NovelToon NovelToon
SANTET PRING SEDAPUR: Kaurebut Suamiku, Kurenggut Nyawamu

SANTET PRING SEDAPUR: Kaurebut Suamiku, Kurenggut Nyawamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: AnnaYoung

Aryo Pradana adalah seorang pengusaha sukses, namun sayang berada di puncak pencapaian dengan bergelimang harta tak lantas membuatnya jadi suami bersyukur. Ia memilih mengkhianati Sekar—istri setianya yang berasal dari garis keturunan dukun terkuat di sebuah desa terpencil asal Banyuwangi.

Demi ambisi dan gairah, Aryo menikah siri dengan Maya, gadis kota, muda, namun ambisius. Alih-alih meratap dan menangisi nasibnya, Sekar yang mengetahui pengkhianatan ini justru memilih mundur dengan keheningan yang mematikan.

​Ketika Maya mulai mengandung anak Aryo dan menuntut posisi sebagai istri sah satu-satunya, teror gaib yang legendaris, Santet Pring Sedapur, mulai dikirimkan.

Di balik keputusasaan Aryo untuk menyelamatkan istri mudanya, ia harus berhadapan dengan kenyataan bahwa satu-satunya cara menghentikan teror ini adalah menyerahkan kembali jiwanya pada Sekar—atau mati bersama seluruh keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 - Badai Bisnis

​Dua minggu setelah malam jahanam di klinik privat Jakarta Selatan, kehancuran yang dibawa oleh kutukan Pring Sedapur tidak lagi hanya berdiam di dalam rongga dada Maya atau di balik cermin rias yang berdebu.

Seperti yang pernah dikatakan oleh almarhum Ki Demang puluhan tahun lalu di Banyuwangi, ilmu ini bekerja layaknya akar bambu di bawah tanah: diam, merayap tak terlihat, namun perlahan menghancurkan pondasi bangunan dari bawah hingga seluruh strukturnya runtuh seakar-akarnya.

​Pagi itu, ruang kerja utama PT Artha Raya yang terletak di lantai 30 sebuah gedung pencakar langit di kawasan Sudirman tampak tegang. Sinar matahari pagi yang menembus dinding kaca tebal tidak mampu mengusir atmosfer kaku dan dingin yang menggelayuti ruangan.

​Aryo duduk di balik meja kerja jatinya yang besar. Penampilannya benar-benar kacau. Jas bermerek yang ia kenakan tampak kebesaran karena berat badannya yang menyusut drastis.

Dasi sutranya miring, dan dasaran matanya menghitam akibat berhari-hari tidak menikmati tidur yang layak. Di hadapannya, berdiri Baskoro, pengacara sekaligus orang kepercayaannya, bersama dua direktur keuangan perusahaan dengan wajah pucat pasi.

​"Bagaimana bisa tender proyek reklamasi di Teluk Jakarta itu jatuh ke tangan grup kompetitor?!" hantam Aryo, suaranya parau dan serak, tangannya memukul permukaan meja hingga tumpukan berkas di atasnya bergetar. "Kita sudah mengunci tiga komisaris bank untuk pendanaan, dan semua dokumen kita sudah bersih!"

​Baskoro menghela napas panjang, wajahnya dipenuhi kecemasan yang mendalam.

"Itu dia masalahnya, Yo. Kemarin malam, secara mendadak, ketiga komisaris bank utama menarik diri dari konsorsium pendanaan kita. Mereka membatalkan komitmen sepihak tanpa alasan yang logis. Mereka bahkan rela membayar penalti kontrak demi menjauh dari PT Artha Raya."

​"Alasan mereka apa, Bas?! Nggak mungkin ada pengusaha yang mau rugi bayar penalti kalau nggak ada sesuatu yang sangat besar!" teriak Aryo, emosinya meledak, memicu rasa sakit berdenyut yang hebat di bagian belakang kepalanya.

​Baskoro melirik kedua direktur keuangan di sampingnya, mengisyaratkan mereka untuk keluar dari ruangan terlebih dahulu.

Setelah pintu kayu ek ruang kerja itu tertutup rapat, Baskoro melangkah mendekati meja Aryo, lalu merendahkan suaranya hingga menyerupai bisikan yang tegang.

​"Ada rumor aneh yang beredar di kalangan konsorsium bank dan pejabat kementerian, Yo. Ini terdengar gila, tapi ... mereka bilang setiap kali nama PT Artha Raya atau namamu disebut dalam rapat komite kredit, ruangan rapat mendadak berbau busuk. Seperti bau .. bau bangkai tikus yang bercampur dengan minyak bunga kantil yang menusuk."

​Aryo seketika membeku di kursinya. Jantungnya berdegup kencang.

​"Bukan cuma itu," lanjut Baskoro, dahinya berkerut dalam penuh ketakutan. "Salah satu sekretaris komisaris bank bercerita padaku. Saat mereka membuka draf proposal digital proyek kita di layar proyektor, sistem komputer mereka mendadak terserang glitch parah. Dokumen teks kita berubah menjadi simbol-simbol aneh yang meliuk-liuk kaku, mereka bilang strukturnya mirip dengan guratan anyaman serat pisang dan daun bambu kering. Nah, hal itu membuat para petinggi bank merasa ... ada 'sial' yang besar pada perusahaanmu sekarang."

​Aryo menyandarkan punggungnya pada kursi, matanya menatap kosong ke arah langit-langit ruang kerja. Tembok beton dan kaca gedung pencakar langit setinggi ratusan meter yang dulu ia banggakan sebagai benteng modernnya, kini terbukti sama sekali tidak berguna.

Logika bisnis, lobi politik, dan tumpukan uang triliunan rupiah di ibu kota perlahan-lahan ditekuk lutut oleh kekuatan purba yang dikirimkan dari sebuah gubuk tua di Desa Kemiren.

​Tanah ini adalah utang, Aryo. Selama kamu setia pada anakku, tanah ini akan menumbuhkan emas bagimu. Tapi jika kamu berani mengkhianatinya, tanah ini akan berubah menjadi liang lahat untuk seluruh kejayaanmu.

​Peringatan Ki Demang 13 tahun lalu kembali bergema di dalam benak Aryo dengan kejelasan yang mengerikan. Selama belasan tahun ini, ia mengira gurita bisnis propertinya sukses karena kejeniusan strateginya sendiri.

Ia lupa bahwa fondasi pertama dari seluruh kekayaannya dibangun di atas segenggam tanah wingit dari pekarangan rumah joglo Sekar yang ia tanam di empat sudut proyek pertamanya dulu. Dan sekarang, sang pemilik tanah sedang meminta bayarannya kembali.

​Belum sempat Aryo mencerna kata-kata Baskoro, pintu ruang kerja mendadak diketuk dengan kasar. Sekretaris Aryo masuk dengan wajah yang panik setengah mati.

​"Pak Aryo, maaf mengganggu," kata sekretaris itu dengan suara bergetar. "Ada berita darurat dari lokasi proyek apartemen kita di Jakarta Barat. Struktur bangunan menara B yang baru selesai dicor lantai 15 ... mendadak mengalami penurunan pondasi secara ekstrem. Tiang-tiang pancang betonnya retak total dari bawah tanah."

​Aryo langsung berdiri tegak, cengkeramannya pada tepi meja begitu keras hingga kuku-kukunya memutih.

"Apa?! Tidak mungkin! Proyek itu sudah lolos uji kelayakan tanah! Pondasinya sedalam 30 meter ke dalam batuan keras! Bagaimana bisa retak?!"

​"Pihak kontraktor di lapangan juga bingung, Pak," jawab sekretaris itu sambil menyodorkan sebuah gawai yang menampilkan foto-foto langsung dari lokasi proyek.

"Retakannya tidak wajar. Tanah di bawah pondasi beton itu mendadak amblas dan melunak seperti lumpur hisap, Pak. Dan yang paling aneh ... dari celah-celah beton fondasi yang pecah di bawah tanah itu muncul ribuan akar tanaman berwarna hitam yang sangat tebal dan kaku, strukturnya tuh menyerupai akar pohon bambu tua."

​Baskoro yang ikut melihat foto-foto tersebut langsung mundur selangkah, wajahnya memucat pasi. Ia menatap Aryo dengan pandangan yang dipenuhi kengerian yang mendalam.

Entah mengapa ia yakin bahwa ini bukan lagi masalah kelalaian teknik atau korupsi material bangunan. Ini adalah eksekusi mistis yang sedang berjalan.

​"Yo ... ini bukan sial biasa," bisik Baskoro dengan bibir gemetar. "Ini perempuan itu, kan? Mantan istrimu? Dia sedang meruntuhkan seluruh bisnismu, Yo!"

​Aryo tidak menjawab. Ia merasakan dadanya mendadak sangat sesak, seolah-olah ada udara dingin yang membeku di dalam paru-parunya.

Aroma anyir bunga kantil yang layu tiba-tiba menyeruak hebat di dalam ruang kerja yang tertutup rapat dan ber-AC sentral tersebut, mengalahkan aroma parfum ruangan mahal yang terpasang di dinding.

​Di bawah lantai marmer mewah ruang kerjanya yang berada di lantai 30, Aryo bersumpah ia mendengar sebuah suara yang sangat halus, suara derit yang ritmis.

​Suara gesekan dedaunan bambu kering itu merambat naik melalui struktur pilar-pilar besi gedung pencakar langit, menembus beton, dan bergema pelan di bawah kakinya.

Efek domino dari kutukan Pring Sedapur telah resmi dimulai. Ia tidak hanya menghancurkan kesehatan fisik Maya di klinik; ia kini sedang menguliti habis seluruh simbol kekuatan, kedudukan, dan rezeki yang selama ini menjadikan Aryo seorang pria sombong di Jakarta.

​"Bas, batalkan semua janjiku hari ini," perintah Aryo akhirnya, suaranya terdengar hampa, kehilangan seluruh energi wibawanya.

​"Kamu mau ke mana, Yo?" tanya Baskoro panik.

​"Aku harus cari orang pintar lagi," bisik Aryo sambil meraih kunci mobilnya dengan tangan yang gemetar hebat. "Dukun di Jakarta tidak ada yang sanggup. Aku harus cari yang lebih tua, yang lebih mengerti ilmu tanah wetan. Sebelum gedung ini runtuh menimbun kepalaku."

​Aryo melangkah keluar dari ruang kerjanya dengan tergesa-gesa, meninggalkan Baskoro dan sekretarisnya dalam kebingungan yang mencekam.

Di luar gedung, langit Jakarta di atas kawasan Sudirman yang semula benderang siang bolong, mendadak tertutup oleh gumpalan awan mendung hitam yang pekat secara tidak wajar, seolah bersiap untuk menumpahkan badai baru yang akan menenggelamkan sisa-sisa kejayaan sang pengkhianat.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Siapa sebenarnya yang di gunung salak ini?
Seseorang yang bisa memutus santett Pring sedapur Ki demangkah ??
shafira 🥰
bagus banged... ceritanya sungguh menarik.seruuuuu.. karna aq juga tinggal di banyuwangi....
Buna: woah, ada tetangganya Sekar. 😄
terima kasih penilainnya, yaaaa. ❤
total 1 replies
shafira 🥰
lanjuttttttt.... thorrrr
shafira 🥰
lanjutttttt thorrrrrr.... seruuuuuu.... l
Buna: siap, kak. hari ini sudah 3 bab. insyaallah besok lanjut lagi. terima kasih sudah mampir, ya. ♥︎
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Aryo terlalu egois !!
Dia tidak mau "menjatuhkan" dirinya di hadapan Sekar.
tapi ....
pada akhirnya azab yang akan memaksa dia untuk "jatuh" ..... sejatuh jatuhnya
Shusand MaiTtimu
habis kan saja Thor,, si Aryo nya juga
dasar laki laki tidak tau diri
kinoy
ttp y mnt tanggungjwb Aryo sbg pelaku utama y
kinoy
Bnr2 DAh..keren ni crt
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Emang kemana tujuanmu sekarang, Aryo??

Rumah Sekar? atau
alas Purwo?
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻: Ngadi Ngadi authornya 😄
total 2 replies
kinoy
egois si Aryo..BKN y sadar
Mifta Afandi
orang kayak Aryo ma Maya moga GK ada yq nolongin
kinoy
ngeri y..adakah yg BS nolongin Aryo..ato EMG kudu metong
Inna Mirna AR
suka sama karyamu thor, serasa lagi nonton film horror
Buna: terima kasih, kak. selamat membaca. ♥︎
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
ibaratnya ....
Aryo yang berbuat
tapi Maya yang menanggung siksa jiwa dan raga atas ulah Aryo.

Aryo menderita dan hampir gila dengan menyaksikan semua penderitaan Maya yang terkena santett Pring Sedapurr
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Meski jangkar sudah diputus oleh Danu, tapi tetap saja tidak bisa menolong Maya .
Maya sudah hampir menjadi Pring/bambu yang kering dan mati .
kinoy
dah lah speechless AQ..nr x ni baca crt mistis tp penjelasannya runtut jls
kinoy
ah tmbh seru aj ni crt
kinoy
cerdik x tuh detektif
Buna
ya Allah, jauh amat typo-nya. dari sekarat ke sejarah 😆😆😆
kinoy
wah..mulai ancur2an ni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!