NovelToon NovelToon
Genius Yang Disembunyikan

Genius Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dwinanda

Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.

Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.

Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.

Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.

Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.

Dan Putra Mahkota yang membuangnya?

Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 — Harga Sebuah Pertunangan

Yun Luofeng berdiri di ambang pintu aula dengan senyum malas, seolah ketegangan yang memenuhi ruangan sama sekali tidak ada hubungannya dengannya.

“Orang tua, akhir-akhir ini kau terlalu sering marah. Hati-hati tekanan darahmu naik.”

Yun Luo yang beberapa saat lalu masih memancarkan aura mengerikan langsung tersedak oleh ucapannya.

“Feng’er, kau akhirnya datang?”

Yun Luofeng sebenarnya sudah berada di luar sejak beberapa saat lalu. Karena itu, dia mendengar bagaimana Yun Luo membelanya di hadapan Jing Lin.

Sebelumnya, kesannya terhadap kakek ini tidak terlalu baik. Begitu kembali dari perbatasan, Yun Luo langsung menuduhnya berdasarkan rumor tanpa menanyakan kebenarannya.

Namun ternyata, ketika orang lain mencoba menghinanya, lelaki tua itu berdiri paling depan.

Rasanya memiliki seorang kakek ternyata tidak terlalu buruk.

“Aku baru bangun tidur,” jawab Yun Luofeng santai. “Jadi sedikit terlambat.”

Wajah Yun Luo menegang.

Tidur?

Dia tadi bahkan mengatakan cucunya memiliki urusan penting!

Jing Lin langsung mendengus. “Sudah kuduga! Urusan penting yang dimaksud Jenderal Yun ternyata hanya tidur. Kau membuat Yang Mulia Putra Mahkota menunggu hampir satu jam hanya karena itu?”

Yun Luofeng meliriknya.

“Tidur adalah urusan penting. Kalau aku belum bangun, siapa pun yang datang tetap harus menunggu.”

“Kau—”

“Sudah.”

Yun Luo memotong sebelum pertengkaran kembali terjadi. Dia menatap pemuda yang sejak tadi duduk sambil menikmati teh.

“Yang Mulia tidak mungkin datang hanya untuk minum teh. Katakan tujuanmu.”

Barulah Yun Luofeng mengalihkan perhatian kepada Gao Ling.

Harus diakui, Putra Mahkota Longyuan memang tampan. Wajahnya tegas, pakaiannya menunjukkan kedudukan tinggi, sementara pembawaannya menyerupai pedang tajam.

Namun hanya itu.

Gao Ling juga sedang memperhatikannya.

Sesaat, sedikit penyesalan muncul di matanya.

Yun Luofeng memang sangat cantik. Sayangnya, kecantikan itu tidak mampu menutupi reputasinya sebagai perempuan bodoh yang mengejar pria dan sampah yang tidak bisa berkultivasi.

Gao Ling merasa dirinya ditakdirkan berdiri di puncak.

Perempuan seperti Yun Luofeng tidak pantas berada di sisinya.

Dia meletakkan cangkir tehnya.

“Jenderal Yun, kedatanganku hari ini berkaitan dengan pembatalan pertunangan.”

Wajah Yun Luo seketika mengeras.

Namun Gao Ling melanjutkan sebelum dia sempat berbicara.

“Aku mengetahui kondisi tubuh Yun Luofeng. Tanpa bantuan tabib yang tepat, kemungkinan besar dia tidak akan pernah bisa berkultivasi.”

Dia melirik Jing Lin.

“Sebagai kompensasi atas pembatalan pertunangan, aku meminta Tabib Kekaisaran Jing memeriksa tubuhnya. Aku tidak bisa menjamin dia akan menjadi genius, tetapi setidaknya ada kemungkinan membuatnya mampu berkultivasi seperti orang biasa.”

Yun Luo terdiam.

Pembatalan pertunangan tentu membuatnya marah.

Namun jika imbalannya adalah kesempatan bagi Feng’er untuk berkultivasi…

Itulah kelemahan terbesar dalam hatinya.

Jing Lin mengangkat dagu dengan angkuh.

“Para tabib kekaisaran hanya melayani keluarga kerajaan. Kalau bukan karena permintaan Yang Mulia, aku tidak mungkin datang untuk memeriksa seorang gadis biasa.”

Dia menatap Yun Luofeng seakan sedang memberikan anugerah besar.

“Pikirkan baik-baik. Kalau kesempatan ini dilewatkan, cucumu mungkin menjadi sampah sepanjang hidupnya.”

Yun Luo mengepalkan tangan.

Sebelum dia mengambil keputusan, suara Yun Luofeng terdengar.

“Tidak perlu.”

Semua orang memandangnya.

Yun Luofeng berjalan masuk dengan tenang.

“Kakek, tubuhku tidak membutuhkan pemeriksaannya.”

Gao Ling yang sejak tadi mempertahankan ketenangan akhirnya berdiri.

“Yun Luofeng!”

Nada suaranya dipenuhi kemarahan.

“Kau begitu ingin terus menggangguku sampai rela menjadi sampah seumur hidup?”

Yun Luofeng mengamati Gao Ling dari kepala hingga kaki.

Tatapannya seperti sedang menilai barang di pasar.

Kemudian bibirnya melengkung.

“Yang Mulia, bukankah kau terlalu percaya diri?”

“Apa?”

“Wajahmu biasa saja. Tubuhmu juga tidak menarik.” Yun Luofeng mengangkat bahu. “Kalaupun kau dikirim ke tempat tidurku, belum tentu aku mau melihatmu.”

Aula mendadak sunyi.

Wajah Gao Ling berubah hijau.

Sebagai pria yang dikenal paling tampan di Longyuan, perempuan yang ingin menikah dengannya bahkan bisa membentuk antrean panjang hingga keluar Kota Kekaisaran.

Namun Yun Luofeng mengatakan dia tidak menarik?

“Tidak tahu malu!”

Aura dingin keluar dari tubuh Gao Ling.

“Jenderal Yun, bagus sekali cucu yang kau didik!”

Wajah Yun Luo yang semula terkejut segera menjadi gelap.

“Benar. Aku memang tidak mendidiknya dengan baik.”

Gao Ling terdiam.

“Demi Kerajaan Longyuan, aku meninggalkan cucuku ketika dia baru berusia empat tahun dan menjaga perbatasan selama sepuluh tahun.”

Yun Luo menatapnya tajam.

“Sekarang Putra Mahkota kerajaan yang kulindungi justru mempertanyakan bagaimana aku mendidik cucuku?”

Ekspresi Gao Ling berubah.

Dia sadar telah salah bicara.

Namun harga dirinya membuatnya tidak meminta maaf.

“Yun Luofeng,” katanya dingin, “aku sebenarnya tidak mempermasalahkan ketidakmampuanmu berkultivasi. Aku bahkan pernah berniat memenuhi pertunangan kita. Tetapi kau sendiri melakukan tindakan tidak senonoh di jalan.”

Tatapannya penuh penghinaan.

“Walaupun aku membatalkan pertunangan, demi jasa Jenderal Yun terhadap kerajaan, aku masih memberimu kesempatan untuk memperbaiki tubuhmu. Namun kau menolaknya hanya agar bisa terus terikat denganku?”

Gao Ling mencibir.

“Kenali kedudukanmu. Sesuatu yang bukan milikmu tidak akan pernah menjadi milikmu.”

Yun Luofeng mengerutkan kening.

“Putra Mahkota ternyata tidak memahami bahasa manusia.”

“Apa katamu?”

“Aku menolak bukan karena ingin mempertahankan pertunangan.”

Yun Luofeng mengalihkan pandangan kepada Jing Lin.

Senyum penuh arti muncul di wajahnya.

“Aku menolak karena kemampuan medisnya tidak cukup untuk menangani tubuhku.”

Wajah Jing Lin seketika memerah.

“Kurang ajar!”

Menurut penjelasan Xiao Mo, kondisi Yun Luofeng memang bukan penyakit. Tubuhnya memiliki konstitusi khusus yang membutuhkan metode berbeda.

Tidak peduli sehebat apa Jing Lin menurut keluarga kekaisaran, dia tidak mungkin mengetahui rahasia tersebut.

“Merawat sampah sepertimu saja sudah membuang tanaman obat!” bentak Jing Lin. “Kalau bukan karena kebaikan Yang Mulia, kau pikir aku bersedia datang?”

Dia menunjuk Yun Luofeng.

“Kalau kau menolak, jadilah sampah sepanjang hidupmu!”

BRAK!

Untuk kedua kalinya, meja di aula menjadi korban kemarahan Yun Luo.

“Jing Lin!”

Suaranya mengguncang ruangan.

“Jangan lupa kau sedang berdiri di Kediaman Jenderal!”

Yun Luo berdiri dengan mata penuh amarah.

“Sekalipun cucuku benar-benar tidak bisa berkultivasi seumur hidup, jutaan prajurit Klan Yun berdiri di belakangnya! Selama aku masih hidup, tidak seorang pun boleh menghinanya!”

Jing Lin gemetar karena marah.

“Bagus! Sangat bagus! Karena kau begitu meremehkan tabib kekaisaran, jangan menyesal. Kalau suatu hari kau terluka parah, jangan datang ke istana memohon pertolongan kami!”

Yun Luo tertawa dingin.

“Memohon kepadamu?”

Kebencian mendadak memenuhi matanya.

“Sepuluh tahun lalu, putra keduaku, Yun Qingya, terluka parah. Sebagai tabib kekaisaran, kau sebenarnya memiliki kesempatan menyelamatkannya. Ketika aku datang ke istana meminta bantuan, adakah seorang pun dari kalian yang bersedia datang?”

Yun Luofeng yang sejak tadi tenang mendadak menatap kakeknya.

Yun Qingya?

Bukankah itu paman keduanya yang dikabarkan telah meninggal?

“Putra sulungku tewas karena kelalaian orang-orang istana, lalu putra keduaku juga tidak kalian selamatkan!” lanjut Yun Luo. “Dan ketika Feng’er diketahui tidak bisa berkultivasi, mengapa saat itu kau tidak datang membantunya?”

Dia mencibir.

“Sekarang kau muncul dan berpura-pura murah hati?”

“Baik!”

Jing Lin menggertakkan gigi.

“Kalau suatu hari kalian memohon sambil berlutut sekalipun, aku tidak akan membantu Klan Yun!”

“Pergi!”

Yun Luo menunjuk pintu.

“Cucuku tidak membutuhkan belas kasihanmu!”

Jing Lin segera berbalik dan meninggalkan aula.

Gao Ling menatap Yun Luo sejenak sebelum ikut pergi. Saat melewati Yun Luofeng, tatapannya masih dipenuhi rasa jijik.

Yun Luofeng bahkan tidak membalas pandangannya.

Setelah keduanya menghilang, dia berbalik kepada Yun Luo.

“Orang tua…”

“Panggil Kakek!”

Yun Luofeng menyentuh hidungnya.

“Baiklah, Kakek.”

Kali ini suaranya kehilangan nada bercanda.

“Apa sebenarnya yang terjadi pada ayah, ibu, dan Paman Kedua?”

Tubuh Yun Luo menegang.

Beberapa saat kemudian, kemarahan di wajahnya perlahan digantikan kesedihan.

“Cerita itu panjang.”

Dia kembali duduk, seolah beban sepuluh tahun tiba-tiba menekan bahunya.

“Dahulu ayahmu adalah Jenderal Muda Longyuan. Kaisar memerintahkannya memimpin pasukan menghadapi musuh.”

Yun Luo mengepalkan tangan.

“Namun informasi militer mereka bocor.”

Mata tuanya dipenuhi kebencian.

“Orang yang membocorkannya adalah Mu Xingchou—pria yang sekarang duduk sebagai Perdana Menteri.”

Yun Luofeng terdiam.

“Karena pengkhianatan itu,” lanjut Yun Luo dengan suara berat, “kedua orang tuamu tewas di tangan musuh.”

Tatapan Yun Luofeng perlahan berubah dingin.

Dan untuk pertama kalinya, dia menyadari bahwa kematian kedua orang tua tubuh ini mungkin menyimpan jauh lebih banyak rahasia daripada yang selama ini diketahui semua orang.

......................

Bersambung...

1
Nonik Anda Swl
next please 🙏hadeh lagi seru-seru nya, tahu- tahu habis
Pelangi Jingga
semangat tor 💪
Pelangi Jingga: siap tor
total 2 replies
Arix Zhufa
up
Murni Dewita
double up thor dan tetap semangat
Dwinanda: Asiiaap🫡.... mksi kak stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Pelangi Jingga
kurang bnyk up nya tor 😂😂
Pelangi Jingga: semangat tor💪😍
total 2 replies
Pelangi SUCI
Bacaan yang menarik, semoga tamat sampai akhir 👍
Pelangi SUCI
Mantap Thor, saling dukung yuk karyaku RUANG SAKRAL SANG BELADIRI 💪
Dwinanda: "Terima kasih banyak, Kak! Siap, meluncur ke Ruang Sakral Bela Diri. Sukses terus ya buat karyanya/Pray/🫶
total 1 replies
Quinza Azalea
next
Arix Zhufa
cerita nya bagus,alur nya tidak ber tele tele,bahasa mudah di pahami. Semangat thor 😍
Dwinanda: Terimakasih kak😊.... sehat selalu dan bnyak rezekinya🫶🙏
total 1 replies
Arix Zhufa
Ternyata Yun xiao menyamar
Arix Zhufa
kasihan klan Mu 😄
Arix Zhufa
apakah ini jodoh nya??
Arix Zhufa
wanita dari zaman modern dilawan
Dwinanda
"Halo! Selamat datang di ceritaku. Semoga betah membaca sampai bab akhir ya😊🫶
Arix Zhufa
cerita nya menarik
Dwinanda: Makasih ka😊....stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
suka sekali sm kakek jendral
Arix Zhufa
mampir thor
Dwinanda: Makasih udah mampir, Kak! Happy reading, ya! Jangan lupa tambahkan ke rak buku kamu. 🥰
total 1 replies
Murni Dewita
👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!