NovelToon NovelToon
Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Poligami / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: YoungLady

“Aku tidak akan menceraikanmu, Tiara.”

Haikal mengucapkan kalimat itu tanpa sedikit pun keraguan.

“Dan aku mengizinkanmu tetap tinggal di rumah ini.”

Air mata Tiara mulai mengalir lagi.

“Tapi, izinkan aku untuk menikah lagi.”

Tiara menatap pria yang selama ini menjadi tempatnya menggantungkan seluruh hidup. Pria yang baru saja ia kira akan menerima kekurangannya yang divonis mandul oleh Dokter.

Ternyata, Haikal hanya tidak ingin kehilangan istrinya. Ia ingin mempertahankan Tiara sebagai istri pertama sekaligus mengambil wanita lain sebagai calon ibu bagi anak-anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Sinta sudah berdiri di ruang tengah sejak beberapa menit lalu. Berkali-kali perempuan paruh baya itu melirik ke arah pintu, menunggu keponakannya pulang.

Begitu suara pintu terbuka, Sinta langsung menghampiri.

Tiara baru saja meletakkan tasnya ketika bibinya sudah menyerbu dengan berbagai pertanyaan.

“Bagaimana hasil pertemuanmu?” tanya Sinta cepat. “Kenapa Permana meminta bertemu denganmu? Apa dia mau memberimu pekerjaan?”

Tiara hanya terdiam.

Ia melepaskan sepatu, kemudian berjalan masuk sambil menghela napas panjang.

Sinta semakin penasaran.

“Kenapa diam? Cerita, dong.”

Tiara akhirnya menatap bibinya. Wajahnya tampak lelah, tetapi ada sesuatu yang membuat sorot matanya berbeda.

“Pria itu melamarku, Bi.”

“Apa?”

Sinta melongo.

Tiara mengangguk pelan.

“Dia memintaku menikah dengannya.”

Beberapa detik Sinta hanya menatap keponakannya tanpa berkedip. Kemudian wajahnya berubah menjadi penuh kegembiraan.

“Serius?”

“Serius.”

“Ya ampun!” Sinta spontan memegang kedua tangan Tiara. “Lalu apa jawabanmu?”

“Aku minta waktu untuk berpikir.”

Senyum Sinta sedikit menghilang.

“Kenapa?”

“Aku masih ragu. Dia hanya memberiku waktu dua puluh empat jam untuk berpikir."

“Dua puluh empat jam?”

Tiara mengangguk.

“Itu sebabnya aku bingung.”

Sinta menarik Tiara duduk di sofa. Bukannya ikut bingung, wajah perempuan itu justru terlihat semakin bersemangat.

“Tiara, menurut Bibi, kauu tidak perlu berpikir terlalu lama.”

“Bibi…”

“Dengarkan dulu.” Sinta mengangkat telunjuk. “Permana itu orang baik. Bukan cuma baik, dia juga royal, tampan, dan kaya raya.”

Tiara menghela napas.

“Bibi menilai calon suami seperti sedang memilih mobil.”

“Lho, memang salah?” Sinta terkekeh. “Kau sudah terlalu lama menderita bersama Haikal. Sekarang ada laki-laki yang datang membawa niat baik, kenapa justru kamu tolak?”

“Aku tidak bilang menolak.”

“Tapi kau ragu.”

Tiara menundukkan kepala.

“Aku baru saja bercerai, Bi. Aku belum bisa move on dari Haikal.”

Sinta langsung mendengus.

“Jangan terlalu lama galau untuk pria brengsek itu, Tiara.”

Tiara terdiam.

Sinta menggenggam tangannya.

“Bibi tahu kau sangat mencintai Haikal. Tapi lihat bagaimana dia membalas semua itu. Dia meninggalkanmu demi perempuan lain. Dia bahkan memperlakukanmu seolah-olah kamu tidak pernah menjadi istrinya.”

Tiara menelan ludah.

Kenangan tentang Haikal memang masih melekat di kepalanya. Namun, rasa cinta itu perlahan tertutup oleh luka yang terlalu dalam.

“Aku takut mengulangi kesalahan yang sama,” bisiknya.

“Tidak semua laki-laki seperti Haikal.”

“Bagaimana kalau Permana juga berubah setelah menikah?”

“Kalau kau terus berpikir tentang kemungkinan buruk, sampai kapan pun kau tidak akan berani memulai hidup baru.”

Tiara terdiam.

Sinta tersenyum lembut.

“Percaya pada Bibi. Kau tidak akan menyesal jika mau menikah dengan Permana.”

Tiba-tiba ponsel Tiara bergetar.

Satu pesan baru masuk.

Tiara mengambil ponselnya dan melihat nama pengirim.

Intan.

Sahabatnya.

Sekaligus perempuan yang kini menjadi istri kedua Haikal.

Alis Tiara berkerut.

Ia membuka pesan itu.

“Terima kasih karena sudah mau mengalah padaku, teman. Hidupku sangat bahagia saat ini bersama mantan suamimu itu.”

Tiara terdiam cukup lama.

Ada senyum tipis di wajahnya.

Bukan senyum bahagia.

Melainkan senyum getir.

Intan masih saja menganggap dirinya menang.

Perempuan itu tidak tahu bahwa Tiara sudah mengetahui semuanya.

Tentang surat pemeriksaan kesehatan yang selama ini membuat Tiara percaya bahwa dirinya tidak bisa memiliki anak.

Tentang hasil pemeriksaan yang ternyata telah dipalsukan.

Tentang kebohongan yang dirancang dengan begitu rapi agar Haikal percaya bahwa Tiara adalah perempuan mandul.

Intan tidak tahu bahwa kebusukannya sudah terbongkar.

Dan yang paling tidak diketahui Intan adalah bahwa Tiara tidak akan tinggal diam.

Tiara mengetik balasan.

Jarinya bergerak perlahan, tetapi setiap kata yang ditulis terasa seperti pisau.

“Jangan senang dulu. Kebahagiaanmu itu hanya sementara saja, teman. Bersiaplah mendengar kejutan dariku, dan jangan jatuh pingsan.”

Tiara menekan tombol kirim.

Sinta yang sejak tadi memperhatikan ekspresi keponakannya langsung bertanya.

“Pesan dari siapa?”

“Dari Intan.”

Sinta langsung mengernyit.

“Manusia rubah itu masih saja mengganggumu?”

Tiara memasukkan ponselnya ke pangkuan.

“Dia hanya ingin menunjukkan bahwa hidupnya bahagia.”

“Padahal merebut suami orang?” Sinta mendengus. “Sudahlah, Tiara. Kau harus berbuat sesuatu.”

“Aku akan melakukannya.”

Sinta menatapnya.

“Kau punya bukti tentang kebohongan Intan itu?”

“Ada, pak Permana yang membantuku.”

“Bagus. Jangan biarkan dia terus tertawa di atas penderitaanmu.”

Tiara kembali terdiam.

Kemudian pikirannya melayang pada pertemuannya dengan Permana.

Pria itu begitu tenang ketika mengucapkan kalimat yang sampai sekarang masih terngiang di kepalanya.

Menikahlah denganku.

Tidak ada paksaan.

Tidak ada rayuan berlebihan.

Hanya sebuah tawaran sederhana yang justru membuat hidup Tiara semakin rumit.

Permana memberinya waktu dua puluh empat jam.

Dan waktu itu hampir habis.

Tiara mengambil ponselnya kembali.

Jarinya sempat berhenti di atas nama Permana.

Ia menarik napas panjang.

Sinta memperhatikannya tanpa berkata-kata.

Akhirnya Tiara mengetik.

“Pak, aku menerima tawaran untuk menikah denganmu. Tapi tunggu sampai masa iddahku selesai.”

Ia membaca pesan itu berulang kali.

Ada keraguan.

Ada ketakutan.

Namun, ada pula sesuatu yang selama ini tidak pernah ia rasakan ketika bersama Haikal.

Harapan.

Tiara menekan tombol kirim.

Pesan terkirim.

Tidak sampai semenit kemudian, ponselnya bergetar.

Balasan Permana masuk.

Hanya satu kata.

“Oke.”

Bersambung....

1
sunaryati jarum
Intan lagi
sunaryati jarum
🙏
sunaryati jarum
Walaupun ada kebencian masih ada sisi kemanusiaan kamu,Tiara.Orang- orang sombong dan tidak menghargai orang lain, bahkan menantu dihina dan diinjak-injak , akhirnya dapat karma
sunaryati jarum
Kamu percaya Intan wanita ular yang mengingkari hartamu,maka memanipulasi hasil tes kesuburan Tiara.
sunaryati jarum
Haduh , sudah jatuh tertimpa tangga.Js
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 percaya dirimu patut diacungi jempol Haikal, sayang tidak sesuai dengan ekspektasi kamu
sunaryati jarum
Keputusan apa Haikal,kau hampir bangkrut,kan
sunaryati jarum
Memangnya Tiara mau kembali padamu?
sunaryati jarum
Nikmati kebodohan kamu , Haikal
sunaryati jarum
Untuk selingkuhannya mungkin, Haikal.Selamat menyesal telah membuang berlian dan memungut kerikil dari limbah busuk.
sunaryati jarum
Nikmati saja pilihan kamu Haikal,kamu ganti istri berapa kal pun mungkin ,nggak akan punya anak
Ma Em
Nikmati saja kan Intan istri pilih Hanum Haikal jadi jgn menyesal rasakan saja manis getirnya rumah tanggamu bersama Intan pilihanmu , semoga rencana pernikahan Tiara dgn Permana dilancarkan sampai hari H dan tdk ada gangguan .
sunaryati jarum
Syokoooor rasain, Haikal! Perempuan jika marah merusak perabotan atau apapun, alamat cepat kismin
sunaryati jarum
Kali ini usahamu akan gagal Intan
cinta semu 2
dih mantan suami sok cakep...😁😁dah g ada manfaat ny u Haikal...
cinta semu 2
mertua durhakim
sunaryati jarum
Kan sudah mantan kenapa marah.Selidiki Intan ,dia hanya menginginkan hartamu.Setelahnya kau akan ditinggalkan.Sedangkan Tiara akan mendapatkan jodoh yang sangat baik dan mencintai
Ma Em
Lagian Bu Rumi , Haikal tdk malu emang kalian saat Tiara bersama kalian selalu dihina dan direndahkan skrg setelah. bercerai ibu Rumi mencari Tiara suruh saja si intan istri tercinta Haikal yg ngurus jgn cari Tiara .
sunaryati jarum
Tidak tahu diri
aku
urata malunya pedot 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!