NovelToon NovelToon
Talakmu, Kebebasanku

Talakmu, Kebebasanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Mia menikah muda di usia dua puluh satu tahun dengan Edo, pria yang tiga tahun lebih muda darinya. Awalnya, perbedaan usia bukanlah masalah. Satu tahun pertama pernikahan mereka dipenuhi cinta, tawa, dan mimpi sederhana sebagai pasangan muda.

Namun, setelah tiga tahun, semuanya berubah.

Edo yang pemalas mulai menggantungkan seluruh kebutuhan hidup kepada Mia. Sementara Edo menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang.

Yang lebih menyakitkan, Edo merasa dirinya lebih berharga hanya karena lebih muda. Ia tak segan menghina Mia, menyebutnya tua, membandingkannya dengan perempuan lain, bahkan berkali-kali melakukan kekerasan. Keluarga Edo juga selalu membela Edo, menyebut Mia beruntung bersuamikan lelaki yang jauh lebih muda.

Mia terpuruk.

Hingga akhirnya ia sadar dan tak lagi menjadi wanita lemah.

"Aku pernah mencintaimu sampai lupa mencintai diriku sendiri. Tapi sekarang, aku memilih mencintai diriku sendiri!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Bukannya menjawab pertanyaan Ohang... Edo malah tertawa terpingkal-pingkal, memukuli bantal yang ada dalam pangkuannya.

"Dih, ni orang... ditanya malah ketawa. Aneh lo!" dengus Ohang.

"Pertanyaan lo lucu banget, Hang." Edo menjawab di sela tawanya.

"Lucu gimana maksud, lo? Pertanyaan gue itu serius, Do. Bukan lucu!" Suara Ohang meninggi.

"Tapi menurut gue lucu," ujar Edo. "Nih, gue jawab... sekalipun nanti si Mia tahu tentang hubungan gue dan Bela... gue yakin, dia nggak bakal ngamuk apalagi sampai minta cerai. Mia tuh cinta mati sama gue, Hang. Dia nggak akan bisa hidup tanpa gue. Yang ada, dia pasti akan maafin gue dan nggak akan mempermasalahkan hal itu!" Jawaban itu keluar dengan nada percaya diri yang cukup tinggi.

"Pede banget lo, Do!" Ohang sampai geleng-geleng kepala.

"Ya iyalah. Kan bini gue emang cinta mati sama gue. Lagian nih, ya... dia pasti nggak akan berani minta cerai. Kalau dia cerai dari gue... siapa coba yang mau nikah sama cewek jelek, kurus dan nggak menarik kayak dia. Nggak akan ada, Hang! Dia paling bakal jadi janda di sisa umurnya!"

Ohang angguk-angguk, tetapi beberapa detik kemudian ia mengangkat alis." "Tapi gimana kalau sebaliknya, Do?"

Edo menoleh. "Sebaliknya apaan?"

"Gimana kalau setelah Mia berpisah sama lo, justru dia jadi rebutan cowok-cowok?"

Edo spontan tertawa terbahak-bahak. "Hahaha! Rebutan? Mia?" Ia bahkan sampai menggeleng-gelengkan kepala dengan cepat. "Kagak mungkin, anjing! Iris kuping gue kalau dia sampai jadi rebutan!"

Ohang mencibir. "Kenapa kagak mungkin?"

"Ya karena siapa yang mau sama perempuan kayak Mia?" jawab Edo enteng. "Dia tuh kayak nenek-nenek, nggak menarik, nggak punya apa-apa. Udah gitu janda lagi. Mana ada cowok yang mau?"

Ohang menghela napas panjang. "Pede banget lo."

"Ya emang kenyataannya begitu." Edo menyeringai. "Mia itu beruntung bisa dapat berondong kayak gue. Kalau sampai cerai, paling dia bakal susah cari pengganti."

Ohang hanya mencibir. Ia tidak melanjutkan perdebatan karena tahu percuma berbicara dengan Edo yang sudah terlalu yakin pada dirinya sendiri.

"Udah, lah. Nggak usah ngomongin bini gue," kata Edo sambil menepuk paha. "Mending lo bayar hadiah taruhan gue. Satu juta. Buruan!"

Ohang mendengkus. "Iya, iya. Gue bayar." Ia bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju lemari. Setelah membuka pintunya, Ohang mengambil uang yang sudah disiapkannya. Ia kembali dan menyerahkan segepok uang kepada Edo. "Nih. Satu juta."

Mata Edo langsung berbinar. "Thank you, sobat. Ahayyy!" Edo segera mengambil uang tersebut. Lembaran-lembaran merah itu dihitungnya satu per satu, lalu diciuminya dengan wajah sumringah. "Satu juta!"

Ohang hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah temannya.

"Besok gue mau ajak Yayang Bela jalan," ujar Edo sambil memasukkan uang itu ke dompet. "Lumayan buat modal."

Ohang mendengkus pelan. "Bela lagi, Bela terus," godanya.

"Iya, dong. Dia pacar gue gitu lho!" sahut Edo bangga.

______

Hari demi hari terlewati dengan kesibukan yang sama bagi Mia. Wanita dua puluh empat tahun itu merenggangkan tubuhnya setelah bergelut dengan berbagai pekerjaan rumah. "Alhamdulillah... hari libur akhirnya tiba. Hari ini aku mau tidur sepanjang hari." Mia menyingkap tirai kamar dan merebah di atas kasur tipisnya. "Hm, kira-kira hari ini Edo bakal pulang nggak ya? Udah mau tiga hari ini dia terus menginap di rumah Ohang. Betah banget sih dia tinggal di rumah orang." Mia bermonolog. "Apa sih sebenarnya yang dia lakukan di sana?" Ada rasa ingin tahu yang bergolak di kalbu. Tangannya sudah menjulur untuk mengambil ponsel, berniat menelepon sang suami. "Ah, mending nggak usah deh. Ngapain juga aku nanya-nanya. Pesan yang dua hari lalu aja sama sekali nggak dibalas sama dia." Ia menarik tangannya lagi dan memilih memejamkan mata. Lambat laun, kantuk pun menyerang, dan kesadaran Mia pun menghilang.

"Aa... nanti jadi nggak ke pasar malam?" Suara Bela menusuk pendengaran Edo.

"Jadi dong, Yang. Nanti Aa jemput sehabis magrib ya. Tunggu Aa di tempat biasa. Jangan lupa bawa pertahanan," bisik Edo diiringi kekehan.

"Siap, Aa. Nanti aku mau naik kora-kora sama bianglala. Terus aku mau beli sendal, tas, boneka sama baju," pinta Bela.

"Iya, Sayang. Silakan beli apa yang kamu mau. Uang Aa banyak kok."

"Aaaa.... makasih. Aku makin cinta deh sama Aa. Love you, love you, love you..." Bela memberikan ciuman bertubi-tubi dari seberang sana.

Edo membalasnya dengan bertubi-tubi juga. "Yang, udah dulu ya. Ohang udah pulang nih. Aa mau ngobrol dulu sama dia."

"Oke, Aa. Sampai ketemu nanti malam. Muachhh!"

"Muachhh juga, Yayangku." Edo mematikan panggilan, bangun dari kasur dan menyapa Ohang yang kini sudah duduk di sebelahnya. "Gimana, Hang, berhasil ngajak si Salma ketemuan?"

Ohang menepuk dada bangga. "Berhasil, dong!" Alisnya mengerling.

"Wah, lo langsung nunjukin video itu?"

Ohang menyeringai. "Awalnya enggak, Do. Tapi karena tadi dia nolak, ya terpaksa gue tunjukin tuh video ke dia... dan lo bayangin... wajah si Salma kayak apa?"

"Pastinya kayak mayat hidup," tebak Edo.

"Yap!" Ohang menjentikan jarinya. "Matanya sampai mau loncat. Terus dia nanya ke gue dengan terbata-bata. 'K-Kenapa k-kamu punya video itu? Kamu memata-mataiku?' dia nuduh gue kayak gitu."

"Terus lo bilang apa?"

"Sesuai rencana yang udah kita susun, Do. Gue nggak bilang apa-apa. Gue cuma bilang... kalau nggak mau video panas ini tersebar, kamu harus mau jadi pacarku."

Edo terkekeh, "Terus dia jawab apa?"

"Dia kayak mau nangis. Tapi akhirnya mengiyakan."

Edo bersorak heboh. "Woahhh! Selamat, sobat! Akhirnya lo bisa memiliki tuh janda!"

Ohang tertawa puas. "Yoi, Do. Dan ini berkat lo." Ia memeluk Edo sekilas. "Thanks ya, Do."

"Sama-sama, Hang. Kita kan teman." Edo menepuk bahu Ohang.

"Sebagai ucapan terima kasih gue..." Ohang menggantungkan ucapannya dan Edo menunggu dengan penasaran. "Gue bakal kasih lo bonus lagi."

Bersorak heboh Edo, kini ia yang gantian memeluk Ohang. "Lo emang sahabat terbaik gue, Hang."

"Haha... lo juga, Do."

Untuk sesaat, dua lelaki itu larut dalam euforia kemenangan.

"Oh, iya, Do."

Edo melirik Ohang. "Apa?"

"Lo udah memblokir nomor telepon sama akun FB Salma, kan?"

"Udah, dong. Dari pas malam itu juga, gue udah memblok dia, Hang. Gue deketin dia kan karena lo. Karena taruhan juga, hahaha!"

"Sip, deh." Ohang mengangguk senang. "Gue tambahin bonus lima ratus ribu nih buat lo!" Ohang merogoh saku celananya, mengambil dompet dan memberikan lima lembar uang seratus ribuan. "Nih!"

"Asyikkk! Terima kasih, sobat!" Edo mengambil uang itu dengan wajah gembira. "Gue suka bisnis sama lo!"

"Haha! Gue juga suka, Do!"

_______

Mia baru saja kembali dari warung di depan gang dengan membawa sebungkus lauk untuk makan malam. Langkahnya melambat ketika melihat Tarjo sedang mengeluarkan sepeda motor dari garasi kontrakan. Di sampingnya, Tarmi tampak sibuk merapikan kerudung sambil tersenyum ceria.

Mia pun menghampiri keduanya. "Mbak, Mas, mau pergi ke mana?" tanyanya sambil tersenyum.

Tarmi menoleh. "Mau ke pasar malam, Mia. Mumpung libur kerja. Hihi."

"Oh, iya." Mia mengangguk.

Tarjo memasukkan kunci ke lubang kontak, kemudian menoleh kepada Mia. "Sudah lama kami nggak kencan, Mi," ujarnya sambil terkekeh.

Mia spontan tertawa kecil. "Wah, kalian romantis sekali."

"Sesekali, dong." Tarjo tersenyum kepada istrinya. "Kalau nggak begitu, nanti istriku bosan."

"Ih, Mas Tarjo!" Tarmi mencubit lengan suaminya pelan. Wajahnya seketika memerah.

Mia kembali tertawa melihat tingkah keduanya. Namun, tawa itu perlahan meredup. Melihat kemesraan pasangan tersebut justru membuat hatinya terasa nyeri. Ia teringat Edo. Sudah hampir tiga hari suaminya tidak pulang. Tidak ada kabar. Pesannya pun tidak dibalas.

Bahkan di hari libur seperti ini, ketika pasangan lain memanfaatkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama, Mia justru sendirian di kontrakan. Padahal dahulu, ia juga pernah merasakan hal yang sama.

Dulu, Edo sering mengajaknya jalan-jalan meskipun hanya sekadar membeli makanan atau berkeliling menggunakan motor tua miliknya.

Sekarang?

Jangankan mengajaknya berkencan. Mia bahkan tidak tahu suaminya sedang melakukan apa.

"Mia?" Suara Tarmi membuat lamunannya buyar.

"Iya, Mbak?" Mia mengangkat wajah.

"Kamu kenapa? Kok tiba-tiba bengong?"

Mia tersenyum cepat. "Nggak apa-apa, Mbak. Cuma kagum saja melihat keharmonisan kalian."

"Ah, kamu itu bisa saja," kekeh Tarmi.

Tarjo yang sedang memanaskan motor ikut menimpali. "Suamimu ke mana, Mi, kok sudah tiga hari ini tidak kelihatan?"

Pertanyaan sederhana itu membuat dada Mia kembali sesak. Ia berusaha tetap tersenyum. "Katanya ada urusan di rumah temannya."

"Urusan apa? Kerjaan?"

Mia terdiam sesaat. "Nggak tahu."

Tarmi langsung melirik suaminya. Tarjo pun tidak melanjutkan pertanyaan. Mereka bisa melihat sesuatu yang tidak ingin Mia ceritakan.

Tarmi kemudian mendekati Mia dan menggenggam tangannya. "Ya sudah. Jangan terlalu dipikirkan, ya. Mungkin Edo memang sedang ada urusan."

Mia mengangguk pelan. "Iya, Mbak."

"Kalau ada apa-apa, cerita sama Mbak. Jangan dipendam sendiri."

Mia tersenyum kecil. "Terima kasih, Mbak."

Tarmi kemudian naik ke jok belakang motor. Tarjo mengenakan helm, lalu menoleh kepada Mia. "Kami berangkat dulu, Mia."

"Iya, Mas, Mbak. Hati-hati."

"Doakan kami dapat hadiah dari pasar malam."

Mia tertawa kecil. "Memangnya ada hadiahnya?"

"Ada. Hadiah istri makin sayang sama suami."

"Mas Tarjo!" Tarmi kembali mencubit lengan suaminya.

"Hahaha!" Suara tawa keduanya terdengar ringan. Motor pun perlahan meninggalkan halaman kontrakan.

Mia berdiri di tempatnya, memperhatikan pasangan itu sampai menghilang di ujung gang. Senyum di wajahnya perlahan menghilang. Ia menundukkan kepala, lalu menatap bungkusan lauk yang berada di tangannya.

Andai rumah tangganya seperti mereka.

Andai Edo masih mau menggenggam tangannya.

Andai suaminya masih menganggap dirinya sebagai perempuan yang layak dicintai.

Mia menghela napas panjang. "Kenapa rumah tanggaku jadi begini, ya?" Ia mengusap sudut matanya yang terasa hangat, lalu buru-buru menggeleng. "Sudahlah. Jangan berpikir macam-macam." Mia kemudian melangkah masuk ke kontrakannya.

Beberapa puluh menit kemudian, motor Tarjo akhirnya memasuki area pasar malam. Dari kejauhan, suara musik dangdut yang berdentum keras sudah terdengar jedag-jedug. Lampu warna-warni menghiasi berbagai wahana permainan. Bianglala berputar perlahan di kejauhan, sementara suara teriakan pengunjung yang menaiki kora-kora sesekali terdengar bersahutan dengan suara pedagang yang menawarkan dagangannya.

"Wah... ramai juga, ya, Mas," ujar Tarmi begitu turun dari motor.

"Iya. Namanya juga pasar malam, Dek," jawab Tarjo.

Setelah memarkir motor di tempat yang telah disediakan, Tarjo menggandeng tangan istrinya dan mereka pun masuk ke area pasar malam. Keduanya berjalan santai. Sesekali Tarmi berhenti untuk melihat jajanan yang dijajakan. Ada cilok, telur gulung, martabak mini, jagung bakar, hingga berbagai macam makanan yang mengeluarkan aroma menggoda.

"Mas, nanti kita beli jagung bakar, ya."

"Iya."

"Sama cilok."

"Iya."

"Terus es..."

"Es juga."

Tarmi terkikik. "Mas kok nurut terus?"

"Daripada nanti kamu ngomel karena nggak diturutin."

"Ih, aku nggak suka ngomel."

Tarjo tertawa.

Mereka kembali berjalan sambil sesekali melihat barang-barang yang dijual di sepanjang lapak.

Hingga beberapa langkah kemudian, Tarmi tiba-tiba menyenggol lengan suaminya. "Mas! Mas!"

Tarjo menoleh. "Apa, Dek?"

"Itu!" Tarmi mengacungkan telunjuk ke arah lapak boneka yang berada beberapa meter di depan mereka.

Tarjo mengikuti arah telunjuk istrinya. Matanya menyipit. Di antara kerumunan pengunjung, tampak seorang pria yang begitu dikenalnya.

"Eh..." Tarjo memperhatikan lebih saksama. Pria itu mengenakan kaus hitam dan celana jeans. Tangannya merangkul pundak seorang perempuan muda berpakaian seksi. Tarjo langsung mengenalinya. "Itu kan... Edo, suaminya Mia?"

"Iya." Tarmi mengangguk cepat. "Kok dia sama perempuan ya, Mas."

"Iya, Dek." Tarjo melirik istrinya yang juga tengah meliriknya.

1
nunik rahyuni
lanjuut thor ..pingin liat versi edo setelah diusir ...🤣🤣🤣laki kok ssmpe diusir. itu tandanya lakianya g modal g becus g guna mokondo benalu gpokoknya g ada baik2 nya ...biar tau rasa busuk si otong lumpuh layu 😅😅😅😅
Ama Apr: Pasti kk, nantikan sj
total 1 replies
Dartihuti
Nikmati hasil jerih payahmu Mia bahagia ...laki mokondo ky Eduuu ...tinggal nunggu penyesalannya betulkah dng mudah dpt'i cewek lbh dr mu?krn merasa ganteng,tgl tar blg'i ...makan tu gantengmu
😁😁🤭
Ama Apr: Ganteng doang nggk ada duit dan nggak mau kerja mh buat apa ya. Wajah ganteng tk akan bisa mengenyangkan perut🤣
total 1 replies
Lucy
syukurlah Mia kau bisa menikmati hasil jerih payahmu sendiri tanpa berbagi dgn Edo bayar tagihan motornya🤣🤣
Ama Apr: iya kk🥰
total 1 replies
Ma Em
Mia kamu harus cepat move on lupakan laki mokondo dan selalu bahagia setelah berpisah dgn Edo , semoga dapat pengganti Edo lelaki yg lbh baik yg cinta dan sayang pada Mia , Edo pasti menyesal dan akan dapat karmanya karena sdh jahat pada Mia dan selalu menyiksanya .
Ama Apr: Aaamiin🥰
total 1 replies
nunik rahyuni
kok cuma fikit thor. lanjuuuuy thooor
si setan edo kenapa g di bikin nyungsep aja sih thor ..laju laju membawa kendraan trus nyungsep luka luka hilang lah ketampanan yg di banggakanya👍👍💪
Ama Apr: hehe, iya, nnti lnjut lg
Ah, jng dlu lah, aku mau buat dia pusing 7 keliling dulu🤣
total 1 replies
Lucy
lanjut thor😃Mia ceritakan KDRT yg di lakukan Edo terhadapmu jgn hnya talak 3 yg kau ceritakan, semua kau ceritakan ke org tuamu biar mereka paham👍
Ama Apr: Pasti Kk. Oke
total 1 replies
nunik rahyuni
gpp janda asal bahagia ...bebas dari laki mokondo..👍
Ama Apr: betul tul
total 1 replies
Ma Em
Mia jadi janda bkn aib daripada hdp Mia tersiksa lbh baik berpisah dgn Edo benalu sok kegantengan banget , ganteng kalau kere juga cewe mandi kir dia kali atuh , semoga Mia bahagia setelah bercerai dgn Edo dan dapat pengganti Edo lelaki yg lbh baik cinta dan sayang juga bertanggung jawab pada Mia jgn seperti seperti si Edo .
Ama Apr: Aaamiin🥰
total 1 replies
EmakKece
mending jd janda terhormat, drpada hidup sm manusia jelmaan iblis mia
Ama Apr: Iya bnr, bebas2 make uang sendiri
total 1 replies
Lucy
lebih baik JD janda Mia drpd di pukuli dan diselingkuhi oleh Edo 🤭JD janda LBH bahagia mia🤣🤣🤣
Ama Apr: ahihihi🫰
total 9 replies
EmakKece
Triple Up thor 🤭
Ama Apr: haha nanti2 y kk aku blum nabung bab🤭
total 1 replies
Ma Em
Akhirnya Mia terbebas dari Edo si mokondo benalu yg tdk tau diri maunya cuma porotin uang Mia doang , semoga Mia makin sukses setelah bercerai dari si benalu biar saja pasti Edo yg akan menyesal karena sdh membuang ATM berjalan nya .
Ama Apr: Aamiin, tinggal mia menikmati hidup sekarang
total 1 replies
✨Kayla Rane✨
sudah lega ya Mia, biarin ntar hidupnya si edo blangsak 😆
Ama Apr: Iya lagi, siapa yg byr cicilan motor🤣
total 1 replies
Ma Em
Syukur Alhamdulillah akhirnya Mia sdh lepas dari Edo suami benalu sukanya selingkuh tdk tau diri , semangat Mia semoga Mia bahagia dan sukses setelah berpisah dgn Edo .
Ama Apr: Aamiin, makasih kk🥰
total 1 replies
Nice1808
Akhirnya mia bebas dr Edo bangsat🤣🤣🤣
Ama Apr: iya hehe
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
othoooooorrr...q padamu alapiyu se keboooonnn lap lap lap pokok nya❤️❤️❤️meskipun sabuk hitam🥋 si mia gk dikeluarkan🤣🤣🤣🤣🤣
Ama Apr: Haha iya kk, nyaris hilang nyawa dia. Tp sudah lah ya, edo bebas juga
total 1 replies
✨Kayla Rane✨
Alhamdulillah akhirnya cerai juga😤
Ama Apr: Walau nyaris bbk belur
total 1 replies
EmakKece
gak disini gak di cerita satunya, aku misuh2 mulu perasaaan. emang dasar si othor mah 🤧
Ama Apr: maaf y kk🤭
total 1 replies
EmakKece
laki ky kamu sempurna??? dasar gendeng !!
Ama Apr: biasa NPD🤣
total 1 replies
Dartihuti
Mokondo...kerasukan di lawan,bkn bukti" di tranfer ke hp'm ih ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!