NovelToon NovelToon
SISTEM MEDIS SUPER DOKTER LEGENDARIS

SISTEM MEDIS SUPER DOKTER LEGENDARIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dokter Ajaib
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Bima Aditya, seorang dokter magang yang diremehkan dan dicampakkan kekasihnya demi pria kaya, tiba-tiba mendapatkan keajaiban setelah mengalami kecelakaan tragis. Ia membangkitkan Sistem Medis Super yang memberinya kemampuan bedah tingkat dewa, mata-X, dan pengetahuan medis puluhan tahun, dengan syarat ia harus terus menyelamatkan nyawa pasien di lapangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Brak!

Pintu ruang direktur tiba-tiba terbuka lebar dengan sangat kasar.

Dua orang pria berbadan tegap mengenakan jas hitam berjalan masuk sambil menyeret seseorang.

Orang yang diseret itu adalah Roni, apoteker yang tadi berjaga di ruang farmasi.

Wajah Roni babak belur dan dia menangis tersedu-sedu ketakutan.

"Ampun, Pak, saya akan cerita semuanya!"

"Jangan pukul saya lagi!" tangis Roni sambil memegangi wajahnya.

Di belakang kedua pengawal itu, Kiara Pratama berjalan masuk dengan langkah anggun.

Dia mengenakan kacamata hitam elegan dan menenteng sebuah tablet medis di tangannya.

"Selamat siang, Direktur Wira."

"Maaf saya lancang membawa masuk sampah ini ke ruangan Anda," sapa Kiara dengan nada dingin.

Direktur Wira segera membungkuk hormat melihat kedatangan pewaris tunggal Grup Pratama itu.

"Nona Kiara, tidak apa-apa."

"Tapi apa yang sebenarnya terjadi di sini?"

Kiara memberikan isyarat pada salah satu pengawalnya.

Pengawal itu langsung menendang bagian belakang lutut Roni hingga pria itu jatuh berlutut di lantai.

"Apoteker ini baru saja mencoba kabur dari pintu belakang rumah sakit."

"Beruntung pengawal saya berhasil menangkapnya sebelum dia masuk ke taksi," jelas Kiara.

Kiara lalu menatap Roni dengan pandangan mematikan.

"Bicara sekarang, sebelum aku membuat mulutmu tidak bisa digunakan selamanya."

Roni menelan ludah dengan susah payah dan menatap Direktur Wira.

"Saya disuruh oleh Dokter Surya, Direktur."

"Dia yang menyuruh saya menyembunyikan antibiotik asli dan menggantinya dengan air steril."

"Dia juga yang menyuruh saya kabur dari rumah sakit setelah operasi Dokter Bima selesai."

Dokter Surya berteriak histeris menunjuk wajah Roni.

"Kamu pembohong!"

"Berapa banyak Bima membayarmu untuk memfitnahku seperti ini, hah?!"

Kiara tertawa pelan mendengar pembelaan putus asa Dokter Surya.

Dia meletakkan tablet yang dibawanya ke atas meja direktur.

"Saya rasa Dokter Bima tidak perlu membayar siapa pun untuk membuktikan kebusukan Anda."

"Direktur Wira, silakan lihat layar itu."

Direktur Wira mengambil tablet tersebut dan membaca deretan angka yang tertera di sana.

Mata direktur itu semakin melebar saat membaca baris demi baris laporan keuangan itu.

"Ini... ini mutasi rekening bank atas nama Surya."

"Ada transfer masuk sebesar lima ratus juta rupiah bulan lalu dari PT Makmur Farmasi."

"Dan ada transfer rutin puluhan juta setiap bulan dari berbagai suplier obat ilegal."

Direktur Wira membanting tablet itu ke mejanya dengan penuh amarah.

Prang!

Layar tablet itu tidak pecah, tapi suaranya cukup membuat seisi ruangan berjengit kaget.

"Kamu menerima suap puluhan miliar dari perusahaan farmasi untuk meresepkan obat mereka pada pasien kita?!"

"Bahkan kamu menukar obat darurat demi menutupi aksi kotormu?!"

"Kamu telah menghancurkan nama baik rumah sakit ini, Surya!"

Dokter Surya jatuh terduduk di lantai dengan lutut lemas.

Semua rahasia yang dia kubur rapat-rapat selama bertahun-tahun kini terbongkar dalam hitungan menit.

Kekuasaan dan koneksi yang dia banggakan sama sekali tidak berguna di hadapan keluarga Pratama.

"Direktur... tolong maafkan saya."

"Saya khilaf, saya butuh uang untuk membayar hutang judi saya."

Dokter Surya mulai menangis dan memohon seperti anak kecil.

"Tolong jangan laporkan saya ke polisi, karir saya akan hancur!"

Bima berjalan mendekati Dokter Surya dan menatapnya dari atas ke bawah.

Tidak ada sedikit pun rasa kasihan di hati Bima.

Pria di bawahnya ini telah banyak membunuh pasien miskin secara perlahan demi keuntungan pribadi.

"Karirmu sudah hancur sejak kamu memutuskan bermain-main dengan nyawa manusia, Surya."

"Berapa banyak nyawa yang sudah melayang karena kamu memberikan obat yang salah?"

"Sekarang saatnya kamu membayar semuanya di penjara."

Direktur Wira segera mengangkat telepon di mejanya.

"Keamanan, panggil polisi ke ruangan saya sekarang juga."

"Ada dua orang penjahat yang harus segera diamankan."

Direktur Wira menutup teleponnya dengan kasar.

Dia menatap Roni dan Dokter Surya dengan pandangan jijik.

"Mulai detik ini, kalian berdua dipecat dengan tidak hormat."

"Saya pastikan konsil kedokteran akan mencabut lisensimu permanen, Surya."

Dua orang petugas keamanan rumah sakit segera masuk beberapa saat kemudian.

Mereka langsung memborgol tangan Dokter Surya dan Roni.

Dokter Surya diseret keluar ruangan sambil terus meronta dan memaki.

"Bima! Aku tidak akan melepaskanmu!"

"Tunggu saja pembalasanku dari dalam penjara!" teriak Dokter Surya hingga suaranya serak.

Bima hanya diam menatap kepergian musuhnya itu.

Ancaman orang yang sudah hancur tidak akan pernah menakutinya lagi.

[Misi Utama Tahap Satu berhasil diselesaikan.]

[Menyingkirkan parasit korup di rumah sakit dan meraih kepercayaan mutlak dari pimpinan.]

[Status Host resmi ditingkatkan menjadi Dokter Spesialis Kehormatan.]

[Hadiah tambahan: Pembebasan akses perpustakaan medis tingkat lanjut di dalam sistem.]

Bima tersenyum tipis merasakan aliran data baru yang sangat besar masuk ke dalam otaknya.

Kini dia bisa mencari berbagai macam jurnal penelitian medis dari masa lalu maupun masa depan.

Ini adalah modal yang sangat besar untuk menghadapi penyakit jantung bawaan Kiara nanti.

"Kerja yang sangat bagus, Bima."

Direktur Wira berjalan menghampiri Bima dan menepuk bahunya dengan bangga.

"Kamu tidak hanya menyelamatkan pasien hari ini, tapi juga menyelamatkan rumah sakit ini dari kehancuran."

"Saya berjanji akan memberikan kompensasi yang setimpal untuk semua dedikasimu."

Bima menundukkan kepala dengan sopan.

"Terima kasih, Direktur."

"Saya hanya membersihkan kotoran yang tidak sengaja saya temukan."

Kiara yang sejak tadi berdiri diam kini melangkah maju mendekati Bima.

Aroma parfum mawarnya yang lembut sedikit menenangkan ketegangan di ruangan itu.

"Dokter Bima, kakek saya mengundang Anda makan malam di kediaman kami malam ini."

"Beliau bilang ada hal penting mengenai parasit tempo hari yang ingin didiskusikan."

Bima menatap mata Kiara yang indah itu.

Ada sedikit rona merah di pipi wanita anggun tersebut yang membuatnya terlihat semakin mempesona.

"Tentu, Nona Kiara."

"Saya akan datang setelah jam dinas saya selesai."

Bima tahu bahwa penyelidikan keluarga Pratama soal pembunuhan berencana itu pasti sudah menemukan titik terang.

Babak baru dari dunia gelap medis kota ini akan segera terbuka.

Dan Bima siap menghadapinya dengan semua kekuatan yang dia miliki sekarang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!