NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kedua Majikan

Menjadi Istri Kedua Majikan

Status: tamat
Genre:Romantis / Orang Disabilitas / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: ritasilvia

Diusianya yang relatif muda, Bunga. harus dihadapkan pada pernikahan dengan sang majikannya yang lumpuh, atas permintaan dari istri pertama nya Bella. yang lebih memilih sibuk dengan dirinya sendiri dan Dunia modeling yang selama ini dia gelutinya.

Arya CEO Tampan Itu hanya bisa pasrah, ketika diminta untuk menikahi Bunga. yang selama ini begitu tulus merawat dan memberikan kasih sayang pada putra satu-satunya Cecilio.

Seiring berjalannya waktu, akankah cinta tumbuh diantara mereka? setelah Arya sembuh. mampukah penyesalan Bella untuk kembali merebut cinta Arya yang dulunya begitu besar kini sudah hilang. tergantikan dengan sosok Bunga yang jauh lebih muda, cantik dan enerjik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Bella

Senyum manis tidak pernah lepas dari bibir Bella, saat sesi tanya jawab dalam acara rumpi-rumpi pagi yang mengundang dirinya, sebagai bintang tamu yang diselenggarakan di salah satu stasiun televisi swasta terkemuka.

Bella juga menceritakan bagaimana kehidupan Rumah tangga nya yang bahagia dan harmonis, serta cerita Bella, tentang kesembuhan suaminya Arya yang sudah bisa berjalan normal kembali.

Bella tidak menyinggung tentang keberadaan Bunga, namun dia bercerita bagaimana sabar dan kuatnya Bella, dalam merawat dan memotivasi suaminya untuk kembali bersemangat untuk fisioterapi dan menjalani pengobatan, sehingga Bella langsung mendapatkan pujian dari para penggemarnya. yang tidak mengetahui bagaimana kehidupan Bella yang sesungguhnya.

Sebelum acara rumpi-rumpi pagi itu ditutup oleh host, Bella juga menyampaikan tentang rencana acara ulang tahun putra kesayangannya Cecilio, yang akan diadakan disebuah hotel berbintang dengan mengundang teman-teman Cecilio dan teman sosialita dan kolega bisnis sang suami.

"Wah..., pasti acaranya sangat mewah dan spektakuler sekali mbak." ucap mereka takjub.

"Tentunya, karena aku ingin membuat Cecilio bahagia dengan hari jadinya. termasuk sebagai ungkapan rasa sayangku yang dulunya banyak waktu yang terbuang karena kesibukan ku serta mengurus mas Arya sekaligus, sehingga aku ingin menebus kesalahanku sekarang." jawab Bella bangga.

Setelah acara selesai, Bella pun langsung memerintahkan sopir pribadi nya, untuk segera mengantarkan nya keperusahaan Arya. dia ingin meminta persetujuan dari suaminya, tentang rencana besarnya yang akan mengadakan ulang tahun Cecilio secara besar- besaran.

Sebelum memasuki ruangan suaminya, Bella berhenti sesaat. sambil memperbaiki penampilan nya. Bella ingin Arya bertambah cinta dan menyayangi nya, sehingga tidak ada tempat untuk Bunga lagi dihati Arya nantinya.

Ceklek... Bella membuka pintu otomatis, yang sudah tertempel cap jarinya. dengan senyum merekah, namun semua seketika luntur seiring dengan rasa kaget dan air mata nya yang membanjiri, melihat pasangan yang tengah bermesraan dihadapannya.

Langkah Bella mundur beberapa langkah kebelakang, menyaksikan jika laki-laki yang sangat dicintainya, tengah bermesraan dengan istri mudanya Bunga. dalam pangkuan Arya yang tengah dimabuk cinta. posisi itu, yang dulunya tempat Bella dan Arya yang sering bercinta ditengah-tengah kesibukan mereka berdua.

"Bella."

Arya terlihat santai, sambil menurunkan perlahan Bunga dari pangkuan nya. tidak ada sedikit pun rasa bersalah yang terpancar dari wajah tampan nya. hanya Bunga yang mundur dan bersembunyi dipunggung Arya.

"Apaan ini semua mas, kalian bermesraan tanpa melihat situasi dan tempat keberadaan lagi. Mas kamu sudah dibutakan oleh cinta Bunga. aku tidak rela mas.... tidak rela hu...hu..." Bella maju beberapa langkah, dia ingin menjambak rambut panjang bergelombang Bunga.

Melihat gelagat buruk dari Bella, Arya langsung pasang badan. dia melindungi Bunga dengan pelukan tangan kekarnya.

"Cukup, hentikan Bella." bentak Arya yang hampir kehilangan kendali.

"Mas Arya, kamu sekarang sudah berubah mas. semenjak kedatangan wanita ini dalam kehidupan kita. bahkan sekarang kamu sudah membentakkku mas...hu...hu..." Tangis Bella pecah.

"Maaf Bella, bukan maksud ku untuk membentakkmu. tapi kamu sudah kelewatan dan menyalahkan Bunga, tanpa ingat kesalahan mu sendiri Bella. bahkan kamu lupa dengan sikap dan ucapan mu sendiri yang membawa bunga masuk dalam kehidupan kita." ucap Arya melunak.

Bella akirnya terdiam, dengan air mata yang terus mengalir.

"Maafkan Bunga mbak."

"Diam kamu." bentak Bella yang menatap tajam ke arah Bunga, yang seketika membuat gadis itu menundukkan kepalanya.

Bella seketika kembali memainkan akal licik nya, namun dia harus bersabar untuk menghadapi Arya. agar usahanya itu tidak diketahui dan digagalkan oleh Arya nantinya.

"Mas, maafkan aku. aku berjanji bakal berusaha untuk benar-benar berubah dan menerima Bunga." ucap Bella dan langsung menghambur kepelukan Arya.

"Ada apa? kamu datang kekantor mendadak begini?"

"Mas lihatlah secara televisi ini dulu."

Bella menghidupkan televisi berukuran besar yang terdapat ditengah-tengah ruangan kerja Arya.

Arya menarik tangan Bunga agar ikut duduk disebelah nya, dan Arya duduk ditengah-tengah diapun oleh dua wanita cantik yang sama-sama menyandang status istri nya.

Nampak Bella begitu bahagia dan tersenyum, ketika menjawab dan tampil di acara rumpi-rumpi pagi tersebut, serta ungkapan kebahagiaan atas kesembuhan suaminya dan pencapaian karir nya sebagai model dan ibu Rumah tangga.

Arya melonggos kesal, tentang Ucapan Bella yang tidak ada kebenaran nya sama sekali, bahkan Bella lebih sibuk dengan karir dan dirinya sendiri, dari pada merawat Arya yang sakit, dan memperhatikan Cecilio kecil.

"Apa tujuan mu dengan mencari muka di mata semua orang." tutur Arya.

"Maksud mas."

"Memang pernah kamu peduli dengan ku dan Cecilio selama ini, bahkan saat aku sakit kamu lebih memilih untuk pergi mencapai mimpi mu yang tidak jelas, dan menyuruh ku untuk menikah lagi, agar kamu bisa lepas dari tanggung jawab mu itu. meskipun aku sangat bersyukur karena secara tidak langsung kamu sudah mengirimkan seorang bidadari untuk ku."

Perkataan Arya bagai petir disiang bolong bagi Bella, seketika dia kembali menguasai dirinya dan keadaan.

"Mas tujuan ku, hanya ingin yang terbaik untuk kita semua nya. bahkan di mata semua orang kita adalah pasangan yang sangat bahagia dan romantis. serta rencana besarku yang ingin menebus kesalahan pada putraku Cecilio. Dengan acara ulang tahun besar itu." terang Bella yang berusaha bersikap setenang mungkin.

"Kenapa harus dirayakan seperti itu Bella, ini cuma Acara ulang tahun. bahkan Cecilio, aku, Mama dan Bunga telah sepakat untuk lebih memilih menyantuni anak yatim yang jauh lebih bermanfaat dari pada menghambur-hamburkan uang dengan acara yang tidak penting itu." ucap Arya.

"Mas, apa aku tidak kalian anggap lagi. padahal kalian sudah memutuskan segala sesuatu nya dibelakang ku." Bella terlihat sedih.

"Itulah kesalahan mu Bella, kami sudah mengajakmu membahas semua ini. tapi kamu bilang capek, ada pemotretan. sehingga kami memutuskan untuk acara Cecilio berempat. sekarang kamu malah protes pada kami." Arya semakin kesal melihat sikap egois Bella.

"Maafkan aku mas, tapi aku mohon mas. tolong turutin permintaan ku kali ini,apa kata orang-orang nantinya. jika acara ulang tahun besar Cecilio yang sudah aku umumkan diacara televisi itu dibatalkan. aku mohon mas untuk tidak membatalkan nya." ucap Bella.

Arya berdiri, dia sudah bulat tekadnya untuk memberikan pelajaran pada Bella, agar sadar dari kesalahan nya selama ini.

"Mas, tolong dengarkan permintaan ku ini." teriak Bella.

"Tidak Bella, kamu tidak pernah berubah. meskipun sudah Berjanji berkali-kali."

Melihat Arya yang kuat dengan pendiriannya, Bella terhenyak lemas. perlahan Bunga bangkit dan mendekati Arya.

"Mas, tolong ya...kita kabulkan permintaan mabak Bella. kasihan dia yang ingin terbaik untuk anaknya Cecilio." bujuk Bunga.

Arya seketika luluh, mendengar permintaan istri cantik nya, perlahan dia mengganggukan kepala nya, membuat senyum di bibir Bella seketika mengembangkan. meski dihatinya bertambah benci melihat bunga, kare Arya sekarang lebih memilih mendengar kan pendapat Bunga ketimbang dirinya sendiri sebagai istri pertamanya.

1
ayu cantik
suka
Cheng Nyo
Luar biasa
Cheng Nyo
Lumayan
Diny Julianti (Dy)
kontras bgt nama bunga putri slavina dgn paijo😁
Mey M Wuntu
aku kecewa dgn Arya,,,, Bella semakin melunjak tuh😏
Alanna Th
waaah, pnykt gilanya dani mnular pd bella
SicantikKinyisKinyis: Mampir di novel terbaru aku yuk kak, judulnya Reveal The Facts. Ditunggu kedatangannya di lapak aku yaa
total 1 replies
Alanna Th
saking bnykny novel yg dtulis, othor smp lupa nama tokohny ya? /Facepalm//Facepalm/
Alanna Th
aq mmilih mati drpd mnjadi bln"n nafsu gila dani n anggi /Brokenheart//Toasted//Cry//Sob/
Alanna Th
critanya brubah arah nie?
Alanna Th
namanya kepincut cln jdh dari othor tuh /Proud//Facepalm/
Alanna Th
aq hrs brbagi swami dg selingkhnny kalau tdk swami akan mrh" tanpa alasan /Sob//Cry//Brokenheart/
Alanna Th
manisia mn bisa adil?
Alanna Th
lk" khan kucing garong; gk lapar aja nyuri mknn gmn dksh, pastilh dsambar /Facepalm//Facepalm/
Alanna Th
hati yg gembira adalah obat
falea sezi
bunga kasian qm.. berhak lo cerai dan dpet yg single aja Arya bodoh
falea sezi
makan tu bekas kek bella Arya aja bego
Sonia pramita
lanjut
Sonia pramita
😁😁😁😁
Sonia pramita
🤭🤭🤭🤭🤭
Sonia pramita
mampir juga Thor 😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!