JANGAN BOOM LIKE! Kasih jeda 2 atau 3 menit.
Kehidupan keluarga kecil Puspa sangatlah damai tanpa adanya pertengkaran walaupun mereka orang sederhana, Puspa punya keinginan besar untuk merubah nasib keluarganya. Namun, tak ada yang tau mengenai takdir manusia termasuk Puspa sendiri.
Sosok pahlawan yang tak lain adalah Bapak Puspa menjadi perantara dimulainya kehidupannya yang tak lagi damai, ia menghancurkan keluarga kecil Puspa, ia terpikat pada seorang janda bahkan Ibu dan Adik Puspa meninggal.
Puspa bertemu dengan sosok laki-laki cuek dan dingin bernama Arga, namun lagi-lagi kisah hidupnya tidak sehalus dan semulus kertas HVS. Akankah Puspa mampu mencapai kebahagiaannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Taman
16:12
Puspa selesai membersihkan diri. Ia mengambil tas jalan.
"Mau kemana, Nak" Tanya Bapak Puspa yang berpas-pasan dengannya di pintu kamar Puspa
Bapak Puspa membawa nampan beriai sepiring nasi beserta lauk pauknya dan segelas susu
"Ke taman Pak"
"Ya sudah, tapi makan dulu ya" Bujuk Bapak Puspa. Pasalnya Puspa belum makan sedari pagi.
Air matanya yang membuat kenyang.
"Puspa tidak lapar Pak" Tolak Puspa
"Minumlah susu ini saja Nak. Kamu belum makan dari pagi"
"Puspa sudah kenyang dapat hadiah dari Bapak"
"Puspa berangkat" Ia mencium punggung tangan Bapaknya lalu bergegas keluar rumah.
Bisa di lihat dari matanya yang bengkak, ia habis tidur dengan kondisi pasca menangis tanpa cuci muka
..."Hadiah ya. Sindiran yang menyakitkan" Bathin Bapak Puspa. Ia menatap nanar saat punggung putrinya sudah tidak terlihat lagi....
Ia menyeka air matanya. Ternyata, di abaikan sang buah hati lebih sakit dari tertusuk beribu jarum.
"Maaf..."
***
Di Taman
Puspa menyedot minuman Pop Icenya sambil menghirup oksigen dalam dalam.
Ia memandang minumannya.
"Dek, Kamu mau nggak minum ini. Enak loh"
"Mau banget, Kak"
"Ibu mau juga tidak?"
"Kalian saja yang minum."
"Aku sayang Kakak"
"Kakak juga sayang kalian berdua."
Puspa bermonolog sendiri, ia menyeka air matanya. Sesekali air mata itu ikut masuk ke dalam mulutnya bersamaan dengan minuman itu.
"Bu, Kalau Puspa nikah, Yang ngelus kepala Puspa siapa?" Gumam nya.
Ia bangkit dari duduknya. Mengatur nafas dan menarik sudut bibirnya berbentuk senyuman.
"Aku bisa!"
Puspa berjalan dijalan tepi taman sambil menyedot minumannya itu.
Di lihat dari kejauhan ada seseorang yang celingak celinguk di dekat mobil.
"Eh kok orang itu bersikap Aneh? Mana taman lagi sepi" Gumam Puspa.
"Jangan-jangaaann"
Puspa melangkah perlahan mendekat ke mobil itu. Laki-laki itu sedikit terkejut saat melihat Puspa yang menatapnya tajam.
___
Arga memainkan ponselnya, Hatinya punya firasat tidak enak. Ia mencoba menepis hal itu. Bisa saja hatinya kacau gara-gara rencana perjodohan itu, bukan?.
Jauh dari seberang jalan, ia melihat seseorang berdiri di dekat mobilnya dan juga ada wanita yang berjalan ke arah mobilnya itu.
"Siapa itu?" Arga Curiga
___
Puspa semakin mendekat
"Heh Lo ngapain deket-deket" Teriak Laki-laki itu panik. Ia celingak celinguk mengecek sikon yang sepi.
"Berheti di situ, Lo!" Bentak laki-laki itu. Puspa tetap melangkah, Ia mengambil batu yang ada di dekatnya
"Jangan macem-macem!"
Puspa tak gentar. Ia terus melangkah. Laki-laki itu makin terdesak. Ia melangkah tergesa-gesa mendekati Puspa.
Karena tergesa-gesa, langkah yang di rasa cepat nyatanya lambat😂
Puspa merasa terancam.
"Kalau macem macem awas!" Puspa berucap tegas
Arga lari mendekati 2 oraang itu.
Laki-laki itu tetap mendekati Puspa.
Puspa agak menciut karena orang itu seperti preman, sangar wajahnya.
Puspa bersiaga siap melempar batu di tangannya itu.
NB: BATUNYA AGAK KECIL YA. Tapi lebih besar dari krikil. Ukuran sedang deh.
"Berhenti Nggak"! Bentak Puspa.
Laki laki itu tak menghiraukan.
Puspa mengira-ngira batu itu agar tepat sasaran. Setelah di rasa pas, Puspa melempar batu itu sekencang mungkin.
"Hiyyaaaaa" Puspa melempar.
'Bugh'
Tak di sangka, batu itu bukannya mengenai Laki-laki itu, tapi malah mengenai pelipis Arga yang pas berdiri di depan laki-laki itu.
"Aarrggghhh" Rintih Arga. Ia memegangi pelipisnya.
Namun ia masih mampu untuk membogem si laki-laki itu.
Puspa menganga. Ia menutup mulutnya menggunakan satu telapak tangannya.
Salah Sasaran.
kau tega menyakiti kami pengagum sosok Arga,,,,😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
tega menyakiti perasaan sahabatnya sendiri,,,
...............hati Bapak Puspa sering beregup
Thor, itu ☝️☝️
Seperti ABG yang sedang..................
...............hati Bapak Puspa sering berdegup
bukan beregup