"Kamu adalah budakku Radini Prastiwi Sukarna dan kamu tidak akan bisa lepas dari cengkramanku!"
"Aku adalah abdi setiamu wahai iblis..."
Radini Prastiwi Sumarna, seorang perempuan keturunan bangsawan yang menjadi pewaris sebuah tradisi keluarga, bukan tradisi sembarangan karena keluarga itu merupakan keturunan perempuan pemuja iblis dan Radini terpilih sebagai penerus keluarga untuk melanjutkan jejak leluhurnya.
Apakah dia akan tetap memegang teguh ritual keluarganya sebagai pemuja iblis atau justru dia akan bertaubat setelah dia bertemu Dirga Bintang Darmawan yang menjadi targetnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Radini
"Tapi kamu tahu kan kalau musuh yang kita hadapi sekarang ini sangat kuat dan berbahaya" ucap Badaruddin yang masih terus fokus memperhatikan para mayat yang di bakar supaya mayat mayat itu habis bersatu dengan tanah.
"Saya tahu, makanya saya meminta pasukan tanpa nama untuk ke sini, karena warga yang tidak punya pegangan, lebih membutuhkan bantuan, berbeda dengan kita yang punya kemampuan setidaknya untuk melawan mereka" jawab Sagara dan Bintang setuju.
"Hormat kami paduka" ucap Parta dan para pasukannya bersimpuh di depan Sagara.
"Aku perintahkan kalian tetap di kampung ini sampai kampung ini aman dari iblis bernama Luca" ucap Sagara
"Baik paduka" jawab semuanya membuat Dimas, Dirga dan yang lain merinding.
Dirga menatap banyak pasukan tanpa nama milik Lintang, itu pertama kalinya dia melihat secara langsung sosok pasukan gaib dan itu membuatnya kagum bahkan ingin belajar banyak hal juga dari Sagara tanpa dia tahu kalau Sagara juga adalah murid Adrian, jadi apapun yang di pelajari Sagara dari Adrian, Dirga juga mempelajari itu.
"Kalian dengarkan Sahara ya kalau Sagara sedang tidak di sini" ucap Sahara
"Kamu bukan ratu kami" jawab Parta membuat Sahara melotot.
"Hei! aku juga ratu di kerajaan Gandradana! sama saja ratu kan!" bentak Sahara tapi tidak terlihat menakutkan sama sekali.
"Tidak sama karena kerajaan kami adalah kerajaan Danendra" jawab Parta
"Ya!" jawab semua pasukan tanpa nama membuat Sahara kaget dan melompat.
"Ish! menyebalkan!" kesal Sahara naik ke punggung Dirga.
"Aku tidak bisa lama di sini karena aku harus melindungi keluargaku di Jakarta, Hamka bilang dia di datangi Luca juga" ucap Sagara
"Lalu bagaimana sekarang?" tanya Bintang
"Untuk sementara selama aku tidak ada di kampung ini, kalian harus mematuhi perintah Dirga, Dimas dan Bintang" ucap Sagara
"Baik paduka" jawab pasukan tanpa nama.
"Kalandra dan Jalaga juga pulang?" tanya Sahara
"Iya, aku harus melindungi keluarga Smith dan Jalaga melindungi kampung Mahoni bersama panglima lain" jawab Kalandra.
"Hiks.. Sumi tidak ada, Kalandra tidak ada, Jalaga tidak ada terus Sagara, siapa yang akan temani Sahara bermain" keluh Sahara mulai menangis.
Bintang sekeluarga juga menunduk dengan air mata yang mengalir, Sumi bahkan sudah ikut keluarga Darmawan sejak lama, dia sudah menemani Bintang dari sebelum Bintang menikah dengan Silvia.
Dimas juga sama, dia sudah bersama Sumi sejak dia kecil, Dimas langsung akrab dengan Sumi setelah Sumi pindah ke rumah Bintang karena Bima ayah Bintang meninggal.
"Sumi sudah tenang di alamnya, ikhlaskan dia karena tugasnya di dunia sudah selesai" bujuk Sagara
••••••••••••
Di rumah Radini.
"Kamu benar benar indah nyai" ungkap Hatta mengusap punggung Radini yang sedang berbaring membelakangi Hatta.
"Terima kasih kang mas" jawab Radini
Mereka sudah melalui malam pernikahan mereka yang di langsungkan kemarin, tak hanya lamaran, mereka bahkan langsung menikah karena saat itu Radini ingin langsung melakukan ritual malam pertama agar dia bisa mendapatkan keturunan untuk menggantikan dia.
"Nyai, apa kamu ingin bulan madu?" tanya Hatta
"Tidak perlu kang mas, aku sibuk mengurus toko emas karena ibu hanya percaya padaku saja" jawab Radini
"Tadinya aku ingin membawamu ke kampung halaman ibuku, tapi tidak apa apa, kita bisa melakukan itu nanti" ungkap Hatta mengecup pundak Radini.
Hatta kembali memeluk Radini, semalam terjadi begitu cepat dan itu membuatnya belum merasa puas, bahkan merasakan Radini dalam pelukannya saja Hatta merasa sudah mulai tergoda untuk membawa Radini naik ke atas ranjang lagi.
"Sayang, aku dengar awalnya kamu ingin melamar anak dari pak Bintang?" tanya Hatta
"Ya, ibu memilihnya dan kang mas, beruntung dia menolakku jadi aku bisa bersamamu" jawab Radini meyakinkan membuat Hatta begitu senang.
"Aku sudah menyukaimu sejak lama nyai, sejak kamu pulang dari Jakarta, saat itu kamu terlihat begitu cantik dan berkharisma, apalagi setelah ibu Radiah mengumumkan pada semua orang kalau kamu adalah pengganti dirinya, aku semakin kagum" ungkap Hatta
"Radini juga menyukai kang mas Hatta, itu karena meskipun kang mas sekeluarga berasal dari luar kota ini, kang mas menghormati adat istiadat di kampung ini" jawab Radini semakin membuat Hatta bahagia.
"Hahaha.... dasar manusia bodoh, dia percaya saat Radini mengatakan cinta padanya tanpa tahu kalau sebenarnya itu adalah sebuah kebohongan dari seorang perempuan pemuja iblis" ucap Luca
Luca sudah tahu tentang pembakaran mayat mayat itu, dia juga tahu kalau lahan dan rumah Bintang sudah di pagari dan kali ini dia ataupun pasukannya tidak bisa masuk, itu sebabnya dia menggunakan ilmunya untuk mengendalikan mayat mayat manusia yang pernah di ludahi Radini supaya dia bisa mengacaukan proses pemagaran itu, tapi Sahara menghancurkan rencananya.
"Kunti itu adalah sasaranku selanjutnya dan ... Kenanga, akan aku bawa dia ke alam para iblis" gumam Luca masih menikmati pemandangan di mana Radini kembali memadu kasih dengan Hatta.
"Aku tidak sabar menantikan keturunanmu Radini dia akan menjadi darah suci berikutnya untukku karena kamu tidak memilki darah suci saat menggantikan ibumu, dan sebagai gantinya... aku ingin anak perempuan darimu dan juga dirimu yang sudah jadi milikku bahkan jiwamu yang sudah kamu gadaikan supaya keluargamu tetap makmur dan sejahtera" ucap Luca
Luca kembali ke depan kamar Roman, Roman tidak keluar sejak kemarin sore dia kembali dari rumah juragan Karta dan menikahkan Radini, semalam dia di kamar bahkan tidak sarapan seperti biasanya dan itu membuat Luca curiga.
"Roman" panggil Luca menggunakan suara Radiah bahkan Luca sudah menyamar sebagai Radiah.
Ceklek.
"Iya Bu" jawab Roman setelah membuka pintu
"Ini makan, kamu tidak sarapan sejak tadi dan Rani juga pasti lapar" ucap Luca memberikan nampan yang sudah ada di tangannya sejak dia menyamar menjadi Radiah.
"Terima kasih Bu, Rani tadi sedikit rewel tidak mau di tinggal jadi Roman menemani dia di dalam, apa ibu butuh sesuatu?" tanya Roman
"Tidak, aku hanya khawatir saja pada kamu dan Rani" jawab Luca melirik Rani yang sedang mewarnai di atas ranjang Roman.
"Bawa Rani bermain ke luar rumah, kenapa kamu terus mengurungnya sejak dua tahun ini?" tanya Luca
"Roman tidak mengurung Rani Bu, Rani yang tidak mau keluar karena dia bilang dia tidak mendengar apapun meskipun dia pergi dari kamar ini" jawab Roman mengambil nampan di tangan Luca.
"Makanlah" ucap Luca lalu pergi dari sana.
Roman kembali menutup pintu, nampan itu tidak dia bawa ke ranjang tapi dia simpan si meja dan kembali menghampiri Rani, dia menemani Rani menggambar tanpa peduli dengan makanan yang di bawa Luca karena dia tahu itu bukan makanan, tapi racun.
"Ayah, tadi itu bukan nenek, itu si makhluk hitam beltanduk, dia menyelamkan" ucap Rani
"Jangan pernah kamu tatap dia Rani dan tetaplah jadi tuli setiap kali orang orang di sini menyapa kamu jika ada yang membersihkan kamar ayah" ucap Roman