NovelToon NovelToon
Pendekar Naga Pengembara

Pendekar Naga Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Tian Shan, pendekar terkuat yang pernah ada, memilih mengorbankan dunia demi satu tujuan—memutar balik waktu.

Ia terlahir kembali di keluarga bangsawan. Namun karena sifatnya yang dianggap aneh dan tubuhnya yang tak mampu berkultivasi, ia dipandang sebagai sampah.

Saat waktunya tiba, ia memilih pergi—bertekad membuktikan dirinya dan membalas segalanya dengan kekuatan yang akan mengguncang dunia.

Mampukah sang legenda menggapai impiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Kau pikir aku bodoh

Gerbang kota terdekat tampak kusam, diselimuti debu jalanan dan aroma keringat ribuan manusia.

Di sudut pasar yang paling bising, seorang pria tambun dengan kumis tipis yang berminyak duduk di balik meja kayu besar.

Matanya yang kecil menyisir setiap orang yang lewat dengan tatapan penuh perhitungan—ia adalah tengkulak yang biasa memeras para pemburu liar yang tidak memiliki izin.

​Tian Shan berjalan mendekat. Rambut putihnya yang mencolok ditutupi oleh tudung kain kasar, namun aura dingin yang terpancar dari tubuhnya tetap menarik perhatian beberapa pasang mata picik.

​BRAK.

​Tian Shan meletakkan bungkusan kulit Serigala Taring Belati di atas meja. Aroma amis darah kering seketika menyeruak, membuat si pedagang tersedak ludahnya sendiri.

​"Serigala Taring Belati? Empat ekor?" Si pedagang memeriksa kulit-kulit itu dengan tangan gemetar yang ia coba sembunyikan.

Matanya berkilat serakah saat menyadari kualitas kulitnya sangat sempurna—nyaris tanpa cacat selain lubang kecil di leher dan perut. "Kulitnya kasar, pemotongannya berantakan. Aku hanya bisa memberimu sepuluh koin perak untuk semua ini."

​Tian Shan tidak berkedip. Ia mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan.

Tekanan Qi dari ranah Pendekar Pemula yang baru saja ia sempurnakan menekan udara di sekitar meja itu hingga terasa berat.

​"Aku bukan anak kecil yang bisa kau bohongi dengan recehan perak," suara Tian Shan rendah, bergetar dengan otoritas yang tidak wajar. "Sepuluh tael emas. Tidak kurang satu keping pun."

​Si pedagang tertawa hambar, mencoba menutupi rasa takut yang mulai merayap di punggungnya. "Kau gila? Sepuluh tael emas bisa membeli sepuluh budak! Pergilah sebelum aku memanggil penjaga—"

​Tiba-tiba, telapak tangan Tian Shan mencengkeram pinggiran meja kayu itu.

Suara retakan kecil terdengar saat kayu jati yang keras mulai remuk di bawah jari-jarinya yang tampak kurus.

Matanya yang berwarna perak menatap tajam, menembus langsung ke dalam nyali si pedagang.

​"Taringnya bisa dijadikan belati tingkat Perunggu. Kulitnya bisa menahan serangan pedang biasa. Kau tahu nilai aslinya bisa mencapai lima belas tael emas jika dijual ke penempa senjata di pusat kota," bisik Tian Shan. "Pilihannya sederhana: kau bayar sepuluh tael sekarang, atau aku akan memastikan kau tidak akan pernah bisa menghitung uang lagi selamanya."

​Wajah si pedagang berubah pucat pasi. Ia bisa merasakan aura kematian yang sama dengan yang ia rasakan dari monster di hutan terdalam.

Dengan tangan gemetar, ia merogoh laci di bawah meja dan mengeluarkan sebuah kantong kain kecil yang berdenting berat.

​"S-sepuluh tael emas ... ambil dan pergilah!"

​Tian Shan mengambil kantong itu, memeriksanya sejenak, lalu berbalik tanpa sepatah kata pun.

Ia berjalan menembus kerumunan pasar yang sesak. Di sebuah gang sempit yang lembap, langkahnya terhenti.

​Di sana, bersandar pada tumpukan karung goni yang bau, duduk seorang wanita kurus kering dengan pakaian yang hanya berupa carikan kain kusam.

Di pangkuannya, seorang anak kecil tampak pucat dengan napas pendek-pendek karena kelaparan yang akut.

Orang-orang yang lewat meludah atau sekadar membuang muka, seolah keberadaan mereka adalah polusi bagi mata.

​Wanita itu menengadah, matanya yang cekung menatap kaki Tian Shan dengan putus asa. Ia tidak meminta-minta; ia terlalu lemah bahkan untuk sekadar mengeluarkan suara.

​Tian Shan merogoh kantongnya. Ia mengeluarkan satu keping emas—jumlah yang bisa memberi makan mereka dengan mewah selama satu tahun penuh.

Tanpa ekspresi, ia menjatuhkan koin berat itu ke telapak tangan wanita yang gemetar.

​Wanita itu terbelalak. Ia menatap koin emas itu, lalu menatap sosok pemuda berambut putih di hadapannya dengan air mata yang mulai mengalir. "T-tuan ... terima kasih ... hamba berharap anda selalu bahagia ..."

​Tian Shan berhenti sejenak. Ia tidak tersenyum. Tidak ada binar kebaikan di matanya.

​"Jangan berterima kasih padaku, apalagi berharap lebih," ucap Tian Shan dingin. "Aku tidak peduli apakah kau hidup atau mati besok pagi. Aku memberikannya karena aku memilih untuk memberikannya. Itulah hukumku."

​Ia melanjutkan langkahnya, menghilang di tengah hiruk-pikuk kota. Ia tidak merasa bangga, tidak juga merasa suci.

Baginya, menyelamatkan nyawa atau mencabut nyawa adalah dua sisi dari mata uang yang sama: sebuah manifestasi dari kehendaknya yang mutlak. Di dunia yang kacau ini, Tian Shan hanya mengikuti satu aturan—aturannya sendiri.

1
Aisyah Suyuti
bagus
Nanik S
NEXT 💪💪💪
Nanik S
Shiiiiip
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Mengenang mas lalu Lewat Kua
✞👁️👁️✞
lanjit thor💪
Nanik S
Satu satunya orang yang tidak dibunuh oleh Tian Shan di Alam Abadi
✞👁️👁️✞
/Pray/
✞👁️👁️✞
pecahan jiwa
✞👁️👁️✞
lanjut💪
Nanik S
cuuuuuuust👍👍👍
Nanik S
Lanjutkan Tor🙏🙏
Nanik S
Bai Yaoju bukankah dulu kekasih Tian Shan dimasa lalu sebelum rekarnasi
Kenaya: Iya/Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
pendekar tersantuy tian shen🔥
Kenaya: /Ok//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
apa trio Tian akan berkelana bersama?
✞👁️👁️✞
🔥🔥
✞👁️👁️✞
mantap
lanjut thor💪
✞👁️👁️✞
🐬🐬semangat
✞👁️👁️✞
tian shan!! kau pergi tanpa berpamitan😁
Kenaya: ketemu lagi kok nanti/Grievance//Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
kontrak darah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!