NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:108.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Miss Yune

"Lebih baik, kau mati saja!"

Ucapan Bram membuat Cassandra membeku. Dia tidak menyangka sang suami dapat mengeluarkan pernyataan yang menyakiti hatinya. Memang kesalahannya memaksakan kehendak dalam perjodohan mereka hingga keduanya terjebak dalam pernikahan ini. Akan tetapi, dia pikir dapat meraih cinta Bramastya.

Namun, semua hanya khayalan dari Cassandra Bram tidak pernah menginginkannya, dia hanya menyukai Raina.

Hingga, keinginan Bram menjadi kenyataan. Cassandra mengalami kecelakaan hingga dinyatakan meninggal dunia.

"Tidak! Kalian bohong! Dia tidak mungkin mati!"

Apakah yang terjadi selanjutnya? Akankah Bram mendapatkan kesempatan kedua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Yune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Berikan Kesempatan

Sementara itu, di Jakarta. Jessie masih saja dicecar dengan Gunawan. Pilihan meninggalkan Jessie bersama Bram tampak salah di mata orang tuanya.

“Jadi kamu beneran ninggalin Cassie di tangan Bram, Jess?” suara Gunawan menggelegar begitu Jessie membuka pintu rumah mereka di Jakarta. Wajah pria paruh baya itu memerah, matanya tajam menusuk.

Jessie yang baru saja pulang kantor, menahan napas sejenak. Ia mengira kepulangannya akan membuat suasana sedikit lebih tenang. Ternyata tidak.

Kedatangannya untuk mengurus beberapa masalah perusahaan membuatnya bergegas ke Jakarta. Bukan tanpa alasan Jesssie menitipkan Cassie bersama Bram. Perempuan itu tahu dengan jelas sang kakak ipar tidak ingin bercerai dari Cassie.

Jessie ingin melihat sejauh mana hubungan keduanya berkembang. Hingga, dia memutuskan untuk memberikan kesempatan pada Bram. Hal itu dia mulai dari pergi ke Jakarta dan membiarkan keduanya bersama.

“Aku udah jelasin lewat telepon, Pa,” ucap Jessie, berusaha sabar. “Aku harus balik ke sini, perusahaan butuh aku. Dan… ada hal lain juga.”

“Hal lain?” Gunawan menyipit. “Kamu kira itu alasan yang cukup untuk ninggalin kakakmu dengan laki-laki yang telah menyakiti Cassie?”

Jessie menatap ayahnya dengan mata letih. Dia pun awalnya sangat membenci Bram. Akan tetapi, dipisahkan seperti apa pun tidak akan berguna bila Cassie masih mencintai Bram.

“Aku tahu Papa nggak percaya sama Bram. Aku juga masih banyak ragu. Tapi aku lihat cara dia deketin Cassie sekarang beda. Dia nggak buru-buru. Nggak maksa. Justru, dia kayak orang yang terus nyalahin diri sendiri," tukas Cassie.

“Dan kamu kasihan, begitu?” Gunawan melipat tangan di dada. “Jess, kita nggak bisa taruhan pakai kondisi Cassie. Sekarang dia masih belum inget banyak hal. Masih rentan.”

Clarissa muncul dari arah dapur, membawa segelas air untuk Jessie. Wanita paruh baya itu menggeleng melihat kedua orang yang disayanginya berdebat tentang Cassie.

“Udah, kalian dua jangan debat terus. Capek, kan, Jess? Baru sampai udah diserbu pertanyaan. Sudah. istirahat saja, Jess," ucap Clarissa.

Jessie menerima gelas itu, tersenyum tipis. “Thanks, Ma.”

Gunawan masih berdiri di tempat, tak puas. “Apa kamu pikir Cassie nggak bilang apa-apa karena dia nyaman sama Bram? Atau karena dia belum tahu semua yang pernah Bram lakuin?”

Jessie menatap ayahnya. “Itu sebabnya aku suruh Bram jujur. Aku bilang langsung ke dia. Kalau memang mau balik ke Cassie, dia harus cerita semuanya. Apa pun yang dulu pernah terjadi. Jujur dari awal.”

Gunawan tampak kaget. “Dan dia setuju?”

“Dia nggak punya pilihan,” gumam Jessie, menyandarkan diri ke sofa. “Cassie bukan wanita polos. Sekarang emang dia kehilangan sebagian ingatannya, tapi cepat atau lambat dia pasti bisa nilai sendiri.”

Clarissa duduk di sebelah Gunawan, mencoba menenangkan suaminya. “Lagipula, kita nggak bisa kontrol hidup Cassie selamanya, Mas. Cassie udah dewasa. Cassie juga akan kembali mandiri."

Gunawan menarik napas berat, lalu duduk. Tapi wajahnya tetap tegang. Cukup sekali, dia membiarkan putrinya jatuh pada orang yang salah. Haruskah dia menerima begitu saja kehadiran Bram?

“Dan… soal kamu,” ucap Clarissa, melirik Jessie yang tampak menghindari pandangan ibunya. “Kamu pulang mendadak. Papa dan Mama bisa baca situasi. Ada masalah sama..."

“Jangan dibahas sekarang, Ma,” potong Jessie cepat. “Nanti aja. Kepulanganku kali ini murni untuk perusahaan."

Clarissa tak memaksa, hanya mengangguk pelan.

Gunawan masih menatap Jessie, kali ini dengan nada lebih tenang. “Kamu yakin Bram nggak akan nyakitin dia lagi?”

Jessie menunduk sejenak, sebelum berkata, “Aku nggak yakin. Tapi kalau dia tetap disingkirkan terus, dia nggak pernah punya kesempatan buat menebus semua yang udah dia perbuat. Pria itu harus bertanggung jawab pada Cassie, Pa."

Clarissa mengangguk setuju. “Kalau Cassie akhirnya memilih sendiri untuk ninggalin dia lagi, itu keputusan Cassie. Bukan karena kita melarang. Cassie bertemu suami sendiri.”

Gunawan menghela napas panjang. “Kalau ada apa-apa, aku yang pertama turun tangan. Atau mungkin dia harus kita pisahkan untuk melihat keyakinan Bram."

Jessie mendengarkan ucapan Gunawan dengan perasaan was-was. Papanya tampak memiliki sebuah ide untuk memisahkan Cassie dan Bram. Sebenarnya, kepulangannya tidak begitu diperlukan karena Gunawan bisa mengatasi permasalahan Perusahaan mereka dengan tangannya sendiri.

"Semua terserah, Papa. Tapi, kuharap jangan membuat Cassie kembali terluka," gumam Jessie.

Meski masih ada bayang-bayang luka yang belum selesai, Jessie tahu satu hal mungkin Bram bukan pria sempurna, tapi setidaknya kali ini, dia berusaha. Kalau pun Bram memang harus menghadapi sang ayah. Dia harus berusaha untuk mendapatkan kembali kepercayaan Gunawan.

Jessie sendiri juga masih belajar menerima banyak hal dalam hidup yang tak sesuai harapan. Hubungannya sendiri pun sedang di ujung tanduk. Tapi kali ini, fokusnya hanya satu: memastikan adiknya baik-baik saja.

Dengan siapa pun Cassie memilih untuk berjalan nanti, itu harus atas keinginannya sendiri… bukan karena dikendalikan trauma atau rasa takut masa lalu.

"Besok, Papa akan mengunjungi Cassie," gumam Gunawan.

***

Bersambung...

Terima kasih telah membaca...

1
Ari Sawitri
ya kamu juga jangan kasih dia akses donk. blokir tuh nomor Mak Lampir itu. 😡😡😡 heran skrg bs bilang spt ini kmrn kmrn otak kamu kemana 🤨
ayu cantik
suka
Siti Maulidah
ceritanya menarik
vely
hahahahahaha kasian banget sih kamu bram, lihat tu istrimu sekarang anemia ehh salah yang bener amnesia /Tongue/
vely
itu mungkin bram
Anre1201
buat Cassie, coba jadi perempuan tegas sedikit demi anakmu. kamu tuh wanita Dari keluarga kaya, jadi tidak usah takut susah. tanpa suami pun kamu bisa membesarkan anak kamu !!!!!
beri kan penjelasan ke Bram untuk bisa menyelesaikan masa lalu nya baru datang lagi, jangan biar kan masalah belum selesai tapi sudah bersama, walaupun demi anak tapi itu bukan solusi. kamu harus cari kebahagiaan kamu, kamu harus belajar mencintai diri kamu, belajar untuk menerima orang-orang baru, belajar untuk menumbuhkan rasa percaya dalam diri sendiri agar hidup mu bisa tenang dan anak mu lahir dengan rasa Cinta.
Anre1201
Cassie terlalu lemah Karna cinta, ga bisa tegas, Dari awal sudah terlihat karakternya. watak dia lembut tapi Bucin kalau soal Cinta hingga tidak punya prinsip. makanya selalu kalah karena Bodoh, tolol dan Goblok sudah bikin rasional kalah Dari akal sehat 😤
Anre1201
lelah??? ya cerai Begooooooo 😤
ini cerita nya bijimana sihhhh.. Katanya masih terikat pernikahan tapi ga ada solusi nya. kalau memang ingin pisah bukan cerai ya ngomong di awal.. minta ketenangan diri buat masing-masing pihak, agar ada Jalan keluar terbaik untuk bisa menyelesaikan masalah yg ada, jadi ketika balikan, masing-masing sudah selesai dengan masa lalu nya dan siap menjalani pernikahan dengan pondasi yg lebih kuat agar tidak melakukan kesalahan tolol lagi 😤
Anre1201
cerita yg bullet, sama-sama orang kaya tapi ga bisa cari bukti soal sepele seperti ini. Cassie juga ga tegas, kalau memang sudah selingkuh ngapain di kasih kesempatan 🥱 apalagi selingkuh itu penyakit yg susah diobatin, walaupun balik lagi, tetap saja, kepercayaan sudah hilang dan akan jadi duri dalam daging.
apalagi Dari awal pernikahan sudah tidak sehat Karna terpaksa + tidak ada Cinta yang tulus Dari kedua belah pihak.. jadi pernikahan nya tidak ada pondasi yang kuat.. makanya terjadi perselingkuhan 🙄
Anre1201
Dari sini bisa di lihat.. Bucin memang bikin manusia jadi Bego, tolol + goblok !!!!!!!karena tidak bisa membedakan antara Cinta, pengkhianatan, kesetiaan, ketulusan, kepercayaan dan harga diri !!!!!!
tris tanto
weh cpt bgt udh diindo
tris tanto
kn udh dikasih tau kok bhnya tehenyyaakkkk ,kaget doong
tris tanto
masih dibahas lg,kn dibb depan udh dibhs knp jd muter2
tris tanto
lidahnya keluarrr,,,melet dong ,gk sampe otakku mbayangke,,
Sri Mugianti
sebenarnya yg jadi adeknya itu si Cassie atau Jessi
tini_evel
cassie ini kakak atau adik sih.. awal dibilang kakak tp ada juga dibilang adik..
Agus Andryani
iya mmang dr awal sdh bungung
ichapurie
ini gimana sih, diawal katanya cuma anggep raina adek, terus bab berikutnya bilang cuma ciuman, bab berikutnya lagi bilang nginep di villa berdua tapi pisah kamar, eh bab berikutnya bilang pernah ngehabisin malam bersama , yg bener gmna sih thor kok beda2 tiap bab
Tira Aneri
suukaaa
rarr
thor aku mampir sini dlu, smbil nunggu update terbaru "satu malam bersama ceo" laura adenya liam🤭
Miss Yune: Dah update kak. cusss mampir ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!