NovelToon NovelToon
Batu Ajaib Menjadikanku Tabib Terhebat

Batu Ajaib Menjadikanku Tabib Terhebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Abram adalah pemuda yang baik hati dan suka membantu, tapi sejak ia mengalami penyakit kulit, semua masyarakat menjauh. Hingga akhirnya ia di usir dari tempat tersebut dan pingsan di pinggir jalan setelah kesandung sebuah batu krikil aneh.

Tapi hari itu, ada seseorang menemukannya dan ia di bawa ke rumah sakit, sayangnya nyawanya tak tergolong lagi.

Tapi batu kerikil itu terkena darah Abram dan menjadikan Abra sehat kembali dan menjadi dia tabib dewa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

"Kau tidak baik-baik saja!" kata Dokter Rahmat terdengar dengan penuh kekhawatiran sambil ia segera cepat ke arah Abram dan menopangnya dengan kedua tangannya.

Tangan Dokter Rahmat merasakan kulit Abram yang hangat dan basah karena keringat yang menetes deras dari dahi hingga lehernya. Wajah Abram yang biasanya cerah kini tampak pucat dan lelah, bibirnya sedikit mengering.

"Eh, kau tidak apa-apa?" tanya Dokter Rahmat lagi, kali ini dengan nada yang lebih tegas sambil membawanya ke kursi di dekat dinding. Ia segera mengambil handuk bersih dari rak di sudut ruangan dan mengelap keringat di dahi serta leher Abram.

Abram mengangguk perlahan, menutup matanya sejenak untuk menenangkan diri. "Cukup... cukup lelah saja, Dokter. Saya tidak menyangka, menyalurkan energi untuk membantu menyebarkan energi yang terperangkap bisa menghabiskan begitu banyak kekuatan saya." ujarnya dengan suara yang lemah.

Sementara itu, di atas brankar, Sinta mulai menunjukkan perubahan yang lebih jelas.

Kelopak matanya bergerak sedikit, jari jemari tangannya mulai menggenggam seprai dengan lembut, dan wajahnya kini sudah penuh warna kemerahan yang sehat.

Suara napasnya menjadi lebih kuat dan teratur, bahkan terdengar sedikit napas hangat yang keluar dari bibirnya.

Dokter Rahmat melihat ke arah Sinta lalu kembali ke Abram. "Tapi hasilnya luar biasa. Lihat dia... dia mulai menunjukkan tanda-tanda sadar. Padahal tadi hanya terbaring lemas tanpa ada harapan sama sekali."

Ia mengambil termometer digital dan mengukur suhu tubuh Sinta. "Suhu tubuhnya sudah kembali normal, 36,5 derajat Celcius. Ini luar biasa!"

Abram membuka matanya perlahan, melihat ke arah Sinta dengan tatapan yang lelah namun penuh harapan.

"Tapi itu bukan berarti dia sudah sembuh total, Dokter," ujarnya sambil mencoba berdiri perlahan.

"Energi kuning sudah menyebar ke seluruh tubuhnya, tapi masih ada sebagian kecil yang belum bisa keluar. Selain itu, saya merasakan ada sesuatu yang berbeda dari energi itu, ada jejak kekuatan lain yang menyertainya, seperti jika energi itu sengaja dimasukkan ke dalam tubuhnya, " kata Abram dengan suara yang masih terdengar lemah.

Dokter Rahmat mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu? Sengaja dimasukkan?"

"Saya belum bisa pasti. Tapi energi itu tidak seperti energi alami yang terperangkap karena kesalahan atau kecelakaan. Ada pola tertentu di dalamnya, seolah ada tangan yang sengaja mengatur jalannya agar terkunci di dalam tubuh Sinta," jawab Abram sambil menggosok bagian dahinya yang masih sedikit pusing.

Sebelum mereka bisa melanjutkan pembicaraan, pintu ruangan isolasi terbuka dengan tergesa-gesa.

Seorang perempuan muda dengan rambut ikal hitam yang terjepit ke belakang memasuki ruangan dengan wajah yang penuh khawatir.

Ia langsung berlari ke sisi brankar Sinta dan meraih tangan sang anaknya dengan gemetar.

"Nak! Nak, kamu baik-baik saja?" ujar perempuan itu dengan suara yang bergetar. Ia adalah Maya, ibu Sinta yang telah menjaga anaknya selama dua minggu di rumah sakit ini.

Saat Maya menyentuh tangan anaknya, tiba-tiba Sinta menggerakkan jari jemari tangannya dan membuka matanya perlahan.

Matanya yang tadinya kusam kini mulai menunjukkan yang jelas. Ia melihat ke arah Maya dengan tatapan yang lembut.

"Ibu," ucap Sinta dengan menggerakkan bibirnya.

Malu sedikit melihat wajahnya ke arah Abram dan Dokter Rahmat.

"Terima kasih..." bisik Sinta dengan suara yang masih lemah namun jelas terdengar.

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

1
arsil
klw d lht dr krktr ny..kyk ny ga da hrpn bwt bls dndam ni..mc ny kyk ny ada tnda 2 naif
Dewiendahsetiowati
dasar orang sombong sudah salah gak mau akui kesalahan,mati ajalah kamu Adi bikin rusuh
less22: siksa dulu🤣🤣
total 1 replies
Orimura Ichika
bagus Thor 👍
di tunggu kelanjutannya
less22: wahhhh Terima kasih
total 1 replies
Aman Wijaya
Bu Ida kok tidak kena wabah penyakit Thor katanya menular.apa cuma yang tidak suka sama Abram aja yang kena kutukan
less22: yap betul, yang membajar rumah Abram aja yang kena
total 1 replies
Yuliana Tunru
pak aris sembuh pasti orang2 zolim.itu marah krn abram tak mau ngobati mrk ..
less22: hehehhe tau aja mama🤣
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
less22: Terima kasih
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Abram lanjut terus
Aman Wijaya
termasuk penyakit kutukan ya Thor
less22: iya, 🤣🤣 biar nggi jahat lagi
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
untung Aris masih sadar dan minta maaf mau mengakui kesalahannya dan kayak Adi durhakim
less22: ya betul tuh, mereka pingsan🤣
total 3 replies
Yuliana Tunru
sdh sakit tak tau diri pula fitnah2 abram lupa kebaikan dan gmn mrk ngusir serta bakar rmh abram ..biarin z jgn dibantu biar nyesal dulu😡
Dewiendahsetiowati
bagus Abram jangan bantu orang gak tahu diri
Blue Izoel
bagus thor, jangan di sembuhin thor biar tau rasa👍
FLuhukay
lanjut thor....2 bab langsung.🤭
less22: hahah nanti lagi
total 1 replies
Blue Izoel
jangan di sembuhkan thor
less22: oke siap
total 1 replies
Aman Wijaya
tambah lagi updatenya Thor 💪💪💪 terus
less22: haha iya🤣
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Andira Rahmawati
lanjutt
Aman Wijaya
tambah semangat lagi Abram dengan pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh kakek Seno pergunakan untuk menolong orang-orang yang membutuhkan
less22: asiappp bossss
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz jooooz jooooz kotos kotos pooolll Thor lanjut terus
Yuliana Tunru
ttp fokus dokter ,abram cm mau bantu agar ttg kuat dan biar joko jg semangat agar perjuabgan kalian tak sia2 💪💪
less22: siappp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!