NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di mata teman-temannya yang sombong, Saka hanyalah "si beban" yang lamban, miskin, dan tak punya masa depan, sering kali menjadi bahan rongsokan ejekan dan perundungan. Namun, di balik senyum polos dan sikapnya yang kelihatannya bodoh itu, Saka menyembunyikan rahasia besar: dia adalah pewaris tunggal kemampuan mistis Raja Fengshui yang mampu melihat aliran Qi, pendar aura barang antik tak ternilai, hingga nasib malang-mujur seseorang hanya dalam sekali tatap. Sambil membiarkan musuh-musuhnya tertawa di atas ketidaktahuan mereka, Saka diam-diam meraup keberuntungan dari barang-barang pusaka yang dianggap remeh, menunggu momen paling tepat di sebuah pelelangan elit untuk membongkar kedoknya, menghancurkan harga diri mereka, dan memaksa dunia berlutut di hadapan sang Raja Fengshui yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6

Padahal di dalam hatinya Saka sedang tersenyum meremehkan tawaran awal yang menurutnya masih sangat murah tersebut. "Tiga miliar adalah angka minimal mutlak dari sistem, aku yakin harganya bisa tembus jauh lebih gila dari itu nanti." Batin Saka dengan penuh perhitungan.

"Ini adalah kartu akses VIP emas dan nomor urut lelang spesial milikmu anak muda, tolong simpan baik-baik jangan sampai hilang." Master Handoko menyerahkan sebuah kartu emas mengkilat langsung ke tangan Saka.

"Dengan kartu ini kamu bisa masuk lewat jalur khusus dari pintu samping tanpa perlu repot mengantri panjang bersama tamu biasa di lobi depan." Tambah pria tua itu sambil terus mengelus piring kayu itu dengan penuh kasih sayang layaknya menyentuh kulit bayi.

"Terima kasih banyak Tuan orang kaya, saya pamit pulang dulu ya mau kasih tahu kabar gembira ini ke ibu saya secepatnya." Ucap Saka sambil membungkuk berkali-kali lalu berbalik berjalan keluar dari ruangan mewah itu.

Master Handoko menatap kepergian Saka dari ruangannya dengan perasaan campur aduk yang sangat sulit dijelaskan dengan kata-kata. "Pemuda itu memang kelihatan sangat bodoh dan miskin, tapi kenapa insting liarku terus mengatakan kalau dia menyembunyikan kekuatan yang sangat menakutkan." Batin Master Handoko penuh dengan tanda tanya besar di kepalanya.

Sementara itu di sebuah kafe mewah di dalam mal pusat kota Rio sedang bersandar santai di kursi empuknya. Di depannya ada secangkir kopi impor seharga ratusan ribu yang baru saja diseruputnya sedikit.

Kevin duduk di seberang meja sibuk memotong kue tart pesanan bosnya dengan sangat telaten persis seperti seorang pembantu setia. "Bos Rio, guci antik yang lo posting semalam beneran viral banget di sosmed lho." Buka Kevin memulai obrolan menjilat andalannya.

Rio tersenyum sangat sombong mendengar laporan pagi dari kacung utamanya itu. "Jelas dong Vin, itu kan barang kelas puluhan juta gitu loh bukan rongsokan pasar malam kayak yang dibeli si gembel Saka itu."

"Hahaha iya Bos bener banget, gila aja tuh si Saka beli piring rombeng bulukan harga dua puluh ribu cuma buat makan kucing garong." Kevin tertawa keras hingga beberapa pengunjung kafe lain menoleh risih ke arah meja mereka.

"Otaknya emang udah miring tuh anak miskin karena kebanyakan mikirin utang emaknya yang mau mati di rumah sakit." Tambah Kevin tanpa punya rasa simpati sedikitpun kepada temannya sendiri.

Rio menyesap kopinya lagi lalu tiba-tiba meletakkan cangkirnya dengan sedikit kasar ke atas meja kaca. Trak. Suara benturan tajam itu membuat Kevin langsung menghentikan tawanya seketika karena kaget.

"Gue ada ide brilian nih Vin buat bikin acara lelang lusa nanti makin meriah dan menghibur buat kita berdua." Ucap Rio dengan seringai licik yang sangat menyebalkan di wajahnya.

"Ide brilian apa tuh Bos, kalau keluar dari otak lo sih pasti mantap banget dah pokoknya." Tanya Kevin penasaran sambil memajukan tubuhnya ke arah meja.

"Gue kan dapet undangan silver buat bawa satu atau dua asisten bawahan ke acara lelang mewah itu." Jelas Rio sambil perlahan mengeluarkan kartu undangan berwarna perak dari saku kemeja mahalnya.

"Gimana kalau kita panggil aja si gembel Saka ke sana buat jadi tukang bawain barang-barang dan tas belanjaan kita." Lanjut Rio sambil menatap Kevin dengan alis yang dinaikkan sebelah ke atas.

Mata Kevin langsung berbinar cerah seolah baru saja disiram air dingin menyadari maksud jahat dari bosnya tersebut. "Wah gila ide lo jahat tapi cerdas banget Bos, kita bisa pamerin kekayaan kita sekalian bikin dia malu di depan semua orang kaya sekota."

"Bukan cuma itu tujuan utama gue Vin, lo tahu kan kalau si cantik Anya dari keluarga konglomerat itu juga bakal datang." Rio berbisik pelan namun nada suaranya terdengar sangat antusias.

"Gue mau pamerin guci Dinasti Ming gue ini di depan Anya biar dia terkesan dan akhirnya mau jalan sama gue." Ucap Rio membayangkan wajah cantik gadis pujaannya itu.

"Nah kalau ada si Saka yang dekil di belakang gue bawa tas, gue pasti bakal kelihatan makin keren kayak majikan muda yang super kaya raya." Tambah Rio merencanakan kelicikan pencitraannya dengan sangat matang.

"Bener banget Bos, bayangin aja si gembel itu masuk ke hotel bintang lima yang lantainya marmer mengkilat pakai baju lusuhnya." Kevin tertawa jahat membayangkan pemandangan yang menurutnya sangat menggelikan itu.

"Pasti semua konglomerat di sana pada jijik ngeliat dia terus kita bisa sok-sokan jadi pahlawan dermawan karena udah iba ngajak dia masuk." Lanjut Kevin ikut menimpali skenario busuk di dalam kepala bosnya.

"Biar gue yang hubungin dia nanti sore lewat telepon Bos, gue suruh dia datang pakai baju yang jelek sekalian biar makin malu-maluin kita." Sahut Kevin penuh semangat seolah sedang merencanakan sebuah pesta liburan yang besar.

"Bagus, pastikan dia datang tepat waktu lusa nanti atau gue ancam bakal potong uang upahnya bulan ini habis-habisan." Perintah Rio sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

Mereka berdua lalu tertawa kencang bersama di dalam kafe mewah itu tanpa sedikitpun menyadari kebodohan mereka sendiri. Mereka sama sekali tidak tahu bahwa mangsa miskin yang ingin mereka permalukan itu kini telah memegang kartu akses VIP emas.

Kartu emas milik Saka jelas memiliki kedudukan dan kasta yang jauh lebih tinggi berkali-kali lipat dibandingkan undangan silver remeh milik Rio. Panggung pertunjukan mewah yang sangat megah telah disiapkan tanpa sengaja untuk mempertemukan mereka berdua lusa nanti.

"Silakan rencanakan saja hal bodoh sesuka kalian berdua dari sekarang." Batin Saka yang saat ini sedang duduk santai di dalam bus perjalanan pulang ke rumah sakit.

"Aku akan dengan sangat senang hati melayani permainan badut kalian untuk memberikan akhir yang paling menyakitkan seumur hidup." Lanjutnya menyeringai dingin ke arah jendela bus yang memantulkan wajahnya.

1
pricilia
sangat seru alur certanya
Angel
cerita nya tidak membosan kan😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!