sebuah perjanjian muda antara sepasangan sahabat yaitu Gavin dan Morgan yang melibatkan anak mereka untuk menjalankan sebuah hubungan tak terduga yaitu perjodohan
bagaimana cerita selanjutnya ayok baca disini..... 😄😄😄
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Citra_marbun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~•
"Lo mau culik gue ya?" teriak cella dengan sekeras kerasnya
"diem" ketus Zayn
"heh apaan Lo diem diem , Lo mau culik gue masa gue diam aja. Tolonggg tolonggg" teriak cella sembari melihat ke kanan dan ke kiri dengan cemas
"gue ga bakalan culik Lo, ini cuman jalan pintasan doang biar sampai lebih cepat" jelas Zayn dengan dingin
" gimana caranya biar gue percaya sama lo?" tanya cella menyipitkan matanya
"terserah" balas Zayn singkat
Tak berselang lama benar saja mereka telah sampai di kediaman keluarga cella yaitu Mourch
Cella hanya bisa diam menahan malu saja melihat tingkah anehnya tadi yang mengira dia akan di culik okeh Zayn
"haha akhirnya sampai juga, thanks" ucap cella turun dari motor Zayn dan langsung beranjak masuk
" eh tunggu "sela Zayn sembari turun dari motornya
Cella yang mendengar Zayn memanggilnya segera berbalik badan dengan pede
" cih, kenapa Lo pasti mau minta nomor gue kan, iyalah secara gue kan cantik" ucap cella dengan pedenya dengan kedua tangannya menyingkap kasah poninya.
"helm nya belum Lo lepas" ucap Zayn
" oh iya , ini Dia helm nya" cella membuka helm nya dan mengembalikan ke pada zayn
"lain kali jangan kepedean" ucap Zayn langsung menancap gas dari kediaman mewah itu
Cella segera berlari ke arah rumahnya
" gila gila malu banget gue coy, fiks sih besok ga masuk sekolah ahhh" gerutu cella pada dirinya yang terlalu kepedean
"ekhem itu siapa non kok ada cowok yang ganteng banget" tanya pelayan pribadi cella yang sedari tadi memperhatikan adegan Antara Zayn dan cella dengan santai
" iih apasi bi, orang cuman diantar sama temen kok " balas cella dengan cepat
"tapi kok pipinya merah hehe" seru pelayannya
Cella yang menyadari pipinya memerah akibat kejadian tadi segera berlari ke kamarnya dengan cepat
pelayan pribadi cella yang melihat itupun segera senyum senyum tak karuan
"ck adai bisa lihat pemandangan indah ini setiap hari "gumam pelayan nya dengan riang hati
DISISI LAIN
Cindy dan regan yang baru saja pulang dari sekolah segera memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu dan mereka berhenti di sebuah restoran yang cukup besar
"eh kita ngapain ke sini sayang?" tanya Cindy bingung
"makan dulu yuk sayang laper nih, kamu juga pasti lapar kan habis belajar " ucap Regan dan langsung diiyakan oleh cindy
"aduh Regan pengertian banget deh jadi makin suka hehe" gumam Cindy dalam hatinya
Langkah mereka berdua terhenti di sebuah meja makan VIP di restoran itu
" pesan aja sayang, makan sepuasnya yah"ucap Regan dengan senyum yang lebar
"oke sayang" Cindy segera memesan yang dia inginkan
Tak berselang lama makanan yang mereka pesan akhirnya datang, makanan itu memenuhi seluruh ruang di meja tak ada satupun yang kosong.
"emm wangi banget" ucap cindy dan langsung melahapnya
Regan yang sedari tadi memperhatikan Cindy pun segera memuat ekspresi malas.
Mereka pun menyantap makanannya dengan lahap dan perbincangan tentang banyak hal
" eghhh "Cindy bersendawa dengan keras
"hehe kenyang ya sayang" ucap Regan yang sebenernya malu melihat kelakuan Cindy
" ya udah kenyang" balas Cindy
Regan segera meminta bill kepada pelayan, dan pelayan dengan sigap menghitung seluruh tagihan mereka
"totalnya 1 juta 320 ribu rupiah mas" ucap pelayan itu dengan ramah
"bjir mahal banget,aku mana punya uang segitu" gumam Regan dalam hatinya
" em sayang kamu bisa bayarin dulu ga , dompet aku ketinggalan nih entar di rumah langsung deh aku transfer "Regan memelas pada Cindy
"oke sayang, saya aja yang bayar mas" ucap cindy pada pelayan itu
cindy segera membayar tagihan tersebut dan mereka berdua segera beranjak dari tempatnya meninggalkan restoran itu.
"cowok kok mokondo , najong banget" gumam pelayan itu dengan ekspresi jijik terhadap Regan
DISISI LAIN
waktu telah menunjukkan pukul 18:30 Grace baru sampai di rumah.
Belum sempat dia masuk ke kamarnya dia sudah dihadang oleh kedua bodyguard ayahnya
" ngapain Lo berdua awas gue mau masuk" ucap Grace
" maaf sebelumnya nona, tuan besar menyuruh Anda datang ke ruangan pribadi nya sekarang nona" jelas salah satu bodyguard itu
" ga, gue mau istirahat bilang aja sama ayah kalo gue ga mau" ucap Grace dan langsung menerobos dari sela sela kedua bodyguard itu
"maaf kan kami nona" ucap kedua bodyguard itu dan segera mengangkat Grace ke ruangan pribadi Johnson
"turunin gue" teriak Grace sepanjang perjalanan yang tak dihiraukan oleh kedua bodyguard itu
Tak berselang lama mereka sampai di ruangan Johnson
Grace diturunkan tepat di depan Johnson
" kenapa kamu pulang telat?" tanya Johnson dengan wajah yang sinis
" untuk apa ayah tau itu"balas Grace dengan memalingkan wajahnya
" kamu ga ingat malam ini ada pertemuan dengan siapa HAH!" teriak Johnson pada Grace
" udah aku bilang ,aku gamau " teriak Grace kembali
Johnson segera menelepon seseorang di ponsel nya
" buang semua lukisan dan yang bersangkutan dengan lukisan itu dan bila perlu bakar semua!"ucap Johnson dengan tegas
"GA,JANGAN!!! jangan sentuh apapun dari kamarku dengan tanganmu yang kotor itu" ucap Grace pada Johnson
"aku turuti keinginan mu" ucap Grace dan langsung berbalik arah meninggalkan ruangan Johnson
Johnson yang mendengar itu tersenyum dengan sangat puas dan tertawa
Grace segera didandani dan Grace disuruh mengenakan dress panjang berwarna putih dengan motif bunga lavender di setiap bagian sudut sisi dengan bagian bahu terbuka dan hanya menyusahkan satu gulungan kain menutup lehernya membentuk sebuah syal, dia mengenakan high heels berwarna putih dicampur dengan gold dengan tampilan sederhana namun elegan dan mewah.
Grace segera melihat dirinya di cermin, wajahnya sangat cantik dan dress itu pas di badannya yang bagus tetapi di raut wajahnya tergambar kesedihan yang paling mendalam.
Grace tidak menginginkan hal ini tetapi dia harus menuruti nya, sudut matanya melirik ke arah lukisannya yang hampir saja tidak akan pernah dia lihat lagi.
Grace menghela nafas berat lalu dengan langkah kaki yang sayu dia turun ke lantai bawah mendapati ibu dan ayahnya disana
"ayo kita pergi sekarang" ajak Johnson
Grace pergi bersama Johnson dan Tiffany untuk menemui calon pasangan yang telah ditentukan oleh Johnson kepada Grace.
disepanjang jalan Grace tak menggubris setiap perkataan Johnson maupun Tiffany. Dia hanya bisa diam dan menunggu semuanya berakhir.
Tak berselang lama mobil mewah mereka memasuki sebuah restoran bintang 5, restoran tersebut tampak mewah dan berkharisma.
Johnson turun duluan dan segera masuk ke dalam menjumpai seseorang itu dan kemudian disusul oleh Grace dan tiffanny.
Lanjut Episode 6~•