NovelToon NovelToon
KAMU ADALAH MEMPELAI KU

KAMU ADALAH MEMPELAI KU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Dibuang oleh keluarga, dikhianati oleh orang yang dicintai, dan merasa tidak memiliki siapa-siapa.

Laura mengira hidupnya telah berakhir.
Sampai seorang pria asing datang dan berkata.“Kamu adalah mempelai ku.”

Laura tidak tahu siapa pria itu.
Yang dia tahu, sejak pertemuan malam itu, hidupnya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 : KEPUTUSAN LAURA

beberapa hari telah berlalu mobil yang membawa Laura berhenti beberapa meter dari rumah keluarga Prayoga. Langit yang sejak tadi cerah perlahan berubah menjadi jingga, tetapi pemandangan itu sama sekali tidak membuat hati Laura terasa tenang.

dia memandangi rumah besar yang selama bertahun-tahun menjadi tempat tinggalnya melalui kaca jendela mobil.

Dulu, setiap kali pulang ke rumah, Laura selalu berharap ada seseorang yang menunggunya,dia berharap ibunya bertanya bagaimana dengan sekolah nya, ayahnya menanyakan hasil ujiannya, atau Dinda sekadar menyambutnya sebagai seorang kakak.

Namun, semakin dewasa, Laura semakin mengerti bahwa harapan seperti itu hanya membuat dirinya kecewa.

Di sampingnya, Hero memperhatikan wajah Laura yang terlihat murung,sejak mobil berhenti, wanita itu belum juga membuka pintu.

“Kamu yakin ingin masuk sendirian?” tanya Hero akhirnya. Suaranya terdengar tenang, tetapi tatapannya menunjukkan bahwa dia sebenarnya tidak menyukai keputusan Laura.

Laura mengangguk pelan sambil memeluk map berisi dokumen di pangkuannya. “Aku yakin, ada beberapa hal yang memang harus kuselesaikan sendiri Hero, Aku tidak ingin setiap masalahku selalu kamu yang hadapi.”

Hero terdiam dia memahami maksud Laura, tetapi bukan berarti dia merasa tenang membiarkannya masuk ke rumah itu seorang diri.

“Kalau begitu, aku akan menunggumu di sini aku tidak akan masuk kalau kamu tidak memintaku.”ujar Hero setelah beberapa saat.

Laura menoleh dan menatapnya ada rasa lega sekaligus bersalah ketika melihat kesediaan Hero untuk menuruti keinginannya.

“Terima kasih, aku mungkin tidak akan lama.”ucap Laura lembut.

Hero mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Laura sebentar. “Jangan terburu-buru. Selesaikan apa yang ingin kamu katakan, kalau mereka membuatmu tidak nyaman, kamu keluar saja.”

Laura tersenyum tipis. “Aku bisa menghadapinya.”

“Aku tahu kamu kuat, tapi menjadi kuat bukan berarti kamu harus selalu menghadapi semuanya sendirian.”jawab Hero sambil menatapnya dalam.

Kalimat itu membuat Laura terdiam kemudian mengangguk kecil sebelum membuka pintu mobil. Setelah turun, Laura berjalan menuju rumah dengan langkah perlahan.

Hero masih memperhatikannya dari dalam mobil sampai Laura menghilang di balik pintu begitu masuk, Laura langsung merasakan suasana yang tidak jauh berbeda dari yang selama ini dia kenal.

Ruang keluarga terlihat cukup ramai, Richard duduk di sofa sambil membaca sesuatu dari tabletnya, sementara Helena berada di dekat meja dengan secangkir teh di tangannya. Dinda duduk bersama Adrian yang sedang berbicara mengenai sesuatu.

Suara percakapan mereka berhenti ketika Laura muncul Semua mata langsung tertuju kepadanya.

Richard bahkan segera meletakkan tabletnya.“Kamu dari mana saja?”

Nada suaranya membuat Laura berhenti beberapa langkah dari ruang keluarga dia tidak menjawab dengan terburu-buru. Setelah menarik napas dalam-dalam, Laura berjalan mendekat sambil menggenggam map di tangannya.

“Aku pergi untuk menenangkan diri, aku memang salah karena pergi tanpa memberi kabar, dan untuk itu aku minta maaf.”jawab Laura akhirnya.

Richard bangkit dari tempat duduknya. Wajahnya terlihat jelas tidak senang.“Bukan hanya soal kamu pergi tanpa kabar. Kamu menghilang berhari-hari, Laura. Tidak ada satu pun pesan yang menjelaskan keberadaanmu. Apa kamu pikir rumah ini hotel yang bisa kamu tinggalkan kapan saja lalu kamu datangi lagi sesukamu?”

Laura menundukkan wajah sesaat, perkataan itu terasa menyakitkan, tetapi dia mencoba menahannya.

“Aku tidak bermaksud membuat siapa pun khawatir, aku hanya membutuhkan waktu untuk memikirkan semuanya.” jawab Laura dengan suara pelan.

Helena meletakkan cangkirnya di atas meja. “Kalau memang hanya membutuhkan waktu, kenapa tidak mengatakannya sejak awal? Kamu selalu membuat masalah menjadi lebih rumit.”

Laura mengangkat wajah dan menatap ibunya. “Aku sudah mencoba menjelaskan banyak hal sebelumnya, Bu. Hanya saja tidak ada yang benar-benar ingin mendengarkan.”

Ruangan kembali hening.

Adrian yang sejak tadi diam memperhatikan Laura dengan tatapan sulit ditebak. dia tidak ikut menyela, tetapi jelas mendengar setiap perkataan yang terjadi.

Dinda justru menyandarkan tubuhnya ke sofa sambil menyilangkan tangan di depan dada.

“Kak Laura memang seperti itu, Kalau sedang tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, dia akan pergi dan membuat semua orang merasa bersalah.”ujarnya dengan nada meremehkan.

Laura menoleh kepadanya.“Dinda, aku tidak datang untuk bertengkar.”

“Aku juga tidak sedang mengajakmu bertengkar, Aku hanya mengatakan apa yang selama ini terjadi.” Jawab Dinda dengan santai.

Laura memilih tidak membalas dia tahu jika terus mengikuti perkataan Dinda, pembicaraan mereka tidak akan pernah selesai.

Karena itu, Laura membuka map yang sejak tadi dibawanya.“Aku datang karena ingin memberikan ini.”

Richard mengerutkan kening ketika melihat beberapa dokumen diletakkan di atas meja.“Apa ini?”

Laura menarik napas sebelum menjawab.“Dokumen yang berkaitan dengan urusanku sebagai bagian dari keluarga Prayoga. Aku sudah mempersiapkan semuanya supaya ke depannya aku bisa berdiri sendiri dan tidak lagi bergantung pada keluarga.”

Richard mengambil salah satu dokumen tersebut, matanya bergerak membaca beberapa bagian, kemudian ekspresinya berubah.“Kamu ingin keluar dari keluarga ini?”

Laura menatap ayahnya dengan tenang meskipun dadanya terasa sesak.“Aku ingin memisahkan urusanku dari keluarga, Bukan berarti aku membenci kalian. Aku hanya ingin menjalani hidupku tanpa terus merasa bahwa keberadaanku adalah beban.”

Helena langsung berdiri. “Siapa yang mengatakan kamu beban?”

Laura tersenyum kecil, tetapi senyum itu tidak mengandung kebahagiaan.“Tidak ada yang mengatakannya secara langsung, Bu. Tetapi aku sudah merasakannya sejak lama.”

Laura menatap satu per satu orang yang berada di ruangan itu.“Setiap kali Dinda membutuhkan sesuatu, semuanya akan berusaha memberikannya. Kalau Dinda melakukan kesalahan, kalian akan mencari alasan untuk membelanya. Tetapi ketika aku membutuhkan sesuatu, aku justru merasa seperti sedang meminta terlalu banyak.”

Richard menghela napas panjang. “Kamu terlalu membesar-besarkan semuanya.”

“Tidak, ayah, Aku justru terlalu lama mengecilkan semua yang kurasakan.”jawab Laura, kali ini suaranya sedikit bergetar.

Perkataan itu membuat Adrian menatap Laura lebih serius.

Laura melanjutkan dengan mata yang mulai berkaca-kaca, “Aku tidak meminta kalian mengubah semuanya sekarang. Aku juga tidak meminta kasih sayang yang sudah tidak pernah kalian berikan. Aku hanya ingin kalian membiarkanku menjalani hidupku sendiri.”

Dinda berdiri dari sofa.“Jadi sekarang kamu merasa sudah hebat karena bisa hidup sendiri?”

Laura menggeleng. “Bukan begitu.”

“Lalu apa? Jangan-jangan semua ini karena kamu sudah menemukan seseorang yang mau membiayaimu?” tanya Dinda.

Laura langsung mengerutkan kening.“Dinda, jangan membawa orang lain ke dalam pembicaraan ini.”

“Kenapa tidak?” Dinda berjalan mendekatinya. “Sejak kamu pergi, kamu tinggal di mana? Siapa yang menjagamu? Jangan bilang kamu ingin kami percaya bahwa kamu bisa melakukan semuanya sendirian.”

Laura menggenggam ujung map itu semakin erat.“Aku tidak perlu menjelaskan semua hal kepadamu.”

Dinda berhenti tepat di hadapannya. “Tentu saja kamu tidak perlu. Kamu memang selalu menyimpan sesuatu dan kemudian berpura-pura menjadi korban.”

Laura menatap adiknya dengan tatapan lelah.“Cukup, Dinda. Aku datang ke sini untuk menyelesaikan urusan, bukan untuk bertengkar. Tolong jangan membuat semuanya semakin sulit.”

Namun Dinda justru merasa perkataan Laura sebagai sebuah tantangan.“Kamu yang membuat semuanya sulit, Kak.”

Laura menggeleng dan berusaha mengambil kembali dokumen yang berada di atas meja.“Aku sudah cukup sabar. Aku tidak ingin bertengkar denganmu.”

Dinda menatap Laura beberapa saat. Emosinya semakin naik ketika melihat kakaknya tetap berusaha tenang.

“Selalu saja seperti itu, Kamu selalu membuat dirimu terlihat paling tersakiti.” kata Dinda dengan sinis.

Laura berhenti untuk beberapa detik, dia hanya diam kemudian Laura berkata dengan suara pelan, “Karena aku memang terluka, Dinda.”

Wajah Dinda berubah.

Laura menatapnya dengan mata berkaca-kaca. “Tapi aku tidak pernah menyalahkanmu atas semua yang terjadi dalam hidupku, Aku hanya ingin kita berhenti saling menyakiti.”

Dinda mengatupkan rahangnya.“Berhenti bicara seolah kamu paling baik.”

“Aku tidak pernah mengatakan aku baik,” jawab Laura. “Aku hanya sudah lelah.”

Laura kemudian mencoba melewati Dinda untuk mengambil mapnya Namun, Dinda yang masih dipenuhi emosi tiba-tiba mengulurkan tangannya dan mendorong bahu Laura.

“Kalau lelah, pergi saja!” bentak Dinda ke Laura sambil mendorong Laura dengan cukup keras hingga tubuh Laura kehilangan keseimbangan.

“Ah!”

Map yang berada di tangannya terlepas. Beberapa lembar dokumen jatuh berserakan di lantai.

Laura berusaha menahan tubuhnya, tetapi kakinya tidak sempat menemukan pijakan yang tepat.

Di luar rumah, Hero yang sejak tadi duduk di dalam mobil tiba-tiba membuka matanya dan menatap ke arah pintu rumah Prayoga.

Entah kenapa, sejak beberapa saat terakhir hatinya terasa tidak tenang. sementara di dalam rumah, Laura masih berusaha menjaga keseimbangannya.

1
-Thiea-
aku pun penasaran Laura. tiba-tiba muncul dan langsung ngajak nikah../Facepalm/
Prayy: sayang nya Laura belum bisa nunjukin perasaan nya🤣
total 1 replies
-Thiea-
jodohmu bukan orang sembarangan Laura. serasa dapat durian runtuh ya. 🤭
Prayy: Hero sering di perebutkan anak anak perempuan para pengusaha karena tampan 🤣
total 1 replies
-Thiea-
sudah terdeteksi Bucin sejak awal nih../Chuckle/
Prayy: iyaa karena Laura telah melewati berbagai hal yang bikin dia terluka,,itu hadiah untuk nya🤣
total 1 replies
Myz Pena
para pembaca juga penasaran siapa.si hero ini 🫣
Myz Pena: tapi dia kaya raya dan bukan orang sembarang 🤭
total 2 replies
Myz Pena
maka beruntunglah kamu laura,, bentar lagi kamu akan kèluar dari siksaan author 🤣
Prayy: karena itu terus di siksa dari awal🤣
total 1 replies
Myz Pena
pasti kaget kalian kan..
Prayy: benar karena masih muda udh terkenal tampan lagi,,jadi rebutan anak anak pengusaha 🤣
total 1 replies
Myz Pena
saking mandirinya jadi kebentuk mentalnya setangguh ini.. ini ma biar nggak ada laki2 tetap juga bisa hidup.. karena semua bisa dilakukan sendirian.. 🤭
Prayy: apa apa sendiri itu sangat menyakitkan 😄
total 1 replies
Myz Pena
pelan2 bang hero 🤭
Myz Pena
aduh perhatiannya ya🤭
Myz Pena
di jemput calon suami 🤭
Myz Pena: diantar jemput donk kalau gitu 🤭
total 2 replies
Kartika Candra Buwana
semoga kalian baik baik saja ya
Kartika Candra Buwana
wah apa ya yang akan dibahas ya?
Prayy: di bab selanjutnya akan terjawab 🙏
total 1 replies
Miu.Nuha
kakek, bawa Laura pergi dari rumah itu donk. bawa dia bersamamu aja 🥲
Miu.Nuha
gk pernah bener laura berbuat dimata kalian 😑 emang nyebelin ih ini keluarga...
Miu.Nuha
yaaa pak dosenny gk mau ngertiin 😑
sedih kan ya...
Arni Arlinawati Pratiwi💃
okay.. berrti emak mertua mu juga dong! 🗿😭
Arni Arlinawati Pratiwi💃
eee.. lu sape, maen peluk peluk, woy!!! 🗿🙄
Arni Arlinawati Pratiwi💃
gak tau lagi emak!!! thorr.. gak mau tau emak, habis ini buat laura bahagia!!! /Skull/
Prayy: iya Mak bab selanjutnya udh masuk bahagia Laura 😄
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
bener ming.. bener banget, pergi gak kamu sayang dari situ! /Skull/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
emak.. "lu brani nampar anak angkat gue!"

kaki emak melyang terbang menghantam kepala richard.

DUAK

"emm.. puas emak, RASAIN! set ... an!" 🤯🤯🤯
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!