Saat Dewa Turun ke Dunia
"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."
Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.
Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.
Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 — Musuh Baru
Li Tianxuan tidak ingin terlalu memikirkan apa yang baru saja terjadi.
Misteri Giok Serpihan Jiwa Dewa masih memenuhi pikirannya, tetapi untuk saat ini, dia memilih mengesampingkannya.
Dia bersama Liu'er segera mendekati Jian Wushuang yang masih bersandar di dinding gua.
"Apa yang kau lakukan sampai dikejar oleh Induk Kadal Naga Kuno itu?"
Nada suara Li Tianxuan terdengar tegas.
Jika bukan karena Giok Serpihan Jiwa Dewa, dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika Induk Kadal Naga Kuno benar-benar menyerang mereka.
Makhluk itu berada di Ranah Benih Dao Tingkat 1.
Kesenjangan kekuatan di antara mereka terlalu besar.
Ranah Benih Dao bukanlah ranah yang bisa diremehkan. Meskipun masih terdapat beberapa ranah yang jauh lebih tinggi di atasnya, seorang kultivator yang telah mencapai Benih Dao sudah termasuk dalam jajaran eksistensi terkuat di daratan.
Sebab, pada tahap inilah seorang kultivator mulai menumbuhkan Benih Dao dan memahami sedikit makna dari kekuatan Dao.
Sementara itu, Ranah Istana Langit merupakan fondasi penting untuk menumbuhkan Benih Dao.
Jian Wushuang berdiri dengan tubuh sempoyongan. Dia menarik napas panjang sebelum akhirnya berhasil berdiri tegak.
Kemudian, dia menunjuk Li Tianxuan dengan wajah penuh kekesalan.
"Kalian... Kalian benar-benar menjebakku!"
Li Tianxuan hanya mengerutkan kening.
"Menjebakmu?"
"Kalau bukan karena kalian, bagaimana mungkin aku bisa bertemu dengan Induk Kadal Naga Kuno itu?!"
Jian Wushuang berkata dengan marah.
Kemudian pandangannya beralih kepada Liu'er.
"Liu'er! Aku yakin kau sudah mengetahui bahwa ada Induk Kadal Naga Kuno di sana. Karena itulah kau memilih mengikuti Tianxuan!"
Liu'er langsung mengerutkan kening.
"Apa yang kau bicarakan?"
"Aku bahkan tidak tahu kalau ada Induk Kadal Naga Kuno!"
Jian Wushuang terdiam.
Melihat ekspresi Liu'er yang benar-benar tidak terlihat sedang berbohong, dia hanya bisa mendengus.
"Hmph! Entah kalian berdua bekerja sama atau tidak, aku hampir saja mati!"
Li Tianxuan menghela napas.
"Sudahlah."
Dia menatap lorong gelap di belakang mereka.
"Lebih baik kita keluar dari sini sekarang."
Liu'er mengangguk.
Dia juga tidak ingin berlama-lama di tempat seperti ini.
Mereka tidak tahu bahaya apa lagi yang tersembunyi di dalam Reruntuhan Kuno.
Jika terus tinggal, kemungkinan mereka akan menghadapi sesuatu yang bahkan lebih mengerikan.
Namun, saat hendak pergi—
Jian Wushuang tiba-tiba menghentikan langkah.
Matanya tertuju pada sebuah kolam kecil yang berada tidak jauh dari sana.
Airnya sangat jernih, bahkan permukaannya memantulkan cahaya seperti kristal.
"Apa itu?"
Tanpa berpikir panjang, Jian Wushuang langsung mendekatinya.
Dia bahkan tidak sempat bertanya kepada Li Tianxuan dan Liu'er sebelum masuk ke dalam kolam.
Byur!
Tubuhnya terendam hingga sebatas dada.
"Hmm?"
Jian Wushuang mengangkat alis.
"Airnya cukup nyaman."
Li Tianxuan langsung menatapnya.
"Kolam itu aneh."
Jian Wushuang menoleh.
"Aneh?"
"Jangan terlalu lama berendam di sana."
Nada suara Li Tianxuan terdengar serius.
Mendengar itu, Jian Wushuang langsung merasa tidak nyaman.
"Apa yang aneh dengan kolam ini?"
"Lupakan saja."
Li Tianxuan mengalihkan pandangannya.
Dia benar-benar tidak ingin mengingat kejadian yang terjadi ketika dirinya dan Liu'er berada di dalam kolam tersebut.
Sementara itu, wajah Liu'er perlahan memerah. Dia segera memalingkan wajah.
Jelas sekali, dia juga teringat kejadian memalukan itu.
Jian Wushuang memperhatikan keduanya dengan tatapan curiga.
"Kenapa kalian berdua terlihat aneh?"
Tidak ada yang menjawab. Jian Wushuang akhirnya menyerah. Dia segera keluar dari kolam dan mengenakan kembali pakaiannya.
"Sudahlah. Mari kita pergi."
Ketiganya akhirnya meninggalkan tempat tersebut.
Mereka berjalan melewati lorong panjang hingga akhirnya keluar dari gua.
Di Luar Gua
Matahari telah berada tepat di atas kepala.
Tanpa mereka sadari, waktu telah berlalu begitu cepat.
Jian Wushuang menatap langit sejenak sebelum berkata,
"Karena kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan, lebih baik kita keluar dari sini."
Dia benar-benar tidak ingin berlama-lama di Reruntuhan Kuno.
Ketika pertama kali memasuki tempat ini, Jian Wushuang tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menghadapi bahaya sebesar ini.
Biasanya, dia selalu berhati-hati.
Dia lebih suka menunggu kesempatan daripada mempertaruhkan nyawanya dalam pertarungan yang tidak perlu.
Namun kali ini berbeda.
Sejak bertemu Li Tianxuan, bahaya seakan terus berdatangan. Bahkan dia hampir kehilangan nyawanya hanya karena mengikuti junior barunya itu.
Jian Wushuang melirik Li Tianxuan.
"Tianxuan... Setelah keluar dari sini, aku benar-benar akan—"
Belum sempat dia menyelesaikan perkataannya.
"Itu mereka!"
Sebuah teriakan tiba-tiba terdengar dari kejauhan.
Ketiga orang itu langsung berhenti.
WUSHH! WUSHH! WUSHH!
Beberapa sosok muncul dari balik pepohonan.
Satu demi satu, murid dari berbagai sekte datang dan mengepung mereka. Jumlah mereka semakin banyak.
Tatapan semua orang tertuju pada Li Tianxuan, Liu'er, dan Jian Wushuang.
Beberapa bahkan telah mengeluarkan senjata.
Niat membunuh memenuhi udara.
Jian Wushuang menyipitkan matanya, tangannya perlahan meraih gagang pedang.
"Kenapa?"
Dia melangkah maju.
"Jika kalian ingin merampas harta kami..."
Tatapannya menjadi tajam.
"Aku siap melayani kalian semua!"
Aura Istana Langit langsung meledak dari tubuhnya.
BOOM!
Tekanan yang kuat menyapu sekeliling.
Beberapa murid yang berada di depan bahkan terpaksa mundur beberapa langkah.
Namun...
Di tengah kerumunan itu, seorang pemuda berjalan keluar dengan tenang.
Dia mengenakan pakaian berwarna merah dan hitam dengan lengan panjang yang berkibar tertiup angin.
Kedua tangannya berada di belakang punggung.
Langkahnya santai.
Tidak terburu-buru.
Tidak menunjukkan sedikit pun rasa takut.
Ketika melihat Jian Wushuang, pemuda itu berhenti. Alisnya sedikit terangkat. Kemudian, senyum licik perlahan muncul di wajahnya.
"Jian Wushuang..."
Suaranya terdengar tenang, tetapi mengandung tekanan yang tidak biasa.
Jian Wushuang menatapnya. Wajahnya perlahan berubah serius.
Dia mengenal pemuda itu. Bahkan di antara generasi muda berbagai sekte, nama pemuda tersebut bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh.
"Jadi kau juga datang..." Pemuda berjubah merah-hitam itu tersenyum tipis. "Sudah lama tidak bertemu."
Tatapan Jian Wushuang semakin tajam.
"Ternyata kau..."
Li Tianxuan berdiri diam di samping Liu'er.
Dia tidak mengenal pemuda tersebut.
Namun, hanya dari perubahan ekspresi Jian Wushuang, dia sudah dapat menyimpulkan satu hal.
Pemuda ini...
Bukan orang biasa.
Liu'er juga menggenggam pedangnya lebih erat.
Atmosfer di sekitar mereka perlahan menjadi semakin berat.
Pertarungan besar... Sepertinya tidak dapat dihindari.