"Sttt...dia tidak akan tahu, dia kan buta..." Suara bisikan seorang wanita.
"Kamu begitu agresif..." Suara seorang pria juga turut terdengar.
Stefanie Triatmaja memang buta, tapi tidak tuli. Dirinya yang kehilangan arah saat persiapan pesta pernikahannya, mendengar dengan mata kepalanya sendiri, calon suaminya Danu berselingkuh.
Air matanya mengalir, dirinya tahu tapi pura-pura tidak tahu. Menunggu saat yang tepat, mencari cara untuk membatalkan pernikahan ini.
Hingga, saat di altar, dirinya mengucapkan kalimat yang membuat pernikahannya dapat dibatalkan dengan mudah.
"Aku tidak bisa menikah denganmu. Aku hamil anak Derrel Virgo Chandradinata." Wanita yang mengatakan terus terang tentang perselingkuhan palsunya.
Semua mata tertuju pada Chandra."Aku tidak menghamilinya---"
Tapi Chandra, pemuda yang merupakan musuh Stefani pada masa SMU itu, entah kenapa perlahan tersenyum penuh obsesi dan kegilaan."Benar! Aku kemari untuk mencuri pengantin."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencuri Pengantin
Suara kasak kusuk tamu undangan terdengar.
“Hamil? Apa yang dikatakan oleh mempelai wanita? Kenapa malah menyebarkan aib di tempat ini?”
“Mempelai pria ternyata sudah melakukannya sebelum pernikahan.”
“Ini akan menjadi viral…”
Bahkan ada beberapa orang tamu undangan yang memanfaatkan kesempatan mengambil gambar di tempat ini dijadikan sebagai konten. Untuk mendongkrak popularitas di media sosial.
Chandra mengerutkan keningnya, dirinya mencengkeram gelas yang ada di tangannya. Sudah wajar jika Dika melakukannya sebelum pernikahan dengan Stefanie. Apa yang ada di otaknya? Apa yang diharapkan olehnya?
Pria yang meletakkan gelas yang dipegang olehnya. Bersiap untuk melangkah meninggalkan tempat tersebut. Tentu saja dirinya tidak ingin melihat pernikahan antara wanita yang…
“Stefanie Apa maksudmu!? Bagaimana bisa kamu hamil!? Kita bahkan belum pernah melakukannya!” Suara bentakan dari Danu terdengar.”Aku tahu, ini hanya lelucon darimu bukan?”
Wanita yang masih memegang microphone. Menghela nafas pada akhirnya. Dirinya berucap…
“Aku tidak bisa menikah denganmu. Aku hamil anak Derrel Virgo Chandradinata." Wanita yang mengatakan terus terang tentang perselingkuhan palsunya. Hanya ini ide yang ditemukan olehnya. Satu-satunya harapannya untuk selamat. Tentu saja Chandra juga pasti akan bekerja sama bukan? Pria matrealistis yang hanya mengejar keuntungan itu. Pasti akan setuju dengan kerjasama yang tiba-tiba ini bukan?
Semua mata tertuju pada Chandra."Aku tidak menghamilinya—” kalimat yang diucapkan oleh Chandra sama sekali tidak mengerti.
Wajahnya terlihat pucat pasi, pria yang bahkan tidak mengingat kapan lebih tepatnya dirinya tidur dengan wanita ini.
“Aku masih perjaka…” gumamnya tertegun sesaat.
“Stefanie! Rupa-rupanya kamu hanya bercanda tentang hal ini! Sudah aku duga, ini hanya prankmu di hari pernikahan kita. Stefanie, Ayo kita lanjutkan pernikahan. Kita juga akan mendaftarkannya hari ini. Setelah itu kamu akan menjadi milikku…” Danu memegang jemari tangannya.
Tapi wanita itu menariknya dengan cepat.”Kamu tidak dengar apa yang aku katakan!” Stefanie memegangi perutnya sendiri.”Sekarang aku sedang hamil anak dari Derrel Virgo Chandradinata!” Sebuah suara ketegasan yang menggema.
Semua mata kembali tertuju pada Chandra. Pria itu kini mengerti, ini hanya adalah alasan dari Stefanie, yang ingin menggunakan jalan praktis untuk menggagalkan pernikahannya sendiri.
Pada akhirnya Chandra maju, pemuda yang begitu rupawan. Bergerak di atas karpet merah, menginjak kelopak bunga yang bertaburan di atas karpet tersebut. "Benar! Aku kemari untuk mencuri pengantin."
Itulah yang diucapkannya penuh rasa percaya diri. Wajahnya tersenyum tengil, pemuda yang bahkan lebih rupawan daripada mempelai pria.
Stefanie terdiam, Apa itu artinya Chandra bersedia bekerja sama dengannya? Pada akhirnya pria itu muncul juga. Pada akhirnya dirinya tidak akan jatuh ke dalam perangkap yang dibuat oleh calon suami dan sepupunya.
“Chandra!” Panggil Stefani yang tidak dapat melihatnya sama sekali.
“Sayang, aku berada di sini…” dengan cepat, Chandra bergerak, merangkul pinggang wanita ini.
“Apa maksud semua ini!” Suara bentakan Danu menggema.
“Maksud Stefanie adalah aku kemari untuk mencuri pengantin. Karena aku sudah meletakkan begitu banyak bibit di dalam perutnya.” Chandra yang memiliki kecerdasan tinggi, benar-benar sebuah akting yang mumpuni. Mengelus perut rata Stefanie, seolah-olah anaknya benar-benar berada di dalam sana. Padahal semuanya hanyalah kebohongan semata, semuanya hanyalah kebohongan untuk…
“Tidak mungkin! Stefanie hanya tinggal di rumah karena dia buta. Tidak mungkin dia memiliki kesempatan untuk menjalin hubungan denganmu! Ini hanya kebohonganmu bukan!?” Tiba-tiba saja Gina menaiki altar, sama sekali tidak dapat menerima segalanya. Rencana yang sudah disusun dengan sempurna.
“Aku sama sekali tidak berbohong. Tanya semua orang yang ada di tempat ini, apakah mungkin seorang wanita akan mengatakan tentang kehamilan palsu di depan umum, Hanya Untuk membatalkan sebuah pernikahan. Kamu jangan konyol…” kalimat penuh tawa yang diucapkan oleh Chandra. Bagaikan seorang antagonis di tempat ini, bagaikan seorang antagonis yang merebut pengantin wanita.
“Stefanie! Kamu tidak mungkin hamil anak Chandra! Tidak mungkin hamil dan anak dari pria brengsek ini!” Suara teriakan yang menggema dari Danu, mencengkeram pergelangan tangan Stefani begitu erat. Agar wanita itu menjauh dari Chandra, kemudian mendekat ke arahnya.
Tapi Stefanie, menghempaskan jemari tangan Danu. Kemudian wanita itu berucap dengan tegas.”Aku benar-benar hamil anak Chandra! Kalian mengatakan Aku tidak pernah keluar rumah bukan? Setiap malam aku menghubungi Chandra, agar dia memanjat balkon kamarku!”
Chandra menipiskan bibir menahan tawanya. Wanita ini benar-benar…apa ini adalah drama antara Romeo dan Juliet? Di mana ada adegan memanjat balkon. Tapi dirinya tidak ingin menjadi Romeo yang begitu bodoh. Romeo tukang selingkuh…karena dalam dongeng Romeo dan Juliet. Romeo berselingkuh dari Rosaline, tunangannya sendiri.
“Benar, aku sering memanjat balkon kamarnya. Kemudian dia yang sudah menungguku di balkon tidak sabaran, menggunakan pakaian yang begitu tipis. Tidak mungkin aku sebagai pria normal dapat menahan diri. Tidak mungkin juga, Stefanie dapat menolak, pesonaku yang begitu sempurna.” Chandra bergerak, benar-benar begitu cepat. Membuka mulutnya, mencium bibir Stefanie di hadapan umum. Bagaikan meyakinkan semua orang bahwa Stefanie sudah menghabiskan malam dengannya.
Semua orang terdiam bungkam membulatkan matanya. Ini benar-benar gila, mencuri pengantin…pria yang begitu berani mencuri pengantin di hari pernikahan.
Bahkan pria ini, mencium Stefanie dihadapan umum. Stefanie bergerak begitu cepat, menggigit bibir pria ini agar berhenti untuk menciumnya.
Tapi tetap saja, Chandra memang melepaskan ciuman yang sesaat. Bagaikan gigitan dari kelinci putih kecil ini membuatnya tersadar. Kalau kelinci ini memang harus ditipu untuk menjadi mangsa.
Pria yang berbisik pelan pada Stefanie.
“Jelek! Jangan terlalu GR, aku menciummu hanya untuk membuktikan bahwa kita menjalin hubungan bahkan ada bayi dalam kandunganmu. Kalau ingin drama ini berjalan dengan baik, seharusnya kamu bekerja sama. Balas aku, cium aku dengan begitu mesra…baru mereka akan percaya bahwa kita menjalin perselingkuhan.” Kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh pria ini.
Pria yang sejatinya menyeringai begitu licik. Pada akhirnya, bibirnya kembali bergerak. Benar-benar mencium bibir Stefanie di hadapan umum.
Wanita yang perlahan membuka mulutnya, membalas semua hal yang dilakukan oleh Chandra. Yang ada di otaknya adalah ini hanya untuk membuktikan bahwa dirinya menjalin hubungan gelap dengan pria ini.
Wanita yang hanya ingin terlepas dari jeratan pernikahannya. Tidak ingin rencana mereka terlaksana.
Tapi, lidah Chandra yang bermain di mulutnya bagaikan menggodanya untuk mengikuti. Jantungnya berdegup dengan begitu cepat. Dirinya tidak tahu apa dan bagaimana, tapi semakin menghayati ciuman ini maka rasanya, bagaikan tidak memiliki pijakan.
“Brengsek!” Danu memisahkan mereka.
Sedangkan Chandra hanya tersenyum. Menendang tubuh Danu, kemudian mengeluarkan senjata api berukuran kecil.
“Tutup mulutmu…aku kemari untuk mencuri pengantin. Jika tidak ingin ada darah yang tumpah, maka menurutlah…”
Danu ketakutan membulatkan matanya, pria yang beringsut mundur.
Sedangkan Chandra, mengangkat tubuh Stefanie ala bridal style.
“Apa yang terjadi?” Tanya wanita itu tidak dapat melihat segalanya.
“Bukan apa-apa, aku hanya sedang memukul seekor anjing…malam ini kamu harus menuruti semua perintahku. Dasar wanita jelek yang merepotkan…”
siap2 diterkam kau
dan ga bakalan ngelepas sampe kita mati kering 😒
siap" ya
🤣🤣🤣
dg alasan apapun semoga jd ide utk derrel menendang danu dan lisa dari stefanie
😍
udah pake mobil stefanie... ehh... masih nambah black card stefanie juga
stefanie begitu kamu sudah bisa melihat,, kamu akan terpesona dg kegantengan derrel 😄😄😄