NovelToon NovelToon
TAKDIR

TAKDIR

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Cintamanis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:184.8k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

REVISI BERJALAN

Jika memang ini takdir yang dipilihkan Tuhan untukku, maka aku menerimanya dengan ikhlas.

Sejak kecil aku sudah terbiasa sendiri, bahkan disaat aku kesepian aku hanya bisa berdoa padamu.

Kini engkau hadirkan ujian baru dalam hidupku, ujian yang bahkan aku tak memintanya, tapi jika memang ini terbaik untukku, maka aku ikhlas.

Tuhan, ijinkan aku bahagia meskipun itu tidak mungkin terjadi. Ijinkan aku untuk bisa bernafas lebih lama lagi, agar aku bisa membagiakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RENCANA NENEK

Keharmonisan keluarga Rini membuat Zara sedikit iri, bagaimana tidak hal yang tidak bisa ia dapatkan kini terlihat jelas di depan matanya.

Meskipun Rini bukan berasal dari keluarga berada, tetapi ia memiliki keluarga yang utuh. Kebahagian dan kasih sayang dari kedua orangtua Rini terlihat jelas saat ini.

Meskipun mereka sering adu mulut, tetapi hal itu tidak berlangsung lama. Karena sesudah beberapa saat mereka akan akur kembali. Banyak canda tawa diantara mereka. Kedekatan antar anggota keluarga juga sangat terlihat.

Susunan keluarganya juga masih lengkap, ada ibu, ayah serta dirinya yang menjadi satu keutuhan keluarga. Sedangkan ia hanya memiliki seorang nenek. Ayah serta ibunya sudah meninggal sejak ia masih bayi.

Sedangkan kakeknya meninggal saat ia masih berusia lima tahun. Sejak itu ia hidup dengan neneknya saja. Meski ia memiliki beberapa saudara dari pihak nenek, tetapi mereka jarang bertemu.

Hanya uncle Andrew yang masih mengunjunginya secara diam-diam.

Lalu apakah ia harus menyalahkan takdir? Bukankah sebuah ketetapan dari Allah itu sudah pasti? Sehingga apapun takdir kita, kita harus selalu bersyukur.

Zara memang tidak memiliki keluarga yang sempurna seperti kebanyakan. Membuat hati kecilnya kadang ikut menjerit. Hanya kasih sayang dan perhatian orang-oranglah yang menguatkannya sampai detik ini.

...***...

 

Setelah semuanya siap, tubuh ayam juga sudah terpotong menjadi beberapa bagian. Ibu Rini segera melumurinya dengan bumbu yang sudah ia siapkan. Kemudian ayam tersebut diungkep terlebih dahulu untuk beberapa saat. Baru sesudahnya ayam itu di goreng.

Beliau juga sudah menyiapkan sambel dan lalapan untuk menemani makan nanti. Karena memang hari ini, ia membuat menu ayam goreng dan sambel.

Saat lagi asyik-asyiknya membantu memasak, dering telepon milik Zara membuyarkan suasana.

Zara kemudian permisi untuk mengangkat telepon. Dari layar ponselnya terlihat jelas nama Uncle Andrew. Ia pun segera mengangkat ponsel yang ada di sakunya.

“Hallo ...”

“Hallo, Zara ini aku Andrew ...”

“Iya uncle ... ada apa?”

Karena telepon itu terlihat sepertinya penting, maka ia pun mencari tempat yang agak jauh dari ruang dapur keluarga Rini.

Ia kemudian menuju halaman rumah dan duduk disana.

Mereka mengobrol cukup lama sekitar lima belas menit lebih. Lalu setelah selesai, Zara kembali masuk ke dalam rumah Rini. Disana ia sudah disambut Rini dengan kedua tangan bersedekap di depan dadanya.

“Hei nona, darimana saja hah!”

“Astaga Rini, kamu ngagetin aja sih!” ucap Zara.

Ia mengelus dadanya perlahan sambil mengatur kembali nafasnya. Entah muncul dari mana Rini, tau-tau sudah berdiri di depannya.

"Jawab dulu dari mana?"

"Itu aku angkat telepon dari uncle."

"Uncle kamu yang tampan dan se** itu?

"Iya ... "

Sejenak otak Rini pun travelling. Maklum jika sudah membahas laki-laki tampan, maka otaknya akan menyambung secara sempurna.

Bayangan lelaki kekar dengan roti sobeknya seperti telenovela yang biasa ia lihat sungguh membuat jantung berdetak tidak karuan.

Tak ingin berlama-lama, Zara dan Rini segera masuk ke dalam rumah. Sepertinya masakan sudah matang.

Hal itu karena dari teras depan saja, aroma ayam goreng dan sambel terasi sudah tercium disana. Membuat perut Rini berbunyi nyaring sempurna.

Zara yang mendengar bunyi konser dari perut sahabatnya itu hanya bisa tersenyum sambil menahan tawa.

Ternyata dugaan Zara benar, saat ia kembali masuk rumah, makanan dan minuman serta teman-temannya sudah terhidang di meja makan persegi itu.

Disana juga sudah ada ayah dan ibu Rini yang menunggunya.

"Ayo Zara, makan dulu, keburu dingin nanti tidak enak."

"Iya Bibi."

Lalu mereka berempat segera bergabung dan makan bersama sore itu. Sesekali disela-sela makannya mereka bercanda. Tentu saja karena tingkah laku Rini yang absurd itu.

...***...

Setelah beberapa saat kemudian Zara permisi pulang. Ia teringat pesan unclenya untuk segera bersiap-siap. Sore itu ia akan menjemput Zara langsung dari rumah Rini.

"Maaf ya Bi, karena sudah sore, saya permisi pulang."

"Loh kok buru-buru."

"Iya, tadi sudah ditelpon nenek untuk segera pulang. Lagian ini sudah sangat sore."

"Ya sudah, terimakasih sudah mau mampir ke gubuk Rini ya, jangan kapok main kesini."

"Iya tante, gak akan kok. Mungkin di lain waktu aku bisa main kesini lagi."

Zara pun berpamitan pada keluarga Rini untuk segera pulang. Maklum karena jam sudah menunjukkan pukul lima sore.

Langit cakrawala di sebelah barat sudah berwarna jingga, matahari pun akan segera kembali ke peraduannya. Mengisyaratkan agar ia harus segera kembali ke mansion.

"Kok buru-buru sih?" cegah Rini.

"Iya, karena tadi uncle telpon malam ini ada perjamuan di luar dan seluruh keluarga akan hadir.

"Oh gitu ..."

"Ya dah, hati-hati ya."

"Sama-sama Rini, tante ... saya permisi, Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam."

Zara segera keluar dari rumah dan ia sudah disambut oleh mobil unclenya yang sudah terparkir di depan rumah Rini.

Melihat Zara keluar dari rumah dan menghampirinya, Andrew segera keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil di sebelahnya untuk Zara.

"Terimakasih uncle."

"Your welcome."

Zara segera masuk mobil. Kaca mobil disebelahnya sengaja belum ditutup agar ia bisa melambaikan tangannya pada keluarga Rini.

Sesudahnya mobil sport itu melaju meninggalkan rumah Rini.

"Kapan ya aku bisa dijemput om om kayak tadi," gumam Rini.

"Hush ... ngomong kok ngawur seperti itu."

Ibu Rini sengaja menyenggol lengan putrinya itu agar tidak banyak nge-halu. Lagian ia juga tidak akan mengijinkan putrinya menikah dengan om om meskipun ia kaya sekalipun.

"Ish ibuk, kenapa sih gak ngenakin anaknya yang lagi ngayal, gak apa-apa juga nikah sama om om asal dia ga tua-tua amat dan tentunya kaya ... ha ha ha ..."

"Ngomong kek gitu lagi, ibu lempar sendal sekarang!"

"Ampun ibuk ..."

Rini bertingkah seolah ibunya benar-benar akan melempar sendal itu ke wajahnya, sehingga ia pun menutupinya dengan kedua tangan yang berada di depan wajahnya.

...***...

"Uncle, boleh tanya kah?"

Ucap Zara sambil memecah keheningan diantara keduanya.

"Hmm ..."

"Memang nenek mau mengajakku kemana?"

"Nanti kamu akan tau sendiri?"

Zara menghela nafasnya, ngapain juga pakai nanya, sudah pasti kalau neneknya menginginkan sesuatu hal, tanpa bertanya pun ia harus melakukan semua perintahnya.

"Uhuk ... uhuk ..."

Andrew menoleh, "Ada yang sakit?"

Zara menggeleng," Nggak uncle, aku baik-baik saja."

"Bohong, buktinya barusan apa?"

Zara menunduk, ia tidak berani mengatakan hal yang sebenarnya. Ia takut membuat unclenya semakin hawatir terhadapnya.

...***...

Mobil sport milik Andrew membelah jalanan ibu kota sore itu. Melaju bersama mobil-mobil dan pengendara lain di jalan raya.

Setelah beberapa saat, mobil yang mereka kendarai membawa keduanya masuk ke sebuah pelataran salah satu hotel ternama di ibu kota. Lalu mobil itu melaju ke area parkir hotel.

Setelah terparkir dengan apik, mereka turun dan menuju sebuah lift. Zara hanya mengikuti langkah unclenya tanpa bertanya apapun.

Zara sungguh tidak tau ia akan dibawa kemana oleh unclenya itu. Ia pun masih bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya telah direncanakan oleh uncle dan neneknya malam ini.

Ting ...

Pintu lift terbuka, mereka masuk ke dalamnya. Lantai tiga puluh, itulah yang ditekan unclenya.

Ting ...

Lift tadi mengantarkan Zara dan unclenya di lantai tiga puluh. Disana ia sudah disambut oleh beberapa pengawal nenek.

"Lewat sini Tuan dan Nona," ucap salah satu pengawal.

Mereka pun digiring ke sebuah ruangan.

Kamar VVIP, itulah yang tertulis di depan pintu. Setelah pintu terbuka, keduanya disuruh masuk.

Ternyata neneknya sudah ada disana.

"Ahirnya kamu datang sayang... heh ... ngapain kamu ikut masuk?" tanya nenek keheranan kareba unclenya ikut masuk.

"Tugasmu sudah selesai, sana masuk ke kamarmu."

"Hah ... "

"Bisa-bisanya nenek mengusirku," batin Andrew.

Nenek masih memandangi Andrew yang masih berdiri di dekat cucunya.

Ia pun menghembuskan nafas berat, "Kamarmu ada disebelah Andrew, silahkan persiapkan dirimu disana."

"Iya nenek."

Dengan langkah berat Andrew meninggalkan keponakan cantiknya itu untuk menuju kamarnya.

Nenek pun menyuruh semua pengawalnya untuk menunggu di luar kamar.

"Memang kenapa nek?"

.

.

.

Aha.. apa yang akan terjadi ya🤔

.

.

Jangan lupa tekan ❤ nya akak..makasih banyak.

1
Shifa Burhan
sad ending bukan berarti ceritanya tidak bagus tapi bagi aku cerita sad ending bisa buat galau berbulan2 karena itu aku sangat menghindari novel2 sad ending
Darah Biru (Bangsawan)
⭐⭐⭐⭐⭐
Darah Biru (Bangsawan)
fav and rate🥰 keren sayang🥰
Darah Biru (Bangsawan)
jangan bahas kata menikah 😄
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: mampir di karya terbaru dong kak🤭
total 1 replies
Anonim
kecewa sudah pasti sama author....
Fransiska Siba
kenapa harus meninggal
mama Al: mampir kak ke istri kesayangan Rangga
total 1 replies
Risky Titi sarlinda
kalau bisa si satukanlah mereka
Risky Titi sarlinda
Semoga udah liat wajah anak nya dia jadi luluh dan mereka bahagia ya
EuRo
halo kak aku mampir ... semangat terus. Salam buat Zara dari Langit Jingga.
✪⃟𝔄ʀ sⷡεͬɴͦɢͫᴏͦᴛ ʰᶦᵃᵗ🦈
bintang 5 buat takdir ,,selalu senyum y kak
Luki Lintang
lanjut kan jangan kelamaan nunggu
Risky Titi sarlinda
ia KK semoga ada keajaiban KK selalu sehat dan selalu bahagia
Luki Lintang
lanjut
Risky Titi sarlinda
wah ini juga alamat cinta akan kandas 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Risky Titi sarlinda: KK serius ini cerita KK sendiri
total 2 replies
Ardi mrongos
semua terjadi dgn adanya sahabat dan cinta, semua bs indah tp terluka jg jk tdk bijak menyikapi
Ardi mrongos
bnr itu anugerah terindah hny bs dinimati bahagia brsm org trkasih
Ardi mrongos
sehat selalu thor, biar bs up segera
💋ShasaVinta💋
get well very soon othor 🙏
Ryan cha
semangat terus upnya👍keren ceritanya
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: terima kasih kak, smoga suka🙏😊
total 1 replies
⸙ᵍᵏ 𝓓𝓲𝓲 𝓮𝓲𝓶𝓾𝓽
semoga othor cpt sembuh dan sehat kembali.. ttp semangat ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!