Rosalia Aviesta adalah seorang gadis yang dilahirkan di keluarga terpandang dan terkaya.
Dia menjadi incaran Pembunuh karena dia menyaksikan tragedi yang sangat tragis.
Akankah Rosalia Aviesta bisa lolos dari pembunuhan berencana?
apakah ada orang yang akan menolongnya?
Baca terus kelanjutan ceritanya ya...
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah berkunjung...
terima kasih..😉😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap_15.
Steve sedikit bingung dengan apa yang di ucapkan Kakek Yee, kemudian Steve menanyakan kembali maksud perkataan kakeknya itu.
"Aku masih tidak mengerti, maksud kakek apa?" tanya Steve dengan nada penasaran.
"Hmm, belum saatnya untuk aku menceritakan semua ini padamu Steve." Kakek Yee lalu beranjak dari tempat duduknya.
Steve masih penasaran dengan kata-kata kakeknya itu, tapi Steve tidak amu bertanya lagi. Steve mengabaikan ucapan Kakek Yee dan bergegas masuk ke dalam kamarnya.
Lia yang sedang istirahat di dalam kamar merasa bosan, dia lalu menelepon Rana dan Rani untuk ketemuan, Liq ingin menghibur diri dengan pergi bersama sahabat-sahabatnya itu.
"Halo ..."
"Iya Lia ada apa?" jawab Rani.
"Eh kamu sibuk nggak Ran? kita keluar yuk, aku bosan nih di rumah terus." cetus Lia di telepon.
"Oh, oke deh kita ketemu di tempat biasa ya, entar aku ajak Rani sekalian." Rani menutup teleponnya dan dia menghubungi Rana.
Lia berganti pakaian dan keluar dari kamarnya. Kakek Yee melihat Lia keluar sambil mengemudi mobil sendiri, lalu Kakek Yee membangunkan Steve yang sedang beristirahat di dalam kamarnya.
Steve terkejut saat Kakek Yee masuk ke dalam kamarnya, karena Steve sedang tidak mengenakan baju, dia hanya mengenakan celana biasa untuk tidur.
"Steve, bangun. Lia pergi keluar mengemudi mobil sendiri," ucap Kakek Yee.
"Kakek serius? mau kemana dia?" Steve langsung beranjak dari tempat tidurnya.
"Kakek juga tidak tau dia mau kemana, coba kamu ikutin dia secara diam-diam. Kakek Khawatir takut dia kenapa-kenapa," seru Kakek Yee.
Steve segera mengenakan pakaiannya dan langsung mengambil kunci mobilnya, Steve melacak Lia lewat penglihatannya. Steve termasuk salah saru vampire yang bisa mendetesi keberadaan orang yang ingin dia ketahui.
Setelah tau tujuan Lia, Steve langsung menuju ke tempat di mana Lia dan sahabat-sahabatnya itu berkumpul. Steve masih santai mengemudi mobilnya karena di dalam penglihatannya Lia masih dalam posisi aman.
Sesampainya Steve di kafe tempat Lia, Rana dan Rani berkumpul, Steve memilih tempat duduk yang bisa untuk memantau Lia dari jauh.
Lia masih bersenda gurau dengan sahabat-sahabatnya itu, setelah beberapa menit. Lia tidak menyadari kalau Kai dan Angel juga di kafe itu.
Rani yang melihat Kai sedang tersenyum pada Angel langsung memberitau pada Lia apq yang dia lihat. Lia menoleh ke arah Kai dan Angel yang duduk tidal jauh dari tempat duduknya saat ini.
"Lia, siap gadis yang bersama Kai itu, kelihatannya mereka mesra banget." Rani bertanya pada Lia.
"Entah, aku tidka begitu mengenalnya. Tapi yang aku tau namanya Angel, dia sempat berada di rumah Kai waktu itu." Lia menjelaskan pada Rani apa yang dia ketahui.
"Owh, bolehkah aku berpikir kalau dia adalah kekasih Kai?" ucap Rana.
Lia sedikit terkejut dengan pendapat sahabatnya itu, tapi kedekatan Kai dan Angel memang seperti seorang pasangan yang sedang memadu kasih. Kai membelai rambut Angel, dan Angel hanya tersenyum pada Kai.
Steve yang menyadari keberadaan Kai dan Angel hanya diam saja, Steve tidak mau mereka tau kalau dia juga berada di kafe yang sama.
Lia beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke toilet, di saat yang bersamaan Angel juga pergi ke toilet. Lia dan Angel bertemu di depan cermin saat sedang mencuci tangan mereka.
"Hai, kamu di sini juga?" sapa Angel sambil tersenyum pada Lia.
"Emm, ya seperti yang kamu lihat," jawab Lia.
"Kamu sama siapa di sini? apa dengan pacarmu?" ucap Angel.
'Apakah pantas kamu menanyakan itu di saat kamu sedang bersama orang yang aku cintai.' batin Lia kesal.
"Hei, kenapa kamu melamun? oh iya, aku belum tau nama kamu siapa?" tanya Angel lagi.
"Lia," kata Lia sambil keluar dari toilet.
Angel merasa aneh dengan sikap Lia, Angel merasa Lia marah dan kesal padanya. Tapi Angel masih tidak mengerti apa yang membuat Lia menjadi seperti itu.
Angel pun kembali ke tempat duduknya, dia menceritakan kalau dia bertemu dengan Lia pada Kai. Kai hanya tersenyum dan memgabaikan ucapan Angel karena Kai memang tidak peduli pada Lia.
"Kai, tadi aku bertemu Lia di toilet. Dia di sini juga ternyata, tapi dia rada cuek gitu ke aku, aku merasa aneh deh." Angel menceritakan tentang Lia yang cuek padanya.
"Ya udah, gak usah di pikirkan. Mending cepat selesaikan makananmu lalu kita pulang, aku sudah capek sekali," ucap Kai sambil melahap makanan yang ada di hadapannya itu.
Lia masih saja melihat ke arah Kai dan Angel, Lia merasa sangat kesal dengan kedekatan mereka. Kai yang tidak sengaja menoleh ke sekitar kafe mendapati Lia yang sedang melihat ke arah dia duduk sekarang.
Lia langsung memalingkan wajahnya saat Kai juga melihatnya. Lia tidak mau kalau Kai sampai mengetahui bahwa dirinya masih menyayangi Kai.
Kai dan Angel beranjak dari tempat duduknya dan bergegas keluar kafe, begitu juga Lia dan sahabat-sahbatnya itu. Mereka selesai secara bersamaan, dan di depan pintu keluar mereka bertemu.
Angel masih menyapa Lia dengan tersneyum ke arah Lia. Lia membalas senyuman Angel meskipun merasa berat hati, Lia melihat tangan Kai melingkar di pinggang Angel. Rasa sakit hati Lia semakin menjadi, Lia yang berniat ingin menghibur diri dengan pergi bersama sahabat-sahabatnya itu, malah menjadi tambah frustasi.
Steve masih memantau Lia dari jauh, Steve merasa aura Lia yang berwarna merah dan gelap. Steve tau saat ini Lia sedang marah, tapi Steve jadi khawatir jika dia harus menhemudi mobilnya sendiri di saat auranya tidak bagus.
Tapi Steve masih belum bisa bertindak, dia masih membiarkan Lia melakukan apa yang dia inginkan. Steve memantau Lia dari dalam mobilnya.
Saat Lia hendak masuk ke dalam mobilnya, tiba-tiba ada sebuah mobil lain yang melaju ke arahnya, sepertinya pengemudinya sedang mabuk berat.
Lia tidak sadar kalau mobil itu sudah dekat tepat di depan dia berdiri saat ini. Rana dan Rani berteriak dari dalam mobil, Steve terkejut dan berlari ke arah Lia.
Pengemudia itu mengerem mobilnya secara mendadak tapi terlambat, dia sudah semakin dekat dengan Lia, Lia hanya terdiam seperti patung karena tidak tau harus apa.
***Ciiittt ...!
Braaak*** ...!
Mobil itu hancur menabrak kafe. Rana, Rani dan Steve mencari Lia saat itu, Lia menghilang seketika.
.
.
.
.
.
MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...
DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...
NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...
TERIMA KASIH ...
IG : Blue Flower
like & sub
mmpir juga thor ke novelku :)
baik2 saja kan??
makasih yak sudah update cerita.
aku bawa boomlike, dan boomrate buat karya kecemu ini.
semangat yak.
salam dari Novel PELARIAN 😊
mampir ya..