NovelToon NovelToon
Drachenfutter (Hadiah Dari Sang Suami)

Drachenfutter (Hadiah Dari Sang Suami)

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Cintamanis / Kriminal / Eksplorasi-detektif / Chicklit / Tamat
Popularitas:245.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mei Shin Manalu

Sebuah kasus mengerikan menyerang seorang teman Gevio di sekolah. Demi menyelamatkan teman sang anak, Elden, Erie dan seluruh anggota organisasi harus menghadapi pertarungan penuh intrik dengan para pemimpin negara guna menangkap pelaku sebenarnya. Bisakah mereka melawan para penguasa dan menyelamatkan korban?

Novel ini merupakan kelanjutan dari novel ‘Danke, Häschen !!!’. Dengan mengangkat genre action romance, novel ini ingin menantangmu untuk berpikir, bersimpati dan tentu saja berimajinasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei Shin Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Promise

“Ya Elden?” kata Erie menjawab panggilan telepon dari sang suami melalui sambungan ponselnya.

“Sayang maaf, ada hal mendadak yang terjadi di kantorku. Aku dan Mario harus melakukan rapat darurat. Jadi aku tidak bisa menjemput Gevio. Bisakah kau yang menjemputnya?” ucap Elden terburu-buru. Sepertinya pria itu sedang berjalan cepat karena suaranya terdengar sedikit terengah-engah.

Erie melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 12 siang lebih. Artinya sekolah Gevio sudah selesai beberapa menit yang lalu. “Baiklah Elden. Kebetulan aku tidak sibuk sekarang. Biar aku saja yang menjemput Gevio," kata Erie menyetujui.

“Terima kasih, sayang. Sekarang aku harus masuk ruang rapat dulu. Nanti aku akan meneleponmu lagi. Hati-hati di jalan."

“Iya Elden.”

Usai mengatakan itu, Elden langsung memutuskan sambungan teleponnya. Sedangkan Erie segera membereskan meja kerjanya secepat mungkin. Lalu ia mengambil tasnya dan keluar dari ruang kerjanya. Tepat di luar, perempuan itu menghampiri Tina yang sedang sibuk memeriksa beberapa jenis kain yang baru masuk.

“Tina, aku harus menjemput Gevio. Jika kau sudah selesai memeriksanya, tolong letakkan saja laporannya di atas mejaku,” tukas Erie pada Tina.

Wanita itu mengangguk. “Baik, Nyonya," jawabnya dengan patuh.

Erie melanjutkan lagi perjalannya. Ia mendekati A7 yang berjaga di dekat pintu keluar gedung itu. “A7, tolong temani aku menjemput Gevio.”

“Baik, Nyonya,” ucap A7 yang sama persis dengan ucapan Tina tadi.

A7 memberikan aba-aba kepada anak buahnya untuk membawa mobil Erie ke depan pintu butik Erie. Tak lama kemudian, mobil yang diminta pun tiba. Erie dan A7 langsung masuk ke dalam mobil ketika mobil berwarna putih itu sudah berada di depan.

Erie tak pernah merasa cemas dengan kondisi Gevio. Meskipun ia terlambat menjemput Gevio, anaknya itu akan tetap aman dan baik-baik saja. Tidak hanya karena memiliki beberapa pengawal yang setia memantau kondisi Gevio, namun pada dasarnya Gevio adalah anak yang dengar-dengaran terhadap nasihat orang tua. Ia tidak akan keluar dari lingkungan sekolah ataupun keluar dari gerbang sekolah sebelum Erie atau Elden datang menjemput. Sebab, Gevio tahu, salah satu dari orang tuanya akan segera datang menjemputnya dari sekolah.

Sebelum berangkat, Erie sudah memberikan informasi kepada A8 yang mengawal Gevio bahwa ia terlambat menjemput. Dengan informasi ini, A8 selaku kepala pengawal Gevio menginstruksikan anak buahnya untuk waspada. Ini dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya kasus penculikan terhadap anak yang baru berusia lima tahun itu. Bukan tanpa sebab mereka melakukannya. Perlu diingat, kejahatan terhadap keluarga Elden kerap kali mengintai karena pria itu punya banyak musuh, baik itu musuh bisnis perusahaannya ataupun musuh organisasi yang dipimpinnya.

Bicara tentang sekolah, Elden dan Erie menyekolahkan Gevio di sekolah bergengsi yang berada di daerah tepi ibu kota dan hanya berjarak 20 menit dari butik Erie dan 25 menit dari kantor Elden. Kawasan itu merupakan kawasan pendidikan karena tidak hanya ada Taman Kanak-kanak yang menjadi tempat sekolah Gevio, juga terdapat beberapa sekolah dari tingkat dasar hingga ke perguruan tinggi. Jadi, bisa dibilang tempat itu adalah kawasan pendidikan.

Akan tetapi sekali lagi, walaupun disebut sebagai kawasan pendidikan, Elden tetap dalam pendiriannya yang tidak mau menurunkan standar keamanannya terhadap sang buah hati. Begitu juga Erie yang selalu memantau keberadaan anaknya. Sesibuk apa pun Elden dan Erie, mereka selalu menyempatkan waktu untuk menjemput anaknya. Dan juga Elden selalu menekankan pada Gevio untuk tidak percaya pada siapa pun kecuali ayah dan ibunya.

Setelah tiba di sekolah Gevio, Erie melihat beberapa siswa yang masih berada di taman sekolah. Mungkin mereka sedang menunggu orang tua mereka atau bus sekolah yang mengantar dan menjeput mereka. Di antara anak-anak itu, Erie menemukan putranya sedang bermain di ayunan. Tak jauh dari Gevio, perempuan itu juga melihat A7 yang berpakaian santai sedang berjaga.

Erie segera mendekati Gevio. Ia menghampirinya dengan langkah yang sedikit berisik agar tidak mengejutkan anaknya. “My Prince!” panggil Erie saat ia berada di dekat Gevio.

Gevio menoleh ke sebelahnya dan menemukan ibunya sedang berdiri di dekatnya. Sontak Gevio turun dari ayunan lalu menghampiri Erie. “Mommy yang menjemputku? Gevio pikir Daddy yang akan datang,” ucapnya.

Erie merendahkan dirinya dan berjongkok di depan putranya. “Daddy dan Uncle Mario ada rapat mendadak, jadi Daddy tidak bisa menjemputmu. Dan juga Mommy ingin mengajakmu ke suatu tempat.”

“Tempat apa?”

“Rahasia.”

Erie berdiri dan menggenggam tangan Gevio. Mereka berjalan menuju ke mobil di mana A7 sedang menunggu. Gevio menyapa A7 terlebih dahulu sebelum ia masuk ke dalam mobil bersama dengan sang ibu.

“Mommy,” panggil Gevio saat mobil mereka sudah meninggalkan sekolahnya dan melintas ke atas jalan raya ibu kota yang padat dengan kendaraan.

“Ya?” Erie langsung menanggapi dengan menoleh ke arah anaknya yang duduk di sebelahnya. Berbeda dengan Elden yang selalu sibuk dengan ponselnya karena urusan bisnis, Erie selalu berusaha untuk menjauhkan benda itu ketika ia sedang bersama dengan Gevio.

“Mommy, apakah kita boleh bolos sekolah?” ujar Gevio.

Erie tersentak mendengar pertanyaan yang secara mendadak dilontarkan oleh Gevio. Namun, perempuan itu berusaha untuk tetap tenang. “Bolos sekolah? Memangnya kau punya alasan untuk bolos?” kata Erie balik bertanya pada anaknya.

“Bukan Gevio, Mommy!” sergah Gevio buru-buru mengklarifikasi ucapannya. “Gevio bertanya karena ada satu teman di kelasku yang suka bolos sekolah.”

“Hm, begitukah?” Erie mencoba mencari tahu kebenaran ucapan Gevio melalui raut wajah anaknya. Namun, berapa kali pun Erie mencoba, perempuan itu tidak juga menemukan gelagat mencurigakan dari Gevio. Itu artinya anaknya sedang berkata jujur. “Kenapa dia suka bolos? Apa kau pernah bertanya padanya?”

Gevio mengangguk. “Iya, aku pernah bertanya. Katanya, dia tidak suka sekolah, terutama guru-gurunya.”

Erie berpikir itu wajar karena kebanyakan anak-anak zaman sekarang membenci sekolah. Mereka lebih suka berada di dalam rumah. Di saat teknologi dengan cepat berkembang hingga memudahkan mereka mendapatkan hiburan, anak-anak itu berpikir untuk apa sekolah jika semuanya bisa mereka dapatkan di rumah mereka?

“Apa guru-guru di sekolahmu galak?” tanya Erie untuk mencari tahu lebih jauh mengenai masalah putranya.

“Tidak.” Gevio menggelengkan kepalanya. “Mereka baik. Bahkan ada satu guru yang sangat baik. Namanya Mr. Smith, guru matematikaku," tambah anak itu.

“Wah, bagus kalau begitu. Kau tahu My Prince, biasanya guru matematika itu adalah guru yang sering membuat murid kesal.”

“Kenapa?” tanya Gevio polos.

“Karena mereka galak. Dan juga, banyak murid yang menganggap matematika itu pelajaran yang susah dimengerti.”

“Tapi Gevio suka matematika.”

Erie tersenyum. Ia menepuk kepala Gevio dengan lembut. “Itu bagus. Jika Gevio merasa kesulitan dengan satu pelajaran, kau tidak boleh membencinya karena semakin kau membencinya, kau akan terus merasa pelajaran itu sulit,” jelas Erie.

Pelajaran matematika yang dipelajari Gevio bukanlah pelajaran matematika yang sulit karena tidak ada perhitungan sama sekali. Di tingkat Gevio yang masih kanak-kanak, guru di sekolah hanya mengajarkan pengenalan angka dan bilangan, juga termasuk beberapa simbol yang akan sering mereka jumpai di dalam kehidupan sehari-hari.

“Apa hari ini teman itu bolos juga, My Prince?” tanya Erie menyambung perbincangannya dengan Gevio.

“Tidak Mommy, hari ini temanku masuk sekolah. Tapi kemarin dia bolos.”

“Sayang, bolos sekolah itu adalah perbuatan tidak baik. Gevio suka pergi ke sekolah kan?”

Gevio mengangguk dengan pasti. "Iya, suka."

Erie tersenyum lagi dan melanjukan ucapannya. “Bagus. Ini Mommy hanya berandai-andai ya. Kalau seandainya Gevio sudah tidak suka pergi ke sekolah atau merasa bosan, kau bisa mencerikannya pada Mommy atau Daddy. Kita akan mencari solusinya bersama. Gevio mengerti?”

“Iya, Mommy,” ungkap Gevio seraya mengangguk.

“Nyonya, kita sudah sampai,” ucap B4, anggota organisasi yang sama dengan A7 dan A8 yang saat ini ditugaskan menjadi supir Erie.

Erie memandang keluar. Gevio pun sama. Kemudian, secara mendadak Gevio berseru dengan kencang. “Wah, Mommy, apakah kita akan makan es krim?” ucapnya antusias sambil menatap sebuah restoran yang sangat familiar bagi Gevio. Restoran yang menjual es krim dengan porsi jumbo.

“Benar. Kita akan makan es krim. Tapi Gevio harus berjanji pada Mommy kalau kau akan menghabiskan makan siangmu terlebih dahulu sebelum memakan es krim. Bagaimana? Apa kau sanggup My Prince?” tantang Erie seraya mengangkat jari kelingking tangan kanannya ke hadapan sang anak.

Gevio tersenyum lebar. Ia terlihat begitu percaya diri dengan tantangan yang diberikan ibunya. “Aku janji Mommy!” pungkas anak itu sambil mengaitkan jari kelingking kanannya ke jari ibunya, sebagai tanda kesepakan mereka.

XXXXX

Uhhuuyy udah akhir tahun aja nih... Selamat menyambut tahun baru ya... Untuk teman-teman yang udah melewati masa-masa sulit di tahun 2020 dengan baik, kita semua hebat!!! o((*^▽^*))o

By: Mei Shin Manalu (ig: meishinmanalu)

1
Idasesoega
untukmu author : sungguh cerita bagus berdasar data & fakta.
namun mnrtku. cerita terlalu panjang.
lbh baik berseri, sehingga mdh dibuat film bersepisode. dan mdh dipelajar pr anggota parlemen unt buat atau merevisi sebh uu.
di nkri, dg anggota parlemen yg terlalu banyak dg kw (kualitias) spt sekarang kok sbh mimpi bisa membuat uu apapun yg bagus dan berkualitas. kt gus dus, angg parlemen kita kan spt "taman kawak kawak😜maaaaaf
Krystal Zu
Cerita author ini selalu menarik
Udah lama aku gak baca novel, terus keinget Ceritanya Erie eh udah ada anaknya aja🦋🌼
Google
🤎🤎🤎
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
ayah lebih sayang anaknya daripada istrinya 😂
Devoy 🍁
🤎🤎🤎
Devoy 🍁
Gevio🤗🤗🤗
Devoy 🍁
Sweet nyaaa😍😍😍
Devoy 🍁
🤎🤎🤎
Elisabeth Ratna Susanti
tuntaskan like yang tertinggal 😍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
mantap 😍
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
D'ՇɧeeՐՏ🍻
🤎🤎🤎🤎
Devoy 🍁
💋💋💋
D'ՇɧeeՐՏ🍻
🤎🤎🤎
🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ
semangat
🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ
lope² mas elden
🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ
cukup elden
🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ
pelayan laknat
🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ
Mario aku menunggu mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!