NovelToon NovelToon
Sandyakala "Aksa Dan Amerta"

Sandyakala "Aksa Dan Amerta"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: Nyimas zaharah

Ini kisah seorang wanita introvert serta brokenhome, dalam segala hal tidak ada yang berjalan lancar baginya. Seorang wanita yang workaholic, soal percintaan jangan tanyakan. Sudah dapat dipastikan hancur juga sama seperti keluarga nya, Ia hanya dapat bertahan hidup untuk dirinya sendiri dengan cara menonton drama Korea kesukaannya, belanja di toko online, membeli makanan dan lain-lain.

Mei 1999 seorang wanita bernama Mahika Avisa Zalana, sejak lulus sekolah ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya. Jangan tanyakan alasannya, sudah dipastikan karna ia ingin bekerja dan tidak mau merepotkan keluarganya. Kalau ditanya kenapa tidak kuliah padahal keluarganya mampu bahkan sangat mampu untuk membiayai pendidikannya. Hanya saja ia terlanjur "Malas" yang berkaitan dengan keluarga nya lagi. Bukan berarti dia membenci keluarganya tapi ia ingin hidup tenang tanpa mengingat harus membayar hutang (tidak cuma-cuma) pendidikan yang ia pinjam pada keluarga nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyimas zaharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08. Rumah Sakit

...بسم الله الرحمن الرحيم...

.......

.......

..."Sandyakala" Aksa dan Amerta...

...Karya: Ms_nyms...

***

Derap langkah para tenaga medis keluar masuk dari ruang UGD, didalam sana ada seseorang yang membuat seorang Mahija khawatir.

"Bang! " Fian yang baru saja tiba di rumah sakit, menghampiri Mahija setelah mendapat kabar dari Mahija bahwa wanita yang mereka temui satu bulan lalu terlibat kecelakaan.

"Bang, Kak Mahika gak papa? " tanya Fian yang langsung ikut khawatir.

Mahija sempat bingung, dari mana Fian tahu nama wanita tersebut. Ia terdiam sejenak lalu kembali menjelaskan apa yang terjadi 30 menit yang lalu kurang lebih, Ia tidak menjeda sedikit pun ucapannya.

"Tenang bang, kak Mahika tidak papa "

Fian melihat ada sebuah ke khawatiran pada sang abang, wajahnya sedikit pucat dan keringat dingin. Bahkan seragamnya ada bercak darah yang di yakini, bercak darah dari Mahika.

Fian membawa Mahija untuk duduk sebentar di lorong rumah sakit bersama Sertu. Jaka yang juga ikut, Sertu. Jaka tampak kebingungan melihat komandannya sangat khawatir pada korban. Apakah komandan mengenal wanita itu?..

"Abang pergi wudhu dulu sana dan Sertu. Jaka apakah bisa membawa mobil dinas menuju camp pelatihan sendirian? Saya yang akan mengantar komandan Mahija ke camp pelatihan nanti, titip pesan ke seluruh anggota bahwa komandan akan segera menyusul ke pelatihan. "

"Iya begitu saja Jaka, saya akan menyusul jika keadaan sudah terkondisikan disini" sahut Mahija yang langsung menyetujui usulan dari Fian.

"SIAP!! " Sertu. Jaka yang langsung pergi membawa mobil dinas menuju camp pelatihan.

"Sudah abang sholat 2 rakaat dulu sana " Fian yang melihat abangnya semakin ruwet dengan segala isi pikirannya.

Mahija hanya mengangguk berlalu pergi menuju mushola rumah sakit, Fian hanya diam menatap punggung sang abang yang tak pernah terlihat seperti ini.

"Apakah abang menyukai kak Mahika? "

Fian yang juga berpikir tentang abangnya dengan seorang Mahika, ia kembali fokus menunggu dokter keluar untuk memberi informasi terkini.

20 menit sudah, belum ada tanda-tanda bahwa dokter akan keluar dari ruangan yang didalamnya ada seorang Mahika. Fian mencoba mengintip ke dalam ruangan, namun tidak terlihat sama sekali apa yang terjadi di dalam.

Dokter akhirnya keluar, menghadap ke Fian yang hanya seorang diri di depan UGD.

"Permisi anda wali pasien? " tanya dokter tersebut.

"Saya walinya " sahut Mahija yang baru saja tiba, berjalan mendekati dokter dan Fian yang menatap Mahija.

"Begini, pasien saat ini sudah sempat sadar tadi dan mengalami cedera patah tulang kaki sebelah kiri dengan fraktur tingkat luka sedang. Luka-luka pada wajah dan lengan sudah di obati oleh perawat dan diberi antiseptik agar tidak terjadi infeksi, kemungkinan akan dirawat inap untuk beberapa hari kedepan agar pasien dapat di pantau oleh tim medis. Syukurnya pasien tidak mengalami geger otak atau pendarahan di dalam akibat benturan pada aspal jalan, kami sudah mengecek melalui Ct scan. Saya sarankan, jika pihak wali melakukan fisioterapi untuk pasien agar pemulihannya cepat. Lalu untuk biaya administrasi, mohon di lakukan di bagian administrasi. Sudah cukup sekian dari saya "

"Baik dok, terimakasih" ucap Mahija yang melihat dokter melewati dirinya dan Fian yang masih berdiam diri di depan ruang UGD.

"Yaudah Fian urus administrasi dulu, abang disini ya, kabarin nanti kalau pindah kamar"

Pintu UGD terbuka, perawat membawa Mahika ke ruang rawat inap diikuti Mahija di belakangnya. Selang infus di pergelangan tangan kanan Mahika, dan kaki yang sudah di pasang penyanggah tulang agar tidak bergeser.

Ruang Mawar. Ruang Mawar yang akan menjadi kamar tempat Mahika di rawat, berisikan 3 brankar dalam satu ruangan, ada seorang pasien selain Mahika. Seorang remaja putri dan penjaganya tengah menikmati makan malam. Mahija hanya tersenyum menyapa singkat pasien tersebut, Ia merapikan tas Mahika yang ia bawa dari lokasi kejadian.

Tidak berselang lama, Fian datang menyusul masuk ke dalam ruangan yang masih berisikan dua pasien yaitu Mahika dan seorang anak remaja putri tersebut. Fian langsung menyapa ramah pasien yang tengah duduk melihat Mahija dan Mahika, mereka sepertinya penasaran apa yang terjadi dengan Mahika.

"Jatuh?? " tanya penjaga pasien remaja tersebut.

"Lakalantas bu, ditabrak anak remaja yang kebut-kebutan di jalan " ujar Fian.

"Oalahh, kasiannya. Patah gitu kakinya ya "

"Iya bu, sakit apa bu? " tanya Fian yang juga penasaran.

"Ini sakit lambung, baru hari ini masuk tadi sore"

"Oh iya bu, jangan makan telat makannya. Rajin-rajin nyemil, jangan banyak makan saos " ceramah Fian pada remaja putri tersebut yang hanya di balas dengan senyuman.

"Fi" panggil Mahija dengan suara pelan tak ingin membangunkan Mahika yang masih terlelap.

"Beli keperluan selama di rumah sakit, handuk, pasta gigi, sikat gigi. Beli makanan dan roti juga. Jangan lupa beli selimut tambahan juga bisa atau kalau perlu ambil di barak saja selimut dan bantal selama menginap disini" jelas Mahija pada Fian.

"Siapa yang akan nginap disini? Abang kan nugas di camp pelatihan, Fian juga ada latihan pesawat seminggu ini. Gimana dong? Keluarga kak Mahika kita gak tau, ponselnya ada password nya, terus kalau sudah pulang yang bantu kak Mahika siapa selama di rumah? Apa dirumah nya ada orang lain? Ada yang bantu kan? "

"Nanti dulu masalah itu, ambil dulu semua yang abang suruh tadi. Abang yang nginap disini, nanti pulang balik camp pelatihan saja, besok subuh tolong antarkan abang ke camp pelatihan nanti pulangnya abang bisa bawa sendiri mobil dinas dari sana selama 3 hari berturut-turut. Selesai pelatihan jam 8, jadi abang bisa berangkat balik ke sini sekitar jam 10/11 malam. Jangan lupa bawakan kaos tambahan ya. "

"SIAP! "

Fian langsung keluar dari ruangan, mata Mahija masih terfokus pada Mahika yang saat ini masih terbaring di atas brankar nya.

"Pak.. Pacarnya?? " tanya remaja putri tersebut yang melihat Mahija yang begitu fokus pada wanita yang tengah terbaring di sampingnya itu.

"Bukan.. "

"Jadi?? " semakin di buat bingung pada jawaban Mahija.

"Calon istri" jelas Mahija dengan nada tegas dan langsung di anggukkan oleh pasien remaja tersebut dan penjaganya.

"Bersihkan dulu pak darahnya, itu di lengan baju masih nempel. Kamar mandi ada disana " Menunjuk ke arah sebuah sudut ruangan.

"Terimakasih" yang baru menyadari ada noda darah di baju dinasnya.

Ia langsung berjalan menuju toilet dan membersihkan baju dinasnya, kembali duduk di samping Mahika dan lanjut bermain pada ponselnya.

Setengah jam berlalu Fian kini sudah sampai di halaman rumah sakit, ia memarkir mobilnya dan menuju ke pos satpam yang sedang berjaga.

"Assalamu'alaikum.. Permisi pak, ini ada makanan buat jaga. " Menaruh bungkusan plastik di atas meja.

"Waalaikumsalam..Oh iya mas, terimakasih banyaak"

"Sama-sama Pak, kalau begitu saya masuk dahulu ya pak. Maaf cuma makanan kecil "

"Apanya yang kecil mas, banyak gini" ucap petugas satpam yang memberikan fakta sebenarnya.

"Hehehe, yasudah pak nikmati makanannya. Assalamu'alaikum"

"Waalaikumsalam.. "

Melewati lorong rumah sakit, masuk ke ruang rawat inap dengan perlahan membuka pintu kamar tidak ingin mengganggu pasien lain. Namun Fian tidak menemukan lelaki yang menyuruhnya untuk membeli semua perlengkapan yang sedang di bawanya, hanya ada Mahika yang sudah tersadar dan sedang menikmati makan yang disediakan oleh pihak rumah sakit.

"Lah, kemana sih ini jin tomang. Ngilang kemana lagi ini " Fian yang bertanya pada dirinya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!