Kenapa harus Maya..?
Kenapa kita harus mencintai wanita yang sama..?
Melihat dan mendengar sendiri Agam seorang yang sudah ia anggap sebagai abangnya sendiri, seorang yang juga berjasa dalam hidupnya menolongnya dalam kesusahan, menyatakan cinta pada kekasihnya.
Akankah Aris mengalah dan merelakan gadis pujaan hatinya utuk Agam atau memilih bersaing memperjuangkan cintanya pada gadis itu?
"Yukk ikuti kisah mereka...!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyan PP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Gadis Cantik Berpakaian Pelayan
Sepasang kekasih yang tengah saling merindukan satu sama lain itu, kini tengah mencoba mengobati rasa rindunya lewat vidio call- an.
"Lagi apa sayang " tanya Aris pada Maya.
"Lagi merindukanmu" jawab Maya seraya tersenyum malu - malu lalu menutup wajahnya dengan bantal.
Diseberang sana Aris tersenyum mendengar jawaban dari Maya. Aris sangat gemes melihat tingkah kekasihnya itu. Kalau saja saat ini Aris tengah berada didekatnya sudah pasti Aris akan langsung menghujani Maya dengan ciuman saking gemesnya.
"Eh.. jangan ditutup mukanya nggak kelihatan sayang, cepat singkirkan bantal itu ",dan Maya pun melakukan yang Aris minta.
"Nah gitu dong", ucapnya setelah muka Maya tampak dilayar hpnya.
"Udah berani gombal yah sekarang... mentang - mentang lagi jauh, awas aja ya ntar kalo ketemu", ancam Aris
"Emangnya mau diapain kak" tanya Maya seakan menantang.
"Ada dehh pokoknya lihat aja ntar", Maya mencebik mendengar jawaban Aris.
"Kak udah dulu ya, satu jam lagi aku ada jadwal kuliah mau siap - siap ini".
"Ya udah belajar yang semangat ya.. biar disayang pacar hahah",
Hati - hati dijalan jangan sampai ketabrak mobil lagi ya", goda Aris.
Maya mendelik lagi - lagi Aris selalu mengungkit kejadian itu membuat Maya kesal kalau diingatkan lagi dengan kejadian itu, tapi rasa malunya jauh lebih besar dari pada kesalnya pada Aris. Gara- gara insiden pura- pura pingsan yang ketahuan Aris.
"Biarin, siapa tau yang nabrak aku orangnya tampan trus nanti aku jadiin pacar deh", balas Maya tak kalah nyeselin.
"Ehh ngomong apa barusan awas aja ya kalau beneran, bakal aku...."
Tut .. tut... ! belum sempat Aris menyelesaikan kalimatnya, panggilan sudah terputus. Maya memutuskan panggilan secara sepihak membuat Aris tersenyum dan geleng - geleng kepala, Maya memang selalu bisa membuat Aris tersenyum dengan tingkahnya.
***
Siang selepas mata kuliah Maya selesai Maya melajukan sepeda motor menuju restoran menyusul ayahnya.
Seperti biasa begitu datang Maya langsung masuk keruang pribadi Dani dan mengganti pakaianannya dengan pakaian yang sama dengan karyawan resto. Setelah selesai berganti pakaian dan mengikat rambutnya tinggi - tinggi Maya keluar langsung ikut melayani tamu- tamu.
Siang ini Agam ingin makan siang dengan suasana lain. Jika biasanya ia cukup makan diruang kerjanya dengan menyuruh Aris atau Dedi untuk memesankan makan tapi kali ini ia merasa bosan dan pingin makan diluar saja.
Agam memilih restoran yang terdekat dengan kantornya dan disinilah Agam berada duduk seorang diri.
Agam melihat pelayan yang tengah kesana sini sibuk melayani, pengunjung tampak penuh kerena pas jam istirahat.
Baru ia tahu ternyata sebagian yang makan disitu adalah karyawan kantornya sendiri. Sejak awal dirinya duduk tadi banyak karyawannya yang menyapa dan mengangguk hormat kepadanya begitu melintas didekatnya.
Agam duduk sendiri dengan tenang memperhatikan sekeliling ruangan, tiba - tiba pandangan Agam berpusat pada seorang gadis cantik yang mengenakan pakaian pelayan. Gadis itu tampak paling muda diantara semua karyawati disitu.
Agam tersenyum memperhatikan gadis itu yang begitu lincah dan luwes melayani pelanggan. Saat gadis itu melintas didepannya Agam langsung melambaikan tangannya memanggilnya.
"Selamat siang pak", sapa Maya ramah. Ya pelayan itu adalah Maya sekaligus anak pemilik resto.
"Silahkan mau pesan menu apa" tanyanya lagi.
"Yang spesial disini apa" Agam balik bertanya. Maya menyebutkan beberapa menu yang menjadi favorit diresto tersebut.
Agam terus memperhatikan Maya yang tengah berbicara tanpa spasi membuat Agam tersenyum senang ia merasa lucu melihat bibir mungil Maya yang bergerak naik turun dengan begitu cepat dan tanpa keseleo.
"Pak, jadi bapak mau pesan menu apa tanya Maya karena Agam hanya diam setelah Maya selesai mengucapkan daftar menu tadi.
"Yang tadi kamu sebutkan" jawab Agam.
"Hah.. Maya melongo tidak percaya pasalnya Agam hanya duduk seorang diri tapi memesan menu sebanyak itu.
"Yang saya sebutkan tadi ada dua belas macam pak", terang Maya menjelaskan seakan meyakinkan lagi ucapan Agam. Siapa tahu Agam tadi tidak mendengarkan Maya bicara.
"Ya saya pesan semuanya",
"Hah.. sekali lagi Maya melongo apa dirinya tidak salah dengar pria didepannya ini memesan menu sebanyak itu untuk dirinya sendiri.
Agam tersenyum melihat muka kaget Maya.
"Ba baiklah pak ", jawab Maya sedikit terbata karena masih kaget tidak menyangka pria itu akan makan sebanyak itu seorang diri lagi, hanya membayangkan saja membuat Maya bergidik ngeri. Maya memperhatikan muka Agam dengan seksama tampan si tampan tapi kalau makannya seperti gorila bikin hiii.... ngeri.
"Mohon tunggu sebentar", Agam mengangguk, setelah mengatakan kalimat itu Maya langsung pergi dari hadapan Agam.
Setelah menunggu beberapa saat dan semua menu pesanannya sudah terhidang memenuhi meja di depannya. Agam kembali mengedarkan pandangnnya mencari - cari Maya tapi tidak menemukannya.
"Mbak, dimana perempuan yang tadi melayani saya", Agam menanyakan pada pelayan wanita yang melintas didepannya.
Wanita itu menghentikan langkahnya kemudian mendekati Agam.
"Mohon maaf apakah ada kesalahan dari pelayan itu atau bapak ingin menambah menu lagi", tanyanya ramah.
"Ah tidak ada, terima kasih.. siapa namanya gadis tadi",
"Oh namanya Maya pak dia bukan pelayan sebnarnya tapi anak pemilik resto ini pak ,kalau tidak ada yang bapak perlukan lagi saya permisi pak", membungkuk hormat pada Agam.
"Baiklah, silahkan.
"Maya.. ", Agam bergumam menyebut nama gadis tadi.
DN TDK SUKA DGN KETIGA TOKOH CERITA NOVEL INI... TRUTAMA DGN TOKOH MAYA, PALING BENCI DGN MAYA...
BAB TERAKHIR MAYA MSH BRSALAH DGN KMATIAN AGAM,,
DAN HUBUNGAN NYA DGN ARIS JUGA GK JELAS KLANJUTANNYA..