NovelToon NovelToon
Anomali Sang Pewaris

Anomali Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Sci-Fi
Popularitas:167
Nilai: 5
Nama Author: Rjm10

Sebagai pewaris klan bangsawan sihir terkuat, Kaelen justru membangkitkan kekuatan Anomali berupa energi penelan magis. Dianggap sebagai aib dan dikhianati keluarganya sendiri, ia dilucuti dari gelarnya dan dibuang ke distrik kumuh tanpa hukum. Saat berjuang bertahan hidup dari kejaran pembunuh bayaran, Kaelen menemukan fakta bahwa "kutukannya" adalah satu-satunya senjata rahasia untuk melawan ancaman kuno yang mengintai kekaisaran.
Kini, Kaelen harus memilih: membiarkan kekaisaran hancur demi balas dendam, atau menggunakan kutukannya untuk merebut kembali takhtanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rjm10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Hari Menuju Kehancuran

Keheningan yang pekat menyelimuti sisa-sisa ruangan klinik yang setengah hancur itu. Pernyataan Kaelen menggantung di udara, berbenturan dengan bau asap dan darah yang masih menggenang.

Dokter Silas adalah orang pertama yang memecah kesunyian itu. Pria tua itu tidak membalas dengan kekaguman, melainkan dengan tawa parau yang berujung pada batuk keras. Ia menggeleng pelan, mengusap debu dari kacamata pembesarnya.

"Meruntuhkan Adiwangsa?" Silas mendengus, menatap Kaelen seolah pemuda itu baru saja kehilangan akal sehatnya. "Nak, jangankan meruntuhkan klan penyihir terkuat dalam sejarah kekaisaran. Untuk berjalan keluar dari pintu yang jebol itu saja kau masih butuh tongkat. Tolong bedakan antara ambisi dan halusinasi akibat kelebihan mana."

Lyra, di sisi lain, tidak tertawa. Gadis itu menyilangkan tangan di depan dada, menatap Kaelen dengan sorot mata menilai yang tajam. "Aku suka orang gila," ucapnya santai, "karena orang gila biasanya berani membayar mahal. Tapi Silas benar, Tuan Muda. Kau punya batas waktu tiga hari sebelum energi di dadamu itu meledakkan jantungmu sendiri. Balas dendammu butuh tubuh yang hidup."

Kaelen menunduk, menatap telapak tangannya yang masih bergetar halus. Ia bisa merasakannya. Sebuah denyut tidak wajar di kedalaman dadanya, layaknya bom waktu yang berdetak. "Lalu bagaimana cara menghentikannya, Dokter? Kau menyebutku seorang Null. Pasti ada preseden sejarah atau catatan medis tentang anomali ini."

Silas menghela napas panjang, mulai memunguti peralatan bedahnya dan memasukkannya ke dalam tas kulit usang. Ia tahu mereka tidak bisa berlama-lama di sini; pemburu bayaran klan pasti akan segera mengirim bala bantuan.

"Inti jiwamu seperti perut kosong yang terus-menerus kelaparan," jelas Silas seraya mengunci tasnya. "Saat kau menyerap mana dari luar, tubuhmu tidak tahu cara memprosesnya. Energi itu menumpuk, bergesekan, dan akhirnya akan merobek wadahnya—yaitu tubuh fisikmu. Kau butuh sebuah Jangkar Mana. Sebuah artefak penyaring yang bisa ditanamkan ke dalam titik nadimu untuk menstabilkan dan membuang kelebihan energi itu sebelum ia membunuhmu."

"Di mana kita bisa mendapatkan Jangkar Mana itu?" Kaelen langsung menuntut jawaban, menolak membuang waktu dengan keputusasaan.

Lyra dan Silas saling berpandangan sejenak, sebuah isyarat tanpa kata yang memancarkan keraguan.

"Di Sektor Empat ini, hanya ada satu orang yang mengoleksi artefak sihir tingkat tinggi dari dunia atas," jawab Lyra, nada suaranya berubah menjadi jauh lebih serius dari biasanya. "Bos Rexor. Penguasa pasar gelap dan arena pertarungan bawah tanah. Masalahnya, Rexor bukanlah tipe orang yang suka berbagi, apalagi beramal. Dia memeras setiap tetes darah dari barang-barangnya."

"Bawa aku padanya," perintah Kaelen, menyibakkan selimut medis dan memaksakan diri untuk berdiri. Rasa ngilu yang luar biasa menjalar dari tulang rusuknya, namun ia menelannya mentah-mentah. "Aku akan memberinya penawaran yang tidak bisa dia tolak."

Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, ketiga orang itu telah meninggalkan klinik yang kini hanya tinggal puing berasap. Silas memutuskan ikut, menyadari bahwa tertinggal di sana hanya akan membuatnya menjadi sasaran interogasi mematikan dari klan Adiwangsa.

Mereka menyusuri labirin gang-gang gelap Distrik Bawah. Semakin jauh mereka berjalan, pemandangan menjadi semakin brutal. Cahaya lampu neon digantikan oleh obor-obor minyak mentah. Asap pabrik penyulingan membuat udara terasa berat dan mengiris paru-paru. Di sepanjang jalan, puluhan pasang mata lapar menatap dari balik bayang-bayang, menilai apakah Kaelen dan kelompoknya layak dijadikan mangsa. Namun, melihat Lyra yang berjalan di depan dengan tangan bersiap di gagang pistol pelumpuhnya, para predator jalanan itu memilih mundur.

Akhirnya, mereka tiba di depan sebuah gerbang besi raksasa yang dijaga oleh dua pria berbadan separuh mesin. Suara sorakan penonton dan benturan logam terdengar samar dari balik dinding beton tebal. Ini adalah The Pit—kasino sekaligus arena gladiator mematikan tempat Bos Rexor berkuasa.

Lyra melemparkan sekeping koin perak berukir tengkorak kepada salah satu penjaga. Pintu berderak terbuka, memperlihatkan lorong panjang yang berujung pada balkon VIP di atas arena pertarungan yang terang benderang.

Di balkon itu, duduk santai di atas sofa beludru merah yang kontras dengan kekumuhan sekitarnya, adalah Rexor. Pria itu bertubuh masif, dengan bekas luka bakar di sekujur rahangnya dan sebuah kalung emas tebal yang melingkari leher bantengnya.

Namun, bukan Rexor yang membuat langkah Kaelen terhenti kaku.

Di lantai balkon, berlutut dengan tangan terantai dan wajah babak belur, adalah salah satu ksatria Ignis dari klan Adiwangsa—orang yang sama yang kemarin malam mencoba mengeksekusinya di Aula Kebangkitan.

Rexor memutar gelas anggurnya yang berwarna merah pekat, menatap Kaelen dengan seringai predator yang menemukan mangsa utamanya.

"Kudengar," suara bariton Rexor bergema, mengalahkan riuh rendah penonton di arena bawah, "ada seorang bangsawan terbuang yang membuat keributan di wilayahku. Dan lihatlah, dia datang mengantarkan nyawanya sendiri padaku."

1
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
hai outhor salam kenal . mau masuk grup ku gak saling support
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: ayo saling folow
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!