Keisha lari membawa rahasia hidupnya. Lima tahun ia bersembunyi, berpikir tak ada yang akan tahu. Tapi Arsen tidak pernah berhenti mencari. Ketika mereka bertemu kembali, dunia Keisha gemetar. Pria itu datang bukan untuk membenci, tapi untuk menuntut haknya sebagai seorang ayah dan ingin memiliki Keisha sepenuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PUTRI REMBULAN & PANGERAN MATAHARI
Kata-kata Aluna yang polos namun penuh makna itu terus terngiang di kepala mereka.
"Mama... Putri Rembulan..."
Malam itu, setelah memastikan anak-anak tidur dengan aman dan kamar sudah dikunci ganda, Arsen dan Keisha duduk berhadapan di balkon kamar. Angin malam bertiup sejuk, namun suasana hati mereka kacau balau.
"Putri Rembulan..." bisik Keisha sambil menatap kedua tangannya sendiri. "Apa maksudnya, Arsen? Aku ini cuma wanita biasa yang lahir di desa, dibesarkan di panti asuhan."
Arsen memegang tangan istrinya erat-erat, menatapnya dengan cinta dan bangga.
"Kamu bukan wanita biasa, Sayang. Ingat waktu kamu memantulkan cahaya bulan tadi? Tubuhmu bersinar dan kamu bisa mengusir makhluk itu dengan mudah. Itu bukan kekuatan sembarangan."
Tiba-tiba...
BERR!! BERR!!
Ponsel Arsen bergetar keras. Layarnya menyala sendiri meski tidak ada panggilan. Dan sebuah pesan teks muncul dengan tulisan yang berkilauan perak:
[Selamat datang kembali, Yang Mulia Putri Keisha. Kami para penjaga akhirnya menemukanmu. Mohon datanglah ke Danau Cermin di tengah hutan saat bulan purnama terbit tertinggi. Rahasia asal usulmu menunggumu. Jangan bawa orang asing, kecuali... Pendamping Hatimu dan Pewaris Cahaya.]
Keisha dan Arsen saling tatap kaget.
"Penjaga? Danau Cermin? Putri?"
"Ini tandanya, Sayang. Kita harus pergi. Kita harus tahu siapa kamu sebenarnya," kata Arsen tegas. "Aku tidak akan membiarkan kamu pergi sendirian. Aku ikut."
Keesokan malamnya...
Dengan mobil yang dikemudikan Arsen, mereka pergi meninggalkan kota menuju ke sebuah lokasi hutan lindung yang sangat jauh dan sunyi.
Sesampainya di tepi danau yang airnya sangat tenang seperti cermin raksasa, mereka turun. Bulan purnama bersinar sangat terang tepat di atas kepala mereka, memantulkan sempurna di permukaan air.
Tiba-tiba...
Air danau itu berputar pelan! Dari dalam air muncul cahaya keemasan yang sangat terang! Dan perlahan-lahan, sosok-sosok orang berbaju putih bersih dan anggun muncul dari dalam air!
Mereka berlutut serentak di hadapan Keisha!
"SELAMAT DATANG, YANG MULIA PUTRI KEISHA! PUTRI KETURUNAN RATU REMBULAN! KAMI PARA PENJAGA TELAH MENUNGGU RIBUAN TAHUN!"
Keisha terhuyung mundur, Arsen langsung berdiri di depan istrinya melindunginya.
"Siapa kalian?! Jangan menakuti istriku!" bentak Arsen.
Seorang wanita tua yang tampak paling tua dan bijak berdiri perlahan. Dia tersenyum sangat lembut menatap Keisha.
"Jangan takut, Tuan Arsen. Kami tidak berbahaya. Kami datang untuk menjemput Putri kami pulang."
Wanita itu lalu menatap Keisha.
"Nak Keisha... atau dulu bernama Naura... kamu adalah keturunan langsung dari Klan Rembulan. Klan yang punya kekuatan mengendalikan cahaya bulan, air, dan energi dingin. Dulu kerajaan kami diserang oleh kekuatan gelap, jadi orang tuamu menyembunyikanmu di dunia manusia agar kamu selamat."
"Jadi... aku ini... putri raja?" tanya Keisha terbata-bata, air matanya jatuh.
"Iya. Dan kekuatan yang kamu miliki, dan juga kekuatan yang dimiliki Aluna... itu adalah warisan darah biru kalian."
Penjaga itu lalu menatap Arsen dengan pandangan kagum.
"Dan kamu, Tuan Arsen... kamu membawa keberuntungan besar. Ternyata benar ramalan kuno... Putri Rembulan akan menikah dengan Pewaris Matahari."
Arsen mengerutkan kening. "Pewaris Matahari? Maksudnya?"
"Kamu punya darah pejuang api dan cahaya, Tuan. Itu sebabnya kamu selalu kuat, berani, dan bisnismu selalu bersinar terang. Kalian berdua... adalah pasangan sempurna. Cahaya dan Gelap, Matahari dan Bulan. Dan anak-anakmu... adalah perpaduan terhebat yang pernah ada di dunia."
Tiba-tiba... dari balik pepohonan, terdengar suara langkah kaki kecil berlari.
"MAMA!! PAPA!!"
Ternyata Leo ikut dibawa diam-diam oleh asisten karena dia menangis minta ikut orang tua!
Leo berlari memeluk kaki Arsen dan Keisha. "Leo kangen... Leo mau ikut..."
Para penjaga itu menatap Leo lekat-lekat, lalu mata mereka terbelalak kaget!
"Wahai Dewata... lihat matanya! Mata anak laki-laki ini!" seru salah satu penjaga.
Leo yang biasanya manis, tiba-tiba menatap ke arah langit. Matanya yang cokelat berubah berkilat keemasan! Dan dia menunjuk ke arah awan.
"Ada naga... ada burung besar..." kata Leo pelan.
Penjaga tertua itu tersenyum lebar sambil menangis haru.
"Benar... benar sekali! Anak laki-laki ini mewarisi kekuatan Ayahnya! Dia Pangeran Matahari! Dia bisa melihat energi positif, dia bisa mengendalikan api dan keberanian! Dan Aluna... dia Pewaris Bulan yang bisa melihat masa depan dan dunia gaib!"
Mereka akhirnya mengerti!
Leo kuat dan berani karena dia Matahari.
Aluna tenang dan peka karena dia Rembulan.
Dan mereka berdua adalah pasangan saudara yang paling sempurna dan kuat di dunia!
Tiba-tiba suasana berubah gelap!
Angin kencang bertiup dari segala arah! Langit yang tadinya cerah mendadak mendung hitam!
WUUUUSSSSHHH!!!
"AWAS! MUSUH DATANG!" teriak para penjaga.
Dari langit turun puluhan makhluk hitam berbentuk asap, pemimpinnya tidak lain adalah... Ordo Mata Terpejam! Mereka datang lagi! Kali ini bawa pasukan besar!
"HAHAHA! HEBAT SEKALI REUNI KELUARGA INI!" teriak Pemimpin Ordo itu dengan suara bergema. "TAPI SAYANG... HARI INI KITA AKHIRI SEMUANYA!"
"Serang mereka! Ambil anak-anak! Bunuh yang lain!"
Pasukan hitam itu menerjang! Para penjaga berbaju putih langsung maju bertarung! Terjadi pertarungan dahsyat antara Cahaya vs Kegelapan!
TRRAAAK!! DESS!!
Ledakan-ledakan kecil terjadi di mana-mana!
Arsen menarik Keisha dan Leo ke belakang. "Sha! Lindungi anak-anak! Aku yang hadang!"
Tapi kali ini... Keisha tidak mau berlindung lagi.
Dia menatap langit, mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi. Cahaya putih bersinar keluar dari tubuhnya! Rambutnya melayang-layang tertiup angin!
"SEMOGA CAHAYA BULAN MELINDUNGI KAMI!" seru Keisha lantang.
BERR!!
Sebuah perisai cahaya bulan raksasa muncul melindungi mereka! Serangan musuh memantul kembali!
Dan Arsen... dia juga tidak mau kalah! Tubuhnya memancarkan aura merah keemasan!
"API KEBENARAN!! BAKAR KEBURUKAN!!"
Arsen meninju udara, dan dari tinjunya keluar gelombang api yang menghancurkan makhluk-makhluk hitam itu!
Leo yang melihat orang tuanya bertarung, tiba-tiba berteriak:
"ALUNA KITA TOLONG MAMA PAPA!!"
Seolah mendengar panggilan kakaknya, jauh di dalam rumah, bayi Aluna yang tertidur tiba-tiba matanya terbuka! Cahaya dari kedua matanya memancar jauh sampai ke lokasi pertarungan!
DOR!!
Sinar itu mengenai Pemimpin Ordo itu!
"ARGHHH!! MATA ITU... TERLALU TERANG!!"
Pemimpin Ordo itu mundur teratur, wajahnya ketakutan.
"Kalian... kalian keluarga monster! Kalian terlalu kuat! Kami tidak menyerah! Kami akan kembali dengan pasukan lebih besar!"
Makhluk-makhluk itu menghilang menjadi asap hitam. Pertarungan usai.
Hening. Hanya tersisa suara napas memburu dan angin yang kembali tenang.
Para penjaga itu tersenyum bangga.
"Kalian hebat... kalian keluarga yang paling hebat."
Keisha turun dari posisinya, cahayanya meredup. Dia langsung dipeluk erat oleh Arsen.
"Kamu luar biasa, Sayang... kamu benar-benar Ratu."
Keisha tersenyum manis, lalu mencium suaminya. "Tanpa Matahari, Bulan tidak akan bersinar. Kita satu."
Mereka pun pulang membawa jawaban tentang siapa mereka sebenarnya. Mereka bukan sekadar keluarga kaya biasa. Mereka adalah Keluarga Cahaya yang ditakdirkan menjaga keseimbangan dunia.