Seorang gadis kecil,harus menerima nasib buruk ketika ibu nya tiada.Sebut saja namanya Melisa gadis malang yang di asing kan ke luar negeri oleh Danu ayah nya sendiri ketika usia nya baru beranjak lima tahun.
Setelah beberapa minggu ibu nya meninggal,ayah nya memutuskan untuk menikah lagi dengan selingkuhan nya yang sudah mempunyai anak.
Di luar negeri,Melisa sendiri diurus oleh bibi nya yang bernama Rosa sekaligus sahabat ibu nya.
Setiap hari ingatan Melisa selalu membayangkan kejadian saat ibu nya tewas di bunuh.
Jangan lupa baca karya ku ya🙂
Jangan lupa Like Vote Rate and Comment
terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Wiyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
Kemudian pria itu mencium kening Hana dengan penuh kasih sayang.Lalu pergi meninggalkan Hana dari dalam kamar.Danu melangkah kan kaki nya keluar.Baru saja berjalan menuruni anak tangga,Danu di panggil oleh salah satu pembantu nya.
"Tuan!"panggil pembantu.
"Iya ada apa?"tanya Danu.
"Di luar ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan anda."jawab pembantu itu.
"Wanita siapa?aku rasa aku tidak mempunyai janji dengan siapa pun hari ini."jelas Danu heran.
"Saya juga kurang tahu tuan.Wanita itu terus saja memaksa untuk masuk ke dalam rumah."ucap pembantu.
"Baiklah,aku akan segera ke sana."ujar Danu berjalan melangkah menuju luar.
Tiba-tiba di halaman rumah, Danu berpapasan dengan Rossa yang akan menghampiri Hana.
"Rossa,sedang apa kau kemari?apa Hana yang menyuruh mu datang ke sini?"tanya Danu menghentikan langkah nya.
"Iya aku kesini karena Hana menghubungi ku kemarin.Hana menyuruh ku untuk menemui nya,namun aku tidak punya waktu kemarin."tutur Rossa tersenyum sambil membawa bingkisan.
"Owh...baiklah kalau begitu.Hana sedang beristirahat di dalam kamar.Aku akan pergi ke luar sebentar karena ada seseorang yang menunggu ku."ucap Danu menghela nafas.
Rossa dan Hana memiliki hubungan persahabatan yang sangat dekat.Sering kali Rossa berkunjung ke rumah Hana.Begitu pula sebaliknya,Hana juga sering berkunjung ke rumah Rossa.
"Apakah kau akan bertemu dengan Mirna?"tanya Rossa membuat ekspresi wajah Danu datar.
"Apa kata mu?"tanya Danu yang tak paham.
"Aku melihat Mirna di luar gerbang,sepertinya dia sedang menunggu mu bukan?"ujar Rossa tersenyum.
Sangat terlihat dari raut wajah Danu bahwa ia sangat terkejut.Pria itu langsung bergegas menuju gerbang dengan menghembuskan nafas kasar.
"Apa kau masih berselingkuh dengan Mirna?"batin Rossa menatap Danu.
Rossa kemudian masuk ke dalam rumah,ia memberikan bingkisan nya kepada pembantu terlebih dahulu lalu melangkah ke luar menyusul Danu.Wanita itu berniat mencari tahu apakah Danu masih menjalin hubungan dengan Mirna.
"Mirna!kenapa kau kemari?"gerutu Danu sambil memandangi suasana agar tak terlihat.
"Akhirnya kau keluar juga Danu."ucap Mirna sambil melipat tangan nya ke dada.
"Bagaimana Hana tahu jika melihat kau datang kemari!"tutur Danu cemas.
"Itu salah mu Danu.Aku mencoba menelpon mu dan mengirimi mu pesan tapi apa,kau tidak pernah mengangkat telepon ku atau membalas pesan ku.Kau mencoba menghindar dari ku ternyata."celoteh Mirna geram.
"Mirna kita sekarang sudah tidak mempunyai hubungan apapun jadi aku harap kamu jangan menganggu ku lagi."perintah Danu.
"Apa katamu?Danu,kita sama-sama mencintai satu sama lain.Bahkan aku rela bercerai dari bambang demi bisa bersama kau.Tapi kau semudah itu mengatakan nya.Ayo Danu tinggalkan Hana sekarang dan hidup lah bersama ku."pinta Mirna menarik tangan Danu.
"Argh...lepaskan tangan mu itu Mirna!"bentak Danu melepaskan tangan Mirna."Berselingkuh dengan mu hanyalah kesalahan terbodoh yang pernah aku lakukan."tutur Danu mendorong Mirna.
Sikap Danu membuat Mirna sakit hati.Dengan menghembuskan nafas kasar,wanita itu berdiri sambil menatap tajam Danu.
"Baiklah kalau begitu,aku akan memberitahu Hana bahwa aku sedang mengandung anak mu!"lirih Mirna.
"Apa kau bilang?"kaget Danu berbisik pada Mirna."Maksud mu kau sedang mengandung anak ku?"tanya Danu lagi.
"Iya,apa kau ingat malam di mana kita habis party kau mabuk berat.Kau dan aku pergi ke hotel untuk tidur bersama.Dan sekarang kau harus tanggung jawab atas apa yang kau lakukan."ucap Mirna.
Lanjut
kasihan melisa,
bapak nya terlalu di butakan wanita sampah