NovelToon NovelToon
PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

Angkasa adalah CEO sukses yang sudah beristri. Rumah tangganya terlihat sempurna di mata semua orang.
‎
‎Tapi di balik kesempurnaannya, ia harus berjuang setiap hari.
‎
‎Dikelilingi oleh perempuan-perempuan yang menyayanginya dengan caranya masing-masing.
‎
‎Ada yang menyayanginya seperti seorang ibu, ada yang mencintainya dengan gairah, ada yang memujanya dengan ketulusan, dan ada yang menantangnya dengan kebencian yang berubah menjadi cinta.
‎
‎Godaan datang tanpa diduga. Di kantor, di rumah, bahkan di saat ia paling lengah.
‎
‎Mampukah Angkasa menjaga rumah tangganya tetap utuh?
‎Mampukah ia menghalau setiap godaan dan tetap menjadi suami yang setia?
‎Dan mampukah ia bersabar menunggu... sampai akhirnya ia dipanggil dengan sebutan "AYAH"?
‎
‎Karena menjadi CEO itu mudah.
‎Menjadi suami yang setia dan ayah yang dirindukan? Itu pertaruhan sesungguhnya.
‎
‎Siimak kisah lengkapnya, hanya di Noveltoon.
‎
‎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: KABUR

Sudah tiga hari Bintang mode perang dingin. Tidur di kamar tamu, makan dan berangkat kerja masing-masing.

“Tang, bareng?” sapa Angkasa saat pakaiannya sudah rapi akan berangkat ke kantor.

Bintang menggeleng.

“Di meja makan ada telor ceplok buat kamu. Biar makin kuat cuekin aku.” Ucap Angkasa lalu melengos pergi duluan.

Menurut Angkasa ia sudah sabar menunggu Bintang melunak. Keras sekali usaha Angkasa agar di kantor tidak nampak sedang perang dingin. Tetapi, tentu masih terlihat bagi seorang Jingga.

Dua hari setelah kena Maag akut Bintang tidak masuk kerja. Ia ijin sakit pada Jingga. Namun, pagi itu ia memutuskan untuk masuk ke kantor. Walau agak siang.

Pukul 10 pagi. Mejanya dan meja Jingga kosong.

Di dalam ruangan Angkasa.

Jingga masuk dengan beberapa dokumen yang harus Angkasa teliti.

“Kok banyak?”  tanya Angkasa.

“Iya lumayan, belum di periksa semua.” Jawab Jingga akan meletakan di atas mejanya.

“Stop. Di situ saja. Bantu aku memilih skala prioritasnya dulu, Jing.” Pinta Angkasa. Sehingga tumpukan dokumen itu mendarat di meja sofa. Keduanya pun tenggelam dalam pekerjaan.

“Bintang sakit apa?” di sela mereka bekerja, Jingga tentu kepo dengan bosnya yang sudah dua hari tidak masuk.

“Kena maag.” Jawab Angkasa tidak melepas fokusnya dari dokumen di tangannya.

“Lu yakin dia sakit maag?”

“Iya, kami sudah ke dokter.” Jawab Angkasa datar.

“Lu udah jujur sama Bintang?” tanya Jingga lagi.

Angkasa menggeleng.

Kepala Jingga terangkat, melihat respon Angkasa.

“Lu kenapa nunda waktu. Sakit maag itu pemicunya stress, Kassa!”

“Aku udah coba, mau bicara. Tapi dia gak mau denger.”

"Baru mau bicara"

"Artinya belum." Simpul Jingga terdengar kesal."

"Belum aku bicara, dia sudah tidak mau dengar." Jawab Angkasa masih terlihat sibuk meneliti dokumen.

“”Kapan?”

“Kemarin lusa. Setelah ku jemput dari rumah mertuaku.”

“Rumah mertua? Bintang pergi ke rumah orang tuanya?” ulang Jingga lagi.

“Iya, sebelumnya dia mendapati aku sedang bermain dengan Damar di warung Bumi.” Akhirnya Angkasa melepas dokumen dari tangannya. Lalu menyandarkan tubuhnya seperti orang frustasi.

“Kassa, lu parah sih.” Jingga juga sudah tidak memegang dokumen. Dia berdiri mendekat dan berkacak pinggang menghadap Angkasa.

Tepat.

Bersamaan dengan itu, Bintang masukk setelah mengetuk sebentar pintu ruangan Angkasa.

Bintang tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.

Yang tertangkap matanya.

Angkasa bersandar di sofa dan Jingga berdiri tak jauh, bahkan berkacak pinggang. Posisi yang cukup dekat dan berani untuk ukuran pegawai baru yang selama ini terlihat hormat pada Angkasa.

“Wah … kalian lagi bahas apa?” tanya Bintang merasa aneh. Dokumen memang sedang banyak di meja sofa itu. Tetapi dia tidak melihat jika kedua orang itu sedang bekerja.

“Oh … tidak bu. Kami hanya sedang berselisih pendapat dengan isi beberapa dokumen ini.” Jawab Jingga. Sedangkan Angkasa sudah buru-buru berdiri. Baginya Bintang ke ruangannya Bagai Oasis. Karena di rumah ia bahkan tidak menampakan dirinya.

"Tang..."

“Eh, Pak Dirut. Saya mau info akan ke Sidoarjo. Ada masalah di sana. Permisi, silahkan di lanjutkan.” Ujarnya berbalik akan meninggalkan ruangan Angkasa.

“Tang, aku gak ijinkan kamu pergi.” Angkasa tidak peduli ada Jingga di dalam ruangannya. Pinggang Bintang sudah di rengkuhnya dari belakang. Bintang kini dalam pelukannya.

“Aku tidak meminta ijinmu, tadi hanya pemberitahuan.” Tegas Bintang berusaha melepas pelukan Angkasa.

“Aku ikut.” Tegas Angkasa makin mengerat pelukannya.

“Aku Bintang, yang apa-apa bisa sendiri. Bukan Bumi dan Damar yang selalu butuh kamu.” Bintang menginjak kaki Angkasa lalu berhasil kabur.

“Tang.” Teriak Angkasa.

“Stt … ini di kantor!” Bintang berbalik lalu menghardik Angkasa yang langsung terdiam. Juga menahan sakit kaki setelah kena hak Sepatu Bintang.

Sedapat mungkin Angkasa mengejar Bintang, tetapi langkan Bintang lebih cepat dari Angkasa. Kini tubuh itu hilang di balik kotak berjalan yang akan mengantarnya ke lantai dasar.

“Maaf, ijin menyampaikan bu. Pak Devan sudah 5 hari tidak turun bekerja. Kami tidak mendapat pesan arahan pekerjaan lagi.” Itu isi pesan teks yang masuk pada ponsel Bintang dari salah satu pekerja di Gudang yang di kepalai oleh Devan.

Bersambung …

Siapa yang setuju Bintang kabur lama aia?

1
Eka Burjo
oke lanjut nyak 👍
Eka Burjo
belum🤭
bunda n3
Bintang aku saranin ya, kamu jngan curhat sama jingga, nanti jingga bisa waspada
@alfaton🤴
nah mulai kan .....jangan sampai bintang curiga loh.......karena bintang itu peka sekali Sa
@alfaton🤴
tak bisikin kamu Tang .......masih ada perempuan lain dikehidupan Angkasa Tang cuman belum terungkap 😁🫣
@alfaton🤴
kalau pisah karena yang lain gimana /CoolGuy//CoolGuy/
@alfaton🤴
sabar ya Tang .....kamu harus sehat dulu..... selanjutnya terserah kamu deh Tang......pergi menjauh dari Angkasa juga boleh......biar tau rasanya jauh darimu Tang......aku juga pingin getok tuh pala angkasa /CoolGuy/
Aryati Ningsih
kenapa Bintang gak nanya ..siapa Sigit itu dan apa keperluannya ke kantor sampai ketemu Mentari 🤣
Eka Burjo
makin penasaran gimana reaksi Bintang jika tau masalah Jingga dan Angkasa 🤭
@alfaton🤴: kayaknya hancur lebur Bintang......selama ini selalu berbagi cerita dengan jingga.....
total 1 replies
🌼EmeLBy🌼
Tenang..minggu ini akan terbongkar sekaliagus karya ini akan segera tamat🤭
Eka Burjo
sekarang tersisa Jingga, bagaimana kelanjutan kasusnya. oke lanjut Nyak 👍
bunda n3
filling seorang istri emang kuat, yg bikin Bintang ganjal adalah jingga, angkasa masih blm jujur soal jingga
bunda n3
Betul kata mentari, lagian susah banget ngelepas Hendro, jangan sampai Mentari lagi nanti jadi korban
bunda n3
Bintang pemaaf banget😍
bunda n3
siap siap aja soal jingga terkuak
Eka Burjo
terimakasih update nya Nyak, oke lanjut 👍
Eka Burjo
setuju' eh🤭
@alfaton🤴
ini baru mentari Tang .....masih ada lagi rintangan mu......jingga......asistenmu..... kepercayaan mu......tempat curhat mu.......siapa yang akan membuka tabir jingga pada bintang...... Sigit kah......Heru kah ..... mentari kah.....bumi.....atau kamu sendiri angkasa......yang sabar ya Tang punya siau macem angkasa bahagia kah.....
@alfaton🤴
good bik Asih......biar bintang juga tau......jangan kayak angkasa ceritanya sepotong sepotong kayak es potong kan jadi ga jelas akhirnya salah paham kan😅😅😅😅
@alfaton🤴
kasih pelajaran buat tari biar bisa membedakan mana yang baik benar dan tidak.......yang halal dan tidak....biar bisa menghormati dan menghargai kebaikan orang lain tau batasan 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!