Kisah antara Diva dan Andra, Diva adalah gadis kecil yang manis dan menggemaskan tidak sengaja bertemu Andra, si pria tampan yang kaya raya. Tidak menyangka pertemuan tidak di duga membuat Andra menjadikan Diva sebagai anak angkatnya, namun apa jadinya setelah gadis kecil itu tumbuh dewasa. Akankah perasaan Andra si pria yang belum kunjung menikah berubah mencintai Diva. Jika takdir siapa yang tahu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Sismala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Sakit
▫Flashback
"Rel..bangun Rel," menikah menggenggam tangan Farrel dengan tangisan.
"Rel lo kenapa bisa gini.. hikkss..hikkss..!!" Monica mengguncang- guncang kan tubuh Farrel dengan keras. Namun tidak ada jawaban sama sekali melainkan isak tangis Monica dan Marina Mamah Farrel, Diva dan Lavanya hanya bisa menatap iba sepasang kekasih yang dalam keadaan tidak baik- baik saja.
"Tante yang sabar ya tante," Diva memeluk Mama Farrel.
"Iya hikkss.. hikkss.." Jadi Monica ini kekasih Farrel, tante kira kamu pacar FARREL.." Marina terisak dalam dekapan Diva tak sanggup melihat anaknya yang koma.
"Kita hanya sahabatan tante.." ucap Diva lirih.
15 MENIT KEMUDIAN..
"Om tante Diva pamit ya soalnya Diva mau ada pemotretan hari ini, " pamit Diva lembut mencium kedua pipi Marina kebiasaannya dari dulu sebelum berpamitan.
"Loh kamu model," tanya Marina heran.
"No tante Diva akan menikah.." jawab Diva dengan senyuman manisnya.
"Harus nya Farrel nikah sama kamu nak, tante sayang banget sama kamu." Ucap Marina sedih sementara Monica hanya menatap iri kedekatan Diva bersama kedua orang tua Farrel. Kenapa harus Diva yang di perlakukan istimewa kenapa tidak dia saja.
"Hahaha.. tante ini mana mungkin ih, kita itu tiap hari berantem. Dan tante uda punya bidadari cantik sekarang," Diva menunjuk Monica.
"Maksud kamu..?" Tanya Marina heran.
"Iya tante akan punya cucu, Monica ini wanita yang baik tante setiap di sekolah selalu merawat Farrel juga membawakan bekal." Ucap Diva lembut, Monica sampai merona di puji oleh Diva, ternyata Diva adalah perempuan yang baik dan menyenangkan tidak heran tante Marina menyukainya.
"Emm Lavanya tolong jagain Monica, jangan lupa beliin makan kalau uda jamnya,"
"Emm okay..thanks uda mau nganterin kita jawab Lavanya seadanya.
"Ah sudah biasa, Monica aku pamit kamu jangan terlalu memaksakan diri. Istirahatlah di sopa.." Ternyata Diva adalah gadis yang baik, Monica jadi merasa bersalah mempunyai sifat iri pada Diva. Bahkan kesehatannya pun diperhatikan oleh Diva, beruntungnya orang- orang di sekeliling Diva.
"Makasihh ya," Monica memeluk erat tubuh Diva.
"No problem kitakan sahabat," Ucap Diva menghapus air mata Monica. Diva melerai pelukannya dan berlalu menghampiri Papah Farrel.
"Om Akbar Diva pamit ya, Om jangan banyak beban Diva kapan- kapan ajak Daddy jenguk Farrel," Ucap Diva sedih melihat Akbar yang penampilannya jauh berbeda dari biasanya, sangat berantakan.
"Om sudah anggap Diva seperti anak Om sendiri, maksih ya sayang," Akbar memeluk tubuh Diva yang sudah ia anggap seperti anak sendiri.
"Iya Om.."
"Dhaa..semua..! " Diva melambaikan tangan meninggalkan rumah sakit menuju tempat pemotretan poto prewedding bersama supir pribadi.
Flashoff
______
Hotel
"Eyang.!! Daddy..!! ngapain coba pelukan gitu, ihh Daddy cium ketek Eyang..!! " Diva tertawa geli melihat pemandangan di pagi hari.
"Hhuuammm..! " Andra menguap dan ngucek- ngucek kedua matanya, sambil menunjang sisi kirinya.
"Gubraakkkk..!!" Seseorang terjatuh dari tempat tidur karna Andra tak sengaja menendang.
"Sontoloyo..!!! memang anak durhaka kamu Andra..!! " Teriak Setyo meringis, sepertinya pinggangnya encok karna terjatuh dari tempat tidur yang lumayan tinggi.
"Siapa suruh Papah tidur disini sudah tau Andra kalau tidur lasak..! " Jawab Andra cuek sambil merapikan rambutnya yang acak- acakan.
"Sayang mandi bareng yuk..! " ajak Andra manja memeluk Diva.
"Anak ini..!! " Setyo memiting kepala Andra karna kesal, sudah salah malah mau mesum di pagi hari bukankah menyebalkan.
"Arkkkhh...! Aduhh..! aduhh sakit ampun Pah..!!;" Teriak Andra sambil meringis lehernya terasa panas.
"Hahaha..rasain tuh abisnya mesum," ejek Diva sambil makan pisang coklat di atas meja kamar.
"Lo itu makan apa kamu?" Setyo menghentikan pitingannya pada Andra, sepertinya ada yang tidak beres ini batin Setyo.
"Tuh yang disana Diva makan..!" Tunjuk Diva.
"Lahh pisang Eyang sama Daddy..! " Spontan mata Setyo mendelik melihat isinya kosong tak bersisa.
"Hehehe habis..!!" Ucap Diva cengengesan tanpa dosa.
"Pisangnya habis Daddy beli jauh itu pagi tadi..!!" Andra ingin menangis sepertinya melihat sekotak penuh pisang coklat keju lumer habis, baru beberapa menit saja pisangnya habis tidak bersisa di buat Diva. Mati- matian pagi- pagi mencarinya di jauh tempat untuk sarapan.
"Uda Daddy mandi ayo kita ke Mall belanja..!" Diva mendorong tubuh Andra kedalam kamar mandi.
"Hiiiss.. sakit sayang bukannya di mandiin malah dijorokin di lantai kamar mandi..! " Gerutu Andra kesal.
"Udaa sana mandii..! " Teriak Diva dari kamar.
20 menit kemudian.
"Sayang..!! Ma, Pa kok sepi sih..!" batin Andra heran.
"Tut..tut.." telpon genggam Andra berdering.
"Hallo kamu dimana sayang kenapa sepi sih..?" Tanya Andra heran.
"Hehehe.. iya kami lagi di Mall abis Daddy lama kesini saja entar Diva kirim alamatnya..!" Jawab Diva dengan suara khasnya.
"Kenapa Daddy ditinggal, mobil Daddy mana..?" Tanya Andra kembali.
"Kami bawa Daddy, sorry.." tawa Diva, Setyo dan Santi pecah melihat kesengsaraan Andra.
"Terus Daddy naik apa kesana..! " Gerutu Andra kesal. Padahal baru 25 menit saja sudah di tinggal.
"Sudah kamu naik taksi saja..!" Pinta Setyo. Kontan mata Andra membulat yang benar saja Bos perusahaan turun pangkat naik taksi apa kata pegawainya nanti kalau bertemu di jalan, untung sayang.
Mall
"Daddy Diva mau boneka macan besar Daddy..! " Pinta Diva bergelanyut manja pada Andra dengan mata puppy eyesnya.
"Yaudah nanti kita beli sayang.." Jawab Andra lembut kalau hanya boneka bukan apa- apa, Andra pria kaya jadi tidak akan miskin meski membeli satu container boneka.
"Kalau beli coklat boleh..?! " Tanya Diva memeluk leher Andra.
"No Baby coklat dilarang..!" Larang Andra.
"Iss kan Diva mau coklat..!! " Rengek Diva kembali ingin menangis di Caferia. Bukankah menyebalkan batin Andra.
"Sayang jangan nangis ya,! " Setyo menepuk- nepuk punggung Diva dengan lembut, bisa malu dia kalau suara melengking cucunya terdengar disini.
"Coklat Eyang ..!" Rengek Diva.
"Andra beliin aja Diva, memangnya telinga kamu tahan dengerin suara cepreng Diva.," Pinta Setyo pada anaknya.
"Eyang ngatain suara Diva cepreng..!!" Diva menggebrak meja caferia karna kesal, sejak kapan suaranya cepreng sinis Diva dalam hati.
"Ekkhhh.. is Papa jangan gitu," Santi mencubit lengan Setyo.
"Sakitt..Ma..!! " Pekik Setyo, bisa- bisanya sekarang istrinya jadi tukang cubit kenapa gak tukang pijat saja.
"Makannya mulut ini di jaga uda tau cucunya sensitif terhadap perkataan..!!" Santi kembali mencubit mulut Setyo. Dari kejauhan Tomi yang tak jauh dari caferia melihat keberadaan Diva. Ia langsung tersenyum ternyata keadaan masih berpihak padanya.
Ia masih ingat soal les matematika bersama Diva dirumahnya tempo lalu, Yang benar saja video yang sudah susah payah ia dapatkan malah berganti menjadii video aneh, bukankah menyebalkan kalau berada di posisi Tomi.
👉Flasback
"Gara- gara Andra sialan, saya jadi gagal jadi kekasih Diva menyebalkan..!!" Tomi menggebrak meja dengan keras meluapkan semua emosinya.
"Untung saya masih punya videonya," Tomi langsung membuka galerinya namun seketika matanya terbelalak.
Video play💽
Pirate: Are you ready kids?
Kids: Eye, Eye, Captain!
Pirate: I can't hear you!
Kids: EYE, EYE CAPTAIN!
Pirate: Oooooooooooo, who lives in a pineapple under the sea?
Kids: Spongebob Squarepants!
Pirate: Absorbant and yellow and purous is he?
Kids: Spongebob Squarepants!
Pirate: If nautical nonsence be
Sialanya hari ini adalah kesialan Tomi videonya sudah berganti menjadi video Spongebob Squarepants.
Ini pasti kerjaan Diva batin Tomi, jangan- jangan Diva sudah menemukan kartu matinya sehingga menggantinya. Tomi sampai membanting ponselnya sangking kesalnya. Dia harus mencari cara lain agar Diva menjadi miliknya bahkan sampai maut menjemputnya pun Diva harus jadi miliknya.
👉Flashoff
Tomi menyeringai melihat keluarga kecil Diva, permainan di mulai little. Lihatlah tikus besarmu akan kalah dengan seorang raja sepertiku.Tomi berjalan menuju tempat 4 orang yang sedang bergelak- tawa karna lelucon yang tidak di ketahui Tomi di caferia mall.
"Hai Diva, nice too meet you." Sapa Tomi membelai pipi tembam Diva sedangkan Diva menatap Tomi bingung sambil mengerjapkan mata, Andra yang melihat keromantisan pria sok kenal itu langsung naik darah. Sementara Santi dan Setyo hanya menatap bingung pria tampan yang menatap Diva penuh cinta, apa itu kekasih Diva batin mereka.