NovelToon NovelToon
Stasiun Terakhir: S1 The Ice Wall

Stasiun Terakhir: S1 The Ice Wall

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:151
Nilai: 5
Nama Author: Ketoprak Encok

Dunia telah membeku dalam badai es abadi yang dikuasai dengan tangan besi oleh Aether Corp. Setelah adiknya tewas dibunuh secara kejam oleh pasukan korporasi, Ren yang sekarat bangkit dari ambang kematian berkat The Engine System—sebuah sistem purba misterius yang menyatu dengan jantungnya.

​Berbekal kereta rongsokan, Ren memulai pelarian maut sambil merekrut kru inti yang luar biasa: Leo (mekanik jenius), Soju (navigator handal), Yuna (koki dan dokter tangguh), serta Gavin (informan cerdas). Bersama-sama, mereka berjuang menaikkan level kereta dari rongsokan biasa menjadi mesin perang lapis baja kelas Dreadnought yang tak terbendung.

​Dari menembus Tembok Es Raksasa menuju Benua Aether Bawah yang penuh misteri, hingga melancarkan perang total melawan armada militer korporasi dan menembus jantung pusat bumi (Tartarus), perjalanan ini adalah pertaruhan hidup dan mati demi meruntuhkan tirani, menuntaskan misi balas dendam, dan merebut kembali kebebasan bagi umat manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ketoprak Encok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14

Dentuman pekak telinga memecah keheningan gua es saat peluru granat kejut modifikasi buatan Leo meluncur membelah udara dingin, meninggalkan jejak asap putih tipis sebelum menabrak langit-langit es tepat di atas kepala The Ice-Web Queen. Ledakan dahsyat itu meruntuhkan ribuan ton kristal es tajam yang menghujani sang Ratu, memaksa monster laba-laba raksasa tersebut mengurungkan niatnya untuk menghujamkan cakar maut ke tubuh Ren.

Di atas rel baja yang membeku, Ren meronta dalam ikatan jaring termal-kristal. Racun asam yang meresap ke dalam kulitnya mendesis pelan, membakar jaringan otot dan mengirimkan gelombang rasa sakit yang tajam ke seluruh saraf tubuhnya. Namun, di tengah pandangan matanya yang mulai mengabur dan napasnya yang memburu berat, inti mekanis di dalam dadanya berdenyut hebat—memompa panas darurat yang menolak untuk membiarkan kesadarannya padam begitu saja.

"Bangun, Kapten! Jangan tidur di tempat selarut ini!" teriak Leo dari kejauhan, napas pemuda berambut biru itu terengah-engah sementara laras meriam Spark-Viper di tangannya mengepulkan asap panas.

Gavin, dari balik terminal portabelnya, terus menerus memantau fluktuasi energi biometrik Ren yang mulai tidak stabil. "Sistem pertahanan tubuhnya mendekati ambang batas kritis!" seru Gavin panik, jari-jarinya menari cepat untuk meretas ulang frekuensi pelindung gerbong agar bisa menembakkan laser penutup.

Namun, di tengah hiruk-pikuk pertempuran yang mencengkeram dan kepulan badai salju buatan yang memenuhi terowongan, sebuah pemandangan ganjil terjadi di titik tertinggi dari reruntuhan struktur beton atas.

Di atas sebuah balok besi karatan yang menggantung miring di ketinggian sepuluh meter, sesosok bayangan ramping berdiri diam mengawasi jalannya pertempuran. Rambut panjang berwarna kuning cerah terurai bebas, berkibar liar diterpa angin badai bawah tanah dan kontras secara ekstrem dengan kegelapan kelam dunia es yang membunuh.

Gadis itu—dengan mata yang menyipit tajam penuh ketertarikan—menatap lurus ke arah area pertempuran di bawah. Ia menyaksikan bagaimana tiga pemuda asing itu saling bahu-membahu melawan monster sub-tier yang bahkan ditakuti oleh para pemburu veteran korporasi. Ada kilat kekaguman yang mendalam di dalam binar matanya, sebuah binar liar dari seseorang yang terbiasa hidup di ujung tanduk kematian.

Gadis berambut kuning cerah itu perlahan menjilat bibir bawahnya yang terasa kering akibat udara dingin yang menggigit, menyunggingkan senyuman tipis penuh misteri di sudut bibirnya. Tanpa ragu, ia merendahkan posisi tubuhnya, melangkah ke ujung balok besi, lalu melompat jatuh ke dalam pusaran kekacauan di bawah tanpa menggunakan tali pengaman apa pun.

Whoosh!

Sebelum tubuhnya menyentuh lantai es, ia menarik keluar sebuah busur silang balistik kompak bermuatan energi tinggi dari punggungnya. Dengan gerakan akrobatik yang elegan di udara, ia membidik tepat ke arah titik lemah di balik cangkang kepala The Ice-Web Queen.

Jleb! Bang!

Sebuah panah berhulu ledak sonik meluncur mulus, menghantam celah kecil di antara cangkang es sang Ratu.

Getaran frekuensi tinggi dari panah tersebut langsung merusak keseimbangan biologis sang monster. The Ice-Web Queen melengking tinggi, melepaskan cengkeramannya dari tanah, dan terhuyung mundur ke belakang akibat disorientasi saraf yang parah.

Leo dan Gavin terperanjat kaget melihat kemunculan sosok asing yang tiba-tiba ikut campur dalam pertempuran mematikan itu.

Dari balik bayangan pilar beton yang runtuh, sosok gadis berambut kuning cerah itu mendarat dengan ringan di atas rel baja, berdiri tidak jauh dari posisi Ren yang masih terjerat jaring. Ia mengenakan mantel tempur usang dengan sabuk amunisi melintang di dadanya, dan di punggungnya tergantung sebuah tas peralatan navigasi jarak jauh.

Itu adalah Soju—seorang navigator ulung sekaligus petarung bela diri jarak jauh yang telah lama terjebak dan bertahan hidup sendirian di labirin reruntuhan terowongan bawah tanah Sektor 7.

"Kalian punya kerja sama tim yang cukup buruk untuk ukuran sekelompok pencari mati," ucap Soju dengan nada suara yang santai, setengah mencibir, namun diiringi senyuman penuh percaya diri. Ia kembali membidikkan busurnya ke arah sisa-sisa laba-laba prajurit yang masih merayap mendekat. "Tapi harus diakui... keberanian kalian memancing ratu laba-laba ini keluar dari sarangnya adalah tontonan paling menarik yang kulihat sepanjang tahun ini."

Leo mendengus kesal, meskipun ia merasa tertolong dengan kehadiran gadis tak diundang itu. "Hei! Siapa juga yang memancingnya sengaja?! Kami hanya ingin lewat!"

"Sama saja," balas Soju santai, melepaskan anak panah kedua yang menembus kepala laba-laba prajurit dalam satu tembakan tepat. "Di dunia ini, siapa pun yang menginjakkan kaki di wilayah The Ice-Web Queen berarti mereka sedang memesan tiket kematian satu arah."

Di tengah percintaan singkat pertarungan itu, The Ice-Web Queen yang murka akibat luka-luka bertubi-tubi mendadak menghentakkan seluruh kakinya ke tanah. Gelombang kejut es bertekanan tinggi menyebar ke segala arah, meretakkan jalur rel dan memecah dinding gua di sekitar mereka. Monster itu mengarahkan pandangan penuh dendam langsung ke arah Ren yang masih terkapar tak berdaya di tanah.

Dengan sisa tenaga terakhirnya, sang Ratu membuka rahang besarnya, memuntahkan gelombang asam pekat yang siap melumerkan tubuh Ren dalam hitungan detik.

Soju membelalakkan matanya, menyadari bahwa ia tidak sempat mengisi ulang panah peledaknya tepat waktu. Leo berteriak histeris sambil mencoba membidikkan sisa baterai Spark-Viper yang sudah berkedip merah kehabisan daya. Gavin memejamkan mata di depan layarnya, tidak sanggup melihat akhir dari pertarungan tersebut.

Namun, di detik di mana cairan asam itu hampir menyentuh permukaan wajah Ren, mata pemuda itu terbuka lebar.

Pendaran cahaya biru dari The Core Engine di dalam dadanya tiba-tiba meledak keluar menembus pakaiannya, memancarkan gelombang energi panas murni yang membakar jaring termal-kristal hingga menguap menjadi debu seketika. Dengan gerakan refleks yang melampaui batas kecepatan manusia normal, tangan kanan Ren bangkit mencengkeram gagang Rust-Bite Blade yang tertimbun es di sampingnya, lalu menebaskannya ke depan dengan kekuatan penuh yang ditenagai oleh inti mesin purba.

Bum!

Sebuah kilat oranye kemerahan menyembur keluar dari bilah pedang, menghantam gelombang asam sang Ratu dan membelahnya menjadi dua di udara.

Namun, tebasan keras itu menimbulkan efek kejut balik yang masif pada struktur tanah di bawah rel. Seluruh lantai terowongan di sekitar mereka mendadak runtuh ke dalam jurang kegelapan bawah tanah yang tidak berdasar.

Soju, Leo, Gavin, dan Ren terlempar jatuh ke bawah bersama runtuhnya ribuan ton es dan besi tua. Di tengah kekacauan jatuhnya mereka ke dalam jurang gelap tersebut, sensor di kepala Ren mendadak menangkap satu informasi digital baru yang memproyeksikan sebuah rahasia besar—koordinat tersembunyi dari Stasiun Nol, tempat di mana asal-usul The Core Engine berada, yang tiba-tiba terhubung secara otomatis ke sistem navigasi genggam milik Soju.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!