NovelToon NovelToon
Menyingkirkan Gundik Suamiku

Menyingkirkan Gundik Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Pelakor jahat
Popularitas:177.3k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Di balik senyumnya yang lembut dan rumah tangga yang terlihat harmonis, Kiandra menyimpan luka yang tak kasat mata. Lima tahun menikah, pengorbanan dan cintanya pada Adam Mahendra, suaminya, seakan tak berarti.

Nadira, wanita manipulatif yang datang dengan sejuta topeng manis dan ambisi untuk merebut apa yang bukan miliknya.

Awalnya Kiandra memilih diam, berharap badai akan berlalu. Namun ketika suaminya mulai berubah, ketika rumah yang dibangunnya dengan cinta hampir runtuh oleh kebohongan, Kiandra sadar diam bukan lagi pilihan.

Dengan hati yang patah namun tekad yang utuh, Kiandra memulai perjuangannya. Bukan hanya melawan Gundik yang licik, tapi juga melawan rasa sakit yang suaminya berikan.

Di tengah air mata dan pengkhianatan, ia menemukan kekuatan baru dalam dirinya. Harga diri, dan cinta yang layak di perjuangkan.

Kiandra kembali membangun karirnya, membuat gundik suaminya semakin tidak setara dalam segala hal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Pandu duduk tegak di hadapan Kiandra, berseberangan dengan direktur keuangan yang sejak tadi tampak tak henti menelan ludah. Ruangan rapat dadakan itu terasa jauh lebih sempit dari biasanya, seolah dinding-dindingnya ikut menekan dada mereka.

Audit mendadak yang dilakukan Kiandra membuat suasana berubah mencekam. Tak ada senyum ramah, tak ada basa-basi, yang ada hanya tatapan dingin wanita itu yang membuat siapa pun enggan bernapas terlalu keras.

Berbeda dengan Adam yang selalu mengandalkan kharisma dan kata-kata manis, Kiandra adalah tipe yang mematikan dalam diam. Jika perasaannya sudah terusik, maka sisi aslinya akan muncul. Dingin, tegas. Dan tak tersentuh oleh belas kasihan.

Kiandra membuka map berwarna hitam di hadapannya. Jari-jarinya bergerak tenang, membalik lembar demi lembar laporan keuangan perusahaan. Namun ketenangan itu justru terasa mengintimidasi. Setiap halaman yang ia baca seolah menjadi vonis bagi mereka yang duduk di hadapannya.

Di antara dokumen-dokumen itu, terselip laporan pengeluaran khusus milik Adam yang disusun rapi oleh Pandu, tanpa satu pun detail yang terlewat. Kiandra berhenti di satu halaman.

Alisnya terangkat perlahan. Matanya yang tajam membesar ketika melihat deretan angka yang tertera jelas, diikuti nama penerima transfer.

“Apa-apaan ini?Sebesar ini perusahaan membayar wanita itu?” suara Kiandra terdengar datar, namun justru itulah yang membuat suasana semakin mencekam. Ujung jarinya mengetuk angka yang tercetak tebal.

Bowo, direktur keuangan, langsung menegakkan punggungnya. Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya. “Maaf, Nyonya, nominal itu atas perintah tuan Adam sendiri.” ucapnya dengan suara tertahan.

Pandu yang sejak tadi menunduk akhirnya angkat bicara. “Tuan Adam sengaja menggunakan rekening kantor agar tidak terdeteksi oleh Anda. Nayla selama ini terdaftar sebagai model perusahaan. Jadi, jika ada transfer dari rekening perusahaan ke rekeningnya, Anda tidak akan mencurigainya. Tuan Adam juga membelikan Nayla mobil, dengan menggunakan nama perusahaan” jelas Pandu hati-hati.

Kiandra menyandarkan punggung ke kursi. Ia menghela napas dalam, lalu mengurut keningnya yang berdenyut hebat. Dadanya terasa sesak, bukan karena kaget semata, melainkan karena merasa dikhianati sedemikian rapi dan terencana. Ingin sekali dia memaki suaminya, tetapi dia tetap harus menjaga harga diri suaminya di hadapan mereka.

Namun penderitaan itu belum berakhir.

Kiandra mengulurkan tangan, menerima berkas lain yang baru saja dicetak Pandu. Kali ini, laporan keuangan pribadi milik Adam. Tangannya sedikit bergetar saat membuka halaman pertama.

“Sebanyak ini?” suaranya meninggi tanpa ia sadari.

Matanya menyusuri pengeluaran bulanan yang tercantum, angka-angka fantastis yang tak pernah ia bayangkan. Selama ini, Adam selalu terlihat sederhana di hadapannya. Tak pernah menunjukkan hobi belanja, tak pernah memamerkan kemewahan. Namun kenyataannya, uang mengalir deras ke tempat-tempat yang tidak seharusnya suaminya kunjungi.

Pandu menelan ludah sebelum melanjutkan. “Maaf, Nyonya. Uang itu Tuan Adam gunakan untuk membelikan semua barang branded yang Nayla sukai. Tas, jam tangan, perhiasan… termasuk pakaian"

Ruangan itu berubah hening.

Detik berikutnya...

Brak!

Kiandra memukul meja kerja Adam dengan keras. Suara benturan itu menggema, membuat Bowo dan Pandu refleks berdiri setengah badan. Wajah Kiandra memerah, rahangnya mengeras menahan amarah yang selama ini ia pendam.

“Kurang ajar…” gumamnya dengan napas memburu.

Ia berdiri dari kursinya, menatap dua pria di hadapannya dengan sorot mata yang tak menyisakan ruang untuk sanggahan. “Blokir semua rekening Adam sekarang juga,” perintahnya tegas dan penuh amarah.

Pandu menegakkan badan. “Baik, Nyonya.”

“Sisakan sedikit saja, cukup untuk ongkos dia pulang ke Indonesia” lanjut Kiandra tanpa ragu.

Tak ada yang berani membantah.

Karena saat itu, Kiandra bukan hanya seorang istri yang terluka, ia adalah pemilik kekuasaan yang baru saja memutuskan untuk menghukum pengkhianatan dengan caranya sendiri.

“Dan untuk kamu,” Kiandra kembali duduk, lalu menunjuk lurus ke arah Bowo tanpa ragu. Tatapannya tajam, menusuk hingga pria itu refleks menunduk. “Hentikan semua transfer ke wanita itu. Detik ini juga. Aku tidak ingin satu rupiah pun keluar dari rekening perusahaan atas nama Nayla.”

"Aku akan menghentikan kontrak kerjasama kita dengan wanita itu" imbuhnya.

Bowo membeku di tempatnya. Wajahnya pucat pasi, tangannya gemetar di atas map laporan keuangan. Ia menoleh sekilas ke arah Pandu, mencari pertolongan, namun yang ia dapatkan hanya ekspresi sama tegangnya.

“Maaf, Nyonya, Anda tidak bisa memutus kontrak kerja sama Nayla tanpa persetujuan Tuan Adam. Beliau sendiri yang membuat aturan itu, lengkap dengan klausul perlindungan kontrak.” Pandu akhirnya angkat bicara, suaranya terdengar hati-hati namun jelas.

Hening kembali menyelimuti ruangan.

Kiandra tak langsung menjawab. Ia justru menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi, menyilangkan tangan di dada. Bibirnya terangkat membentuk senyum tipis, senyum yang sama sekali tidak memancarkan kehangatan, melainkan ancaman yang dibungkus ketenangan.

“Oh, begitu, Klausul itu dibuat Adam untuk melindungi siapa? Perusahaan, atau selingkuhannya?” tanyanya datar sambil menatap tajam ke arah Pandu.

Pandu terdiam. Ia tahu, satu kalimat salah saja bisa berakibat fatal.

Kiandra mengakkan punggungnya meletakkan telapak tangannya di atas berkas kontrak, sejajar dengan pandangan Bowo dan Pandu.

“Tidak ada satu pun aturan di perusahaan ini yang tidak bisa aku bongkar, termasuk aturan yang dibuat diam-diam oleh suamiku sendiri.” ucapnya dingin.

Ia menggeser map itu ke tengah meja. “Kontrak Nayla memang tidak bisa diputus sepihak, Tapi perusahaan berhak menghentikan seluruh fasilitas tambahan, honor di luar kesepakatan awal, dan seluruh bentuk pembiayaan yang tidak tercantum secara eksplisit.” lanjutnya, suaranya tetap terkendali.

Bowo menelan ludah. “Artinya…?”

“Mulai hari ini Nayla hanya akan menerima apa yang tertulis hitam di atas putih. Tidak ada bonus, tidak ada transfer tambahan, tidak ada fasilitas tambahan atas nama perusahaan.”

Ia menatap ke arah Bowo. “Dan jika aku menemukan satu saja transaksi mencurigakan setelah perintah ini, kamu akan ikut bertanggung jawab.”

“Baik, Nyonya,” jawab Bowo cepat, nyaris tanpa jeda.

Kiandra kembali menatap Pandu. Senyum miring itu muncul lagi, kali ini lebih jelas. “Sampaikan pada Adam nanti, aturan yang ia buat tidak berlaku jika aku yang turun tangan.” ucapnya tenang namun menusuk.

"Sekarang, kalian boleh kembali keruangan kalian. Kerjakan apa yang saya perintahkan barusan. Kirim orang untuk mengambil mobil dari rumah gundik itu" tegas Kiandra tanpa bantahan.

"Baik nyonya" jawab Pandu dan Bowo secara bersamaan.

Mereka berdua pun akhirnya pamit keluar dari ruangan milik Adam, yang saat ini sedang di tempati oleh Kiandra.

“Tidak ada yang bisa menghentikanku, termasuk suamiku sendiri" katanya pelan namun tegas.

Pintu ruangan rapat itu pun tertutup, menyisakan Kiandra dan sang putra yang sedang terlelap.

1
Linda Liddia
Kalo adam masih mau sama nayla alangkah bodohnhmya..udah tau nayla deket sama mertuanya..udah cerein aja si adam itu kiandra toh masih banyak yg mau sama kamu biarin aja dia balik sama nayla biar kena HIV biar mampus sekalian bareng gundiknya
Agus Tina
Akhirnya .... jika Adam tahu apa yg dialami olwh Nayla sekarang masihkah ada setitik raßa disanq?
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
mampus lah kau ...semoga si Adam itu tau Nayla kena HIV ..biar dia ikut takut 🤭....padahal kan kena HIV nya sesudah gak di pake sama dia sih 🤣
Lee Mba Young
Dah mau mati tp gk tobat bner bner semoga mati nya tdk husnul khotimah, mati dng cara pling mnjijikkan dan AIB yg menyebar luas.
Brown choco
Udah ga mutu ceritanya, jalan cerita muter di tempat ga ada perkembangan karakter sama jalan cerita. Bungkus aja
Dini Anggraini
Yang aku heran zayyan saja melihat wajah nayla tante galak kayak monster tapi kok bisa2nya adam lihat nayla cantik darimananya anak kecil kan bicara jujur gak bohong. 🙏🙏😍😍😍
Dini Anggraini
Yang aku heran zayyan saja melihat wajah nayla tante galak kayak monster tapi kok bisa2nya adam lihat nayla cantik darimananya anak kecil kan bicara jujur gak bohong. 🙏🙏😍😍😍
Yantie Narnoe
jadi penasaran...pa kiandra ma adam pisah ya...semangat outhor up nya...💪💪
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
Adam tuh dah menikmati perselingkuhan..pasti akan berulah lagi ... kecuali dia mati baru sadar 🤣
Ambo Nai
Adam akan hancur kalau kembali berulah
Lee Mba Young
Bener kan Adam itu udah gk 100% Cinta ma kiandra. hatinya dah terbagi.
ibarat kata Nayla sisa banyak lelaki pun masih mau 🤣.
pasti nnti kl Nayla menghub dan merengek minta di temani krn sisa umur akn Adam temani yakin lah 🤣🤣.
laki sempat di puaskan dan berbagi peluh smp puas pasti gk akn lupa 🤣. Adam selingkuh nya bukan Nafsu saja tp Cinta juga. Kiandra saja yg masih mau ma bekas an nayla.
Ovha Selvia: setuju 1000%, adam selingkuh sama nayla itu pake hati.. bukan sekedar berbagi ranjang, dia milih kiandra hanya pakai logika.. Bukan karna memiliki perasaan cinta yg besar, lihat adam masih berdebar ketemu nayla aja udah tau klo adam masih punya rasa utk nayla. Kiandra ini bodoh apa gimana ya, bisa2nya masih mau sama adam yg bekas nayla. Malahan skrg hamil lagi, dirayu dikit sama adam langsung luluh wkwkwwk.. Pdhl dia orkay, gak kekurangan duit. Tapi bisa2nya milih bertahan sama suami yg sudah bekas org 🤔
total 2 replies
Dini Anggraini
Nayla hanya butuh uangnya adam saja untuk membiayai penyakitnya nanti bila sakitnya sembuh dia menguasai adam dasar licik ya nayla kak author
mama
lepasin aj adam ki,drpd pikiran ny adam masih ke nayla trs.. biar di urus sm adam tu nayla yg penyakit n..karna percm adam bertahan sm km toh pikirany masih sm nayla..klu udh gk ad hubungan apa2 sm nayla dan mutusin semuanya harus ny gk udh peduli sm keadaan nayla,.mai muka pecat kek,badan ny kurus kek itu sudah bukan urusan km dam🤣
Daulat Pasaribu
tobat nayla tobat
uda di kasih penyakit bukannya tobat malah menjadi
Yana Phung
entah kpn drama si kuman akan berakhir 🤣🤣🤣
Yana Phung
ini ya yg dinamakan kesalahan yg efeknya seumur hidup
yg si cewek bukannya tobat tapi seperti merasa ada kesempatan kedua utk menarik simpati laki org
Yana Phung
udah di part 101
kalo adam masih ingat2 nayla,, udah bagusnya pisah aja
Yana Phung
si nayla ini sakit tapi sifatnya nggak mau berubah
Yana Phung
ish.. gemesnya kamu zayyan
Yuli Yulianti
nay nay emang kamu nya nggak ad harga diri mu deh meminta suatu hal bikin diri mu murahan ...Adam mungkin masih ad rasa tapi rasa kasian saja ke nay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!