NovelToon NovelToon
Setelah Aku Memilih Bercerai

Setelah Aku Memilih Bercerai

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Dengan wajah tenang, Mela tiba-tiba mengajukan perceraian pada suaminya, Rahman. Tentu saja, hal itu membuat Rahman dan ibunya terkejut, karena mereka merasa selama ini semua baik-baik saja.
Tapi, Mela sudah mengetahui semuanya, perselingkuhan Rahman dengan mantan kekasihnya yang sudah berjalan selama sepuluh tahun.
Hati Mela hancur, apalagi, saat ibu mertuanya dan putrinya sendiri justru membela selingkuhan suaminya yang bernama Camila.
"Ingat umur. Kau itu sudah tua, sudah mempunyai anak. Harusnya, kau bisa lebih fleksibel. Camila bisa membantu perkembangan bisnis keluarga. Sedangkan kau? Sudah bagus kami menampungmu."
"Kau bisa apa tanpa kami, hah?"
Ucapan ibu mertua dan suaminya, membuat Mela semakin mantap untuk bercerai.
Baginya, perceraian bukan pelarian, melainkan pintu keluar dari kebohongan panjang yang nyaris mematikan jiwanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Menangkap Pelaku

Pagi itu, Mela datang lebih awal dari biasanya. Langit masih redup. Embun masih menempel di ujung daun. Namun, langkahnya langsung terhenti begitu memasuki lahan.

Keningnya mengkerut, saat telinganya menangkap suara samar.

"Mbak!" panggilnya.

Mela melangkah lebih cepat. Dan, saat pandangannya jatuh pada deretan tanaman, napasnya tercekat.

Beberapa bedengan terlihat berantakan. Tanahnya diinjak-injak, batang tanaman patah dan, daun-daun tercerabut dan berserakan di tanah.

Bukan satu dua tapi, hampir satu sisi lahan.

"I-ini... Kenapa bisa begini?" Ia berjongkok, mengambil salah satu batang cabai yang patah dengan tangan gemetar.

Namun, ia menyadari jika patahan itu terlihat masih baru, yang artinya, ini baru saja terjadi.

"Mel!" Suara Darmi dan yang lain datang dari kejauhan. Mereka berlari mendekat dan berhenti di dekat Mela.

"Ya Allah!" seru Surti kaget

Yati langsung mendekat, menatap sekeliling dengan rahang mengeras. "Siapa yang melakukan semua ini?" geramnya. "Ini jelas bukan hewan."

Darmi menyipitkan mata, melihat jejak kaki yang tampak jelas dan, itu adalah bekas sepatu dan arah pijakannya seolah di sengaja.

Darmi mengepalkan tangan. "Kurang ajar!"

"Ini sudah keterlaluan," sahut Asih.

Suasana memanas. Amarah mulai terasa di udara. Namun, Mela hanya diam. Ia masih berjongkok, menatap tanaman yang rusak di tangannya.

Ia tidak menangis, tidak juga berteriak. Tapi, diamnya justru terasa lebih berat.

"Mel, kita harus cari siapa pelakunya!" kata Darmi. "Kalau sampai aku menemukannya, aku akan—"

"Sudahlah!" ucap Mela memotong.

Ia berdiri perlahan. Matanya menyapu lahan yang rusak lalu, beralih ke mereka. "Sekarang bukan waktunya untuk marah."

"Lho, terus kita harus gimana?" tanya Yati tidak terima.

Mela menarik napas panjang. "Kita perbaiki dulu semuanya."

"Perbaiki?" ulang Surti. "Sebanyak ini?"

Mela mengangguk. "Yang masih bisa diselamatkan, kita selamatkan." Ia menunduk, mengambil satu tanaman yang masih berdiri. "Yang tidak bisa... kita tanam ulang."

Darmi menghela napas, lalu berjongkok di sisi lain. "Ya sudah," gumamnya.

Yati berdecak pelan, tapi ikut membantu.

Satu per satu dari mereka mulai bergerak. Tanah yang rusak dirapikan kembali. Tanaman yang masih hidup ditegakkan. Yang patah, dicabut.

Semua itu tidak mudah. Tapi, mereka tidak berhenti. Bahkan, sampai siang hari, saat matahari terasa lebih panas dari biasanya. Keringat membasahi wajah, tangan kotor oleh tanah, mereka tidak ada yang mengeluh.

"Mel!" panggil Asih pelan.

Mela menoleh. "Ada apa, mbak?"

Asih berdiri dengan wajah ragu. "Kita... Apa kamu yakin ini cukup?"

Mela diam sejenak, menatap lahannya yang masih berantakan. Dan, belum pulih sepenuhnya. Namun, tidak lagi hancur seperti pagi tadi.

"Ini belum cukup," jawabnya jujur.

Semua terdiam, kembali menatap lahan yang susah payah mereka olah, justru di rusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Sore hari, mereka duduk di pinggir lahan. Mereka merasa lelah, lebih dari biasanya.

"Mel, Kamu nggak takut kalau ini kejadian lagi?" tanya Darmi.

Mela terdiam, menatap lahannya lalu, tersenyum kecil. "Jujur, aku takut. Tapi... Aku pernah kehilangan yang lebih besar dari ini, mbak.

Kalimat itu sederhana namun, membuat yang lain diam.

"Kalau ini rusak, aku masih bisa tanam lagi," lanjut Mela. Ia menatap mereka satu per satu. "Selama kita masih di sini, kita belum kalah."

Mela mencoba untuk tenang, dan berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi. Namun, semakin di biarkan, pelaku justru semakin menjadi.

Hingga akhirnya, kesabaran Mela sudah habis. Terutama Darmi dan yang lain.

Mela segera mengambil tindakan karena ini sudah benar-benar keterlaluan.

Dan, malam itu, desa kembali tenang. Tapi, tidak bagi beberapa orang.

Di salah satu sudut gelap, seseorang berdiri menatap ke arah lahan Mela dari kejauhan. Dia diam, seolah menunggu sesuatu.

Dan di sisi lain, Mela baru saja menutup pintu rumahnya. Langkahnya pelan, tubuhnya lelah. Namun matanya berbeda dari biasanya karena saat ini, ia tidak hanya bertani, tapi kembali di uji untuk bertahan.

Meski, dia menguatkan diri dengan mengatakan tidak apa-apa, nyatanya ia tidak benar-benar merasa tenang setelah kejadian itu.

Lahan memang sudah dirapikan kembali, dan tanaman mulai berdiri. Namun, bayangan tentang seseorang yang merusak lahan dan tanamannya terus menghantui.

Saat ini, Mela dan yang lain berdiri di pinggir lahan, menatap sekitar.

Suasana malam itu terasa sunyi. Hanya suara angin malam yang berhembus dan hewan malam yang terdengar.

"Kita nggak bisa diam terus," kata Yati.

Darmi mengangguk setuju. "Sudah tiga kali terjadi. Walaupun, yang terakhir tidak terlalu parah, tapi ini sudah sangat keterlaluan. Awas saja kalau sampai tertangkap," geram Darmi.m, sambil memukul telapak tangannya sendiri .

Mela terdiam sejenak. Tatapannya menyapu lahan yang perlahan pulih. Lalu, ia mengangguk pelan.

"Kita berjaga malam ini."

Dan, malam itu, untuk pertama kalinya, lahan itu tidak dibiarkan kosong.

Mela dan keempat sahabatnya di bantu beberapa warga, bersembunyi di beberapa titik seperti di balik pohon, di dekat pagar sederhana, dan di sisi aliran air.

Lampu senter dimatikan, suara diperkecil. Hanya suara jangkrik yang terdengar.

Waktu berjalan lambat.

Satu jam.

Dua jam.

Tidak ada apa-apa.

"Jangan-jangan dia nggak datang," bisik Surti pelan.

Yati berdecak. "Diam dulu."

Mela tetap di tempatnya. Matanya fokus ke arah lahan, tidak bergerak sama sekali. Sampai, terdengar suara mencurigakan.

Krsek!

Semua langsung tegang.

Bayangan seseorang muncul dari arah belakang. Pelan dan hati-hati. Seperti seseorang yang sudah tahu medan.

Mela menyipitkan mata melihat langkah orang itu yang langsung menuju ke bedengan. Dan tanpa ragu, orang itu mulai menginjak, menarik tanaman, mencabutnya dengan kasar.

"Sekarang!" bisik Yati memberi aba-aba.

"HEY!"

Suara keras itu memecah keheningan malam.

Beberapa orang langsung keluar dari persembunyian, membuat sosok itu terkejut dan mencoba lari. Namun, langkahnya terhenti saat seseorang menghadangnya dari depan.

"Berhenti!" Suara Darmi menggema. Tangannya mengepal, matanya membara, jelas siap meledak kan amarahnya.

Orang itu mundur, mencoba kabur ke samping namun, sudah terlambat. Warga sudah mengelilinginya. Tidak ada jalan keluar.

"Buka penutup wajahmu!" teriak Yati.

Sosok itu diam. Namun, napasnya terdengar berat.

Darmi melangkah maju. Tanpa ragu, ia menarik kain yang menutupi wajah orang itu. Dan saat itu, semua terdiam.

1
Ranti Calvin
👍
HartOhar
sadar diri setelah tak punya apa2🤔
HartOhar
kunantikan jandamu👍
HartOhar
👍
Emily
laki si Darmi kali pelakunya
Siti Saodah
tapi meskipun dia anak nya, harus di kasih pelajaran biar sadar diri
Siti Saodah
jangan sampai Mela balik lagi sama si bangat itu Thor, kasian Dino meskipun ada anaknya si Lina jga,anak durhaka
Siti Saodah
dasar manusia gak punya malu dulu aja Mela di hina bahkan di buang, sekarang giliran susah di cari gak tau diri banget
Siti Saodah
tapi aku gak habis pikir kok bisa ya seorang anak lebih memilih orang lain dari pada ibu kandung nya sendiri,klo mantan suami atau mertua mungkin banyak lah apalagi udah ada yang baru nak ini anak kandung gitu 🤦
Siti Saodah
Mela umur berapa Thor,kan nikah nya 29 thn
Siti Saodah
cuma punya penghasilan segitu aja ada aja yang syirik heran
Siti Saodah
kirain Mela bakal kerja di kota gitu lalu ketemu orang yang mencintai nya dan sukses
adeirma husein
keren ceritany
selvysurya inten
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
LENY
AKHIRNYA BAHAGIA ❤👍👍
LENY
MELA KERAS KEPALA KAMU HRS SADAR HAMIL DI USIA YG CUKUP RAWAN GAK BOLEH CAPEK STRESS HRSNYA NURUT SAMA SUAMI DAK USAH SOK KUAT NNT MSH MAU KE LAHAN LG MABOK 🙈🙈
LENY
ALHAMDULILLAH BU DYAH LINA SDH BERUBAH JADI BAIK SENANGNYA KEL BAHAGIA DINO JG SUAMI IDAMAN YG SANGAT BAIK❤🙏👍
LENY
ALHAMDULILLAH AKHIRNYA
LENY
SMG BERHASIL DI DESA BERCOCOK TANAMNYA ❤😊😊
rosi woro
asih suka main sosmed , jadi hafal nama² pengusaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!