NovelToon NovelToon
Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Kelahiran kembali menjadi kuat / Transmigrasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: waya520

Sebuah kecelakaan mengubah hidup Nara Anindya selamanya. Saat membuka mata, dia terbangun di tubuh Bianca Ardhana, istri CEO tempatnya bekerja, sementara tubuhnya sendiri telah dimakamkan. Di balik rumah tangga yang tampak sempurna, tersimpan pengkhianatan, ancaman, dan rahasia yang belum terungkap. Mampukah Nara mengembalikan kebahagiaan keluarga itu tanpa kehilangan hatinya sendiri?

Jangan lupa like dan votenya ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elora Sakit

Malam ini, mansion Ardhana diselimuti keheningan. Nara baru saja selesai merapikan kamar Elora. Buku-buku baru yang mereka beli siang tadi sudah dia susun dengan rapi di rak kecil dekat tempat tidur.

Dia tersenyum puas.

"Besok Mama bacakan satu lagi, ya." ucap Nara yang menghampiri anaknya yang sudah terbaring di atas ranjang.

Elora yang sudah mengenakan piyama mengangguk semangat. "Iya mama."

Nara mengecup kening putrinya sebelum mematikan lampu kamar. Namun baru beberapa langkah keluar, terdengar suara tangisan kecil.

"Hiks Mama..."

Nara segera berbalik. Menyadari ada yang salah, dia menyentuh dahi Elora dengan punggung tangannya.

"Ya ampun panas." ucapnya panik. Dia kembali memeriksakan suhu di wajah anaknya. Dan sama, panas.

sepertinya Elora demam karena tadi siang makan ice cream cukup banyak.

Tidak lama kemudian, Elvano datang, pria itu baru selesai mandi. "Ada apa?" tanyanya heran saat melihat wajah panik istrinya.

"Sepertinya Elora demam." ucap Nara sambil mengelus pipi anak itu.

Wajah Elvano langsung berubah serius. "Sudah panggil dokter keluarga?" tanyanya sambil menatap Nara.

Wanita itu menggeleng. "Belum."

"Baiklah, aku akan menghubungi nya." Elvano dengan cepat berlari menuju kamarnya, dia mengambil ponselnya lalu menelpon dokter itu.

Tidak sampai tiga puluh menit, dokter keluarga tiba di mansion. Setelah memeriksa keadaan Elora, dokter itu tersenyum menenangkan pasangan di depannya.

"Tidak perlu khawatir. Hanya demam ringan karena kelelahan setelah banyak beraktivitas. Beri obat ini, kompres hangat, dan pastikan Elora banyak minum." ucap dokter itu sembari memberikan beberapa obat pada Nara.

"Terimakasih banyak Dok." ucap Nara yang membuat Elvano termenung. Terlebih diam melihat wajah panik istrinya.

Setelah dokter pulang, Nara langsung mengambil baskom berisi air hangat dan mulai mengompres dahi Elora dengan hati-hati.

Balita itu menggenggam ujung baju mamanya. "Mama jangan pergi." pinta anak itu dengan suara lemah.

Nara tersenyum tipis lalu mengusap rambutnya lembut. "Iya, mama di sini."

Elvano memilih untuk melihat mereka dari jauh. Melihat perhatian Bianca pada sang anak membuatnya lega. Setidaknya wanita itu tetap di sisi Elora.

Waktu menunjukkan pukul sebelas malam. Elora akhirnya tertidur. Nara masih duduk di samping tempat tidur sambil sesekali mengganti kompres.

"Tidurlah, aku akan melanjutkannya." ucap Elvano yang tidak tega melihat wajah kelelahan istrinya. Sudah tiga jam Nara merawat Elora.

Nara menggeleng. "Aku tidak mengantuk." bohongnya. Dia hanya ingin memastikan Elora baik-baik saja. Bukannya tidak percaya dengan Elvano, tapi mengingat pria itu sudah seharian bekerja, tubuhnya pasti lelah.

Mendengar penolakan Bianca, dia hanya bisa menghela nafasnya. Padahal istrinya juga belum benar-benar pulih.

"Istirahatlah, kamu juga belum pulih sepenuhnya setelah kecelakaan itu."

"Tapi Elora sedang sakit." ujar Nara tetap tidak mau meninggalkan Elora. Padahal anak itu sudah tertidur pulas, obatnya mulai bekerja hingga suhu tubuh anak itu perlahan normal.

Elvano terdiam. Dia tidak bisa memaksa lagi. Sebagai gantinya, dia ikut duduk di samping Nara.

Mereka akan menjaga Elora bersama. Untuk pertama kalinya suasana di antara mereka terasa begitu tenang.

Setengah jam kemudian, perut Nara tiba-tiba berbunyi.

Kruuuk...

Nara langsung membeku. Wajahnya memerah. "Maaf."

Elvano menoleh. "Kamu lapar?" pertanyaan yang tidak perlu di pertanyakan sebenarnya.

Nara meringis. "Iya." dia ingat jika di restoran tadi dia hanya makan sedikit karena prioritasnya adalah Elora.

Elvano menghela napas pelan. "Tunggu." Pria itu langsung keluar dari kamar.

Hingga beberapa menit kemudian dia kembali membawa dua mangkuk mi kuah yang dibuat oleh pelayan. "Ini makanlah." dia menyodorkan mangkuk itu pada istrinya.

Nara menatap mangkuk itu tidak percaya. "Untukku?" tanyanya memastikan.

"Hm."

"Kalau kamu?" tanya Nara yang merasa tidak enak.

"Ini punyaku." tunjuk Elvano pada semangkuk mi lagi yang ada di meja.

Nara tersenyum kecil. Hatinya menghangat seketika. Dia menerima mangkuk itu dengan tatapan penuh binar. "Terima kasih."

Dia tidak menyangka jika Elvano bisa perhatian kepadanya.

Mereka langsung makan di meja kecil dekat jendela. Karena tidak mungkin makan di samping Elora. Di tengah suasana hening, Nara meniup mi yang masih panas itu.

Namun karena terlalu lapar, dia langsung menyuapnya. "Ah!" Lidahnya kepanasan. Dia merasakan lidahnya seperti melepuh terkena kuah panasnya.

Elvano refleks menyodorkan segelas air. "Pelan-pelan."

Nara buru-buru meminum air itu. "Terima kasih." entah sudah berapa kali hari ini dia berterimakasih pada suaminya.

Melihat wajah Nara yang masih meringis, Elvano tanpa sadar tertawa pelan. Suara tawanya membuat Nara menatapnya terkejut.

"Ternyata kamu bisa tertawa juga." ucapnya sambil menatap polos Elvano.

Elvano langsung berdehem. "Ehm. Aku kan juga manusia biasa." jawabnya kikuk.

Nara ikut tertawa. "Ku kira kamu robot."

Mendengar itu, Elvano menggeleng sambil tersenyum tipis. "Berani sekali."

"Tapi memang benar." ujar Nara tidak mau kalah

Untuk beberapa saat, mereka tertawa bersama. Suasana yang sebelumnya tegang berubah hangat. Menjelang dini hari, Nara kembali memeriksa dahi anaknya, untungnya demam Elora mulai turun.

Nafas balita itu terdengar lebih tenang. Nara mengembuskan napas lega. "Syukurlah demamnya sudah turun."

Karena terlalu lelah, tanpa sadar kepalanya perlahan bersandar ke sisi ranjang. Matanya terpejam. Dia tertidur dalam posisi duduk.

Elvano yang melihat itu bangkit dari kursinya. Dia mengambil selimut tipis lalu menyelimuti tubuh Nara. Saat hendak kembali duduk, pandangannya tertuju pada wajah wanita itu.

Cantik.

Tanpa sadar, Elvano mengulurkan tangan pada wajah Nara, dia menyingkirkan sehelai rambut yang menutupi wajah istrinya.

"Terima kasih." gumamnya lirih.

"Karena sudah menjaga Elora, dan juga terimakasih sudah berubah menjadi mama yang baik." sambungnya yang tidak didengar oleh Nara karena wanita itu sudah tertidur pulas.

.....

Pagi harinya, Nara terbangun karena sinar matahari mulai memantul ke dalam kamar. Dia mengucek matanya lalu mulai bangun. Keningnya mengerut saat mendapati sebuah selimut menutupi tubuhnya.

Sementara di sisi lain ranjang, Elvano sedang memangku Elora yang baru bangun tidur.

"Papa." panggil anak itu dengan suara yang terdengar masih lemah.

"Elora sudah sembuh?" tanya anak itu lemas.

Elvano tersenyum. "Iya. Tapi hari ini tetap tidak boleh terlalu banyak bermain."

Melihat kebersamaan ayah dan anak itu, Nara ikut tersenyum.

"Selamat pagi." ucapnya dengan suara serak. Maklum dia baru saja bangun tidur.

"Pagi." jawab Elora semangat. Meskipun tubuhnya masih lemas.

"Terima kasih sudah begadang semalaman." ujar Elvano yang membuat Nara menggeleng.

"Sudah tugasku sebagai mamanya Elora." Kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Nara.

Namun setelah mengucapkannya, Nara terdiam. Tanpa disadari, dia mulai menganggap dirinya sebagai mamanya Elora.

Di saat yang sama, ponselnya yang berada di atas meja bergetar pelan. Sebuah pesan masuk dari nomor tidak dikenal.

Nikmati dulu kebahagiaanmu. Sebentar lagi semuanya akan berubah.

1
falea sezi
lanjut
waya520: siapppp
total 1 replies
meowww
baru bab belasan tp aku sdh kepo sm endingnya. jangan lama up nya thor semangat
waya520: hahahaha sabar yaa. pokoknya ikuti terus ceritaku 🤭
total 1 replies
meowww
konfliknya jangan lama2 thor
waya520: siapp
total 1 replies
meowww
good
meowww
ya Allah mau suami seperti Vano 🙏
waya520: samaaa 😩
total 1 replies
meowww
la iya. mw kmn mlm"
meowww
tolong buat happy birthday min🤭
waya520: hmmmmmmm🤭
total 1 replies
meowww
aaaaaa sukaaa
meowww
cepet up yhor seru
meowww
woy bianca. punya anak pny suami malah selingkuh
meowww
bianca berarti gk sayang anaknya selama in?
meowww
kasian nara. dia liat jasadnya sendiri
meowww
thor akhirnya ada cerita transmigrasi lagi
Wawasan Ilmu NgertiYuk
wahhhh cerita baruuuuu💪
Dinda Putri
up
waya520: siappp
total 1 replies
Dinda Putri
lanjut💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!