NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 24.

Tak lama akhirnya sampai di sebuah Mansion yang megah, Alensky turun dari mobil setelah pintu di bukakan untuk nya.

"Selamat datang di Mansion keluarga Rudolf" ucap Tranaka.

Alensky menatapnya, dan hanya memberikan senyum tipisnya.

Mereka berjalan bersama, Tranaka masih terdiam, begitu juga dengan Alensky yang sebenarnya menahan diri untuk tetap tenang walau jantungnya berdetak kencang.

Tiba di dalam sana, suara seseorang sudah menyambutnya.

"Selamat datang Nona Alensky" ucap seorang laki-laki yang baru ditemuinya satu kali.

"Terimakasih Tuan Tomi Rudolf" Alensky menjawab dengan senyuman di bibirnya, kecantikannya semakin sempurna dan membuat beberapa orang yang berada di ruang makan seperti tersihir sesaat.

Sebuah kursi di tarik ke belakang oleh Tranaka, mempersilahkan wanita yang kini telah mendekat untuk duduk dengan pelan di sampingnya.

Di depannya ada satu orang lagi yang terlihat masih belum setua Tomi Rudolf, dan di sampingnya seorang wanita dengan pakaian yang _ lumayan terbuka, batin Alensky.

"Jadi ini wanita yang menjadi kekasih mu Tranaka?" Tanya laki-laki yang ada di depannya.

"Iya Om Kian" jawab Tranaka.

"Kenalkan aku Kiano Rudolf, adik dari Daddy Tranaka, dan Naka biasanya manggil ku Om Kian, mungkin kamu bisa memanggilku seperti itu juga" ada senyuman ramah tersungging di sana.

Alensky membalas dengan senyuman dan anggukan, namun sebelum dirinya berkata, ada seseorang yang sudah mendahului nya.

"Apa nama belakang mu?" Beda lagi dengan pertanyaan dari seorang wanita yang menjadi pasangan laki-laki di sebelahnya.

"Alensky GN" jawab Alensky.

"Bisa beritahu aku apa arti huruf GN itu?"

Kali ini, Alensky terdiam, bukan takut, lebih pada sedang membaca pikiran wanita yang ada di depannya itu.

"Satu pertanyaan satu jawaban, bukankah itu sopan santun yang diajarkan?" Ucap Alensky.

Terkejut, tentu saja, wajah wanita itu nampak menegang seketika, "Apa maksud mu?!" Intonasi yang sedikit naik mulai terdengar di telinga.

"Saya sudah menjawab dengan mengatakan nama saya, anda belum memperkenalkan diri, malah memberi saya pertanyakan berikutnya, siapa anda?"

"WHAT?!, KAU_!"

"Sudah, dia istri ku Alen, namanya Nesa Mawardi, maafkan Tante mu ini ya" sahut Om Kian.

"Apa-apaan kau ini sayang, dia harusnya yang minta maaf, bukan kamu, gadis ini_"

"Ehem, aku berharap makan malam kali ini tidak ada yang mengacaukan" sahut Tomi Rudolf yang akhirnya berhasil mengakhiri perdebatan.

Alensky masih tenang di tempatnya, mendengar nama belakang wanita itu sepertinya ada yang harus bisa menjelaskan, batinnya.

Sementara Tranaka memberikan senyum tipisnya, mungkin dirinya sudah terbiasa dengan kelakuan tantenya, tapi melihat Alensky bisa mengatasi, membuat hatinya senang dan tak khawatir lagi.

Perbincangan ringan di lanjutkan oleh Tomi, menanyakan tentang hubungan yang sudah terjalin di antara mereka, tidak menekankan soal silsilah keluarga, Alensky merasa lega.

"Aku berharap kamu bisa bertahan dengan Tranaka, dia kadang sedikit gila" ucap Tomi

"Dad?!"

Tranaka memperingatkan.

Alensky hanya tersenyum, lalu mengangguk tanda mengerti dengan apa yang di sampaikan.

"Dan semua harus kamu maklumi lady, Tranaka tumbuh dari kecil hanya bersama Daddy nya" sahut Om Kean.

Deg

Suasana sesaat sunyi, tidak ada yang bersuara sama sekali, hingga Alensky akhirnya mengawali.

"Saya juga terbiasa hidup dengan Oma, kasih sayang bagiku tidak harus dari seorang ibu, karena keluarga lain bisa melakukan hal itu" ucap Alensky.

"Dan aku setuju" sahut Tomi Rudolf.

Tranaka tersenyum, melihat mata Alensky yang nampak begitu lembut saat menatapnya, ada yang berbeda, membuat hati Tranaka menghangat seketika.

Makan malam telah berlalu, sengaja mereka semua memberikan waktu pada sepasang kekasih yang menurut mereka begitu mesra padahal sebenarnya _

"Lepaskan tangan mu!" Bisik Alensky setelah sampai di sebuah balkon di lantai dua, tepatnya di depan ruangan keluarga.

Tranaka hanya menghela nafas dan melepaskan jari jemarinya, lalu berjalan berada di tepian dan memandang bintang yang memenuhi langit di atas sana.

"Sepertinya ada yang menahan kesal" ucap Tranaka.

"Tentu saja, telingaku tak nyaman mendengar kata Mawardi"

"Kenapa?"

Tanya Tranaka masih tak menoleh ke Alensky.

"Karena nama belakang itu bikin aku Emosi, Meriya Mawardi yang selalu bikin onar di kampus, Momy nya yang jelas punya nama belakang Mawardi juga, dengan semena-mena memperlakukan pelayannya, lihat saja yang terjadi dengan Murni dan ibunya, lalu sekarang_?!"

"Apa?"

Tranaka menoleh dan menatap Alensky yang duduk dengan wajah kesalnya.

"Jangan bilang wanita yang berpakaian dengan kedua asetnya yang menyembul hampir kelihatan semua itu bukan keluarga Meriya" sahut Alensky benar-benar kesal saat mengingat cara berbicaranya tadi.

Kali ini, Tranaka tertawa, mendengar kata-kata Alensky yang bicara dengan berapi-api tanpa rem sama sekali, menyebut sesuatu yang dia juga punya begitu lancar di depannya

"Kenapa malah tertawa?" Alensky protes seketika.

Tranaka seketika menghentikan, lalu kemudian perlahan berjalan mendekati Alensky.

"Dia Tante Meriya, adik kandung Mommy Meriya"

"Ya Tuhan, pantas saja"

Sahut Alensky yang kini mulai waspada karena Tranaka tidak juga menghentikan langkah dan malah mengurungnya, dekat sekali, hembusan nafasnya membuat Alensky bergidik ngeri.

"Apa yang kau lakukan?"

Tangan Alensky menahan dada Tranaka agar tidak semakin menghimpit nya.

"Soal kedua asetnya tadi, mungkin punya mu juga_"

"Shit!"

Bug

Alensky mendorong dan memukul kepala Tranaka.

"Akh!"

Tranaka teriak kesakitan sambil menggosok kepalanya.

"Kau ini kejam sekali!" Protes Tranaka lagi.

"Aku bisa melakukan lebih dari ini kalau kau berani bicara sembarangan lagi"

"Aku hanya mengulangi kata-kata mu, siapa yang mulai duluan ha?!"

"Aku?, maksud ku bukan seperti itu, aku hanya menjelaskan kalau kedua aset tante mu itu_"

"Sekali lagi kamu memancingku dengan kata-kata seperti itu, aku akan menyeret mu ke kamarku!" Sahut Tranaka kesal juga.

Alensky langsung menutup mulut dengan tangannya, iya juga sih, kenapa juga dia ngomong sembarangan di depan Tranaka, ah sial!

Di keheningan sesaat, tiba-tiba saja mereka berdua di kejutkan dengan sosok wanita yang baru saja menjadi perbincangan.

"Kalian disini rupanya?"

Alen dan Naka menoleh seketika.

"Iya Tante, di mana Om Kian?" Tanya Tranaka.

"Tentu saja sedang bicara bisnis dengan Daddy mu" jawabnya, lalu Nesa menoleh ke arah Alensky.

"Aku tidak pernah melihat mu ada di manapun, di media sosial terutama, berbeda dengan Meriya, dia bahkan banyak mendapat medali kejuaraan, belum lagi wajahnya yang sangat di minati oleh majalah remaja"

"Barang yang terlalu banyak di buka biasanya cepat basi, dan yang di tutup dengan rapi biasanya kualitasnya terlindungi" balas Alensky.

"Pintar sekali mulut mu berbicara"

"Saya mahasiswa Tante, bukan wanita yang hanya kesana kemari tanpa menggunakan otak nya"

"Kau kira aku bodoh?, bahkan aku tau sandiwara kalian"

Tranaka seketika melihat ke arah Alensky, ada kekhawatiran yang berusaha untuk di tutupi, jangan sampai rencana ini gagal, tidak akan!, batin Tranaka yang kini memutar otak nya.

"Mungkin Tante salah sangka, kami memang sedang menjalin hubungan yang serius" Tranaka berusaha meyakinkannya.

"Oh ya?, bahkan hanya bergandengan tangan sesaat, apalagi kemesraan kalian tidak ada sama sekali, di mana letak hubungan sepasang kekasih?, kalian salah kalau mau membohongi ku"

Cerewet sekali, Tranaka juga sudah berada di ambang batas kesabaran, tapi rencananya juga tak boleh gagal sekarang, dan kemudian _

"Mmhhh"

Alensky terkejut dan tak ada kesempatan untuk mengelak saat ini.

Tiba-tiba saja Tranaka melakukan hal gila dengan menciumnya, bukan, lebih dari itu, dia melakukannya lebih lama, lidahnya kini memaksa masuk dan menjelajahi dengan semena-mena.

Seketika, Alensky melebarkan mata, pikirannya menolak tapi anehnya tangannya diam saja, dan entah keberanian dari mana perlahan-lahan malah membalasnya.

"Stop Alensky!" Teriaknya dalam hati, tapi tak mau berhenti.

Sementara wanita yang terlalu banyak bicara di buat melongo dengan adegan yang di pertontonkan dengan sempurna.

"Breng-sek kalian!"

Teriaknya dan segera pergi dari tempatnya.

Yuk mana nih Komennya?, jangan lupa LIKE VOTE dan HADIAH nya.

1
Siti Aisah
oh. astaga alensky malah menikmati 😲
ismi
ihh kok jatuhnya alen jadi murce sih kak,mau saja disosor 😄😄😄
Sinho: makasih komennya kak😍🙏
total 1 replies
Kaylaa
malah nyosor...kayak bebek....nnt ketagihan lhooo🤭
Sinho: makasih komennya kak
total 1 replies
Mundri Astuti
tuh kan sama gilanya berdua 😄
Sinho: makasih komennya kak
total 1 replies
Sinho
Hari ini Update ada kendala, masih di konfirmasi ke pihak Noveltoon ya, mohon bersabar
Widi Yanti
hari ini belum up ya kak?
Nurul Ambar
wah mungkin tranaka jodohx alensky
Sinho: Amin, semoga kak😍
total 1 replies
Mutia
Aduh Alen...knp jadi spt wanita murahan...dg gaun yg dibelah....
Sinho: Aken agak membuat sensasi kayaknya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
dasar samanya berdua ... mang jodoh nya si Ale kali yak 😛
Sinho: makasih komennya kak
total 1 replies
Siti Aisah
kurang -kurang thor lgi seru udah habis aja.. pokoknya sehat selalu🤗
Sinho: makasih kak😍🙏
total 1 replies
Siti Aisah
ternyata naka tak bisa jauh-jauh dari ci cantik ,lanjut sampai begadang aku baca nya thor.... mengejar karya mu 🤗
Sinho: Makasih kak😍
total 1 replies
Siti Aisah
jangan di paksa nnti alensky nanti kabur😄
ismi
lanjut kak,,kok sekarang cuma satu babgk kayak dulu 2/3 bab 😭😭
Sinho: sabar kak, nanti ada Doble up lagi😍
total 1 replies
Siti Aisah
lanjut pinisiran.. awas kau naka ada rahasia antra kamu dan ibu marni😜
Siti Aisah
mulai ....membuat teka teki 🤭
Siti Aisah
belum kapok tu Mak Lampir belum di hajar sm ci cantik
Siti Aisah
naka tenang alen hanya menunggu waktu nanti ci memey bakal memohon ..
Siti Aisah
hajar alen hajar akupun sudah tidak sabar🤭
Siti Aisah
sekali kibas tamat kamu memey
Siti Aisah
tidak tahu saja kalau hati alensky dan tangannya sudah ingin mengacak-acak😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!