perjuangan seorang gadis yang merantau ke kota,dan hampir di lecehkan oleh pacar sendiri,hingga akhirnya dia di selamatkan oleh seorang pemuda. apakah meraka bisa menjalin kasih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DP aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab15
Di tengah perjalanan,asri dan yuni masih mengagumi mobil dani,mobil mewah yang harganya hampir 2M,yang dulu cuma bisa memandang dan memegang sparepartnya aja.
"Wah mobilnya nyaman ya sri." celetuk yuni mengagumi mobil dani.
"Iya yun, dulu cuma pegang sparepartnya aja, sekarang bisa naik mobilnya ya."balas asri.
Dani tampak tersenyum mendengar celotehan dua gadis di dekatnya itu.
"Dek kamu besuk belajar bawa mobil ya." perintah dani.
Asri tampak menengok ke arah Dani karena kaget
"Haduh mas ,susah,bawa motor aja aku ndak lurus,malah suruh bawa mobil." jawab Asri yang memang dia tidak bisa bawa motor.
lagi lagi Dani hanya tersenyum kearah kekasihnya.
"Kan kalau motor bisa jatuh,tapi kan mobil tidak,jadi ndak kuatir jatuh,yaudah besuk mas belikan yang metik buat kamu belajar." jawab Dani dengan entengnya.
"Hah,orang kalau kaya gitu ya sri?beli mobil kayak beli kacang." celetuk yuni dan semua tertawa.
setelah selesai tertawa, tampak Asri ingin bertanya kepada Dani.
"Mas besuk kalau udah nikah aku masih tetep boleh kerja ya?" rengek asri.
seketika Dani menoleh ke arah sang pujaan hati.
"Buat apa?kan udah mas kasih uang,kurang?"
"Bukan gitu mas,aku kan masih bantu ekonomi kluarga,juga buat kuliah rizal,lagian aku pengen biayai ayah sama ibu naik haji,paling nggak umroh lah soalnya tabunganku belum cukup." ucap Asri akhirnya dengan malu malu.
"Masalah itu tenang aja uang mas juga uang kamu jadi kamu bebas buat apa aja,apa kamu ndak pengin naik haji?"
"Ya pengin,"tapi nanti.
"Yaudah gini aja ayah sama ibu udah kamu daftarin belum?"
"Belum!" jawab Asri dengan wajah polosnya.
"Oh gampang nanti biar di urus giyo.kamu kalau masih mau kerja boleh tapi tidak di sana.tapi di bengkel aku yang kemarin di pegang lutfi sama bapaknya,mereka kan udah aku pecat,jadi besuk kamu yang pegang." jelas dani dengan entengnya.
Sontak membuat asri dan yuni melongo,
"Sri lakimu itu tajir,ngapain bingung cari kerja,sekalian aku ikut boleh ndak?" sambung yuni.
"Boleh,besuk setelah kita nikah kamu masuk sekalian pamit sama bos kamu aja ya!masak suami punya bengkel sendiri tapi istri kerja pada orang lain." dan obrolan pun berlanjut sampai tak terasa mereka sampai depan rumah asri.dan di sana terjadi kehebohan lantaran ada mobil mewah masuk halaman rumah pak arjo yang masih banyak orang untuk persiapan acara nikahan asri dan dani.dan sekali lagi mereka dibuat melongo saat asri dan yuni keluar lalu di susul dani.
"Oalah ternyata calon pengantin to!"teriak salah satu warga.lalu asri,yuni dan dani pun menyapa dan menyalami semua warga,lalu masuk menemui orang tua asri.di dalam mereka mengobrol dengan hangat,bahkan di dapur terjadi kehebohan.
"Heh calonnya asri orang kaya to?itu mobilnya bagus."cerita salah satu ibu ibu.
"Iya kah?wah paket komplit udah ganteng,kaya lagi."
"Halah kaya apanya?paling mobil juga rental,lawong kerjanya aja montir,atau itu mobil orang di servis,lalu di pinjem buat ngantar asri.mending sama bambang anakku jelas dia kerja kantoran,dan sudah punya mobil sendiri bukan pinjem atau rental." sahut bu siti tsk terima anaknya kalah sama dani.
"Lah nyatane asri pilih mas dani,ya biar cuma montir tapi cinta mau apa,tapi kalau tak liat liat mas dani itu lebih pantes jadi bos dari pada montir." sahut yang lainnya lagi dan membuat bu Siti tampak jadi emosi.
"Halah itu mata si asri aja yang siwer,kayak gitu kok di bilang bos." sungut bu siti tak terima,dan tanpa mereka ketahui yuni lewat mau pulang di antar rizal,karna tak terima asri dan dani di rendahkan yuni angkat bicara.
"Eh bude siti,ati ati lo kalau ngomong,nanti kalau ternyata dani orang kaya malu lo,soalnya mobilnya aja bagus begitu." jawab yuni yang tidak terus terang.sedangkan dani sudah berpamitan untuk pulang.lalu asri dan kedua orang tuanya masih ngobrol.lalu asri berencana memberi tahukan siapa dani sebenarnya.
"Yah,buk ,asri mau ngomong penting tentang mas dani." ucap asri serius dan pak arjo dan bu sumi juga sedikit terkejut.
"Kok serius to sri?apa nak dani sudah punya kluarga?kalau iya mending di batalin aja." sahut bu sumi.
"Bentar bu biar asri ngomong dulu." potong pak arjo bijak.
"Bukan bu,mas dani belum punya istri,dengerin dulu aku crita jangan dipotong.gini jadi yang di ceritain mas dani itu tidak komplit,jadi ternyata mas dani itu seorang pengusaha sukses,bahkan jauh di atas bosku.jadi dulu dia lagi nyamar jadi montir untuk menyelidiki kecurangan yang terjadi di bengkelnya,dan sekarang sudah terbukti,dan orangnya sudah di pecat,jadi aku harus gimana ya aku jadi takut kalau orang bilang aku ini cewek matre,karena mau sama cowok kaya." jelas asri panjang lebar,dan pak arjo dan bu sumi juga manggut manggut.
"Dan ayah tau ndak?sebenarnya perusahaan yang tempat mas bambang kerja juga punya mas dani.tapi jangan bilang bilang,apalagi bu siti." dan orang tua asri di bikin melongo lagi,bagaimana tidak,orang yang kemarin di hina bu siti ternyata bos dari anaknya.
"Kalau menurut ayah kamu dapat suami kaya itu sebuah anugrah yang wajib kamu syukuri,karena itu nikmat dari allah,dan juga ujian untukmu.yang penting kalian saling mencintai,dan kluarga mereka menerima hubungan kalian." jawab pak arjo.
"Bentar yah pantesan nak dani kemarin kirim uang untuk bantu acara ini banyak banget,nak dani sampai kirim 100jt,untuk bantu acara syukuran ini lewat rekening rizal." jelas bu sumi.
"Iya kah? Kok mas dani tidak cerita ya?"tanya asri.dan akhirnya mereka terus mengobrol sampai maghrib.
Pada jum'at pagi dani mulai gusar karna dia tidak di ijinkan untuk menghubungi asri,dani mengalami di pingit dan tidak boleh keluar rumah.
"Buk,kenapa pakai acara di pingit segala sih?jadi pusing nih ndak tau kabar asri gimana?" ucap Dani yang sudah uring uringan dan mondar mandir sudah kayak setrikaan.
"Halah cuma sehari doang,besuk pagi juga ketemu." sahut bu fatimah
"Tapi kan sekarang kangennya buk." rengek Dani yang persis anak kecil yang meminta mainan.
"Halah kayak anak kecil aja,cuma sehari aja kok bingung." sahut pak pradipta tak mau kalah.
"Yah,buk rencananya besuk aku mau haji bareng asri besuk setelah nikah,aku udah daftar ONH plus non kuota kemenag,aku dapat kuota 2,ayah sama ibuk kalau mau berangkat tahun depan sama orang tua asri gimana?mau ndak.
"Gimana yah?mau ndak?"tanya ibu fatimah."lagian kita kan udah pernah.
"Sama buk aku juga udah pernah,tapi asri belum,jadi aku mau berangkat bareng dengan asri tahun ini,kan cuman kurang beberapa bulan."
"Apa kamu mau jadikan untuk mahar juga?"tanya pak pradipta.
"Tidak yah,karena memang ada beberapa ulama yang membolehkan itu,tapi ada yang menentangnya,tapi juga ada yang membolehkan asal di sertai mahar yang lain.jadi daripada terjadi perdebatan nanti aku mau ini jadi hadiah saja bukan mahar,kalau mahar sudah yang aku siapkan kemarin kita diskusi itu." jelas dani panjang lebar.
"Yaudah terserah kamu aja,ayah mau sih kalau di suruh haji lagi,apalagi sama sama besan."jawab pak pradipta.
"Yaudah besuk akan di urus giyo,ayah sama ibuk terima beres aja."terang dani.dan mereka hanya ngobrol kesana kemari.dan untuk persiapan hantaran udah di urus kerabat dan tetangga.untuk menghilangkan suntuk akhirnya dani membongkar mesin motornya untuk mengisi kegiatannya.beda halnya dengan asri,dia lebih menyibukkan di rumah dan ngobrol banyak dengan kluarga,karena kluarga banyak yang kaget karena tau tau asri nikah.
"Sri kamu kok tau tau nikah?tapi tidak ada masalah kan?" tanya salah satu kerabatnya.
"Ndak bude,soalnya dari dulu saya maunya langsung nikah aja,ndak usah pakai pacaran,takutnya khilaf,jadi pas ada yang ngajakin nikah ya ayok,sebenarnya rencananya ndak secepat ini,tapi pas kemarin ketemu kluarga calon suamiku malah taunya langsung aja gitu." jelas asri panjang lebar.
"Oh takutnya kecelakaan atau apa,maaf ya sri bukan maksut bude apa." jawab bude ndak enak.
"Ndak papa bude,asri paham kok."
"Oya suamimu kerja apa sri?" tanya kerabat yang lain.
"Anu bude em.montir bulek."jawab asri sekenanya kalau jawab sebenarnya takut jadi panjang.
"Oh ndak papa sri,yang penting halal,yang penting saling terima aja,malah kalau di kampung bisa buka bengkel kan lumayan.
"Apa montir?montir apa yang punya bengkel."sahut yuni yang baru datang yang tak sengaja mendengar cerita asri.
"Hah,yuni kamu ngomong apa sih?" jawab asri jadi bingung.
"Jadi yang bener yang mana yun," tanya bulek yang penasaran dengan omongan asri.
"Iya itu bude,dani itu yang punya bengkel,bukan cuma itu,bahkan dia salah satu pengusaha muda sukses di negri ini.memang dulu pas kenalan ngakunya montir,tapi ternyata sultan."terang yuni dan asri hanya nyengir,dan mereka ngbrol sampai sore.