NovelToon NovelToon
My Future Husband

My Future Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:9.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Gulla

Arkan Bagaskara seorang duda yang dijodohkan dengan seorang mahasiswanya yang hobi membuat masalah dikelasnya. Arkan merasa diumurnya yang cukup matang menjalin hubungan dengan Febriana Indriana adalah hal yang sulit, dia ingin hubungan yang serius bukan seperti anak remaja yang baru jatuh cinta. Apalagi sifat kekanak-kanakan dan memberontak yang Febri miliki membuat kepalanya sakit. Tapi mau bagaimana lagi keluarganya memiliki hutang budi dengan keluarga Febri dan mau tak mau Arkan harus menikahi Febri. Namun apakah semua berjalan Lancar disaat Febri jatuh Cinta dengan pria yang lebih muda darinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Febri menaruh kepalanya di meja perpustakaan, di sebelahnya ada Savira dan Rani temannya. Ia bosan, untung saja Arkan sedang ada rapat mendadak sehingga tak membuatnya berurusan dengan pria itu saat ini. Febri mengamati Savira yang masih sibuk mengetik di laptopnya, sedangkan Rani sibuk membaca pesan di ponselnya.

Andai saja dia tadi tidak mengeluarkan ponselnya disaat berangkat bersama Arkan pasti ponselnya tidak akan disita dan saat ini tidak akan mati kebosanan.

"Kamu kenapa Febri?" Tanya Savira, sedari tadi ia melirik Febri curiga gadis itu seperti menyembunyikan suatu hal darinya.

"Ngak kenapa-kenapa kok." Ujar Febri malas.

"Udahlah Savira, Febri itu suka nyimpen semuanya sendiri. Padahal dia kemarin pulang sama anak FEBI." Febri meneguk ludahnya, ketika Rina tahu hubungannya dengan Dikau. Tapikan dia sama Dikau masih teman, walau Febri akui ia tertarik bahkan suka sama Dikau sifatnya yang lembut mampu membuat harinya yang bagai neraka semenjak Pak Arkan mendominasi hidupnya.

"Kok kamu bisa tahu,"

"Tahulah, akukan peramal."

Febri mendengus lalu memejamkan matanya. Ia mulai bercerita semua kejadian yang ia rasakan akhir-akhir ini mulai dari Pak Arkan yang menghukumnya dengan menjadikannya asistennya sampai pertemuannya dengan Dikau. Sampai kemunculan Arkan yang membuat Pendekatannya dengan Dikau terasa kacau.

Savira menatap Febri tidak percaya, ia sejujurnya sudah curiga dengan sifat Pak Arkan yang selalu mengawasi Febri dan Menghukum gadis itu berlebihan. Ternyata memang benar pria itu menyukai Febri tapi Febri bodoh tidak menyadari hal itu.

"Jadi kamu suka sama Kak Dikau, tapi Pak Arkan seolah menganggu hubungan kalian?" simpul Rani. Febri mengangguk, ia hanya bisa pasrah sekarang.

****

Dikau menatap tidak percaya, jika clien yang akan ia temui adalah Reno ayah dari Febri. Renopun begitu, pantas saja pria itu berani mendekati Febri. Dikau ternyata salah satu pengusaha muda yang memulai bisnis start up dalam beberapa waktu dan bisa membuat bisnisnya langsung diakui secara nasional bahkan menjadi perusahaan yang patut di berikan jempol untuk seorang mahasiswa. Pria itu mengelola start up berjenis gojek, traveloka dan lain-lain dengan nama yang berbeda namun yang membedakannya adalah pria itu lebih menonjolkan sisi budaya di produknya.

Reno menghela napas, lawan yang tangguh untuk seorang Arkan. Reno harap Arkan bisa meluluhkan hati Febri secepatnya sebelum putrinya semakin jatuh dalam pesona Dikau, karena Reno tidak bisa memungkiri jika ia tidak bisa menolak Dikau untuk menjadi menantunya.

"Senang bisa bertemu anda kembali, Pak Reno." Ujar Dikau.

Reno tersenyum tulus membalas sapaan itu.

****

Febri memejamkan matanya, tanpa ia sadari sepasang langkah kaki mendekat ke arah mereka. Savira tersenyum sopan kepada Arkan kemudian ia melirik Rani untuk meninggalkan Arkan dan Febri karena Arkan memberikan tatapan kepadanya seakan ia butuh privasi. Arkan duduk di depan Febri tapi gadis itu belum menyadari kehadiran Arkan sepenuhnya. Arkan tersenyum melihat Febri yang sepertinya sedang memikirkan kelakuan dirinya yang akhir-akhir ini mengusik kehidupan Febri.

Arkan terus mengamati gadis itu, entah kenapa akhir-akhir ini ia jadi tergila-gila pada gadis menyebalkan itu. Mau bagaimanapun gadis ini adalah calon istrinya dan ia tidak akan membiarkan apa yang menjadi miliknya pergi begitu saja.

"Pak Arkan?" Ucap Febri melihat Arkan di depannya, ia berusaha mencari teman-temannya tapi ia tidak menemukannya.

"Mereka pergi ke kantin." Arkan menjawab Asal, ia tahu jika Febri sedang mencari keberadaan temannya. Febri menggerutu dalam hati, bisa-bisanya mereka meninggalkan dirinya bersama Arkan sendirian di sini.

"Bapak ngapain disini?"

"Rindu kamu,"

"APA??" Febri berteriak mendengar jawaban Arkan, lalu ia langsung menutup mulutnya ketika ia menyadari jika ia di Perpustakaan karena saat ini orang-orang sedang melototinya. Arkan terkekeh melihat tingkah Febri. Febri terlihat menggemaskan di matanya.

"Bapak jangan macam-macam!!" ancam Febri.

Arkan diam ia tidak menghiraukan ucapan Febri, ia merapikan buku-buku Febri ke dalam tas. Lalu menenteng tas Febri, sambil membawa beberapa buku Febri yang tidak muat di tas.

"Apa yang bapak lakukan?"

Bukannya menjawab Arkan malah pergi meninggalkan Febri, Febri langsung mengejar Arkan yang berjalan dengan langkah yang lebar-lebar. Nafas Febri tersenggal demi tuhan padahal ini baru berjalan bukan berlari, dan pria itu mau apa membawa semua barang-barangnya. Febri menghampiri mobil Arkan, semua barang-barangnya sudah di letakan di dalam sana.

"Masuk," perintah Arkan.

"Bapak mau bawa saya kemana?"

"Diam, masuk saja atau ponselmu tidak akan pernah saya berikan,"

Febri mendengus kemudian ia masuk ke dalam mobil Arkan lesu. Ia pasrah Arkan yang memegang kendali dirinya dan rasanya percuma saja ingin memberontak pria itu terlalu dominan dan Febri tidak memiliki cara yang bisa melawan keangkuhan pria tersebut.

****

"Bapak ngapain ngajak saya ke toko buku?" ujar Febri sebal, dia kan tidak suka baca.

Arkan menarik tangan Febri membawanya masuk, Febri terpaku ini kali pertama ada pria yang menggenggam tangannya. Jantung Febri berdebar merasakan itu, langkahnya menjadi kaku berjalan bersisian bersama Arkan.

Ketika Febri masuk ke dalam ruangan, matanya terpaku melihat toko buku ini yang berbeda dari toko buku kebanyakan, toko buku ini di desain seperti taman bermain sedikit berisik memang namun jika kita mau mencari ketenangan di tempat ini juga menyediakan khusus untuk itu.

Febri menatap aneh karyawan-karyawan yang sedari tadi menunduk hormat pada Arkan, jangan-jangan tempat ini milik Arkan.

"Bagaimana toko buku saya?"

"Apa?"

"Bagus," ujar Febri cepat menyadari kebodohannya.

"Ada yang ingin saya tunjukan padamu," jantung Febri berdebar, apakah Arkan ingin memberikan kejutan padanya. Febri tersenyum membayangkan itu.

Arkan membawa Febri ke sebuah sudut ruang buku, di sana terlihat bukunya tidak tertata rapi. Febri memandang Arkan curiga, apalagi melihat smirk di bibir Arkan yang Febri yakini itu tidak baik buat masa depannya.

"Tolong rapikan buku itu,"

"BERENSEK!!" Ujar Febri. Pria tua itu mengajaknya jauh-jauh kesini hanya untuk merapikan tokonya, sialan seharusnya dia curiga ketika pria itu memamerkan toko buku miliknya padanya.

Arkan terkekeh kemudian mengangkat ponsel Febri menggerakan seakan ia akan menghancurkan benda itu. Febri mendengus kemudian merapikan buku-buku ke dalam Rak, ia memandang Arkan penuh kebencian, padahal tadi ia hampir saja terjatuh pada pesona pria menyebalkan itu, awas saja Febri akan membalas perbuatan Arkan hari ini.

Arkan menghela napas, sebenarnya rencana ini tidak ada di daftarnya. Ia ingin mengajak Febri berkeliling tokonya sekaligus mengajak makan malam, tapi ia tidak tahu bagaiamana cara menunjukkan dan inilah jalan satu-satunya agar ia bisa berduaan bersama Febri walau ia harus membuat gadis itu sebal dan semakin membencinya. Paling tidak seharian ini ia bisa berduan bersama gadisnya. Arkan tersenyum mengamati Febri yang tiada henti mengumpati dirinya, suatu saat nanti umpatan itu akan berubah menjadi kata penuh cinta. Arkan terkekeh memikirkan hal gila itu.

1
Indrayani setiadi
kapan nikahnya Al sama celse
Nana Niez
ini cerita yg beda kah? kok saya g paham ya tb2 ada nama tokoh utama berganti
mbak i
Rangga,,,kasihan deh loe,,sukurin
Telik sandi Megantara
ini mencela ata menyela kakak?
mohon maaf kak author cantik
wgulla_: iya typo hehe
total 1 replies
mbak i
ya ampun alwan🤣🤣malah gelut
Telik sandi Megantara
rasanya aku pernah baca novel ini, tapi lupaaa. diulang lagi biar gak penasara
Telik sandi Megantara: sama²
total 2 replies
gulla daisy
Bagus sekali
Damiri
bagussss
Damiri
semangat
Komang Diani
Luar biasa
Nana Niez
lhaaa cm segitu aja?????? astaghfirullah,,
Nana Niez
karakter febri dri muda smp tua g ada akhlak
Nana Niez
hehehehe, g suka karakter febri,, semena mena bangett
Nana Niez
kok mKin kesini makin kacau karakter febri nya
Nana Niez
Luar biasa
Nana Niez
Lumayan
Lenny Tumbol
Luar biasa
Trisna
dosen frek
Trisna
ehem...
batuk nih dudanya meresahkan
G.Lo
Setiap baca noveltoon yang saya dpati selalu perjodohon...apa semua pilihan editor cuihh...cerita modelan jaman Siti Nurbaya...jaman Moderen cerita kadaluarsa wkwkwkkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!