NovelToon NovelToon
My Sweet Best Friend

My Sweet Best Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:665
Nilai: 5
Nama Author: salbiah pulungan

tentang dua remaja yang bersahabat bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan.
Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan.
Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu.
Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salbiah pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cowo rese

Masa libur semester sudah berakhir. Kini sekolah sudah mulai masuk.

Maka semester ini mereka sudah mulai masuk tahun sibuk dengan ujian, praktek, try out dan lain lain.

Pagi itu Tivane tampak sudah menunggu di sepan rumahnya sambil mengunyah roti dan sedang mengikat tali sepatu nya.

Motor Rigecherta berhenti di depan gerbang membuat Tivane langsung mengambil tasnya yang ada di kursi lalu berjalan cepat ke arah Rigecherta.

" Udah?" Tanya Rigecherta membuat Tivane mengangguk.

" Nggak pamit dulu sama papa kamu?" Tanya Rigecherta sambil memasangkan helm pada Tivane.

" Papa udah berangkat duluan tadi. Ada rapat katanya." Balas Tivane naik ke boncengan motor Rigecherta dan memeluk pinggang Rigecherta.

Rigecherta melajukan motornya ke arah sekolah dan perlahan melambat dan berhenti di parkiran sekolah.

" Sini. Biar di lepas helmnya" ucap Rigecherta saat Tivane sudah turun dari motornya.

Rigecherta melepaskan pengait helm Tivane dan merapikan rambut Tivane. Setelah itu ia membuka helm miliknya juga. Tivane langsung maju melakukan hal serupa pada rambut Rigecherta yang sedikit acak-acak.

" Makasih" ucap Rigecherta turun dari motornya dan langsung menggandeng tangan Tivane.

Banyak adek kelas yang memandangi mereka dengan kagum. Banyak juga para kaum cewek-cewek yang merengek iri karena melihat kemesraan Tivane dan Rigecherta. Dan banyak juga yang memuji Karena hubungan mereka awet.

" Bro!" Skyler menepuk bahu Rigecherta dari belakang membuat Rigecherta mengangguk singkat dan berjabat tangan.

" Morning!" Suara River juga terdengar di samping Veros yang tersenyum singkat membuat mereka berjabat tangan ala mereka.

" Gimana kabar lo semua selama liburan?" Tanya Skyler sesekali mengangguk tipis pada adek kelas yang menyapa malu-malu.

" Baik." Jawab Veros singkat.

" Baik juga sih" jawab Tivane dan Rigecherta bersamaan.

" Gue sempet demam sih kemarin" ucap River membuat mereka menatapnya.

" Dari mana lo emang?" Tanya Skyler.

" Di ajakin sama kakak gue ke bandung. Mana ke daerah pegunungan. Karena gue nggak terlalu tahan dingin ya demam" jelas River membuat mereka mengangguk paham.

" Pagi kak River" ucap adik kelas sedikit malu-malu membuat River tersenyum ramah.

" Anjir.. gue di senyumin kak River.." rengek adek kelas tersebut pada temannya sambil tersenyum kegirangan.

" Masih pagi udah di sapa adek kelas gue" ucap River tersenyum sengak membuat mereka menatapnya dengan wajah menghujat.

" Belum tau aja mereka kelakuan lo" ledek Skyler mendengus malas.

" Lah. Gue mah anak baik-baik" ucap River tak mau kalah.

Mereka berjalan bersama ke kelas membuat banyak siswa yang terpesona melihat visual mereka yang menawan.

Saat sampai di kelas mereka langsung duduk di kursi masing-masing dan melakukan apa yang ingin mereka lakukan.

Seperti River dan Skyler yang sudah mulai menjahili teman-temannya yang lain dan Veros yang duduk santai sambil mendengarkan musik di kursinya.

Rigecherta sendiri sibuk dengan handphone di tangannya dan terlihat sangat fokus.

" Lagi apa?" Tanya Tivane membuat Rigecherta menoleh dan tersenyum lembut.

" Nggak lagi ngapa-ngapain" jawab Rigecherta membuat Tivane mengangguk dan menatap ke arah jendela.

" Aku keluar dulu ya." Ucap Tivane membuat Rigecherta mengangguk pelan.

" Jangan lama-lama. Bentar lagi mau bel" ucap Rigecherta membuat Tivane mengacungkan jempol dan berjalan ke luar.

Saat Tivane berjalan di koridor ia melewati kumpulan cowok-cowok yang sedang berkumpul.

" Kiw.. mau kemana sendirian?" Goda salah satu mereka membuat Tivane menatap tajam. Para kumpulan itu tertawa melihat nya.

" Sok galak banget dah. Kita cuma mau kenalan kali. Kalo boleh sekalian nomor wa nya" ucap mereka lagi sambil tertawa-tawa membuat Tivane menatap mereka dengan wajah yang terlihat risih.

" Adek kelas aja belagu lo pada" ucap Tivane dan berlalu pergi kembali ke arah kelas karena sebentar lagi akan bel.

" Dih? Sok banget tuh cewe. Dia nggak tau apa gue siapa?" Seseorang dari mereka yang terlihat ketua dari mereka menyusul Tivane dan mencengkram tangan Tivane membuat Tivane berbalik badan kaget.

" Apaan sih. Nggak sopan banget lo" ucap Tivane sambil menghempaskan tangan cowok itu.

" Lo? Lo berani banget ya sama gue. Lo nggak tau gue siapa?" Tanya cowok itu membuat Tivane menatapnya dengan sengit dan menantang.

" Tau. Gue tau lo siapa. Lo itu cowok yang sering di sebut guru karena kelakuan lo yang bandel dan suka nge bully dan nggak bisa di bilangin sampe para guru cape sama kelakuan lo" ucap Tivane tanpa takut sama sekali.

" Oh. Lo tau gue siapa. Jadi tadi tuh Lo begitu biar gue notice lo gitu. Iya? Lo naksir sama gue?" Tanya cowo tersebut percaya diri.

" Eh. Denger ya. Gue nggak tertarik sama cowo bandel kayak Lo. Dan gue punya pacar, pacar gue jauh lebih ganteng dari lo " ucap Tivane menusuk membuat cowok yang bernama Alif tersebut menggerakkan gigi dengan kesal.

" Wah.. Lo jadi cewe belagu banget ya." Geram Alif membuat Tivane mendengus dan berbalik enggen menanggapi.

Namun saat Tivane hendak melangkah Alif kembali menarik tangannya dan menyentaknya kuat membuat bahu Tivane menabrak dinding di sampingnya saat ia tersentak oleh tarikan Alif tersebut.

" Awh.. sakit. Lo gila ya?!" Tanya Tivane naik pitam sambil memegangi bahunya.

" Lepasin tangan gue!" Sentak Tivane sambil menarik tangannya yang di genggam Alif tadi.

" Makanya lo jadi cewe nggak udah terlalu ngeselin" desis Alif di depan wajah Tivane.

" Sinting Lo!" Umpat Tivane sambil meringis memegangi bahunya dan tangannya yang memerah karena genggeman Alif tadi.

" Udah lah men. Ngapain sih cewe kaya gini lo tanggepin." Ucap salah satu teman Alif namun Alif masih memandangi wajah Tivane. Alif sedikit tertegun saat memperhatikan wajah Tivane yang imut dengan pipi yang terlihat bulat.

" VANE!" panggil Rigecherta datang lalu memeriksa keadaan Tivane. Melihat tangan Tivane yang memerah membuat darah Rigecherta langsung mendidih dan menoleh tajam ke arah Alif.

" Lo apain cewe gue?" Tanya Rigecherta menggeram.

" Cewe Lo?" Tanya Alif kaget.

" Dia cewe gue anjing! Gue biarin lo rese ke cewe manapun atau murid manapun tapi jangan cewe gue bangsat!" Ucap Rigecherta murka membuat Alif terkejut.

" Rige, udah. Nanti di liatin murid lain kamu kena masalah." Bisik Tivane membuat Rigecherta menoleh ke arahnya dan memegang kedua lengan Tivane memastikan taka da luka.

" Mana lagi lukanya?" Tanya Rigecherta lembut membuat Tivane menggeleng pelan.

" Ayo ke kelas" ajak Tivane sebelum Rigecherta berantem dengan Alif. Tivane tau Rigecherta kalau sudah marah akan separah apa. Saat mereka SMP pun Rigecherta pernah marah saat ada yang menjahili Tivane.

" Kali ini lo lolos. Sekali lagi gue liat lo deketin cewe gue. Atau bahkan cuma liat dia. Gue habisin lo" ucap Rigecherta tak main-main saat di tarik pergi oleh Tivane.

Alif menatap kepergian keduanya dengan rahang mengeras lalu merasa sedikit ciut saat sadar bahwa yang berurusan dengannya adalah Rigecherta.

Sebenarnya Alif se angkatan dengan mereka. Namun ia tertinggal kelas dan tetap di kelas 11. Makanya ia menjadi semakin bandel saat dia yang tertua di kelas.

Rigecherta dan Tivane sampai di kelas dan duduk di kursi bersamaan dengan bel yang berbunyi.

" Mana tadi yang sakit?" Tanya Rigecherta lembut meraih tangan Tivane dan melihat pergelangan tangan Tivane yang memerah.

" Kok bisa tadi berurusan sama dia?" Tanya Rigecherta pelan.

" Nggak tau. Tadi pas aku lewat tiba-tiba dia godain aku. Terus aku sinisin. eh dia Lamah ngejar mana nyolot pula lagi." Adu Tivane membuat Rigecherta menghela nafas pelan.

" Lain kali kalo liat dia nggak usah di tanggepin. Kalo bisa nggak usah di liat. Paham?" Tanya Rigecherta lembut membuat Tivane mengangguk.

" Ada apa?" Tanya Veros menyadari raut wajah Rigecherta.

" Si Alif nyari masalah sama Tivane" jawab Rigecherta membuat Veros,Skyler dan River menoleh bersamaan.

" Terus gimana?" Tanya Skyler karena ia mengenal cowo itu memang tukang bikin onar.

" Udah nggak papa kok. Kayaknya dia takut sama Rige" jawab Tivane membuat mereka mengangguk.

" Kalo dia gangguin lo lagi bilang aja sama kami. Biar kami yang sikat" ucap River membuat Tivane menggeleng pelan dan tertawa.

" Iya.. makasih yaa" ucap Tivane membuat mereka mengangguk santai dan River tak sengaja menepuk pelan bahu Tivane membuat Tivane meringis kecil. Rigecherta langsung menoleh ke arahnya dengan wajah khawatir.

" Bahu kamu sakit?" Tanya Rigecherta membuat Tivane mengangguk kecil.

" Sialan emang tuh anak. Nggak bisa di maafin" desis Rigecherta hendak berdiri namun tangannya langsung di tahan oleh Tivane yang menggeleng pelan dengan wajah memelas.

" CK, tapi kalo di biarin dia keenakan." Ucap Rigecherta kesal namun Tivane tetap menggeleng dan menunjukkan puppy eyes nya.

" Fine. Sini liat lukanya" ucap Rigecherta duduk kembali.

" Tapi janji nggak bakal berantem" ucap Tivane membuat Rigecherta mengangkat bahu.

" Tergantung. Kalo lukanya parah aku samperin dia" ucap Rigecherta membuat Tivane melotot.

" Iya iya. Janji nggak berantem. Cuma mau liat lukanya sini!" Rigecherta akhirnya sedikit menaikkan tangan kemeja Tivane memperlihatkan bahu Tivane yang memerah hampir ungu di sama.

" Kan. Sini aku obatin." Rigecherta langsung mengambil obat dari dalam tasnya dan mengoleskannya pada luka Tivane.

" Sakit?" Tanya Rigecherta membuat Tivane menggeleng.

Rigecherta meniup pelan luka tersebuta lalu kembali menutupnya dan menarik Tivane ke dalam pelukannya membuat Tivane tenggelam dalam tubuh lebar Rigecherta.

Teman-teman mereka hanya memandang itu dengan senyum tertahan dan kembali ke kursi masing-masing.

1
jaybi
buat visual dan foto kenangannya ada di Instagram aku ya guys.. namanya: Salbiah
jaybi
jangan lupa tinggalin komentar kalian yaa😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!