Bukan tentang pengkhianatan ataupun perselingkuhan, tapi tentang obsesi cinta yang menjadi luka dan dosa.
Nisa harus menerima hatinya terluka saat suaminya, Rangga secara terang terangan pergi berkencan dengan kekasihnya, Tiwi. Tapi itu adalah harga yang harus diterimanya atas dosa yang dilakukannya sendiri.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya saat cahaya lain hadir dalam hidup Nisa. Akankah semuanya berakhir bahagia atau sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farhati fara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa
Kini tinggallah sepasang manusia yang sempat menjalin tali kasih, setelah Ali berhasil membawa Fatma menjauh dari Rangga dan Tiwi.
"Kamu mau bicara apa?" tanya Tiwi langsung setelah Ali dan Fatma sudah menghilang dari pandangan mereka.
"Aku hanya ingin memperjelas hubungan kita" sahut Rangga datar
"Memperjelas apa? Aku hanya ingin kita putus. Aku tidak ingin bersama pria yang mencintai wanita lain," ucap Tiwi. Nadanya terdengar lantang dan penuh emosi.
"Iya, aku mengerti. Aku minta maaf jika sudah memberi harapan palsu padamu. Aku juga minta maaf karena terlambat menyadari perasaanku yang ternyata aku mencintai istriku. Dan rasa sayangku padamu tak lebih dari rasa keegoisanku yang ingin memilikimu hanya karena kamu cantik dan menjadi incaran banyak pria. Aku ingin memilikimu karena aku ingin mewujudkan obsesiku yang ingin mengalahkan pria- pria itu setelah kamu ternyata menerima perasaanku. Kini, aku sadar... rasaku padamu tidak benar- benar tulus dari hatiku. Selama ini aku bodoh telah menyatakan rasa palsu ini sebagai cinta. Aku merasa terjebak dalam rasa ini. Aku harap setelah semua penjelasan ini, kamu akan memaafkan aku." jelas Rangga cukup panjang. Dia menatap pada Tiwi, namun tatapannya sekarang jauh berbeda dari tatapannya dulu. Tidak ada rasa disana, hanya rasa kosong yang hampa. Rangga benar- benar tidak memiliki sedikit pun lagi rasa untuk Tiwi.
Tiwi membalas tatapan mantan kekasihnya itu. Dia juga sebenarnya sudah cukup muak dengan Rangga.
"Sudahlah, Rangga! Lebih baik kamu lupakan semua tentang kita dan jangan ganggu aku lagi. Aku ingin hidup dengan tenang sekarang, tanpa perlu lagi terbayang- bayang akan masa lalu kita." tanggapan yang Tiwi berikan setelah mendengar penjelasan Rangga. Wanita itu hanya menatap malas ke arah Rangga sebelum mengangkat kakinya hendak melangkah pergi
"Aku sudah bercerai..." ujar Rangga cepat memberitahu. Langkah Tiwi mendadak terhenti.
"Apa!" serunya terkejut yang kembali membalikkan badannya dan memandang wajah Rangga. Ekspresi wajah Tiwi sama sekali tidak di buat- buat. Wanita itu benar-benar terkejut dengan apa yang di dengarnya.
"Kami resmi bercerai sekarang," ulang Rangga lagi, Tiwi masih memandang Rangga menanti penjelasan selanjutnya.
"Nisa sudah menanda tangani surat perceraian kami. Sebenarnya sekarang, aku tidak ingin bercerai dengannya. Tapi semuanya telah terjadi."
Tundukan dalam, Rangga perlihatkan bersamaan dengan nada suaranya yang terdengar melemah.
"Bagaimana bisa? Lalu bagaimana dengan anak kalian?"
Semua masuk akal tapi tetap ada hal yang mengikat Rangga dan Nisa yaitu bayi dalam kandungan Nisa. Itulah yang terpikir oleh Tiwi hingga pertanyaan itu terlontar.
"Nisa keguguran saat kecelakaan dan aku mengalami kebutaan. Sekarang aku dapat melihat karena Nisa mendonorkan kornea matanya untukku... aku merasa sangat bersalah padanya." jawab Rangga lirih. Tiwi hanya dapat menunjukkan wajah terkejutnya.
Dia tidak mengetahui apapun tentang apa yang terjadi saat kecelakaan itu. Hari itu, dia jatuh pingsan setelah Rangga berhasil mendorongnya ke tepi jalan. Tiwi sama sekali tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi pada sepasang suami- istri itu. Dia bahkan tidak tahu kalau Nisa juga tertabrak dalam kecelakaan itu.
Setelah dia sadar, Tiwi sudah berada di rumah sakit dan lagi- lagi dia tidak tahu apa- apa tentang dua insan tersebut.
Dengan semua penjelasan fakta itu, Tiwi tidak lagi mau mendengarnya. Tanpa berkata apa apa lagi, Tiwi berlari pergi meninggalkan Rangga yang hanya berdiri, menatap kosong ke arahnya.
.
.
.
dasar Tiwi ulet bulu
ah couple baru dong😍
semangat kak fara💪lanjut LG yg byk ya😄
apakah Nita punya peran besar jg di novel ini JD penasaran
ngebayangin JD Nisa psti sakit bgt deh/Cry/
cerai aja GX sih klean