NovelToon NovelToon
Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Keluarga / Karir / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:821
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titik Terang kasus Bully

Kini keduanya ketakutan, bagaimana bisa perbuatan anak mereka sampai ke telinga orang yang paling penting di desa ini, bu Ningsih sangat tahu bagaimana watak dari kepala desanya itu, walau dia ramah tapi dia sangat tegas dan akan mengusut tuntas jika ada yang menyelewengkan jabatannya.

"Kita harus memanggil anak-anak, jika kepala desa menindak lanjuti ini sampai dinas habislah kita". Panik Ibu Ningsih.

"Jadi tadi dia kepala desa bu?? Tanya Bu Rahayu semakin panik.

Dia tidak menyangka jika orang yang dia berikan sikap tidka baik tadi adalah kepala desa sini yang cukup terkenal, mungkin karena pakaian sederhana dan sikapnya yang santun membuatnya berpikir jika hanya orang biasa.

"Iya dia kepala desa sini, dia bukan orang bisa dianggap remeh, dia tidak pernah main-main dengan ucapannya, banyak orang yang lengser dari jabatannya karena bertindak semena-mena seperti kita". Ucapnya dengan ketakutan.

"Aduh bagaimana ini, aku tak mau kehilanganmu jabatan dan gelar ku, bisa gawat ini". Panik Bu Rahayu.

"Kita akan bahas ini sama anak-anak jangan biarkan mereka melakukannya lagi, pak desa sedang menindaklanjuti perbuatan mereka, dan jika tidak kita hentikan maka kita berdua dalam bahaya".

"Iya bu, untuk sementara, aku akan menyuruh anak-anak untuk tidak melakukannya lagi".

" Iya aku akan katakan juga kepada anakku, sialan sekali, siapa yang berani melapor pada kepala desa tentang masalah ini, aku harus memberinya pelajaran". Tangan Bu Ningsih mengepal erat

"Jangan bu, bisa gawat kalau dia mengadu kembali kepada kepala desa jika kita membalasnya, itu akan semakin memperburuk keadaan".

Kedua orang ini bukannya sadar jika perbuatan anaknya itu salah, malah menyalahkan orang lain, padahal mereka berdua adalah tenaga didik yang lulus sertifikasi menjadi PNS.

"Kamu benar, kita harus hati-hati bertindak karena kepa desa memantau kita".

Sedangkan kepala Desa sudah memberitahu Kanaya jika dia tidak akan dilibatkan dan disuruh pura-pura tidak tahu, kepala desa tak mau jika mereka mengetahui jika dia tahu dari ibu kantin dan juga Kanaya.

"Kalian tidak akan bisa bergerak, aku tahu orang seperti kalian akan menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan orang yang membuat masalah untuk mereka". Tangannya mengepal mendengar percakapan mereka.

"Dia merekam dengan jelas apa yang mereka bicarakan, dia tidak menutup pintu ruangan itu dan berdiri dekat pintu itu dan merekam percakapan mereka untuk menjadi bukti.

Sesampainya dirumah, dia langsung di brondong pertanyaan oleh sang istri tentang masalah itu.

"Bagaimana pak, bapak sudah ketemu kepala sekolah, benar anaknya yang melakukannya dan apakah dia tahu kelakuan anaknya itu?? tanyanya dnegan beruntun saat bertemu dengan suaminya itu.

"Ya ampun bu, satu-satu, banyak banget pertanyaannya". Pak desa menatap sang istri sambil menggelengkan kepalanya.

Bu desa yang ditegur oleh suaminya itu hanya menampilkan gigi putihnya dan cengengesan, dia sangat penasaran makanya seperti itu.

"Maaf pak, aku sangat penasaran".

"Iya bu, dan parahnya lagi mereka tahu kelakuan anaknya dan membiarkan kelakuan mereka, ibu tahu mereka bahkan menyuruh anaknya untuk sementara menghentikan kelakuan mereka karena mereka takut bapak semakin mencari tahu".

"Ya ampun, dasar gila, ada tenaga pendidik seperti itu dan parahnya ini kepala sekolah yang harusnya menjadi penegak aturan". Bu Rasmi menggelengkan kepalanya tidka menyangka.

"Itulah bu, dan aku dengar mereka mencari tahu siapa yang membocorkan kelakuan anak mereka kepada bapak, mereka akan memberikannya pelajaran, aku khawatir mereka akan menyerang Kanaya nantinya, tapi jika itu terjadi maka mereka akan kehilangan jabatannya". Geram kepala desa.

"Benar itu pak, mereka harus di tindak, mereka tidak boleh seenaknya seperti itu, selain merusak citra negara dengan kelakuan mereka, mereka juga akan mencoreng nama sekolah kebanggan desa kita".

"Bapak akan mencari bukti lainnya yang lebih kuat, jangan sampai mereka juga menyelewengkan dana bos untuk sekolah, kita harus mencari semua bukti, aku sungguh berterimakasih pada bu Husni karena memberitakan ini kepada kita".

"Iya pak, cari semua yang perlu ditindak, kita bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik dari mereka, sekolah desa kita harus bersih dari orang seperti itu".

Sedangkan kedua orang itu memanggil ketiga anak mereka, mereka harus tahu maslaah ini, jangan sampai mereka membuat masalah.

"Ada apa mommy memanggilku, aku sedang bersenang-senang membully anak miskin". Sungut Hana dengan kesal.

"Iya ini, ibu juga memanggilku padahal kami sedang seru-seru nya". Rana merengut kesal karena hiburannya dihentikan ditengah jalan.

"Kalian berhenti melakukan itu jika masih mau hidup enak". Kesal ibu Ningsih kepada anak semata wayangnya ini.

"Ada apa sih mommy, kok kalian berusaha panik seperti itu". Tanya Hana dengan penasaran.

"Kepala desa sudah tahu perbuatan kalian, dan mereka akan melaporkannya kedinas jika kau tak menghentikan perbuatan kalian, kau mau mommy dipecat dan jadi gembel, iya?? Tanyanya dengan kesal.

"Ih aku tak mau jadi gembel apalagi orang miskin, nda level banget". Ucapnya dengan jijik.

"Aku juga tidak mau bu". Ucap Rana dengan jijik.

"Kalau begitu dengar perkataan kami, kalian ini, setidaknya tunggulah sampai masalah ini berlalu baru kalian melakukannya lagi, untuk sekarang tahan dulu keinginan kalian, nanti kalau sudah lakukan saja, kami tidak akan menghalangi.

"Mereka ternyata mendukung perbuatan sang anak, itu sebabnya mereka keterlaluan seperti itu". Ucap Bu Husni merekam dan mem video kan percakapan mereka saat dirinya akan ke toilet sekolah Yang ada dekat ruang kepala sekolah.

Aku harus mengatakan dan mengirim ini kepada kepala desa untuk jadi bukti, mereka sudah keterlaluan menyalahgunakan jabatan mereka". Bu Husni mengepakkan tangannya dan menggelengkan kepalanya tanda tak menyangka.

Dia kembali ke kantin dan mengerjakan pekerjaannya yang tertunda, sambil menunggu anak-anak pulang sekolah.

Setelah sore hari, dirinya mampir ke rumah kepala desa mengantarkan Kanaya pulang sehabis bekerja dirumah makan, dan membicarakan tentang persoalan ini.

"Eh ada ibu Husni, masuk dulu". Ucap Bu Rasmi dengan ramah.

Dia sedang berjaga warung bersama Keenan dan sedang asyik bercanda gurau, mereka berhenti ketika melihat mobil bu Husni mendekat kearah mereka.

"Apa pak desa ada bu?? tanyanya dengan sopan.

"Suami saya sedang mengurus warga yang kecelakaan bu, dan dibawah kerumah sakit kota, beliau tadi mengumpulkan dana untuk berobat orangnya".

"Oh sayang sekali padahal aku ingin berbicara serius sengan beliau". Ucapnya dengan gelisah.

"Ada apa bu, ibu bisa menceritakannya pada saya, nanti saya sampaikan". Ucap Ibu Rasmi dengan senyuman.

"Ini masalah pem bully disekolah bu, ternyata, mereka tahu kelakuan anaknya, bahkan mereka setuju saja anak mereka melakukan hal itu".

"Iya bu, saya tahu hal itu, suami saya sedang mengumpulkan bukti, dia juga mencari tahu aliran dana bos disana, sapa tau mereka juga menyalahgunakannya".

"Ya ampun bisa-bisa mereka melakukan hal itu, bagaimana bisa??

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!