NovelToon NovelToon
Malam Rahasia Tuan Viktor

Malam Rahasia Tuan Viktor

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Romansa
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Pernikahan Anne Avantie Anderson dan pria yang dicintainya batal secara sepihak setelah keluarga sang kekasih menolak hubungan mereka. Di tengah keputusasaan, Anne mengikuti rencana adik sepupunya untuk membuat Davin datang menjemputnya. Ia sengaja pergi ke sebuah bar dalam keadaan mabuk, berharap pria yang masih dicintainya itu akan membawanya pulang dan kembali melanjutkan pernikahan mereka.

Namun, malam yang seharusnya menjadi jalan untuk menyelamatkan hubungannya justru berubah menjadi awal dari kehancuran hidupnya.

Anne terjebak dalam rencana adik sepupunya sendiri dan mendapati dirinya harus menghabiskan malam bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Saat itulah ia menyadari bahwa selama ini dirinya telah menjadi korban dari kejahatan dan tipu daya sang adik sepupu.

Fitnah, kesalahpahaman, dan berbagai masalah yang menimpanya perlahan berubah menjadi aib yang membuat Anne memilih meninggalkan kota dan memutus semua hal yang mengingatkannya pada malam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelelangan

Selesai mengecupnya Viktor mengusap bibir gadis itu menghapus bekas ciumannya tadi, dia langsung berdiri meninggalkan Anne untuk mengganti gaunnya dahulu.

Sungguh jantungnya berdentum kencang meski ciuman itu kini telah usai, tangannya bahkan bergetar saat akan mencoba meraih gaun itu.

"Apa yang si iblis itu lakukan tadi? Dia menciumku!" Anne masih tak percaya.

Namun ia segera mengambil gaun berwarna silver itu untuk ia kenakan, gaun ini tak kalah mewah dari gaun pertama yang ia pakai.

***

Anne memutar tubuhnya di depan cermin, kini tubuhnya sudah di balut gaun berwarna silver itu dengan satu set perhiasan berlian mewah.

Anne yang semula hanya seorang upik abu kini menjelma menjadi ratu.

"Mari nona, tuan Viktor sudah menunggu kita di luar," ucap dokter Stella.

"Baiklah," Anne mengikuti dokter Stella dan berjalan keluar dari sana menuju mobil Viktor.

Vin terlihat menunggu Anne di depan pintu mobil, ia terpukau melihat penampilan gadis itu, sungguh ia tak menyangka bidadari di depannya adalah Anne yang biasa ia lihat.

"Akan ku cabut bola matamu jika kau melihatnya sekali lagi!" peringat Viktor dari dalam mobil.

"Ba-baik, tuan!" saut Vin, dia segera

menundukan wajahnya menghindari

tatapannya dari gadis itu kemudian membuka pintu mobil itu untuk Anne.

"Mari nona Anne,"

Dokter Stella mengulurkan tangannya ke

arah Anne untuk di jadikan penopang,

sehingga Anne kemudian menggenggamnya dan berjalan dengan pelan masuk ke dalam mobil itu.

Pintu mobil kemudian di tutup, dokter Stella pindah ke mobil yang ada di belakang.

Kini hanya ada Anne dan Viktor di dalam

mobil itu, mereka duduk berdampingan,

betapa kini jantung Anne berdegup kencang, mengingat hal di dalam butik tadi sekujur tubuhnya menegang.

Sepanjang perjalanan, mereka berdua

tidak berkata sepatah kata pun sampai mobil itu tiba.

Anne melihat gedung mewah melalui jendela mobil dan di pintu masuk, mobil-mobil mewah juga tampak berbaris.

Baru saat itulah dia menyadari betapa megahnya malam itu.

la sedikit tak percaya bahwa ini adalah

acara lelang, ia kemudian memberanikan diri bertanya pada Viktor, "sebenernya pesta apa ini?"

"Lelang amal sederhana." Viktor menjawab dengan santai, "tidak usah gugup, ikuti aku saja."

"Kenapa tuan memilih mengajakku?" Anne bertanya dengan bingung, "aku hanya seorang karyawan biasa." setidaknya ia ingin tahu jawabannya.

"Jangan banyak bicara!" Viktor menyela kemudian bersiap keluar dari mobil.

Anne cemberut, kemudian mengikuti dari belakang.

"Tuan Viktor, semua tamu sudah hadir!" Seorang pria paruh baya dengan setelan jas dan sepatu kulit datang bersama rombongan untuk menyambut mereka.

Setelah melihat Anne, dia dengan cepat menundukkan kepala dan memberi salam hormat, "Selamat malam nyonya!"

"Malam!" Anne menjawab dengan sopan.

Dia terkejut karena semua orang di sekitar Viktor sangat menghormatinya.

Viktor melangkahkan kakinya menuju

ke dalam ballroom.

Anne dengan sepatu hak tingginya mengikuti perlahan, matanya menatap mobil sport berwarna merah tidak jauh darinya.

Itu mobil Davin, dia juga ada di sini! Anne mendadak gugup, setelah berjalan beberapa langkah kemudian ia juga melihat mobil milik paman Wilson.

Anne mengerutkan alisnya tertegun.

Malam ini benar-benar meriah.

Di setiap perjamuan yang dihadiri Wilson, maka bibi Evelyn pasti akan hadir juga.

Habislah, akankah Evelyn mengungkapkan keberadaan anaknya di hadapan Viktor?

Apakah akan mempermalukan dirinya di depan Viktor di perjamuan seramai ini?

Ketika Anne sedang berpikir, tiba-tiba dia

menabrak sesuatu yang keras.

Dia terkejut, memegang dahi dan melihat ke atas, ternyata Viktor berhenti dan menunggunya.

"Apa yang sedang kamu pikirkan?" suara

rendah Viktor sangat magnetis di malam yang sunyi ini.

"Tidak, tidak apa-apa..." Anne merasa bimbang, “aku, aku tiba-tiba merasa tidak enak badan, lebih baik aku pulang saja,"

Sebelum dia selesai bicara, Viktor meraih tangannya dan menautkannya.

Dia beberapa kali berjuang melepaskan

diri, tapi gagal, sehingga hanya bisa membiarkan pria itu menggandeng tangannya.

Dia merasakan telapak tangannya menghangat, jantungnya berdetak kencang dan wajahnya menjadi merah.

Sungguh ia tak karuan saat di gandeng olehnya seperti ini.

Langkah kaki Viktor sangat cepat, jadi Anne harus berlari kecil agar bisa mengikutinya.

Tapi setelah Viktor menyadari itu ia melambatkan langkah kakinya demi Anne.

Cahaya bulan menampilkan bayangan mereka berdua, sungguh pasangan yang

sangat romantis.

Ketika tiba di ruang utama, pintu terbuka, musik yang romantis dan merdu terdengar.

Lampu berkedip-kedip menyilaukan mat Anne, sehingga tanpa sadar dia menutup

matanya kemudian terdengar di telinganya suara tepuk tangan meriah.

Viktor menyelipkan tangan Anne ke lengannya sambil berjalan maju.

Setelah Anne beradaptasi dengan cahaya

dan perlahan-lahan ia membuka matanya, yang dia lihat hanyalah senyum hangat dan tatapan hormat dari orang-orang.

Anne sepertinya kembali ke beberapa tahun yang lalu, ketika ayahnya masih kaya.

Setiap kali keluarganya mengadakan perjamuan, dia juga merasakan sambutan yang hangat seperti ini.

Selama empat tahun ini dia jatuh dari surga, mengalami berbagai kesulitan di dunia, merasakan kehangatan dan dinginnya dunia.

la mengira tidak akan pernah bisa kembali ke masa lalu.

Tapi sekarang, pria di sampingnya telah membawa nya kembali ke surga!

"Bukankah wanita di samping tuan Viktor itu adalah Anne?" Evelyn yang berada di antara kerumunan menggosok katanya sambil berbisik kepada Selina,

"apakah penglihatanku kabur?"

"Kukira penglihatanku juga kabur." Selina

mencondongkan tubuh ke depan melihat lebih dekat untuk memastikan bahwa orang yang berjalan masuk dengan Viktor adalah Anne.

Kemudian dia menjadi pucat karena terkejut, "Ma, benar itu dia, si wanita jalang itu.."

"Shh-" Evelyn buru-buru menutup mulut Selina, "Hari ini kamu tidak boleh bicara sembarangan Selina, jika orang lain mendengarnya, maka kamu akan mendapat masalah besar. Paman Wilson tercengang ketika melihat Anne, kemudian segera bertanya kepada Davin di sampingnya.

"Davin, bagaimana bisa? Kenapa Anne bersama tuan Viktor?"

Davin tidak mendengarkan, karena matanya terus menatap Anne yang tampil memukau dia sangat cantik.

Kini Davin terlihat begitu gelisah, perasaan sedih, penyesalan, dan kehilangan muncul dalam hatinya.

"Davin," Evelyn menatap menantunya sambil menarik tangan Selina dan berbisik pada pria itu, "aku dan Selina pulang dulu ya."

"Silakan," Davin setuju karena ia berfikir dua orang itu hanya akan berbuat malu.

Tolong semuanya diam!" pembawa acara

mulai bicara di atas panggung, "Tuan rumah kita tuan Viktor telah memasuki ruangan ini. Sekarang saya mengumumkan bahwa acara lelang amal telah resmi dimulai. Silakan semuanya duduk!"

Para tamu duduk dengan tertib.

Davin dan Wilson juga bersiap untul duduk, Evelyn menarik Selina sambil berjalan membungkuk ke arah pintu keluar, tapi pintu tiba-tiba tertutup.

Sorotan lampu tertuju pada mereka berdua.

Keduanya seperti kucing liar yang mengintip, dan terlihat memalukan.

Semua tamu memandang rendah mereka dan beberapa berbisik, "keluarga siapa ini? Kenapa sama sekali tidak beretika?" Terlihat seperti orang yang belum pernah melihat dunia luar. Seharusnya jangan keluar, sungguh memalukan."

"Benar!"

Anne bahkan ikut menoleh, ia tercengang dengan perilaku bibi serta sepupunya itu.

Davin menutupi wajah dengan tangannya, benar-benar tidak ingin orang tahu bahwa mereka adalah keluarganya.

Wilson tersipu malu pada semua orang sambil berjalan cepat menghentikan mereka berdua, "kenapa diam saja, cepat kembali ke tempat dudukmu."

Evelyn menunduk menutupi wajahnya dengan tas, dia benar-benar malu.

Tawa pun terdengar tertuju untuknya.

Viktor juga terlihat menyunggingkan senyum mengejeknya.

"Jika tahu akan seperti ini, aku tidak akan

datang." Selina bergumam dengan marah.

Evelyn lalu menarik tangan Selina kembali ke tempat duduk mereka.

"Lelang di mulai!" suara pembawa acara

menggema di dalam ballroom.

"Tuan, aku ingin pulang," bisik Anne, kala

perasaannya mulai tak enak.

Namun pria itu tetap mengabaikannya.

Hingga Anne pun berusaha untuk mengulanginya lagi, "tuan Viktor aku ingin pulang!" Anne mendekat dengan suara sedikit lebih besar agar di dengarnya.

Namun tidak di sangka, Viktor malah melingkarkan tangannya ke pinggang

ramping Anne, kemudian membawanya ke dalam pelukannya, bibirnya yang lembut menempel di telinganya kemudian berbisik, "lelang baru akan di mulai,".

Anne merinding di sekujur tubuhnya akibat sentuhan itu.

Posisi duduknya menjadi tak nyaman, ia jadi yakin semua orang yang ada di dalam ruangan ini pasti tengah memperhatikannya.

Saat itu Davin yang melihat mereka dari

kejauhan, pun mengepalkan tangannya, jantungnya seperti sedang di remas saat

melihatnya.

"Para hadirin harap tenang, lelang amal

telah resmi di buka!" pembawa acar bersorai membali.

Sehingga suara tepukan tangan nyaring pun terdengar.

Sebuah kalung berlian yang terlihat mengkilau telah berada di atas manekin di atas meja di panggung itu.

Sorot sinar kalung itu berhasil menyilaukan mata semua tamu.

"Davin, aku menginginkannya!" seru Selina pada suaminya sambil menunjuk ke atas panggung, sementara Davin hanya diam.

"Kita buka kalung ini dengan harga lima

ratus juta, setiap kenaikan harus minimal

sepuluh juta!" suara pembawa acara terdengar menggema.

Riuh terdengar di segala sudut.

"Apakah kamu menyukai kalung itu?" Viktor kembali berbisik di telinga Anne.

"Lumayan!" jawab Anne, manik matanya

sejak tadi tak bergoyang dari arah kalung itu.

"Enam ratus juta!" suara Davin menggema sebagai penawar pertama, yang membuat ia menjadi pusat perhatian adalah marena ia langsung menawar dengan harga fantastis.

Seluruh mata pun langsung tertuju pada Davin.

"Delapan ratus juta," tawar seorang tamu yang lain.

"Sembilan ratus juta!" tawar yang lainnya

lagi.

Anne menoleh melihat ke arah tamu persaingan lelang malam ini sangat sengit.

Karena ia tahu kalung itu sangat berharga jadi pantas untuk diperebutkan.

"Ini adalah koleksi keluarga kerajaan Inggris?" Anne bertanya pada Viktor.

"Bagaimana kamu bisa tahu?"

"Melihat gambarnya yang di perbesar di

layar memiliki pola yang sama seperti simbol yang di miliki kerajaan Inggris" balasnya.

"Kali ini kamu tidak bodoh!" Viktor mengulas senyum tipisnya.

Sementara Anne mengerucutkan bibirnya, suasana masih ramai dengan tawar menawar, Anne asyik menyimak keseruan ini.

"Dua milyar!"

Namun tiba-tiba saja suara Anne menggema, Anne terkejut dan ia menoleh ke samping melihat Viktor tengah mengangkat papan di tangannya.

Suasana di ruangan itu tiba-tiba tegang,

membisu dalam sesaat, semua orang tak

berani menawar lagi ketika Viktor juga ikutan lelang.

"Kamu tuan rumah tidak baik mengikutinya," bisik Anne mendekati telinga Viktor.

"Jika kamu sudah mengangkat papanmu siapa yang berani menawar?"

Viktor memutar bola matanya.

Riuh lalu terdengar beberapa saat kemudian.

"Harap tenang, tuan Viktor pasti hanya ingin bergurau, jika ada yang ingin menawar silakan tawar saja," suara pembawa acara terdengar sambil tersenyum lebar ke arah Viktor.

Anne menatap Viktor, "bahkan pembawa acara pun tak percaya kau akan ikut lelang," seru Anne menatap pria itu.

Viktor melirik Anne yang wajahnya ada di bawah dagunya, pria itu hanya mengedikan bahu menghiraukan seruan Anne.

Meski pembawa acara menganggap tawaran Viktor tidak sungguhan, namun

semua tamu tetap berhati-hati.

"Lima milyar!" tiba-tiba suara Davin terdengar di tengah kebimbangan itu.

Selina a tersenyum puas begitu suaminya berhasil menawar lebih tinggi.

"Davin sudahlah, tidak usah di turuti kemauan istrimu, ini sangat mahal!" seru bibi Evelyn.

"Tidak apa, ma. Jika Selina suka, aku akan

melakukannya," jawab Davin.

Wilson termenung menyadari apa yang Davin lakukan adalah perwujudan untuk memperjuangkan martabat seorang pria.

Bahkan karena itu Anne pun menoleh ke arah Davin, tepat saat itu Davin juga sedang menatap Anne.

Pikiran pria itu menjadi kian rumit.

Dia menghabiskan lima milyar hanya untuk membuat Anne melihatnya.

Tepat ketika itu Selina juga melirik Anne, hingga sadar bahwa suaminya melakukan penawaran tak kira-kira ini untuk menyaingi Viktor.

"Dasar jalang! Mencuri-curi perhatian suamiku!" gumam Selina.

Anne kembali ke posisinya saat melihat

lirikan sinis dari Selina.

"Tuan tolong tidak usah menawar la ..." bisik Anne, karena ia yakin bahwa Davin hanya sedang berusaha mencari perhatiannya, namun belum selesai berbicara suara Viktor menyeru.

"Lima puluh milyar!" pria itu mengangkat

papan di tangannya.

"Wow!"

Suara riuh bercampur keributan seketika

terdengar di dalam ruangan itu, Viktor

menawar harga yang langsung membuat

seluruh mata menatap tercengang dan

jantungan.

Kali ini Davin terdiam, ia tak memiliki keberanian lagi untuk menawar harga itu.

Selina menatap masam saat suaminya tak menawar lagi.

Ia menarik-narik tangan pria itu ingin memohonnya, "ayolah Davin kamu harus menang!"

Namun Evelyn menahan tingkah putrinya, "Selina!" bentaknya ia tak enak hati pada keluarga Davin.

Selina sudah kalah berbicara, ia menatap dengan wajah merengut.

Suara pembawa acara terdengar menghitung dengan mundur, karena sejak terakhir kali Viktor menawar tidak ada seseorang yang menawar lagi.

"Satu ... dua..."

"Tiga ...!"

Suara tepukan tangan pun langsung terdengar menyeru, mengakhiri lelang

pertama mereka dengan di menangkan oleh Viktor.

"Kamu yakin menghabiskan lima puluh milyar hanya untuk sebuah kalung?" seru Anne dengan hati-hati.

"Kenapa? Uang hanyalah angka!" balas Viktor.

Seketika itu Anne terdiam, benar apa yang di katakan pembawa acara tadi bahwa Viktor hanya sedang bermain-main, dan begitulah cara orang kaya melakukan permainan nya dengan menghabiskan banyak uang.

Anne jadi tahu bahwa ketika mereka bingung cara menggunakan uangnya maka mereka akan menggunakannya untuk melakukan hal yang tak penting sama sekali seperti ini, dan lihatlah untuk apa Viktor membeli kalung yang di peruntukan untuk wanita ini?

Gemuruh riuh dari para tamu terdengar mengiringi kalung itu yang kemudian di antar oleh seorang wanita pada Viktor.

Dengan cara hati-hati wanita itu membawanya agar selamat sampai ke tangan Viktor.

Pria itu pun menerimanya kemudian memberikannya untuk Anne, "kalung ini

untukmu,"

Anne terkejut, kalung berlian seharga lima puluh milyar yang di perebutkan banyak orang ini diberikan kepadanya?

1
Mia Camelia
ya ampun Viktor nyosor mulu klo deketan sama anne😍
Lian_06: Lagi bucin akut itu tuh🤭
total 1 replies
Mia Camelia
Selina belom kapok juga gangguin Anne mulu🤣
Mia Camelia: ayo Thor kasih pelajaran buat selina🤭, jadi gemes deh.
total 2 replies
Mia Camelia
lanjut thor plis🤭🙏
Iffanaya 😽
pasti dijebak lagi sama Selina 😏
Mita Paramita
davin cowok plin plan udah ngebuang Anne dimasa lalu 🤣 sekarang baru nyesel kan 🫡
Lian_06: Iya, menyebalkan banget 🤭😅
total 1 replies
Resume
thor ini emng alur nya slow burn ya?
Lian_06: Iya kak 😄
total 1 replies
Resume
jangan terlalu lama ya thor, ga sabar liat reaksi viktor
Lian_06: Okey Ditunggu saja ya Updatenya😄
total 1 replies
Resume
baguss
Lian_06: Thanks ya ,rating dan komentar nya😃, nantikan update cerita ini ya, jangan lupa tinggalkan jejak disetiap babnya agar semakin semangat Authornya😉😄
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
dimana² uang lebih berkuasa 🤭 sebaiknya kamu jujur ke Viktor kalo ada 3 buntut krn kejadian itu biar anak²mu ada yg melindungi nya
𝐀⃝🥀Weny
heem.. the power isi money /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀Weny
issshhh... licik banget si Victor 😏🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny
🤣🤣🤣si Victor moduuuus... bilang aja kangen🤣🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny: iya, mau ketemu aja cari² kesalahan Anne 😅🤣🤣🤣
total 2 replies
Mita Paramita
rasain tuh Anne dikerjain Viktor 🤣🤣🤣
Mita Paramita
salah paham lagi nih Viktor ke anne🤣🤣🤣 kapan ketahuan ny sih Anne dan kapan Viktor ketemu anaknya
Mita Paramita
anne polos banget ketemu Viktor ga pernah liat wajah ny 🤣🤣🤣 Viktor pake topeng
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kamu itu jgn polos² amat jd orang 🤦‍♀️ jgn mudah percaya orang lain meski itu rekan kerja mu sendiri
Mita Paramita
anne terlalu polos gampang gak enakan di pergaulan teman teman ny🤣🤣🤣 untuk ada Viktor nih 🫡
Lian_06: Kadang terlalu baik malah dimanfaatin 😭
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
emang triples anaknya viktor 🤭 ajak triples ke kantor biar ketemu daddy nya
Lian_06: Thanks ya udah mampir baca🤗😄. Ajak triplets nya nanti biar makin suprise buat Daddy Viktor 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
rasain tuh Imelda makanya jangan senioritas🤣🤣🤣kalo udah ketauan rugi sendiri kn 🫡
Lian_06: Bener banget tuh, aku jujur kesel juga🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!