Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.
Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 - Salah memilih lawan
Senyuman Blanco saat melihat Beel membuat tatapan Beel menajam, namun dia sedang bersama teman-temannya Beel berpikir tidak mungkin bertindak di depan teman-temannya.
Tak lama Blanco seperti membisikkan sesuatu pada 2 pengawalnya, lalu Blanco dan 2 pengawalnya berbalik dan pergi.
Melihat Blanco pergi, itu malah membuat Beel semakin yakin dia akan merencanakan sesuatu.. Beel tahu Blanco adalah orang yang selalu di kalahkan oleh ayah angkatnya,Gandalf dalam setiap jenis persaingan usaha maupun perebutan sesuatu yang berharga.
Christi melihat Beel
"ada apa Beel? kamu terlihat tidak tenang.." tanya Christi sambil makan di sebelahnya
Beel lalu menatap Christi
"oh enggak, gua kira di luar hujan.. soalnya gua bawa motor.." jawab Beel mengalihkan lalu melanjutkan makannya.
Bayu melihat Beel
"lu bawa motor?" tanya Bayu
Beel mengangguk.
"jadi siapa yang akan diantarkan pulang oleh Beel diantara kita para wanita?" tanya Lena sambil mengangkat alisnya menatap Beel.
"mungkin waiters itu yang gua antar pulang.." tunjuk Beel kepada salah satu waiters tempat makan itu yang sedang menaruh makanan di meja tamu lain.
Jason melihat waiters itu dan tertawa
"pilihan bagus.. lu punya selera tinggi" tawa Jason
Sementara Christi terlihat sedikit cemberut di samping Beel.
Sementara Blanco dan 2 pengawalnya berada di sebuah tempat makan, di tempat makan yang berbeda dari tempat Beel dan teman-temannya makan.
Salah satu pengawal Blanco berbicara
"jadi yang tadi anak Gandalf?" tanya salah satu pengawal Blanco
Blanco tersenyum
"ya.. tak kusangka akan bertemu di tempat ini" jawab Blanco
Seorang pengawal lain bertanya
"jadi seperti yang tadi anda katakan, saya perlu menanganinya?" tanya pengawal itu.
Blanco mengangguk
"dia bersama teman-temannya, kupikir kau bisa menangani anak kecil itu sampai saya selesai bertemu klien disini" ujar Blanco
"jika harus menggunakan kekerasan lakukan saja.." perintah Blanco lalu di sambut dengan anggukan salah satu pengawalnya dan dia berjalan keluar tempat makan itu untuk memantau Beel.
Sementara Blanco dan pengawalnya yang satu lagi sedang menunggu seorang klien di tempat makan itu karena ada obrolan bisnis yang perlu dibicarakan.
Beel dan teman-temannya keluar tempat makan lalu berjalan-jalan ke arah tempat pakaian-pakaian, tempat toko buku.
Sampai di satu momen Beel merasa seseorang mengikuti mereka, hingga Beel menoleh ke belakang dia melihat seorang pengawal yang tadi bersama Blanco mengikuti mereka dari jarak beberapa meter.
Beel tahu pengawal itu mengincar dirinya.
"duh..gua lupa naro kunci motor di jaket" kata Beel ke teman-temannya
"lah gimana sih lu Beel.." ujar Bayu
Lena menatap Beel
"sana ambil..kita tunggu sini" sambung Lena
"mau dianter?" tanya Jason
Beel berbalik
"lu pikir gua bocah 5 tahun.." lalu Beel berjalan menuju ke basement tempat parkiran.
Seperti yang Beel duga,pengawal Blanco itu benar mengikutinya .. Beel tetap tenang berjalan menuju ke parkiran mall itu,Beel turun ke basement dengan tangga lalu keluar ke basement dari dalam mall menuju ke tempat yang lebih sepi ,kemudian Beel berbelok sehingga membuat Beel menghilang dibalik tembok basement.
Pengawal itu mempercepat langkahnya ketika melihat Beel berbelok,dia tidak ingin kehilangan jejak Beel.. saat dia berbelok
"BUKKK!!"
Tendangan langsung dari Beel tepat mengenai dada pengawal Blanco itu
"aargghhh.." pengawal itu jatuh
Beel lalu menatap nya
"tidak baik mengikuti seseorang seperti itu.." ujar Beel dengan tatapan tenang dan dingin
Pengawal itu berdiri
"jadi kau tahu.." kata pengawal tersebut
Beel hanya tersenyum
"kau perlu belajar untuk mengikuti seseorang.." senyum Beel
Mendengar itu pengawal Blanco itu kesal dan menyerang Beel
"bocah sepertimu tidak pantas mengajariku!!" tegasnya lalu melayangkan pukulan ke Beel,namun Beel menghindari nya.
Pengawal Blanco terus melayangkan pukulan ke arah Beel, tapi Beel dengan lincah menghindari..hingga satu momen Beel berhasil menghujam sebuah pukulan tepat di tulang rusuknya
"aaarrrgghhhhh.." pengawal itu kesakitan dan lengah,
Melihat pengawal Blanco itu lengah, Beel tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan pukulan kerasnya, Beel langsung menghantam ulu hati dari pengawal Blanco itu dengan keras.
"uuuuhhh.." pengawal itu tertunduk,
Beel tidak berhenti..saat pengawal itu tertunduk kesakitan,lutut Beel langsung menerjang wajah pengawal Blanco itu dengan telak hingga dia terkapar tak sadarkan diri dengan hidung mengeluarkan banyak darah.
"menyedihkan, tidak ingin di ajari bocah tapi terkapar oleh bocah.." ujar Beel lalu pergi berjalan dengan tenang meninggalkan pengawal Blanco yang terkapar di tempat sepi basement itu.
Beel berjalan kembali masuk ke dalam mall, menaiki tangga kembali ke toko buku tempat teman-temannya berada.
Sementara di basement pengawal itu masih tergeletak tak sadarkan diri.
Di sebuah restoran Blanco dan salah satu pengawal lainnya yang tidak tahu kondisi pengawal nya yang sudah terkapar, masih berbicara dengan seseorang untuk urusan soal bisnisnya.