🌺 Arsenio Putra Atmadja * Bianca Mahendra 🌺
Judul sebelumnya "Aku Ingin Hidup Sekali Lagi!"
Sebuah janji sepuluh tahun lalu membawa Bee dan Arse bertemu kembali dalam situasi rumit.
Bee yang menjadi arwah karena koma mencari cara untuk kembali ke tubuhnya dan mempertemukannya dengan Arse sang penyelamatnya yang dianggapnya sebagai jodohnya kelak.
Hingga akhirnya Bee menyadari cara kembali ke tubuhnya adalah dengan menyadari perasaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Ide
...
Diperjalan Bianca hanya diam memandang keluar jendela selama berminggu minggu dirumah sakit baru kali ini dia melihat pemandangan diluar lagi. Rasanya baru kemarin dia berkumpul dengan para sahabatnya tapi sekarang keadaannya seperti ini. Mengapa? pertanyaan itu yang selalu terlintas dipikirannya.
Mobil pun berhenti didepan sebuah apartemen mewah dengan perhatiannya Arse menggendong Bellena ala bridal style tapi sebelum itu saat dia hendak membuka pintu dia menoleh ke arah Bianca yang pada saat itu memang duduk dibelakangnya.
"Jangan mengikutiku! Dan tunggu disini!" bisik Arse pada Bianca.
Bianca hanya bisa mendengus kesal. Baiklah, sekarang saatnya menjadi pengganggu kecil buat Arse kalau dengan cara halus tidak bisa harus dengan cara paksaan, Bianca pun tersenyum jahat.
Sementara itu didalam apartemen Bellena segera membersihkan dirinya dibantu oleh Arse dan pelayan di apartemen itu. Setelah membersihkan diri Bellena segera istirahat dia merasakan remuk di sekujur tubuhnya, sebenarnya dia ingin Arse menemaninya tapi melihat tingkah aneh Arse sepertinya Arse juga butuh istirahat. Dia pun membiarkan Arse berlalu pergi pulang ke mansionnya.
Sekarang di dalam mobil hanya tinggal Bianca dan Arse. Karena lelah dia malas menanggapi keberadaan Bianca yang saat ini ingin dia lakukan adalah pulang ke mansionnya dan istirahat.
"Aneh" tiba tiba Bianca membuka suara.
Arse hanya melirik Bianca karena dia enggan menanggapi Bianca sekarang.
"Kau dengar tidak?" Bianca meninggikan suaranya karena tidak ada sahutan dari Arse.
"Apa sih? Aku lelah berdebat denganmu! Lebih baik aku pulang dan mengistirahatkan badanku daripada menanggapi hantu gentayangan sepertimu," ketus Arse.
"Sudah dibilang aku bukan hantu!" gerutu Bianca.
"Terserah padamu!" Arse benar benar malas menanggapi Bianca sekarang.
"Maksudku tadi aneh kenapa dari jutaan dan milyaran manusia harus kau yang bisa melihatku? Apa kau tidak merasa aneh? Kau juga tidak punya indra keenam atau apa kan?"
"Oh iya namamu siapa? Aku Bianca panggil aku Bee, oke."
Arse benar benar jengah dengan Bianca apa yang harus dia lakukan agar Bianca diam. Dia pun menghembuskan nafasnya kasar. Aha! Tapi terbesit satu ide dipikirannya sekarang bagaimana kalau dia mencari seseorang yang juga bisa melihat Bianca sekarang mungkin Bianca akan melepaskannya saat bertemu dengan orang yang bisa melihatnya dan membantunya nanti. Sepertinya rencana bagus yang dibutuhkan sekarang adalah mencari orang itu. Dia akan bertanya dengan dua sahabatnya dan menyuruh mereka mencarikan seorang paranormal yang hebat. Senyum tersungging diwajah tampannya.
"Hei Bule kau dengar aku tidak?" Bianca nampak kesal karena Arse tak memberikan respon.
"Ah.. iya?" Arse pun tersadar dari lamunannya.
" Ternyata kau tuli ya?" sindir Bianca.
"Jaga bicaramu! Aku sedang memikirkan solusi untuk masalahmu."
"Apa itu?" tanya Bianca penasaran.
"Nanti kau juga akan tahu tapi sekarang diamlah!" Arse pun berbicara dengan tegas.
Dan Bianca pun akhirnya menurut, dia tersenyum tipis ternyata Arse akan mulai membantunya.
Akhirnya mobil pun masuk kedalam mansion mewah Arse. Bianca hanya bisa melongo melihat mansion mewah itu, siapa sebenarnya orang ini pikirnya.
"Kenapa? Tidak pernah melihat mansion? Cepat turunlah!" Arse yang melihat Bianca hanya diam saat mobilnya sudah berhenti.
"Heh, Bule! Sebenarnya kau itu siapa?" tanya Bianca penasaran.
"Arsenio Putra Atmadja," jawab Arse dengan bangganya.
"Siapa itu?"
"Kau benar benar tidak tahu nama itu? Sepertinya hampir seluruh wanita di negeri ini mengenalku" imbuh Arse dengan bangga.
"Cih! PeDe banget sih.. buktinya aku tidak tahu siapa itu."
"Kau benar benar tidak tahu?" Arse merasa keheranan karena wajahnya sering terpampang di berbagai majalah bisnis dan sering masuk berita di TV dia juga sering menjadi tranding topik di berbagai media online sebagai pengusaha muda yang tampan dan sukses.
"Sudahlah! Kalau kau tahu aku siapa mungkin tubuhmu yang koma itu akan mengejang karena sekarang tahu berhadapan dengan siapa," Arse berlalu meninggalkan Bianca yang tampak masih kebingungan.
Bianca hanya menggeleng, mengikuti Arse dari belakang. Tidak penting dia siapa yang terpenting dia bisa membantu pikirnya.
Arse pun segera melangkah menuju kamarnya, dia sangat lelah dia ingin membersihkan diri setelah itu akan istirahat. Dia pun bergegas membuka satu persatu baju yang melekat ditubuhnya tanpa dia sadari sosok Bianca yang sedari tadi mengikutinya dari belakang.
"Akhhhh.. Bule Cabul!" Bianca pun berteriak mana kala Arse melepas pakaiannya dan sekarang hanya tertinggal ****** ***** saja.
Sontak Arse pun menoleh ke arah Bianca dia tampak santai walaupun kini dirinya hanya memakai ****** *****.
"Kau pasti terkagum kagum melihat roti sobek ku ini kan? Coba lihat baik baik aku begitu seksi bukan?" seloroh Arse
"Nggak sama sekali!" Bianca pun memalingkan mukanya saat ini dia sungguh merasa sangat malu baru pertama kalinya dia melihat seorang pria dalam keadaan seperti itu walaupun tak dipungkiri Arse memang begitu seksi dengan badan berotot dan perut six pack nya.
"Kau pasti ingin memegangnya kan? Karena aku baik hati aku akan membiarkanmu menyentuh tubuhku!" Arse pun berjalan mendekati Bianca.
"Kya! Bule Cabul! " Bianca pun berlari keluar dari kamar Arse.
Arse pun tertawa karena bisa mengerjai Bianca setidaknya untuk beberapa saat dia akan terbebas dari sosok Bianca.
...
TBC
makin kesini makin kesana
endingnya bikin termehek-mehek.. 😭😭😭
wes g usah banyak komen, intinya cerita ini luar biasa banget..
jangan dilewatkan untuk dibaca.. 🥰🥰🥰
sehat2 terus ya kak..
jgn capek untuk terus berkarya...
mau lanjut baca oh my bee😘😍🤩🥰