NovelToon NovelToon
AKU ADALAH SUBJEK PENELITIAN

AKU ADALAH SUBJEK PENELITIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Dosen / Anak Genius
Popularitas:70
Nilai: 5
Nama Author: Sara Zefa

Anaxa Daemyn Elrad, seorang mahasiswa psikologi, mulai menerima amplop cokelat berisi laporan penelitian yang menggambarkan kehidupan, kebiasaan, bahkan perilaku pribadinya secara terperinci.

Awalnya dia menganggapnya sebagai kebetulan. Namun, semakin banyak laporan yang muncul, semakin sulit baginya menyangkal satu kenyataan: seseorang sedang mengamati dirinya.

Di balik kehidupan kampus yang tampak biasa, tersembunyi sebuah proyek penelitian bernama EVA-213.

Siapa yang mengawasinya? Apa tujuan penelitian tersebut? Dan sejak kapan hidup Anaxa bukan lagi sepenuhnya miliknya?

Bagaimana jika seluruh hidupmu ternyata hanyalah data bagi seseorang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sara Zefa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERLALU BANYAK KEBETULAN

Wajah anggota kelompok Anaxa berseri-seri seolah menemukan harta karun. Berbeda terbalik dengan wajah Anaxa yang seakan mules tujuh turunan.

Ribka yang paling suka menempel pada Anaxa sempat bertanya, "Kenapa wajahmu tiba-tiba jadi pucat? Sakit kah?"

Dimas menghentikan kegiatannya yang sedang membuat template google docs, sebagai ketua turut memastikan keadaan anggota kelompok.

Tanpa basa-basi, Alya langsung membuka kantong depan tas nya, meraih sesuatu, kemudian menyodorkan tablet paracetamol ke Anaxa "Minum dulu biar mendingan."

Anaxa hanya bisa mengangguk. Duduk. Menerima obat itu lalu meminumnya dengan seteguk air putih.

Dimas juga menyarankan kepada Anaxa untuk beristirahat sebentar. Tapi Anaxa menolak. Dia bersikeras untuk membaca terlebih dahulu penelitian itu. Anaxa tidak mau menjadi beban bagi anggota sekelompoknya.

"Keren Anaxa. Asoy!" Itu celotehan dari Keenan

Dan setelah menit ganti menit, mereka berlima sibuk dengan tugas masing-masing. Anaxa membaca lebih dalam karena dia yang mengerjakan analisis.

Dengan perhatiannya Ribka menyodorkan snack ke arah Anaxa. Dan Anaxa menerima snack nya dengan baik. Malah, Anaxa lebih tenggelam lagi ke jurnal yang dia baca. Anehnya semakin dibaca... Anaxa mulai sadar bahwa format penelitian nya seperti mirip sesuatu...

Tunggu.. Tidak sekadar mirip!

Identitas subjek

Observasi harian

Perubahan perilaku

Catatan peneliti

Prediksi perilaku berikutnya

Detailnya persis seperti amplop yang dia terima. Dan Anaxa kehilangan kesempatan untuk mengucap "Ini hanya kebetulan."

Anaxa refleks memijat kepalanya nyeri. Tubuhnya sampai menggigil karena takut. Dan keadaan Anaxa segerakan dinotis oleh anggota sekelompoknya.

"ANAXA! Kamu gak papa?!" ucap Ribka panik. Ribka seperti langsung loncat dari kursinya kemudian berlari ke dekat kursi Anaxa. Tangan Ribka seperti memijit bahu Anaxa agar merasa lebih tenang. Pandangan khawatir juga tak lepas dari Keenan, Dimas, dan Alya.

Anaxa menjengit kan matanya. Memaksa dirinya untuk menatap mereka yang khawatir. Tersenyum lemah. "Aku tidak apa-apa."

"Tapi..." Alya ingin menyela, tapi sudah disambut dengan gelengan kepala Anaxa.

"Cuma sedikit pusing. Sungguh. Mungkin akan pulih jika istirahat sebentar." Ucap Anaxa yang dengan cepat meraih kertas binder dan pulpen. Anaxa mencatat point-point analisisnya dengan cepat serta menandai di halaman mana saja yang perlu digali lebih dalam. Kemudian Anaxa menyerahkan kertas itu kepada Dimas. "Maaf bikin khawatir."

"Gak papa kok Anaxa. Santai saja." Ribka kembali menepuk-nepuk pundak Anaxa. "Coba tidur sebentar di atas meja, mungkin bangun-bangun udah mendingan. Kita jagain kok."

Anaxa sempat agak ragu. Tapi dia melihat dukungan dari kilau mata teman sekelompoknya. "Baiklah..." ucap Anaxa kemudian menidurkan kepalanya dengan nyaman di atas meja perpustakaan. Dia memejamkan mata. Kantuk mulai menguasainya akibat obat paracetamol yang diberikan oleh Alya.

"Cepat sembuh." Kalimat terakhir dari Alya yang sempat Anaxa dengar sebelum dia jatuh dalam tidur.

Sementara Dimas mencoba untuk mempelajari apa yang Anaxa catat di kertas binder tersebut. Tulisannya agak acak-acakan sehingga Dimas membutuhkan sedikit waktu untuk membacanya lebih teliti.

Beberapa menit berlalu setelah itu. Tiba-tiba Dimas bersorak kagum dan langsung bertepuk tangan. Anggota kelompok yang lain langsung menatap ke arahnya.

"Anaxa. Dia benar-benar jenius. Analisis nya Waah... Kalian harus membacanya!"

Secara bergantian Keenan, Alya, dan Ribka membaca tulisan analisis Anaxa, dan mereka sama sekali tidak bisa menahan rasa kagum.

"Anaxa memang pantas di pajang di Wall of Fame. Cara berpikir nya benar-benar lain." Keenan, Alya, dan Ribka mengangguk menyetujui perkataan Dimas.

Beberapa jam kemudian tahap awal pengerjaan sudah beres.

Dengan pelan, Alya menepuk-nepuk pundak Anaxa agar pria itu bangun.

Dan benar saja, Anaxa akhirnya terbangun. Dia kemudian duduk dan sedikit mengucek matanya. Sedangkan Alya memeriksa wajah Anaxa, "Sudah tidak pucat lagi" Ucap Alya dalam hati. Alya merasa sedikit lega.

"Kerja kelompok hari ini selesai. Deadline beberapa hari lagi sih. Bisa lanjut kalau Anaxa udah enakan." Ucap Dimas sembari merapihkan barang dan mengejarnya ke tas.

"Maaf..."

"Tidak apa Anaxa. Justru kita terbantu karena ada kamu." Alya tersenyum kecil. Dan itu membuat Anaxa agak gelagapan.

Keenan menepuk pundak Anaxa "Santai aja bro! Raja kita ini hahahah."

Mendengar itu, Anaxa malah menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

Dan sebelum Anaxa melangkahkan kakinya pergi dari perpustakaan, giliran Dimas yang menahan pundak Anaxa.

"Ya.. Ya?" Bingung Anaxa.

"Kamu kos sendiri kan? Gak mau nginap bareng gue sama Keenan? Lagian lu lagi sakit gini nanti repot."

"Gak papa. Aku bisa... Bisa..." Anaxa sempat terdiam. Mendadak dia lagi tak ingin diawasi oleh seseorang. Sedikit lelah dengan terror yang terus-menerus membuat dirinya takut.

Maka dari itu Anaxa segera meralat perkataan nya. "Iya. Boleh. Gak papa kan?"

"Apasih yang gak boleh untuk KING kita?"

"HIDUP KING!"

"Berisik Keenan!" Ribka iseng menyikut kaki Keenan dengan kakinya. Sontak Keenan mengaduh kesakitan sedangkan Dimas dan Alya tertawa. Mau tak mau Anaxa juga tertawa

"Makasih banyak."

"Santai aja sama gue."

Kemudian Anaxa pun tersenyum.

Sejujurnya dia sama sekali belum pernah mendapatkan pengalaman menginap di rumah temannya. Sejak sekolah dasar sampai dia kuliah semester 5. Sama sekali tidak pernah. Baru kali ini...

Dan jauh dalam lubuk hatinya, Anaxa senang.

"Oh iya, jangan lupa rapiin buku bukunya. Anaxa, ini kamu ambil dari mana bukunya?" Tanya Alya. Dan dengan cepat Anaxa menjawab "Biar aku saja yang menaruhnya."

Anaxa kembali meraih buku itu. Berniat ingin menaruhnya di tempat yang semula. Namun, suatu pikiran liar muncul dan mengubah niat semula. Anaxa melangkahkan kakinya ke penjaga perpustakaan. Dia bertanya

"Apakah buku ini bisa dipinjam? Untuk tugas."

Penjaga perpustakaan nya menjawab dengan nada datar "Maaf. Buku jurnal ini hanya bisa dibaca di ruangan."

"Benarkah?"

"Silahkan taruh di tempatnya kembali."

Dan Anaxa menurutinya. Namun sebelum dia benar-benar menaruh buku itu ditempatnya, Anaxa membuka secara acak halaman-halaman yang sempat menarik perhatiannya tadi. Anaxa mengambil ponselnya dan memotret beberapa bagian buku jurnal itu.

Setelah urusannya sudah selesai, Anaxa menaruh buku jurnal nya di rak tempat dia mengambilnya. Kemudian pergi keluar kampus bersama dengan Dimas dan Keenan yang sudah menunggu nya sejak dari tadi.

"Lama banget bro balikin buku aja? " Tanya Keenan yang sebenarnya gak sabaran menunggu Anaxa.

"Maaf. Tadi salfok sama isi bukunya. Ada yang terlihat menarik, jadi aku baca lagi." senyum tipis terukir di wajah Anaxa.

"Benar-benar anak teladan." Ucap Dimas kagum. Dan mulai lah mereka bertiga berjalan beriringan ke kos asrama yang disediakan pula oleh pihak kampus. Akses nya dekat juga aman

Tapi kos Anaxa jauh lebih stategis dan lebih murah. Makanya dia tidak tinggal di kos asrama kampus.

Dan sepanjang perjalanan menuju kos Dimas dan Keenan, Anaxa sempat berpikir

"Apakah aku akan tetap diawasi jika tinggal bukan di kos nya?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!