Sinopsis
Seorang anak laki-laki kini menatap kosong karena sistem meninggalkannya setelah memberikan hadiah pemula: Fisik Saiyan, dan pelatihan Qi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuroawa Ren (15)
Kuroawa Ren (15)
Seminggu telah berlalu, membaca laporan dari Fu membuat Danzo tersenyum puas dengan apa yang terjadi pada perkembangan Ren.
{Dia mengalahkan semua pesaingnya dengan cukup mudah...} Fu awalnya ragu, dan sekarang dia tidak menyangka kalau Ren begitu memiliki kekuatan fisik dan Taijutsu yang hebat untuk anak usia 8 tahun.
{Latih dia lebih ketat dan mengenai gadis Hyuuga itu tidak buruk... yang mengawatirkan bocah itu benar-benar menjaga gadis itu...} Danzo merasa geli dengan Ren yang begitu menjaga Ayane.
{Ini seperti cinta masa kecil...} gumam Fu.
Danzo menoleh menatap tak percaya, orang kepercayaannya kini sedang bicara omong kosong.
{Cih, kau menjadi lunak setiap menangani bocah-bocah itu...}
Danzo tidak kecewa dengan kelebihan Ren hanya dengan Taijutsu, selama bisa melatih sebagai alat yang kuat dan membantu dia untuk bisa naik ke posisi Hokage dan mengantikan Hiruzen, apa pun caranya dia tidak peduli dan tidak pemilih selama bisa menguntungkan Akar.
Mengambil anak yang berbakat dari Hiruzen sangat memuaskan Danzo, yang lebih mengenakkan lagi setiap bertemu Hiruzen saat membicarakan tentang Ren, Hiruzen langsung muram sampai wajahnya mengelap! Begitu membahagiakan!
{Bagaimana? Apa mereka bisa kompak dalam tim? Bocah itu banyak maunya sampai membentuk timnya sendiri!} Danzo muak dengan Ren dan ini jadi yang terakhir kalinya menyetujui permintaan bocah bau itu.
Fu tersenyum canggung, {Danzo-sama tidak perlu khawatir, ini sangat cocok, saya kagum dengan apa yang di minta Ren, walaupun ini seperti tim ninja umumnya 3 orang, ini layak untuk diperlakukan sistem seperti ini, mulai sekarang saran saya...}
{Jangan lagi kau terbawa suasana, jika mengenai bocah-bocah itu ya, terserah asal tidak menggangu! Sudah menemukan jejak orang misterius itu?}
{Sayangnya belum ada hasil, kami tidak menemukan jejaknya... seperti dia tidak pernah ada...} Fu muram, dia kesulitan mencari seseorang yang ada dalam ingatan Ren.
{Tetap berjaga dan kau juga harus membimbing 3 anak itu sampai mereka sangat terampil, sudah cukup bermain-main, waktu untuk mereka untuk melihat darah...}
{Baik Danzo-sama!} Fu pun pergi, sudah waktunya untuk memberitahu kedua anak itu bagaimana cara membunuh sesungguhnya.
Tiga anak yang kini duduk bersama.
Sai tersenyum saat mendengar Ayane dan Ren bicara, seperti bola lampu menerangi kedua bocah yang sedang bermain di taman.
{Kalian sangat aneh bicara tentang sesuatu yang aneh...} Sai masih saja tersenyum saat bicara yang sulit di pahami.
{Hiss, butuh kerja keras untuk mengerti apa yang kau bicarakan Sai... Apa yang aneh dengan membentuk ikatan pertama kita, teman baik kan?} Ren tersenyum main-main.
{Teman baik? Tidak ada teman baik di sini, asalkan kau bisa hidup sudah cukup, aku sudah tahu tentang ini...} ucap Sai dengan kata-kata yang sulit dimengerti.
Ayane tergagap, mengurungkan niatnya untuk bicara pada Sai yang rumit ini.
Menatap Sai lebih lama semakin menjengkelkan dan mulai suka tersenyum palsu!
Sai melukis tikus dan muncul dari lukisan, tikus hitam berjalan naik ke bahu Sai, lompat ke bahu Ayane dan Ren.
{Ini akan sangat membantu kita di masa depan, aku sudah menguasainya ...} Sai tersenyum setelah bicara.
{Kau sedang pamer ya? Aku jadi iri, aku hanya bisa memukul seseorang dan ingin memukul seseorang...}
Ayane berkedip menatap Ren yang seperti iri pada Sai, yang selalu memamerkan keahliannya.
Sungguh lucu melihat Ren yang seperti ini, suatu pemandangan baru untuk Ayane lihat, akhirnya melihat sikap Ren yang kekanakan yang sesungguhnya.
Ren hanya berpura-pura agar bisa punya hubungan baik dengan Sai, yang jalan pikirannya sulit dimengerti.