NovelToon NovelToon
Aku Bukan Istri Yang Lemah Lagi

Aku Bukan Istri Yang Lemah Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Sebuah pernikahan yang berdiri di atas pilar rasa utang budi, bukan cinta. Nindya menerima lamaran Haris karena takdir mempertemukan mereka dalam tragedi berdarah yang hampir merenggut nyawa Haris—dimana Nindya bertaruh nyawa untuk menyelamatkannya. Namun, setelah bertahun-tahun berlalu dan dikaruniai seorang putra yang menggemaskan, Nindya harus menelan kenyataan pahit: rasa terima kasih Haris tidak pernah berubah menjadi cinta. Di balik dinding rumah tangga mereka yang dingin, Haris masih menyimpan bayang-bayang masa lalunya bersama wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Binar Bintang Dimata Arka

​Langkah kaki Nindya terasa begitu ringan saat menyusuri lorong Taman Kanak-Kanak tempat Arka menuntut ilmu. Pakaian kasual chic berwarna krem yang baru saja dibelinya melekat sempurna di tubuhnya yang makin bugar. Potongan rambut ash brown sebahunya berayun lembut seiring langkah kakinya, memancarkan aura keanggunan yang segar dan penuh percaya diri. Beberapa ibu murid lain yang berada di area tunggu sempat menoleh, melemparkan tatapan kagum pada penampilan Nindya yang tampak jauh lebih muda dan memikat.

​Bel tanda usai pelajaran akhirnya berbunyi, memecah keheningan koridor sekolah. Pintunya terbuka, dan deret anak-anak kecil berseragam rapi mulai berhamburan keluar sambil menggendong tas punggung mereka yang lucu.

​Nindya berdiri di dekat taman bermain sekolah, tersenyum menantikan kehadiran putra kecilnya. Tak perlu waktu lama, sosok Arka terlihat keluar dari kelas sembari memegangi tali tasnya. Mata bulat bocah itu menyapu area jemputan, mencari keberadaan sosok yang paling ia rindukan.

​"Arka!" panggil Nindya lembut sembari melambaikan tangannya.

​Arka menghentikan langkahnya. Pangeran kecil itu sempat memiringkan kepalanya sedikit, menatap wanita yang memanggilnya dengan dahi berkerut halus. Penampilan baru ibunya membuat Arka tertegun sejenak. Namun, begitu mengenali suara hangat dan senyuman manis itu, mata Arka langsung membelalak lebar penuh kejutan.

​"Mama!" teriak Arka riang.

​Bocah kecil itu berlari kencang membelah kerumunan teman-temannya, menerjang tubuh Nindya tanpa ragu. Nindya langsung berlutut, merengkuh tubuh mungil Arka ke dalam pelukannya dengan erat, membiarkan tawa renyah sang putra memenuhi relung hatinya.

​Begitu pelukan terlepas, kedua tangan mungil Arka langsung memegang kedua pipi Nindya. Mata bulatnya meneliti seluruh wajah ibunya dari dekat, dari tatanan rambut anyar hingga gaun anggun yang dikenakannya.

​"Mama... rambut Mama dipotong?" tanya Arka dengan nada takjub yang sangat polos. "Cantik banget! Seperti putri raja di buku cerita Arka!"

​Nindya tertawa geli mendengar pujian jujur dari putra tercintanya. Rasa haru dan bahagia membuncah hangat di dalam dadanya. Pujian sederhana dari Arka terasa jutaan kali lebih berharga daripada pengakuan dari pria mana pun di dunia ini.

​"Masa, sih? Arka suka dengan rambut baru Mama?" tanya Nindya sembari merapikan poni Arka yang agak berantakan.

​"Suka banget, Mama! Mama wangi dan cantik sekali hari ini," sahut Arka penuh semangat, lalu mencium pipi Nindya berkali-kali hingga Nindya kegelian.

​Ibu-ibu murid yang berdiri di sekitar mereka ikut tersenyum melihat kehangatan interaksi ibu dan anak tersebut. Nindya berdiri, menggandeng jemari mungil Arka dengan erat sembari membawakan tas sekolah putranya.

​"Nah, karena Anak Ganteng Mama hari ini pintar dan sudah memuji Mama, sekarang kita pergi makan siang enak, ya? Arka mau makan apa?" tawar Nindya riang saat mereka berjalan menuju parkiran mobil.

​"Ayam goreng sama es krim rasa cokelat, Mama!" seru Arka gembira, melompat-lompat kecil di samping ibunya.

​"Pilihan yang sempurna. Ayo kita berangkat!"

​Nindya membukakan pintu mobil untuk Arka, memasangkan sabuk pengaman dengan penuh kasih sayang, lalu mengitari kemudi. Saat menatap wajah gembira Arka di spion tengah, Nindya makin yakin akan keputusannya. Ia tidak lagi membutuhkan cinta Haris untuk merasa utuh. Senyuman dan binar bahagia di mata Arka adalah satu-satunya alasan yang ia butuhkan untuk terus melangkah menjadi wanita yang kuat dan bahagia.

1
sunaryati jarum
Maya baik bangett Sampau mau menggantikan Sif,Noval memberi kompensasi mungkin
sunaryati jarum
Maya baik bangett Sampau mau menggantikan Sif,Noval memberi kompensasi mungkin
sunaryati jarum
Aduuh masih tidak punya malu mengharap Nindya kembali.Dalsm mimpi saja tidak akan, Haris.Kamu mengadu tentang Siska pada Nindya tidak malu diketawain dan disyukurin
sunaryati jarum
Ingin hati mau melihat Arka putranya namun kelelahan hat dan fisiknya membuatnya tidur.
sunaryati jarum
Kehancuran hidupmu yang terpampang jelas,akibat kamu tidak setia Haris.
sunaryati jarum
Bab sebelumnya bawa mobil dari taman ke kontrakan kok sekarang cari taksi.Sunnguh karma yang.ksmu terima tunai,Haris.
sunaryati jarum
Masih beruntung kamu menyesal dan sadar akan semua kesalahanmu,hingga Masi ada waktu untuk memperbaiki diri,walau sudah terlambat
sunaryati jarum
Jika niat Haris baik jangan terlalu kejam zRin,dan kamu Haris ingat Arin masih trauma akan perbuatanmu,dia tidak percaya padamu,Ris.Itulsh konsekuensi atas pengkhianatan kamu dalam rumah tanggamu.
sunaryati jarum
Haris itu ayahnya mungkin ingin memperbaiki kesalahannya,jika tidak berbuat buruk, berikan waktu Haris untuk menemui Arka putranya tapi dengan izinmu, bukan diam- diam seperti ini
sunaryati jarum
Otw bahagia Nindya dan Arka
sunaryati jarum
Nah terima dan jalani serta perbaiki diri
sunaryati jarum
Simpan penyesalanmu,anakmu saja tanpa diajari , merasakan bahwa kamu tidak pernah hadir memberi kasih sayang dan perhatian
sunaryati jarum
Nikmati buah kesombongan dan pengkhianan yang kau lakukan ,Haris.Jangan- jangan dalam kandungan Siska bukan benih Haris.👋👋👋🤣🤣🤣
Ade Chubi
syukurin
sunaryati jarum
Bagus Nindya Haris jika datang membujuk tinggal ingatkan semua kesalahannya.
Datu Zahra
katanya gundik kecelakaan, kaki terkilir parah, masa ya udha jalan². cepet amat sembuh
Alia Chans
kasihan banget ya jadi Nindy😣
sunaryati jarum
Suka
sunaryati jarum
Semangat dengan status dan kehidupan barumu
sunaryati jarum
Nikmati kehidupan yang telah kamu pilih Haris.Itulah jika kebaikan kau balas dengan pengkhiatan,kau dan Siska tidak akan pernah menemukan kebahagiaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!