Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 : Kuda Hitam Menjadi Juara
Bab 19 : Kuda Hitam Menjadi Juara
________
3 hari kemudian , Pertemuan Naga Muda.
Setelah beristirahat cukup lama , akhirnya waktu yang di tunggu telah tiba. Suara genderang telah berbunyi sejak pagi , stadion Arena Naga telah penuh sesak manusia yang menunggu puncak pertarungan.
"Tap Tap Tap"
Satu persatu Tetua Puncak datang ke atas panggung besar saling memberi salam satu sama lain. Retakan spasial pun muncul secara tiba tiba di udara yang menampilkan sosok tua berambut putih , Leluhur Wu Chen.
Gema salam penghormatan pun terdengar menggetarkan seluruh stadion Arena Naga dari semua orang yang melihat kedatangan Leluhur Puncak. Keluarga keluarga besar dan murid murid senior pun hadir menyaksikan puncak pertarungan ini.
"Dung Dung Dung Dung Dung"
"Pertarungan puncak! Sun Haoran dari Puncak Pedang melawan Shen Yan dari Puncak Meditasi!"
Saat nama Puncak Meditasi di sebutkan , Tetua Ming Yue merasakan kebanggaan tersendiri di hatinya. Selama ini puncaknya yang di pandang sebelah mata oleh orang lain akhirnya melahirkan jenius muda yang mengharumkan namanya.
Sun Haoran terbang ke atas panggung Arena Naga dengan gaya yang gagah membuat semua orang histeris bersorak untuknya. Di pinggangnya nampak sebilah pedang emas yang menarik perhatian semua orang.
"Pembunuh Matahari?" ucap Tetua Jin Wanshang sambil menatap Tetua Jian Wu di sampingnya.
"Aku meminjamkan pusaka itu untuknya!" ucapnya.
Di sisi lain , pemuda dengan pakaian merah bermotif emas berjalan menapaki tangga batu panggung Arena Naga. Shen Yan tampil dengan gerakan sederhana , hanya sebilah pedang usang di pinggangnya saat ini.
Gemuruh lautan manusia pun pecah saat keduanya telah berada di atas panggung Arena Naga.
Pemimpin pertandingan memperingatkan beberapa peraturan termasuk tidak boleh saling membunuh satu sama lain serta menyebutkan hadiah pemenang yang kini berlipat ganda. Di samping akan mengharumkan nama Puncaknya , pemenang akan mempunyai akses bebas pergi ke puncak manapun dan jutaan batu spiritual untuk meningkatkan kultivasi.
"Hari ini kau akan mati di tanganku!" batin Sun Haoran.
Kedua petarung muda akhirnya saling berhadapan , tatapan tajam Sun Haoran benar benar mempunyai niat buruk. Tepat saat pemimpin pertandingan melangkah mundur , Sun Haoran langsung menyerang menggunakan pusaka terbarunya , Pedang Pembunuh Matahari.
Sayatannya sangat panas , hingga mampu merobek kekosongan. Shen Yan cukup tersentak dengan kecepatan Sun Haoran yang kini telah meningkat drastis.
"Teknik Pedang : Kehancuran Matahari!"
Tubuh Sun Haoran terbang membumbung ke atas awan , tekniknya mampu menciptakan ratusan meteor meteor api panas di langit yang siap menerjang. Pedang Pembunuh Matahari sendiri merupakan artefak tingkat Kaisar yang terkenal di dunia ini. Dengan tekanan dan auranya , itu sama saja seperti seorang Pembangunan Fondasi melawan Puncak Inti Emas.
"Pedang ini mungkin akan sangat merepotkan dengan kultivasi ku yang rendah!" gumam Shen Yan.
Ia terlempar ke belakang dan darah menetes dari sudut bibirnya setelah serangan pertama Sun Haoran. Dengan cepat ia memerintahkan Tian Zhan untuk membuka segelnya sekali lagi. Pedang usang di tangan Shen Yan tiba tiba berfluktuasi hebat , gelombang kejutnya mampu membuat jantung semua orang berdegup kencang.
"Artefak Kaisar!" ucap para Tetua yang hadir.
Leluhur Wu Chen tidak terlalu terkejut saat melihatnya , ia justru tersenyum sambil mengangguk pelan.
"Penebas Langit : Phoenix Hitam!"
Pusaka Tian Zhan mengeluarkan kobaran api hitam , panasnya mampu menelan panas Pedang Pembunuh Matahari milik Sun Haoran. Detik berikutnya ia mengayunkannya ke atas , seekor Phoenix Hitam terbang dengan kecepatan yang tidak bisa di ikuti oleh mata orang biasa.
Riuh penonton bersorak menggema saat Phoenix Hitam Shen Yan menembus pertahanan Sun Haoran dengan Pedang Pembunuh Matahari di tangannya. Jika saja ia tak membawa pusaka milik gurunya , tentu saja Sun Haoran terluka parah dalam serangan ini. Ia terbang mundur dengan menyedihkan , tangannya gemetar.
"Sialan! Aku tidak boleh kalah!" gumamnya.
Ia lalu menuliskan rune aneh di langit , detik berikutnya ia menyambar rune tersebut dengan Pedang Pembunuh Matahari miliknya. Dari dalam rune yang telah tersambar muncul puluhan Naga Emas berkobar yang menukik tajam ke arah Shen Yan.
"Tidak buruk!" ucap Shen Yan lirih.
Shen Yan terus menghindar , ia masih mencari celah. Ujung lengan baju Shen Yan terlihat hangus karena terbakar. Pertukaran serangan pusaka tingkat kaisar pun terjadi di udara , beberapa kali mereka berdua terlempar. Di atas panggung selatan , keluarga Sun menyaksikan pertarungan itu dengan ekspresi marah. Mereka tak menyangka pemuda yang asal usulnya tidak jelas itu mampu bersaing dengan jenius keluarganya.
"Bocah sialan ini!" ucap kepala keluarga Sun geram.
Sementara itu pertarungan keduanya telah mencapai batas , Shen Yan yang akhirnya ketahuan memiliki kultivasi puncak Pembangunan Fondasi pun mengejutkan banyak orang.
"Dia cukup pintar bersembunyi selama ini!" ucap Ming Yue terkejut melihat kultivasi Shen Yan yang ternyata sudah di tahap itu.
"Bahkan kau pun tak tahu , Tetua Ming Yue?" ujar Tetua Chang Sheng tertawa pelan.
"Duar"
Ledakan beberapa kali terdengar saat pertukaran serangan terjadi di atas panggung Arena Naga.
"Teknik Penebas Langit : Tekanan Murka Langit!"
Saat mengeluarkan teknik ini , tubuh Sun Haoran mendadak terjatuh. Tekanan berat menimpa tubuhnya dengan kejam. Ia mengeluarkan darah segar dari mulutnya , pemandangan itu membuat semua orang terkejut dengan kemampuan Shen Yan.
"Aku tidak boleh kalah! Apapun yang terjadi!"
Sun Haoran bangkit dengan memaksa tubuhnya , ia berniat melesat namun tak menduga sebuah sayatan api hitam langsung menghantam tubuhnya hingga terluka parah. Shen Yan yang menyadari peluang seperti itu langsung bergerak cepat menyerang Sun Haoran.
"Duar"
Tepat saat Shen Yan hampir menyelesaikan pertarungan itu , aura besar muncul dari tubuh Sun Haoran. Ternyata ia menyembunyikan kekuatannya , aura Inti Emas memancar ke segala arah. Itu membuat Shen Yan terbang mundur.
Beberapa Tetua berdiri ingin menghentikan pertandingan itu , namun Leluhur Wu Chen menahan mereka semua.
"Dia sudah melanggar peraturan , Leluhur!" ucap Tetua Ming Yue.
"Kita lihat saja sebentar lagi! Dia tidak akan mampu melawan muridmu!"
Ucapan Leluhur Wu Chen mengejutkan banyak orang , bagaimana mungkin sosok jenius dengan kultivasi Inti Emas tak mampu mengalahkan anak Pembangunan Fondasi dengan bakat bawaan tingkat bumi.
"Kau!" gumam Shen Yan.
"Kau mengganggu jalan ku!" teriak Sun Haoran.
Ia melesat dengan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya , perbedaan ranah ini menjelaskan mengapa kultivasi Inti Emas masuk dalam jajaran 3 teratas.
"Teknik Pedang : Penentang Surga!"
Sun Haoran memadatkan energi spiritual ke dalam pusakanya , lalu menciptakan avatar pedang raksasa yang sangat tajam hingga setiap gerakannya membuat celah menganga ruangan kekosongan.
"Penebas Langit : Pengumpul Api Dewa!"
Shen Yan mengangkat pedangnya , seluruh api di Puncak Terang bergetar. Bahkan api surgawi yang ada di tubuh Tetua Chang Sheng ikut berfluktuasi.
"Anak ini!" gumam Tetua Chang Sheng.
Saat tebasan di ayunkan itu menyerap energi matahari yang keluar dari Pedang Pembunuh Matahari milik Sun Haoran. Menyebabkan avatar pedang miliknya menyebar menjadi debu. Hingga akhirnya tebasan api dewa Shen Yan mengarah tepat ke tubuh Sun Haoran dengan kecepatan tinggi.
"Cukup! Kau menang!"
Semua orang tercengang saat Leluhur Wu Chen ternyata menghentikan serangan Shen Yan dengan menangkapnya menggunakan tangan kosong. Gemuruh lautan manusia terdengar menggema sekali lagi saat tahu siapa pemenang Pertemuan Naga Muda tahun ini.
"Aku belum kalah! Aku belum kalah!" Sun Haoran tak terima.
Leluhur Wu Chen memutar tubuhnya , tangannya ia lipat ke dalam lengan bajunya. Ia lalu menjelaskan kepada Sun Haoran jika ia tidak menghentikan serangan Shen Yan , maka ia bisa terbunuh.
"Pemenangnya! Shen Yan dari Puncak Meditasi!" tegas pemimpin pertandingan.
Tepuk tangan meriah dan gemuruh genderang menggemparkan stadion Arena Naga. Para Tetua pun berdiri memberi penghormatan. Tahun ini Pertemuan Naga Muda akhirnya menjadi milik Puncak Meditasi.
"Serangan barusan! bahkan membuat telapak tanganku mati rasa!" batin Leluhur Wu Chen.
________