NovelToon NovelToon
Aku Menikah Muda, Suami Ku Di Rebut Janda Kaya Rumah Sebelah

Aku Menikah Muda, Suami Ku Di Rebut Janda Kaya Rumah Sebelah

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Duda / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Una Lam

Namaku sari, umur 19 tahun menikah dengan suami yang aku cintai. tapi baru 6 bulan menikah , tetangga janda kaya sebelah rumah terus menggoda suamiku dengan uang. apakah rumah tanggaku akan hancur? Kisah nyata dari mamuju yang bikin menangis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Una Lam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Lamaran di tengah hujan

Hujan masih turun sangat deras sore itu. Langit gelap gulita, petir menyambar-nyambar dengan suara menggelegar. Una masih berdiri mematung di teras kontrakan kecilnya yang bocor di mana-mana. Bajunya yang tipis basah kuyup menempel di tubuhnya, koper lusuh berisi dua helai baju ada di samping kakinya, dan perutnya yang hamil 2 bulan terasa sangat perih karena lapar sejak pagi belum makan nasi sama sekali.

Ia baru saja diusir secara tidak hormat oleh Bu Ratna pemilik kontrakan dan juga mantan mertuanya yang datang membawa pengacara. Mereka melemparkan kopernya ke tengah jalan di depan banyak warga. Air mata Una sudah tidak terbendung lagi, bercampur menjadi satu dengan air hujan yang membasahi wajahnya. Ia benar-benar bingung harus kemana malam ini. Tidak ada uang di dompetnya, tidak ada tempat tinggal, dan tidak ada keluarga yang bisa dihubungi. Suaminya Rizal sudah pergi dengan wanita kaya selingkuhannya.

"Ya Allah, kuatkan hamba dan anak hamba di dalam perut ini. Hamba tidak kuat lagi," bisik Una lirih sambil mengelus perutnya yang masih rata dengan kedua tangan gemetarnya. Tubuhnya menggigil kedinginan.

Tiba-tiba dari ujung gang sempit yang becek, sebuah mobil Alphard hitam mewah dengan plat nomor cantik berhenti perlahan. Lampunya yang terang menyorot gang sempit itu hingga terlihat jelas. Pintu mobil terbuka. Seorang pria tinggi, gagah, dengan jas hitam rapi dan sepatu mahal turun sambil membawa payung besar berwarna hitam.

Itu Pak Arya Mahendra. Pengacara tampan, kaya raya, terkenal di kota itu, yang kemarin menolong Una di warung tempat Una bekerja mencuci piring dengan upah sepuluh ribu sehari.

"UNA!" panggil Pak Arya dengan suara keras dan penuh khawatir. Ia berlari kecil menerobos hujan deras tanpa peduli jas mahalnya basah.

Una terkejut setengah mati. Ia tidak pernah menyangka Pak Arya akan datang lagi ke tempat sekumuh ini. Ia mengusap air matanya.

"Pak Arya, kenapa Bapak kesini? Hujan sangat deras, jalan becek, Bapak bisa sakit," kata Una dengan suara pelan hampir tidak terdengar.

Pak Arya tidak menjawab pertanyaan itu. Ia langsung memayungi Una dengan payung besarnya. Ia menatap wajah Una yang pucat, bibirnya yang kering, dan tubuhnya yang menggigil. Matanya penuh dengan rasa iba dan cinta yang tulus dan dalam.

"Saya dengar dari pemilik warung kamu diusir lagi pagi ini. Kenapa kamu tidak telepon saya? Saya sudah kasih kartu nama saya kan?" kata Pak Arya dengan nada sedikit marah tapi karena khawatir.

Una hanya bisa menundukkan kepala dalam-dalam. "Saya malu, Pak. Saya cuma janda miskin, janda hamil yang kotor, tidak pantas merepotkan Bapak yang orang kaya dan terhormat."

Pak Arya menarik napas panjang melihat ketulusan gadis di depannya. Lalu tiba-tiba ia melakukan sesuatu yang membuat Una sangat terkejut, membuat jantungnya hampir copot, dan membuat semua tetangga yang mengintip dari balik jendela dan pintu rumah mereka terbelalak tidak percaya.

Pak Arya berlutut dengan satu kaki di atas genangan air hujan yang kotor dan becek. Jas mahalnya yang harganya puluhan juta basah, celananya kotor oleh lumpur, tapi ia sama sekali tidak peduli. Ia mengeluarkan kotak kecil berwarna merah beludru yang sangat mewah dari saku jas dalamnya.

Dengan tangan yang sedikit gemetar karena dingin dan gugup, ia membukanya. Di dalamnya ada cincin berlian yang sangat besar, sangat indah, berkilau terkena cahaya lampu mobil.

"Una," kata Pak Arya dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca. "Sejak pertama kali melihatmu di warung itu, mencuci piring sambil sesekali mengelus perutmu dan tersenyum sendiri untuk bayimu, saya sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Saya cinta ketulusanmu, saya cinta kekuatanmu, saya cinta kesabaranmu."

"Una, maukah kamu menikah denganku? Menjadi istriku yang sah? Bukan karena saya kasihan padamu. Tapi karena saya benar-benar ingin menjaga kamu dan calon bayi suci ini selamanya. Saya ingin menjadi ayah yang baik untuk anakmu. Saya ingin menghapus semua air matamu."

Una menutup mulutnya dengan kedua tangan. Air matanya semakin deras mengalir seperti hujan. Ia tidak percaya. Ini bukan mimpi. Seorang pengacara kaya raya, tampan seperti artis, baik hati, melamarnya di saat ia berada di titik paling rendah dan paling hina dalam hidupnya.

Warga mulai keluar rumah satu per satu dan berkerumun di sekitar mereka meski hujan, ada yang merekam dengan HP, ada yang berbisik-bisik iri.

"Pak... saya hamil 2 bulan... saya janda miskin yang tidak punya apa-apa... apakah Bapak tidak malu menikahi saya? Nanti nama baik Bapak hancur," tanya Una sambil menangis sesenggukan.

Pak Arya tersenyum lembut tulus dan menggelengkan kepala. "Justru itu yang membuat saya sangat kagum padamu. Kamu tetap kuat, tetap tersenyum, meski dihina semua orang. Saya bangga padamu."

Hujan masih turun sangat deras, menjadi saksi bisu lamaran paling indah, paling romantis, dan paling mengharukan di kampung sempit dan kumuh itu. Una akhirnya dengan tangan gemetar, bibir bergetar, dan air mata bahagia mengangguk pelan sambil tersenyum untuk pertama kalinya dengan tulus.

"Iya, Pak Arya. Saya mau... saya mau menjadi istri Bapak," jawab Una lirih tapi mantap.

Pak Arya langsung dengan lembut memakaikan cincin berlian mahal itu ke jari manis Una yang kurus dan memeluknya erat di bawah payung hitam besar itu. Untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan menangis, Una merasa sangat aman, hangat, dan dicintai dengan tulus.

1
Moon Rabbit
mampus lahhh kalian wkwk
Una Lam: mampuskaann! 🤣mampus emng mantan! mkasih udah setia baca kak , jngan lupa like biar mantan ny makin menyesal!!
total 1 replies
Moon Rabbit
kebetulan Una sangat kebetulan sekali
Una Lam: aaa makasih bnyak kak moon rabbit 😭❤ jadi makin semngat nulis nya denger ini! mksih udah setia baca karya aku ya kak , sehat-sehat terus! Bab 7 lagi aku siapin, Doain una Ama arya Happy ending ya! 🙏🏼
total 3 replies
Moon Rabbit
tiba-tiba banget jatuh cinta 😭
Una Lam: nah kan! arya Emang ngak bisa bohong kalau udah tatapan ny gtu 😭 makasih udah baper bareng una ya kak! jngan lupa like ny ya! biar una ama arya makin lengket!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!