening nya
“Mbak ketemu rayya lagi ? Dimana?”
“Di swalayan, kamu tau.. tadi itu rayya sombong banget, Dia berani ngehina mbak. Ngatain mbak pengemiss, arrghh rasanya mbak pengen banget nyakar muka nya. rayya itu lama lama di diemin makin kesini makin ngelunjak.”
Reino hanya terdiam, pikiran nya melayang kembali pada kehidupan rayya yang terlihat baik baik saja tanpa nya. Bahkan kini gaya hidup rayya terlihat mewah, ia bisa membeli barang barang yang dulu tidak pernah ia beli.
Padahal ia sudah tak memberikan uang nafkah lagi padanya , Lalu darimana ia bisa mendapatkan uang? Setau nya selamaa ini rayya tak pernah bekerja . Kecuali menjadi buruh cuci dirumah tetangga jika ada yang Menyuruh nya. Jika tidak ada, rayya full di rumah mengurus dirinya dan arra.
“Mbak, menurut mbak darimana rayya mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan nya?” Tanya reino
“Apalagi, yaa pasti kalau ga jadi simpanan laki laki kaya . Yaa jual diri lah.” Jawab raisa asal
“Tapi mbak, Aku kenal betul bagaimana istriku. Dia hampir gak pernah macem macem selama pernikahan, Aku-“
“Ya karna dulu kamu masih menanggung hidupnya rei, mangkanya dia g berani macem macem. Tapi sekarang, Kamu kan udah ga kasih nafkah dia. Jadi mau gak mau ya dia harus jual diri buat ngasih makan anaknya..” ucap raisa
Reino yang dari dulu slalu terbujuk ucapan kakak nya terdiam, Ia sedikit ragu tapi adaa kepercayaan juga atas ucapan raisa.
“Kira kira siapa laki laki yang menopang hidup rayya sekarang.” Gumam nya.
***
“Abang..”
seorang laki laki yang sudah berumur itu terlonjak kaget ketika bahu nya tiba tiba di tepuk, Ia menoleh ke belakang “Astagaa sayang, kamu ngagetin aja sih.”
“Hehe maaf, Ini aku bawakan kopi.” Nikita menaruh secangkir kopi di atas meja kecil yang ada di dalam saung buatan di samping rumah nya.
”makasih sayang.”
”Sama sama mas, daritadi aku liatin kamu ngelamun terus. Ada apa? Apa ada masalah di kantor? Atau ada hal lain yang sedang km pikirkan?” Tanya nikita, menatap suaminya dengan tatapan penasaran.
Rakka menghela nafas panjang, ia menganggukkan kepalanya “entah kenapa akhir akhir ini aku kepikiran rayya.”
“Kenapa?”
Rakka menggeleng “aku gatau, tapi beberapa kali aku bermimpi. Rayya sedang menangis di pelukan ku, tapi saat aku tanya dia kenapa. Aku tak pernah mendapatkan jawaban, Firasatku mengatakan jika adikku sedang tidak baik baik saja.” Ucap rakka
Nikita mengelus punggung suaminya “Bagaimana kalau kita menjenguk rayya? Aku juga merindukan gadis nakal itu, bagaimana kabarnya. Lama sekali dia tak pernah menelvon kita, memang dasar anak nakal.” Gerutu nikita, walaupun rayya adalah iparnya tapi ia sangat menyayangi rayya.
Rakka hanya terkekeh melihat wajah cemberut istrinya, “2 Hari lagi proyek ku yang di Puncak selesai, Kita bisa mengunjungi rayya di kota nya. Semoga dia baik baik saja.”
Nikita mengangguk.
***
Malam hari nya. Setelah memastikan arra sudah tidur pulas, rayya duduk di ruang tamu sambil membuka laptop yang selama ini ia simpan tanpa sepengetahuan suaminya. Laptop itu ia gunakan untuk mengecek email yang masuk dari perusahaan.
Rayya bersantai, sambil memeriksa email email dari pak nathan dan juga laporan keuangan dari HRD, walaupun rayya fakum sementara dari kantor tapi ia selama ini selalu memantau perkembangan perusahaan peninggalan keluarganya.
“Bagus, profitnya stabil. ada peningkatan walau lamban, nanti setelah aku kembali. Aku akan mengubah semuanya, Untuk menaikkan profit perusahaan lebih berkembang.” Gumam nya
Ting!
Sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.
Rakka wijaya.
[Hai adik nakal, apakah kamu lupa bahwa kamu masih memiliki seorang kakak?]
Pesan yang dikirimkan kakak kandung nya itu membuat nya tertawa , ia segera membalas pesan itu sebelum rakka, mengirimkan pesan lebih banyak lagi karna ia telat membalas.
“Tidak, aku tidak melupakan kakak terbaikku. Hanya saja aku sedang sibuk akhir akhir ini, Maafkan aku, bagaimana kabar mu dan kabar kak nikita?”
Tak perlu menunggu lama , pesan itu kembali terbalas.
[Kami baik disini, kakak harap kamu juga baik baik saja disana. Ohya minggu minggu ini kakak akan berkunjung kerumah mu, Tolong siapkan jamuan terbaik untuk kami.]
Degh!
“K-kakak mau berkunjung? Bagaimana ini?” Gumam rayya