NovelToon NovelToon
Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Nikahkontrak / Penikahan Kontrak / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sokhibah El-Jannata

Emosi pada wanita yang hampir melenyapkan nyawa adik sepupunya dalam insiden kecelakkaan membuat Ardani Rahardian Wijaya melakukan hal nekat menyekap Rakhayla Emely pradikta di sebuah rumah di desa terpencil. Warga desa menggrebek keduanya dan meminta mereka menikah.

Lalu bagaimana nasib pernikahan Rakhayla Emely Pradikta dengan Ardani Rahardian Wijaya tersebut nantinya, jika sebenarnya Emely sudah menentukan tanggal pernikahan dengan kekasihnya? Sedangkan Ardani juga sudah dijodohkan dengan wanita lain?

"Cintai aku, Lupakan dia!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sokhibah El-Jannata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CALD. Apartemen

Di depan apartemen, Vino menghentikan mobilnya menatap ke arah Emely yang kini menatap dirinya dengan tenang.

"Kau benar-benar tidak mau pulang ke rumah?" tanya Vino pada Emely.

"Ya, aku di apartemen saja. Aku tidak mau membuat mama hawatir Kak," ucap Emely.

"Bukankah dengan kamu disini malah membuat mama hawatir?" tanya Vino. Emely menggeleng pelan.

"Mama pasti akan hawatir bila aku pulang dan membawa kabar yang tidak enak. Jangan membicarakan hal ini pada mama Kak," ucap Emely kemudian keluar dari mobil Vino.

Vino menghela napas panjang, sebenarnya tidak tega meninggalkan Emely. Akan tetapi dirinya hanya bisa menerima keputusan adiknya.

Dengan tenang wanita cantik itu berjalan ke arah apartemennya. Semenjak SMA dia memutuskan untuk mandiri. Bahkan Emely bukan anak manja seperti kebanyakan wanita lainya. Emely menerawang jauh, pikiranya melayang memikirkan kejadian ketika dirinya masih duduk di bangku kelas satu SMP.

"Dasar anak manja, anak mama, anak cengeng. Sudah besar juga masih aja ngadu, udah besar juga masih nangis. Emang sampai kapan akan begitu? Mau sampe kuliah?" teriak seorang siswa kelas tiga SMP yang berada satu yayasan dengan Emely itu. Saat itu, lelaki itu mengambil dengan paksa tas Emely.

Mungkin dia kesal dan marah pada Emely karna Emely mengadukan pada gurunya beberapa kali. Sehingga anak itu di tegur dan di beri hukuman.

"Hu...." teriak siswi lainya ikut menyoraki Emwly.

Tak lama dari itu, teman lainya mengambil kotak makan yang berada di tas kemudian membuangnya. Membuat Emely sangat benci pada dua manusia yang berhati iblis itu.

Sejak saat itu, Emely memutuskan untuk menunjukan pada dunia jika dia bisa mandiri. Dia tidak cengeng, dia tidak manja dan juga bukan anak mama.

Emely mengepalkan tangannya, wajah kakak kelas yang saat itu mencacinya masih jelas diingatannya. Akan tetapi, mungkin saat ini sudah berubah. Bahkan, bila diijinkan bertemu dengan lelaki songong itu, dia ingin mengomeli dan membalas caciannya dulu.

Emely menapaki anak tangga menuju ke apartemennya. Hampir saja dirinya menekan tombol lift, akan tetapi seseorang menyerobot dahulu.

"Maaf Nona, aku lebih membutuhkan dahulu. Mari ikut masuk bersama bila anda juga ingin cepat sampai," ucap wanita yang saat ini tengah memapah seorang lelaki yang sepertinya tengah mabuk itu.

Emely menghela napas panjang, menatap ke arah wanita yang masuk ke dalam life itu. Emely melihat kedekatan mereka, sangat dekat. Bahkan tangan lelaki mabok itu merangkul pinggang si wanita. Emely yang tadinya mau barengan mengurungkan niatnya.

Ets, seperti tidak asing wajah wanita itu. Siapa dia? Emely yang masih diluar ingin masuk, rasa penasaran bergelayut di otaknya. Akan tetapi pintu lift sudah tertutup rapat.

"****," umpatnya. Emely menghela napas panjang. Siapa wanita tadi? Emeli berpikir keras, pikirannya melayang jauh hingga pada saatnya dia menemukan memori di otaknya. Memikirkan kejadian sehari yang lalu.

"Aku butuh alamat itu sekarang juga, Nona! Kau tau, atasanmu sangat menjengkelkan. Aku ada urusan dengannya dan tidak ada urusan dengan Anda. Kasih alamat sekarang juga, atau aku akan membuat kegaduhan di sini?" sentaknya.

Wanita yang menampakan nama Ganesa di papan identitasnya itu menghela napas panjang. Setelah lama berdebat. Pada akhirnya wanita itu mau memberikan alamat padanya meski dengan wajah yang menjengkelkan.

Emely memejamkan matanya, Wanita itu? Lelaki itu? Apa lelaki itu lelaki yang tadi berdebat dengannya? Kakak dari korban tabraknya? Baju yang dipakai lelaki itu maaih terekan jelas, meskipun tak menampakan wajahnya.

Apa mereka pasangan? Emely menghela napas panjang. Apa dirinya bertetangga dengan kedua orang itu? Hais, apa salah satu mereka tinggal disini? Lelaki macam apa dia? Kemarin batal nikah dan sekarang malah bersama perempuan lain? Emely mengepalkan tangannya.

"Dasar, buaya," lirihnya.

❤❤❤❤❤

1
Khairul Azam
gampang amat, aduh aduh sekarng penulis makin aneh aja klo bikin cerita
anikbunda lala
wauuuuu 4 kg
anikbunda lala
bangga po perih hatimu Fa ...jangan muna thor
anikbunda lala
ngapain nggak sekalian dititipkan surat yg untuk dani jika tdk pengin ketemu sama dani dasar cewek aneh
anikbunda lala
kemauan baby
anikbunda lala
sokor ...anak kyai kok kayak gitu
anikbunda lala
we la dalah ...dunia novel sedaun kelor memang
anikbunda lala
gengsi aja digedein
anikbunda lala
joss papanya Emely
anikbunda lala
papa hendra thor
anikbunda lala
ya gak pa2 kan sudah sah statusnya secara agama Em
anikbunda lala
edan kabeh iki
Narti Gendeng
Keren pkokne ceritanee
Arsyilla Maroon
ampun Gusti /Facepalm//Facepalm/
Arsyilla Maroon
heeh kau daniii
Arsyilla Maroon
tenang Dani itu calon istrimu🤭
Sya' adah
Bismillah...kak musuh dalam selimut kapan di publish..di tunggu kak...
Makassar Botlem
apa ini ulah kknya ... si vino
Lilik Juhariah
oalaaah salah alamat wakaau
Lilik Juhariah
cantik banget Emily seputih pualam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!