NovelToon NovelToon
Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:807.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pena Digital

JANGAN BOOM LIKE! Kasih jeda 2 atau 3 menit.

Kehidupan keluarga kecil Puspa sangatlah damai tanpa adanya pertengkaran walaupun mereka orang sederhana, Puspa punya keinginan besar untuk merubah nasib keluarganya. Namun, tak ada yang tau mengenai takdir manusia termasuk Puspa sendiri.

Sosok pahlawan yang tak lain adalah Bapak Puspa menjadi perantara dimulainya kehidupannya yang tak lagi damai, ia menghancurkan keluarga kecil Puspa, ia terpikat pada seorang janda bahkan Ibu dan Adik Puspa meninggal.

Puspa bertemu dengan sosok laki-laki cuek dan dingin bernama Arga, namun lagi-lagi kisah hidupnya tidak sehalus dan semulus kertas HVS. Akankah Puspa mampu mencapai kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Taman

16:12

Puspa selesai membersihkan diri. Ia mengambil tas jalan.

"Mau kemana, Nak" Tanya Bapak Puspa yang berpas-pasan dengannya di pintu kamar Puspa

Bapak Puspa membawa nampan beriai sepiring nasi beserta lauk pauknya dan segelas susu

"Ke taman Pak"

"Ya sudah, tapi makan dulu ya" Bujuk Bapak Puspa. Pasalnya Puspa belum makan sedari pagi.

Air matanya yang membuat kenyang.

"Puspa tidak lapar Pak" Tolak Puspa

"Minumlah susu ini saja Nak. Kamu belum makan dari pagi"

"Puspa sudah kenyang dapat hadiah dari Bapak"

"Puspa berangkat" Ia mencium punggung tangan Bapaknya lalu bergegas keluar rumah.

Bisa di lihat dari matanya yang bengkak, ia habis tidur dengan kondisi pasca menangis tanpa cuci muka

..."Hadiah ya. Sindiran yang menyakitkan" Bathin Bapak Puspa. Ia menatap nanar saat punggung putrinya sudah tidak terlihat lagi....

Ia menyeka air matanya. Ternyata, di abaikan sang buah hati lebih sakit dari tertusuk beribu jarum.

"Maaf..."

***

Di Taman

Puspa menyedot minuman Pop Icenya sambil menghirup oksigen dalam dalam.

Ia memandang minumannya.

"Dek, Kamu mau nggak minum ini. Enak loh"

"Mau banget, Kak"

"Ibu mau juga tidak?"

"Kalian saja yang minum."

"Aku sayang Kakak"

"Kakak juga sayang kalian berdua."

Puspa bermonolog sendiri, ia menyeka air matanya. Sesekali air mata itu ikut masuk ke dalam mulutnya bersamaan dengan minuman itu.

"Bu, Kalau Puspa nikah, Yang ngelus kepala Puspa siapa?" Gumam nya.

Ia bangkit dari duduknya. Mengatur nafas dan menarik sudut bibirnya berbentuk senyuman.

"Aku bisa!"

Puspa berjalan dijalan tepi taman sambil menyedot minumannya itu.

Di lihat dari kejauhan ada seseorang yang celingak celinguk di dekat mobil.

"Eh kok orang itu bersikap Aneh? Mana taman lagi sepi" Gumam Puspa.

"Jangan-jangaaann"

Puspa melangkah perlahan mendekat ke mobil itu. Laki-laki itu sedikit terkejut saat melihat Puspa yang menatapnya tajam.

___

Arga memainkan ponselnya, Hatinya punya firasat tidak enak. Ia mencoba menepis hal itu. Bisa saja hatinya kacau gara-gara rencana perjodohan itu, bukan?.

Jauh dari seberang jalan, ia melihat seseorang berdiri di dekat mobilnya dan juga ada wanita yang berjalan ke arah mobilnya itu.

"Siapa itu?" Arga Curiga

___

Puspa semakin mendekat

"Heh Lo ngapain deket-deket" Teriak Laki-laki itu panik. Ia celingak celinguk mengecek sikon yang sepi.

"Berheti di situ, Lo!" Bentak laki-laki itu. Puspa tetap melangkah, Ia mengambil batu yang ada di dekatnya

"Jangan macem-macem!"

Puspa tak gentar. Ia terus melangkah. Laki-laki itu makin terdesak. Ia melangkah tergesa-gesa mendekati Puspa.

Karena tergesa-gesa, langkah yang di rasa cepat nyatanya lambat😂

Puspa merasa terancam.

"Kalau macem macem awas!" Puspa berucap tegas

Arga lari mendekati 2 oraang itu.

Laki-laki itu tetap mendekati Puspa.

Puspa agak menciut karena orang itu seperti preman, sangar wajahnya.

Puspa bersiaga siap melempar batu di tangannya itu.

NB: BATUNYA AGAK KECIL YA. Tapi lebih besar dari krikil. Ukuran sedang deh.

"Berhenti Nggak"! Bentak Puspa.

Laki laki itu tak menghiraukan.

Puspa mengira-ngira batu itu agar tepat sasaran. Setelah di rasa pas, Puspa melempar batu itu sekencang mungkin.

"Hiyyaaaaa" Puspa melempar.

'Bugh'

Tak di sangka, batu itu bukannya mengenai Laki-laki itu, tapi malah mengenai pelipis Arga yang pas berdiri di depan laki-laki itu.

"Aarrggghhh" Rintih Arga. Ia memegangi pelipisnya.

Namun ia masih mampu untuk membogem si laki-laki itu.

Puspa menganga. Ia menutup mulutnya menggunakan satu telapak tangannya.

Salah Sasaran.

1
KªƁə ¹
luar biasa
Mas Jono
gw(coba menjadi sosok Arga),,,sangat menyesal karena Ilham mati bunuh diri,,,, seharusnya,,, Ilham mati ku mutilasi,,, kemudian bangkainya ku buang ke laut,,,😠😡😠😡😠😡😠😡
Mas Jono
author !!!!!,,,,😡😡😡😡😠😡😠😠
kau tega menyakiti kami pengagum sosok Arga,,,,😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Mas Jono
betul,,,dan andai Elsa terus mengikuti perasaannya dia benar-benar raja,,,,eh,,,ratu tega maksudnya,,,
tega menyakiti perasaan sahabatnya sendiri,,,
nurul ardy
salam kenal dan sukses
Witri Yanti
nyimak Thor
Liliz Kobandaha
haddeh kok yg dibahas Mala so bapak Puspa sih🙈
May
👍👍
Yismanida
kelaparan tu puspa 😅
Rosmery Napitu
ibu Ilham main hakim sendiri ,gk tau anak nya sebejad apa??
Rosmery Napitu
Yuli gadis yg tidur sama Arga...😄😄🤦🤦
Naini ⭕
Harapan yang indah, akankah tercapai
Naini ⭕
Iya juga, mengapa disuruh buru-buru menikah
🏁Nyno_Ever🏁
Seperti ABG yang sedang..................
...............hati Bapak Puspa sering beregup

Thor, itu ☝️☝️
Seperti ABG yang sedang..................
...............hati Bapak Puspa sering berdegup
bukan beregup
🏁Nyno_Ever🏁
Ada niat buruk, sengaja menjerat suami orang
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Karya yang bagus thoor
Hanum Anindya
bukan segelintir kak tapi banyak curahannya😂😂😂
Hanum Anindya
Arga kayanya mulai cari tahu Puspa deh. kak, seru tahu.
Hanum Anindya
👍👍👍👍bagus kak
Hanum Anindya
aku baca nyicil ya kak, tetap semangat buat kakak.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!