Zahra Aulia, putri Lili Kirana, tumbuh dengan dendam setelah ibunya meninggalkannya di hari ulang tahunnya yang ke-5. Lili dipaksa menikah dengan Bara Hendra, tapi akhirnya ditinggalkan. Zahra diusir keluarga Hendra dan berjanji membalas dendam. Dia mendekati tuan muda Henderson, orang terkaya dan kejam, untuk perlindungan dan balas dendam. Tapi, apakah dia bisa menaklukkan hati Henderson dan mencapai tujuannya?"
mendekati tuan muda Henderson bukan lah sesuatu yang gampang, selain kejam dia juga tidak suka wanita yang sengaja datang karena tujuan tertentu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
istri yang tak dianggap
" bangun..! "
Lili tersentak kaget mendengar teriakan didalam kamar nya. Perlahan lahan dia membuka matanya dan melihat seorang wanita yang menatap nya dengan tajam .
wanita itu adalah kepala pelayan keluarga Hendra.
" Bu, bisa gak Bu jangan teriak teriak. emang status ibu di sini itu apa..? " ujar lili memberanikan diri untuk melawan orang orang yang menghinanya.
" pertanyaan seperti itu justru saya ajukan ke kamu. " ujar wanita itu Dengan sinis nya.
" oh , lupa ya Bu. Saya ini adalah istri bara Hendra, menantu keluarga Hendra. Sedangkan ibu, cuma Kepala pelayan yang bahkan kebutuhan nya itu bergantung dari gaji yang diberikan keluarga Hendra padamu.." lili berdiri.
" hahaha , apa .? Istri tuan muda Hendra..? Lebih cocok nya istri buangan tuan muda..! Hahaha."
Lili terdiam ,tapi dia tidak bisa membiarkan orang orang di dalam keluarga Hendra sewenang wenang menindas nya.
" walaupun begitu , saya tetap lah istri bara Hendra..! Sedangkan kamu hanya berstatus sebagai pembantu keluarga Hendra..! " ujar lili membuat wanita yang ada didepan nya geram. Melihat itu ,lili sangat puas karena lawannya marah karena kalah.
Lili keluar dari kamar itu dan meninggalkan wanita kepala pelayan itu.
" sudah terlanjur di hina Oleh ayah, gapapa lah melawan orang orang ini sesekali. Walaupun saya pasti akan kena batunya . " gumam lili dalam hati.
Lili tau kalau melawan orang orang itu pasti akan kena hukuman dari keluarga Hendra. Lili juga tau kalau orang orang itu hanya mengikuti perintah dari nyonya Hendra ataupun tuan Hendra dan suaminya. Lili sudah siap menerima konsekuensi atas semua perlawanan yang dilakukan nya.
Lili melangkah ke ruang tamu tapi langkah nya tertahan saat melihat di ruangan tamu Sudah berkumpul mertuanya dan suaminya bersama dengan seorang wanita cantik yang mengenakan pakaian seksi.
" bara , Lea sudah kembali. Bagaimana respon mu dengan kepulangan kali ini..? "
" Tante , mas bara sudah menikah. Respon seperti apa lagi yang ibu tanyakan padanya..?" ujar wanita cantik yang bernama Lea itu , walaupun sebenarnya kepulangan nya kali ini memang karena bara yang masih dicintai nya dan ingin merebut posisi lili.
" akh , Lea kamu memang wanita yang pengertian sekali. Bukan cuman cantik, kamu juga sederajat dengan keluarga kami. Bagus saja jika kamu yang menjadi menantu keluarga Hendra.. "
" bara , kenapa kamu diam saja. Apa kamu tidak senang Lea Kembali. kamu dan Lea dulu sangat mencintai kan..? " tanya tuan Hendra.
" iya ayah , saya senang Lea Kembali. " ujar bara lalu tersenyum, walaupun masih ada keraguan di dalam hatinya. Semenjak dia menikah dengan lili dan melihat sikap lili padanya bara perlahan lahan berubah dan tidak keluar lagi di klub malam.
" Lea kamu tidak perlu khawatir nak. Saya dan om akan sangat setuju kamu menggantikan posisi lili sebagai istri nya bara. lagipula, lili yang menikah dengan bara sekarang adalah wanita biasa yang kalah cantik dari kamu. bara juga tidak cinta sama dia , pernikahan mereka itu hanya lah pernikahan kertas saja."
" Tante, jangan bilang gitu. Walaupun begitu, mereka sudah menikah. tidak ada lagi tempat bagi Lea dihati mas bara.."
" kamu tenang saja, Tante akan suruh bara untuk menceraikan dia. Tapi perceraian untuk sekarang tidak bisa. harus menunggu waktu dua bulan . "
" em ,gapapa kok Tan. Lea sabar menunggu mas bara. "
" kamu memang gadis yang baik Lea.."
Percakapan mereka di dengar oleh lili yang berdiri terpaku mendengar pembicaraan mereka.
" ternyata dari awal itu ,saya memang tidak dianggap." gumam lili dalam hati.
Lili melangkah ke dapur , rasanya dada dan sekujur tubuh nya sakit. Di paksa oleh ayahnya menikah yang menurut Ayah nya dia akan diperlakukan dengan baik karena orang kaya, ternyata itulah angan angan yang digantikan dengan status yang bahkan tidak di anggap sama sekali.
Kepala pelayan kembali dan tertawa melihat nya.
" Kenapa..? sedih ya..? Apa saya bilang kamu itu hanya lah istri buangan. mending kerjakan pekerjaan rumah keluarga Hendra, karena kamu disini akan dijadikan pembantu bukan nyonya..! " ujar kepala pelayan itu ,lalu melempar sapu dan kain pel kepada lili lalu pergi.
Lili terdiam dan duduk di kursi.
" ehm..! , kenapa melamun..? Putus asa ya masuk di keluarga kami..? Ini semua gara gara ayah mu yang rakus harta itu. Dia bahkan rela menikahkan kamu dengan putra kami yang tidak mencintai mu sama sekali. " terdengar suara nyonya Hendra membuat lili tersentak kaget karena tidak menyadari kedatangan nya.
" Tante, jadi ini istri mas bara..?" ujar Lea yang juga ada disitu.
" iya, wanita biasa yang tidak tau malu.."
" penampilan yang kuno. Sangat Tidak pantas untuk mas bara..! " ujar Lea sambil tersenyum dan mendorong lili hingga terjatuh.
" Bu..."
Lea dan nyonya bara menoleh mendengar suara bara. Lea pura pura terjatuh sambil memegang pipinya.
" aduh..! Kak, saya cuman mau mengucapkan selamat kepada kakak karena menikah dengan mas bara. Kenapa malah mendorong saya..? Apa salah saya kak..? " Lea dengan sengaja mengatakan itu , terlihat seakan akan lili sengaja mendorong nya.
Bara langsung membantu Lea berdiri dan menampar lili.
" kamu apa apaan..? Berani sekali mendorong Lea. Kamu tau Lea itu lebih tinggi status nya dihati saya daripada kamu..! Kamu cuman istri diatas kertas yang bahkan tidak Aku anggap..! dengar ya, kamu tidak ada hak menyentuh orang orang saja, ingat kamu cuman istri yang tak dianggap..! "
Deg..!
hati lili seperti tersayat pisau yang bahkan luka itu tidak bisa di sembuhkan.
Lili menangis " lalu ceraikan saya..! Saya juga tidak mau status Istri bara Hendra..! " ujar lili sambil mengusap air mata nya.
Mata bara melotot mendengar nya , wanita itu berani menceraikan nya.
" wanita aneh , malah minta cerai dari saya..! " gumam bara dalam hati.
Plak...!
lili kembali menerima tamparan, dan tamparan itu dari nyonya Hendra.
" apa..? Kamu mau cerai..? dengar ya, kamu sudah dibeli dan sudah dibayar. Coba saja tanya sama ayah mu. Jadi , karena sudah dibeli maka kamu harus membayarnya dengan menjadi seorang pembantu..! "
lili terdiam dan menunduk. Dia tidak berani lagi menjawab kata kata ibu mertua nya itu.
" mas bara ,kaki ku sakit. " ujar Lea dengan manjanya.
Bara langsung membopong tubuh Lea di depan lili , bara berharap lili akan cemburu melihat nya. Tapi apa yang dia angan angan nya berbeda.
Lili malah tidak peduli. Dia mengambil sapu dan kain pel lalu memulai untuk membersihkan rumah.
Nyonya Hendra tersenyum, karena akhirnya lili menuruti kata katanya.
bara yang masih membopong tubuh Lea berdiri terpaku dengan sangat marah. Sorot matanya tajam melihat kearah lili yang terlihat tidak peduli dengan apa yang dilakukan nya.
Bara melangkah dan membawa Lea ke kamar tamu dan melemparkan nya diatas ranjang.